Monday, August 24, 2026
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
Banner Iklan
  • Home
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
    Merawat Warisan Soekarno Lewat Pameran Seni, Kuliner di Hotel Kempinski Jakarta

    Merawat Warisan Soekarno Lewat Pameran Seni, Kuliner di Hotel Kempinski Jakarta

    Peluncuran Delapan Motif Batik Derawan-Maratua dan Tari Dalling Perkuat Identitas Budaya Kaltim

    Peluncuran Delapan Motif Batik Derawan-Maratua dan Tari Dalling Perkuat Identitas Budaya Kaltim

    Jelang 500 Tahun, Identitas Jakarta Tetap Terjaga Karena Tiga Hal Ini

    Jelang 500 Tahun, Identitas Jakarta Tetap Terjaga Karena Tiga Hal Ini

    Pesona Parade Gebogan Ulun Danu, Daya Tarik Baru Wisata Bali

    Pesona Parade Gebogan Ulun Danu, Daya Tarik Baru Wisata Bali

    Lenong Kampung Te-Ko, Cara Galeri Indonesia Kaya Rayakan HUT ke-499 Jakarta

    Lenong Kampung Te-Ko, Cara Galeri Indonesia Kaya Rayakan HUT ke-499 Jakarta

    Hino Serahkan Bus Spesial PO Sima Perkasya di Jamnas Bismania

    Hino Serahkan Bus Spesial PO Sima Perkasya di Jamnas Bismania

  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile
No Result
View All Result
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
  • Home
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
    Merawat Warisan Soekarno Lewat Pameran Seni, Kuliner di Hotel Kempinski Jakarta

    Merawat Warisan Soekarno Lewat Pameran Seni, Kuliner di Hotel Kempinski Jakarta

    Peluncuran Delapan Motif Batik Derawan-Maratua dan Tari Dalling Perkuat Identitas Budaya Kaltim

    Peluncuran Delapan Motif Batik Derawan-Maratua dan Tari Dalling Perkuat Identitas Budaya Kaltim

    Jelang 500 Tahun, Identitas Jakarta Tetap Terjaga Karena Tiga Hal Ini

    Jelang 500 Tahun, Identitas Jakarta Tetap Terjaga Karena Tiga Hal Ini

    Pesona Parade Gebogan Ulun Danu, Daya Tarik Baru Wisata Bali

    Pesona Parade Gebogan Ulun Danu, Daya Tarik Baru Wisata Bali

    Lenong Kampung Te-Ko, Cara Galeri Indonesia Kaya Rayakan HUT ke-499 Jakarta

    Lenong Kampung Te-Ko, Cara Galeri Indonesia Kaya Rayakan HUT ke-499 Jakarta

    Hino Serahkan Bus Spesial PO Sima Perkasya di Jamnas Bismania

    Hino Serahkan Bus Spesial PO Sima Perkasya di Jamnas Bismania

  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile
No Result
View All Result
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
No Result
View All Result

“Esok Tanpa Ibu”, Ketika AI Menjadi Jembatan di Tengah Luka Kehilangan

by Redaksi
29/12/2025
Reading Time: 4 mins read
“Esok Tanpa Ibu”, Ketika AI Menjadi Jembatan di Tengah Luka Kehilangan

Esok Tanpa Ibu Official Poster (Ist)

Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA – Kehadiran teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kini tidak hanya merambah dunia kerja, namun mulai menyentuh sisi terdalam emosi manusia: rasa rindu. Melalui film terbaru produksi BASE Entertainment bersama Beacon Film, Refinery Media, serta dukungan Singapore Film Commission dan IMDA, narasi mengenai kehilangan dan kerinduan itu dibingkai dengan apik dalam judul “Esok Tanpa Ibu” atau secara internasional dikenal sebagai Mothernet. Setelah sukses mencuri perhatian di perhelatan JAFF20, film ini akhirnya merilis cuplikan resmi dan poster yang menawarkan kehangatan sekaligus kepedihan mendalam.

Poster resminya memperlihatkan visual yang puitis namun sarat makna. Dian Sastrowardoyo, Ali Fikry, dan Ringgo Agus Rahman tampak berbaring di hamparan bunga putih yang luas. Menariknya, komposisi tersebut dibingkai dalam bentuk layar gawai, sebuah representasi visual mengenai bagaimana teknologi mencoba menjadi perantara sekaligus pengganti dari sebuah kasih sayang yang bersifat manusiawi.

Baca juga :

Defender Vertex 2026: Wajah Baru yang Makin Tangguh dan Mewah

Monash University Indonesia Sambut Angkatan Pertama Mahasiswa Sarjana di BSD City

The Late Shift di Paviliun Raden Saleh, Menikmati Malam Jakarta dari Sudut Berbeda

Kisah ini berfokus pada perjalanan emosional Cimot atau Rama (Ali Fikry), seorang remaja yang dunianya runtuh seketika saat sang ibu jatuh koma akibat kejadian tragis. Selama ini, sang ibu adalah tempatnya berbagi segala kegelisahan dan keceriaan. Kepergian mendadak sosok yang paling memahaminya membuat Cimot kehilangan arah. Hubungannya dengan sang ayah (Ringgo Agus Rahman) pun tidak berjalan mulus, ada kecanggungan dan jarak yang selama ini mereka simpan rapat-rapat yang justru semakin meruncing di tengah situasi berduka.

Dalam upaya mengatasi kesedihannya, Cimot menemukan pelarian pada sebuah teknologi eksperimental bernama i-BU. Ini adalah AI ciptaan temannya yang mampu mereplikasi wajah dan suara ibunya. Melalui perangkat tersebut, Cimot kembali bisa berinteraksi dengan sang ibu, meski hanya dalam wujud digital. “Di film ini, aku memerankan Cimot, karakter remaja yang sedang berjuang menghadapi kesedihan karena Ibunya mengalami koma.

Ali Fikry, Dian Sastrowardoyo, dan Ringgo Agus Rahman (Ist)

Cimot tidak tahu bagaimana menghadapi kesedihan, jadi dia mulai menggunakan AI yang di film ini ada teknologi buatan temannya bernama i-Bu, itu sebagai coping mechanism si Cimot karena kangen sama Ibunya,” ungkap Ali Fikry mengenai pendalaman karakternya.

Meski AI menawarkan kemiripan yang luar biasa, film ini juga mengajukan pertanyaan filosofis: mampukah algoritma menggantikan detak jantung dan pelukan seorang ibu? Dian Sastrowardoyo, yang bertindak sebagai produser sekaligus pemeran sang Ibu, menegaskan bahwa esensi seorang ibu memiliki dimensi yang tak mungkin tersentuh oleh barisan kode pemrograman. “Ini adalah peran yang mewakili banyak sekali ibu-ibu kita semua, yang ada di kehidupan masing-masing. Ibu selalu memberikan perasaan untuk dimengerti, aman, dan Ibu tidak bisa digantikan oleh Bapak atau bahkan oleh AI sekalipun. Saya merasa sangat terhormat bisa memerankan Ibu di film ini,” tutur Dian.

Sisi lain dari duka ini juga diperlihatkan melalui perspektif seorang suami. Ringgo Agus Rahman memberikan kedalaman pada karakter Bapak yang harus bergulat dengan rasa kehilangan pasangan hidup sekaligus kegagapan dalam berkomunikasi dengan anaknya. “Ada dua orang yang kehilangan dalam cerita ini. Anak remaja yang kehilangan Ibunya, dan suami yang kehilangan istrinya. Dalam momen kehilangan itu, film ini ingin menghadirkan bagaimana relasi Bapak dan anak remajanya memperbaiki cara berkomunikasi mereka menjadi lebih baik,” jelas Ringgo.

Para pendukung film Esok Tanpa Ibu (Ist)

“Esok Tanpa Ibu” bukan sekadar drama keluarga biasa, melainkan sebuah proyek kolaborasi internasional yang naskahnya ditulis oleh Gina S. Noer, Diva Apresya, dan Melarissa Sjarief. Di bawah arahan sutradara asal Malaysia, Ho Wi-ding, film ini menghadirkan kualitas visual dan penceritaan yang matang. Atmosfer emosional dalam trailer semakin diperkuat dengan iringan lagu ‘Jernih’ dari Kunto Aji serta ‘Raih Tanahmu’ karya hara & Nosstress yang memberikan nuansa melankolis namun tetap meneduhkan.

Produser Shanty Harmayn menceritakan bahwa pengembangan cerita ini memakan waktu yang cukup lama dan lahir dari keresahan personal para penulisnya. “Film ini dimulai dari ide Gina dan Diva, dan berasal dari sesuatu yang sangat personal bagi mereka. Sejak awal pandemi, kami berdiskusi panjang tentang bagaimana cerita ini bisa berbicara lebih luas. Dari banyak percakapan kami mulai dari isu keluarga, hingga bagaimana teknologi bisa memengaruhi hubungan manusia.

Proses yang dilalui cukup panjang dan terus berevolusi hingga menjadi karya yang bisa dinikmati oleh penonton Indonesia mulai 22 Januari 2026 di bioskop. Semoga ceritanya sampai ke hati penonton,” kata Shanty.

Selain jajaran pemeran utama, film ini juga didukung oleh talenta muda seperti Aisha Nurra Datau dan Bima Sena. Dengan mengeksplorasi tema universal mengenai keluarga dan adaptasi manusia terhadap teknologi, “Esok Tanpa Ibu” diprediksi akan menjadi salah satu tontonan paling menyentuh di awal tahun depan. Publik dapat menyaksikan perjuangan Rama dan ayahnya dalam menemukan kembali makna keluarga di bioskop-bioskop tanah air mulai 22 Januari 2026 mendatang./ JOURNEY OF INDONESIA | Ismes Nompo

Tags: AIAli FikryArtificial IntelligenceDian SastrowardoyoEsok Tanpa IbuFilmHo Wi-dingi-BUJourney of IndonesiaRinggo Agus RahmanShanty Harmayn
Share118Tweet74

Related Posts

Potret Satir Industri Konten dalam Harusnya Horror Debut Reza Arap
FIlm

Potret Satir Industri Konten dalam Harusnya Horror Debut Reza Arap

14/08/2026
Bunga di Tepi Jurang, MAXStream dan iQIYI Angkat Kisah Perjuangan Perempuan
FIlm

Bunga di Tepi Jurang, MAXStream dan iQIYI Angkat Kisah Perjuangan Perempuan

24/07/2026
Operasi Pesta Copet, Kisah Empat Sahabat yang Nekat karena Terpepet
FIlm

Operasi Pesta Copet, Kisah Empat Sahabat yang Nekat karena Terpepet

22/07/2026
Reza Arap Bongkar Drama di Balik Poster Baru “Harusnya Horror”, Singgung Tekanan dari Tepeachu
FIlm

Reza Arap Bongkar Drama di Balik Poster Baru “Harusnya Horror”, Singgung Tekanan dari Tepeachu

21/07/2026
Serial 12 IPA 4 Siap Tayang Pekan Ini, Hadirkan Junior Roberts Hingga Nayla Purnama
FIlm

Serial 12 IPA 4 Siap Tayang Pekan Ini, Hadirkan Junior Roberts Hingga Nayla Purnama

20/07/2026
Next Post
Tutup 2025, Strategi GAIKINDO Menjaga Laju Industri Otomotif Nasional Berbuah Kesuksesan

Tutup 2025, Strategi GAIKINDO Menjaga Laju Industri Otomotif Nasional Berbuah Kesuksesan

ADVERTISEMENT

Recomended

Defender Vertex 2026: Wajah Baru yang Makin Tangguh dan Mewah
Automotive

Defender Vertex 2026: Wajah Baru yang Makin Tangguh dan Mewah

23/08/2026
Monash University Indonesia Sambut Angkatan Pertama Mahasiswa Sarjana di BSD City
News

Monash University Indonesia Sambut Angkatan Pertama Mahasiswa Sarjana di BSD City

22/08/2026
Empat Ducati Beda Bendera, Satu Misi di Kualifikasi Motocross Klaten
Automotive

Empat Ducati Beda Bendera, Satu Misi di Kualifikasi Motocross Klaten

22/08/2026
The Late Shift di Paviliun Raden Saleh, Menikmati Malam Jakarta dari Sudut Berbeda
Hotels

The Late Shift di Paviliun Raden Saleh, Menikmati Malam Jakarta dari Sudut Berbeda

21/08/2026
Setelah Surabaya dan Medan, ICX 2026 Tutup Rangkaian di Jakarta
Events

Setelah Surabaya dan Medan, ICX 2026 Tutup Rangkaian di Jakarta

21/08/2026
Menembus Batas Studio, Pameran Art for Peace di TIM Usung Semangat Kolaborasi Global
Events

Menembus Batas Studio, Pameran Art for Peace di TIM Usung Semangat Kolaborasi Global

20/08/2026
Journey of Indonesia

Journey of Indonesia is a popular online newsportal and going source for technical and digital content for its influential audience around the globe. You can reach us via email.


journeyofid@gmail.com

  • Journey of Indonesia
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Editorial
  • Kontak

© 2024 Journey of Indonesia.

No Result
View All Result
  • Journey of Indonesia
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile

© 2024 Journey of Indonesia.