Tuesday, July 28, 2026
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
Banner Iklan
  • Home
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
    Jelang 500 Tahun, Identitas Jakarta Tetap Terjaga Karena Tiga Hal Ini

    Jelang 500 Tahun, Identitas Jakarta Tetap Terjaga Karena Tiga Hal Ini

    Pesona Parade Gebogan Ulun Danu, Daya Tarik Baru Wisata Bali

    Pesona Parade Gebogan Ulun Danu, Daya Tarik Baru Wisata Bali

    Lenong Kampung Te-Ko, Cara Galeri Indonesia Kaya Rayakan HUT ke-499 Jakarta

    Lenong Kampung Te-Ko, Cara Galeri Indonesia Kaya Rayakan HUT ke-499 Jakarta

    Hino Serahkan Bus Spesial PO Sima Perkasya di Jamnas Bismania

    Hino Serahkan Bus Spesial PO Sima Perkasya di Jamnas Bismania

    Sentuhan Magis ‘Tatah’ yang Menghidupkan Jiwa Kayu di Museum Nasional

    Sentuhan Magis ‘Tatah’ yang Menghidupkan Jiwa Kayu di Museum Nasional

    Membaca Pesan Sunyi dari Kaki-Kaki Tak Beralas di Seba Baduy 2026

    Membaca Pesan Sunyi dari Kaki-Kaki Tak Beralas di Seba Baduy 2026

  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile
No Result
View All Result
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
  • Home
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
    Jelang 500 Tahun, Identitas Jakarta Tetap Terjaga Karena Tiga Hal Ini

    Jelang 500 Tahun, Identitas Jakarta Tetap Terjaga Karena Tiga Hal Ini

    Pesona Parade Gebogan Ulun Danu, Daya Tarik Baru Wisata Bali

    Pesona Parade Gebogan Ulun Danu, Daya Tarik Baru Wisata Bali

    Lenong Kampung Te-Ko, Cara Galeri Indonesia Kaya Rayakan HUT ke-499 Jakarta

    Lenong Kampung Te-Ko, Cara Galeri Indonesia Kaya Rayakan HUT ke-499 Jakarta

    Hino Serahkan Bus Spesial PO Sima Perkasya di Jamnas Bismania

    Hino Serahkan Bus Spesial PO Sima Perkasya di Jamnas Bismania

    Sentuhan Magis ‘Tatah’ yang Menghidupkan Jiwa Kayu di Museum Nasional

    Sentuhan Magis ‘Tatah’ yang Menghidupkan Jiwa Kayu di Museum Nasional

    Membaca Pesan Sunyi dari Kaki-Kaki Tak Beralas di Seba Baduy 2026

    Membaca Pesan Sunyi dari Kaki-Kaki Tak Beralas di Seba Baduy 2026

  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile
No Result
View All Result
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
No Result
View All Result

Menelusuri Jejak 30 Tahun Miles Films: Saat Musik Tak Sekadar Latar

by Redaksi
24/01/2026
Reading Time: 4 mins read
Menelusuri Jejak 30 Tahun Miles Films: Saat Musik Tak Sekadar Latar

MUSIK MILES FILMS- 30 Tahun Mendengar Terdengar (Ist)

Share on FacebookShare on Twitter

SURAKARTA — Di sudut-sudut Galeri Lokananta yang sarat sejarah, sebuah narasi baru tentang perjalanan sinema Indonesia mulai disenandungkan. Bukan melalui layar perak yang megah, melainkan lewat helaian partitur, instalasi bunyi, dan arsip visual yang selama tiga dekade terakhir telah menyatukan jutaan perasaan penontonnya. Miles Films, rumah produksi yang menjadi pilar kebangkitan film nasional, kini mengajak publik kembali “mendengar” melalui ekshibisi bertajuk “MUSIK MILES FILMS: 30 Tahun Mendengar Terdengar”.

Pameran yang digelar mulai 27 Januari hingga September 2026 ini bukan sekadar perayaan ulang tahun ke-30. Ini merupakan sebuah upaya pembacaan ulang terhadap hubungan simbiosis antara nada dan gambar yang telah menjadi identitas estetika Mira Lesmana dan Riri Riza sejak 1995. Bertempat di Ruang Pamer Temporer Galeri Lokananta, Surakarta, kolaborasi antara Miles Films, .this/PLAY, dan Lokananta ini menyajikan pengalaman multisensori yang melintasi batas-batas era analog menuju digital.

Baca juga :

BMW Astra Road to GIIAS 2026, Gratis Shuttle dan Gandeng OLXmobbi buat Trade-In

Kia Resmi Gandeng Hearts2Hearts jadi Brand Ambassador di Indonesia

GIIAS 2026 Janjikan Akses Tol Lancar dan Kantong Parkir Baru di ICE BSD

Sejarah mencatat bagaimana Miles Films secara konsisten menempatkan musik sebagai elemen fundamental dalam bercerita. Dari fenomena Petualangan Sherina di awal milenium hingga babak baru Rangga & Cinta pada 2025, setiap karya Miles selalu meninggalkan jejak bunyi dalam ingatan kolektif. Creative Director Miles Films, Riri Riza, menekankan bahwa kehadiran musik dalam setiap produksinya memiliki posisi yang setara dengan elemen sinematik lainnya.

“Musik dalam film memegang peran penting sebagai elemen yang menyatu dengan dialog dan desain suara, membangun emosi dan ritme serta mendukung adegan. Nada-nada dalam film-film Miles bukan sekadar pelengkap, melainkan unsur penting yang membentuk pengalaman emosional penonton dan menandai zamannya,” ujar Riri Riza menjelaskan filosofi di balik karya-karyanya.

Kedalaman artistik ini tidak lepas dari deretan maestro yang telah membersamai perjalanan Miles. Nama-nama seperti Elfa Secioria, Thoersi Argeswara, Djaduk Ferianto, hingga pasangan Melly Goeslaw & Anto Hoed menjadi bagian dari jalinan kreatif tersebut. Belum lagi keterlibatan Indra Lesmana, Andy Ayunir, Aksan Sjuman, Basri S. Sila, Erwin Gutawa, Juang Manyala, Lie Indra Perkasa, hingga talenta masa kini seperti Aria Prayogi dan Sherina Munaf. Kekuatan lagu tema pun kian dipertegas oleh kolaborasi bersama musisi lintas genre, mulai dari Eross Candra, Garasi, Mocca, Float, Nidji, Gigi, hingga Anggun C. Sasmi dan Iwa K.

Keunikan pameran ini terletak pada pendekatan desain ruang yang digarap oleh .this/PLAY Studio. Mereka tidak menyajikan arsip secara statis, melainkan melalui instalasi eksperimental yang akan terus berkembang sepanjang masa pameran. Pengunjung dapat menyentuh proses kreatif mulai dari draf lirik asli hingga memasuki instalasi studio rekaman untuk merasakan “magisnya” proses penyatuan suara ke dalam gambar.

Sigit D. Pratama, Founder & Lead Spatial Designer .this/PLAY, menuturkan bahwa pameran ini dirancang sebagai ringkasan perjalanan visual yang utuh. Menurutnya, “Pameran ini secara personal memberikan gambaran bagaimana musik menjadi bagian dari perjalanan visual dalam tubuh film yang utuh. Pameran ini hadir dengan pendekatan tematik dan ruang eksperimental dalam linimasa 30 tahun Miles Films, menjadi perayaan atas relasi dua arah bagaimana Musik/Suara dan Film melalui metode gambar bergerak menjadi satu, utuh dan melengkapi untuk bercerita. Ruang yang menjadi ringkasan perjalanan selama 30 tahun terus hadir mendekatkan gambar dan suara dengan berbagai medium kepada kita para penikmat melalui karya-karyanya.”

Pemilihan Lokananta sebagai rumah bagi eksibisi ini pun menyimpan makna simbolis yang mendalam. Sebagai cagar budaya musik tertua di Indonesia, Lokananta menjadi jangkar yang menghubungkan warisan musik masa lalu dengan dinamika kontemporer perfilman nasional. Wendi Putranto, CEO Lokananta, menyatakan bahwa kolaborasi ini adalah sebuah penghormatan besar bagi institusi yang ia pimpin, terutama menjelang perayaan ke-70 Lokananta.

“Sungguh kehormatan dan kebanggaan besar bagi Lokananta, dalam perayaan menuju 70 tahun, dapat berkolaborasi dengan Miles Films melalui pameran ini. Selama tiga dekade, Miles Films telah menjadi zeitgeist perfilman Indonesia, melahirkan terobosan-terobosan yang menghidupkan kembali sinema nasional, membuka ruang bagi narasi-narasi baru, serta menegaskan kuatnya relasi antara film, musik, dan gagasan budaya. Kami mengundang publik untuk mendengar kembali, memahami ulang, dan merayakan jejak kreatif Miles Films sebagai bagian tak terpisahkan dari petualangan budaya populer Indonesia,” tutur Wendi dengan penuh antusias.

Bagi Mira Lesmana, produser yang telah melahirkan banyak karya ikonik, pameran ini adalah jendela bagi publik untuk melihat kerumitan di balik harmoni yang mereka dengar di bioskop. Ia menceritakan bagaimana pencarian musik selalu dimulai sejak awal sebuah gagasan film lahir, sebuah proses yang ia sebut penuh tantangan namun membahagiakan.

“Pencarian musik untuk film adalah sebuah proses panjang, yang dilakukan sejak awal menggagas film dengan berkolaborasi bersama musisi. Bersama-sama kami melalui proses belajar dan melakukan berbagai eksperimen untuk menemukan bentuk musik yang dapat memperkuat film sekaligus bermakna sebagai karya musik itu sendiri. Semoga lewat jejak bunyi, nada dan gambar yang kami tampilkan dalam pameran ini, publik yang berkunjung bisa merasakan semangat kami dalam berkarya, bagaimana perjalanan kreatif ini proses yang menantang sekaligus menyenangkan!” pungkas Mira.

Pameran “MUSIK MILES FILMS: 30 Tahun Mendengar Terdengar” secara resmi dapat dinikmati oleh masyarakat umum mulai 27 Januari 2026. Ini adalah undangan bagi siapapun untuk merayakan kembali petualangan imajinasi yang telah menemani perjalanan hidup kita melalui nada dan cahaya./ JOURNEY OF INDONESIA | Ismed Nompo

Tags: .this/PLAYAnto HoedJourney of IndonesiaLokanantaMelly GoeslawMira LesmanaMUSIK MILES FILMS: 30 Tahun Mendengar TerdengarNewsRiri RizaSigit D. Pratama
Share115Tweet72

Related Posts

Bunga di Tepi Jurang, MAXStream dan iQIYI Angkat Kisah Perjuangan Perempuan
FIlm

Bunga di Tepi Jurang, MAXStream dan iQIYI Angkat Kisah Perjuangan Perempuan

24/07/2026
Operasi Pesta Copet, Kisah Empat Sahabat yang Nekat karena Terpepet
FIlm

Operasi Pesta Copet, Kisah Empat Sahabat yang Nekat karena Terpepet

22/07/2026
Reza Arap Bongkar Drama di Balik Poster Baru “Harusnya Horror”, Singgung Tekanan dari Tepeachu
FIlm

Reza Arap Bongkar Drama di Balik Poster Baru “Harusnya Horror”, Singgung Tekanan dari Tepeachu

21/07/2026
Serial 12 IPA 4 Siap Tayang Pekan Ini, Hadirkan Junior Roberts Hingga Nayla Purnama
FIlm

Serial 12 IPA 4 Siap Tayang Pekan Ini, Hadirkan Junior Roberts Hingga Nayla Purnama

20/07/2026
Film Munafik: Melawan Iblis, Cerita Adam Lawan Iblis dan Trauma Masa Lalu
FIlm

Film Munafik: Melawan Iblis, Cerita Adam Lawan Iblis dan Trauma Masa Lalu

18/07/2026
Next Post
Standar Baru Kemewahan Otomotif: BMW Astra Hadirkan Wajah Retail.Next di Jantung Jakarta Selatan

Standar Baru Kemewahan Otomotif: BMW Astra Hadirkan Wajah Retail.Next di Jantung Jakarta Selatan

ADVERTISEMENT

Recomended

PRO AVL Indonesia 2026 Dibuka, 60 Brand dari 12 Negara Ramaikan NICE PIK 2
Events

PRO AVL Indonesia 2026 Dibuka, 60 Brand dari 12 Negara Ramaikan NICE PIK 2

28/07/2026
MONDIAL Precious Fire, Dualitas Api ala Nicholas Saputra
Uncategorized

MONDIAL Precious Fire, Dualitas Api ala Nicholas Saputra

28/07/2026
BMW Astra Road to GIIAS 2026, Gratis Shuttle dan Gandeng OLXmobbi buat Trade-In
Automotive

BMW Astra Road to GIIAS 2026, Gratis Shuttle dan Gandeng OLXmobbi buat Trade-In

27/07/2026
Kia Resmi Gandeng Hearts2Hearts jadi Brand Ambassador di Indonesia
Automotive

Kia Resmi Gandeng Hearts2Hearts jadi Brand Ambassador di Indonesia

26/07/2026
GIIAS 2026 Janjikan Akses Tol Lancar dan Kantong Parkir Baru di ICE BSD
Automotive

GIIAS 2026 Janjikan Akses Tol Lancar dan Kantong Parkir Baru di ICE BSD

26/07/2026
Diva Ismayana Rebut Pole Cleosa Wonosobo, P5 di Race 1
Automotive

Diva Ismayana Rebut Pole Cleosa Wonosobo, P5 di Race 1

26/07/2026
Journey of Indonesia

Journey of Indonesia is a popular online newsportal and going source for technical and digital content for its influential audience around the globe. You can reach us via email.


journeyofid@gmail.com

  • Journey of Indonesia
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Editorial
  • Kontak

© 2024 Journey of Indonesia.

No Result
View All Result
  • Journey of Indonesia
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile

© 2024 Journey of Indonesia.