MATARAM – Peta kekuatan industri otomotif nasional perlahan mulai bergeser melampaui batas daratan Pulau Jawa. Fenomena ini ditangkap secara jeli oleh PT Eurokars Motor Indonesia (EMI) selaku Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) Mazda di Indonesia. Melalui peresmian dealer Mazda Mataram di Nusa Tenggara Barat, pabrikan asal Jepang ini tidak sekadar menambah titik distribusi, tetapi sedang menancapkan standar baru layanan premium di wilayah yang kini menjadi sorotan dunia berkat kehadiran Sirkuit Mandalika.
Geliat ekonomi di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) memang sedang berada di titik yang menarik. Sebagai provinsi yang terus bersolek menjadi destinasi wisata kelas dunia, profil konsumen di wilayah ini turut berevolusi. Kebutuhan akan kendaraan yang tidak hanya berfungsi sebagai alat transportasi, tetapi juga simbol gaya hidup dan kualitas teknik yang mumpuni, kini semakin nyata. Mazda Mataram yang berlokasi strategis di Jalan Selaparang Nomor 67 hadir menjawab kekosongan layanan resmi kendaraan premium di wilayah tersebut.
Chief Operating Officer PT Eurokars Motor Indonesia, Ricky Thio, mengungkapkan bahwa langkah ini didasari oleh data pertumbuhan yang meyakinkan. Berdasarkan catatan internal mereka, kontribusi wilayah di luar Pulau Jawa terhadap total penjualan Mazda secara nasional menunjukkan tren positif yang konsisten. Angka ini merangkak naik dari 13,9 persen pada tahun 2024 menjadi 14,7 persen pada tahun 2025. Bali dan kini NTB, dipandang sebagai motor penggerak utama di wilayah timur Indonesia.

“Kami melihat potensi pertumbuhan segmen kendaraan premium di Bali dan Nusa Tenggara Barat kian positif. Kontribusi wilayah luar Jawa terhadap total penjualan Mazda secara nasional terus meningkat, dari 13,9% pada tahun 2024 menjadi 14,7% pada tahun 2025, dengan Bali yang secara konsisten menjadi salah satu kontributor utama di luar Jawa. Hal ini mencerminkan daya beli serta preferensi konsumen terhadap produk premium. Kehadiran Mazda Mataram merupakan bagian dari strategi kami untuk memperkuat jaringan dealer berstandar 3S dan Global Visual Identity Mazda, sekaligus memastikan pelanggan di NTB mendapatkan akses produk dan layanan Mazda yang konsisten,” ujar Ricky.
Secara arsitektural, Mazda Mataram yang dikelola oleh PT Cahaya Surya Bali Inti Cemerlang (CSBIC) ini mengadopsi identitas korporat terbaru Mazda. Bangunan dua lantai yang berdiri di atas lahan seluas 1.149 meter persegi ini dirancang untuk memberikan pengalaman personal bagi konsumennya. Lantai pertama difokuskan pada interaksi langsung, mulai dari ruang pamer yang elegan, area penerimaan servis, hingga area pengiriman unit.
Sementara itu, lantai kedua menyediakan ruang tunggu pelanggan yang nyaman dan fasilitas pendukung lainnya, menciptakan suasana yang lebih menyerupai lounge eksklusif ketimbang bengkel konvensional.
Kehadiran dealer dengan fasilitas 3S (Sales, Service, Spare Parts) ini juga dipandang sebagai katalisator bagi ekosistem otomotif lokal. Direktur PT Cahaya Surya Bali Inti Cemerlang, Mulyadi Kantiana Surjonogo, menekankan bahwa pengalaman panjang grupnya di industri otomotif wilayah Bali dan Nusa Tenggara memberikan rasa optimisme yang besar terhadap Mazda. Menurutnya, karakter merek Mazda yang kuat sangat selaras dengan perkembangan dinamika pariwisata internasional di NTB.

“Kami optimistis terhadap pertumbuhan segmen kendaraan premium di Bali dan Nusa Tenggara Barat, termasuk Mataram. Kehadiran dealer Mazda 3S di Mataram kami yakini akan mempercepat perkembangan pasar premium di wilayah ini. Meningkat-nya perhatian internasional terhadap NTB, khusus-nya melalui kehadiran Sirkuit Mandalika, turut menjadi katalis positif bagi pertumbuhan industri otomotif. Dengan pengalaman CSBI Group di industri otomotif Bali dan Nusa Tenggara, kami melihat Mazda sebagai brand dengan karakter kuat dan potensi jangka panjang di kawasan ini,” tutur Mulyadi Kantiana Surjonogo.
Tidak hanya mengandalkan estetika bangunan, Mazda Mataram juga membawa lini produk generasi ketujuh (7th Generation) yang menjadi ujung tombak teknologi Mazda saat ini. Model-model seperti Mazda 3 Hatchback, Mazda CX-30, hingga lini SUV premium Mazda CX-60 dan CX-80 tersedia untuk memanjakan para antusias otomotif di Mataram. Tentu saja, model populer seperti Mazda CX-5 dan CX-3 tetap dipertahankan untuk memperkuat basis pasar yang sudah ada.
Untuk menjamin ketenangan pikiran para pemiliknya, setiap unit yang keluar dari Mazda Mataram telah dibekali dengan paket layanan purna jual yang komprehensif. Program seperti 5-Years MyMazda Warranty yang menjamin kendaraan hingga lima tahun atau 150.000 kilometer menjadi standar baru dalam pelayanan mereka. Selain itu, terdapat pula paket perawatan berkala gratis melalui MyMazda Service yang durasinya bervariasi hingga lima tahun untuk model tertentu, memastikan bahwa kualitas berkendara konsumen tetap terjaga layaknya hari pertama kendaraan keluar dari dealer.
Strategi ekspansi ini pada akhirnya menegaskan bahwa Mazda Mataram diposisikan bukan hanya sebagai tempat transaksi, melainkan sebagai pusat pertumbuhan baru bagi merek tersebut di Indonesia Timur. Sebagaimana ditegaskan oleh Ricky Thio dalam penutupnya, pembukaan dealer ini adalah hasil dari kombinasi matang antara potensi pasar, kesiapan mitra lokal, dan komitmen jangka panjang untuk menghadirkan pengalaman berkendara yang premium dan konsisten bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat./ JOURNEY OF INDONESIA | eR Bee

















