JAKARTA – Memasuki awal tahun 2026, wajah musik pop-rock tanah air kedatangan energi baru yang lebih tenang namun tetap berkarakter. Tia Veres, solois yang juga dikenal sebagai pengusaha di balik bendera Farstan Food & Drink serta Tia Veres Fashion, resmi melepas amunisi terbarunya bertajuk ‘Aku Ingin Bahagia’.
Menariknya, kali ini Tia memilih untuk meredam insting “lady rocker” yang selama ini menjadi identitasnya, demi mengeksplorasi spektrum musik yang lebih luas dan radio-friendly. Ditemui dalam sesi wawancara eksklusif di sebuah kafe di bilangan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Rabu 4/2/26 malam, Tia tampak sangat antusias menceritakan evolusi musikalitasnya.
Selama ini Tia mengacu pada vokal bertenaga ala Nicky Astria dan Mel Shandy, namun ‘Aku Ingin Bahagia’ hadir dengan pendekatan yang berbeda. Tia mengaku sempat dilanda dilema kreatif saat menentukan arah aransemen lagu ini sebelum akhirnya memantapkan hati pada jalur pop.
“Tantangannya waktu itu saya bingung, saya mau bikin ini lagu ngrock atau pop, Tapi berdasar masukan dari teman-teman ini dibikin agak pop aja, kalau poprock atau rock lainnya sudah punya ya, akhirnya saya coba, Jadi saya putuskan single ini bergenre Pop,” katanya dengan lugas. Pilihan ini bukan tanpa alasan, karakter vokal Tia yang melengking tetap dipertahankan namun dibungkus dengan aransemen yang lebih manis agar pesan dalam liriknya bisa mendarat lebih mulus di telinga pendengar.

Materi lagu ini sendiri sebenarnya bukan berangkat dari imajinasi kosong, melainkan sebuah bentuk observasi sosial Tia terhadap dinamika kehidupan asisten pribadinya. Sang asisten sempat mencurahkan isi hatinya mengenai konflik rumah tangga yang ia alami, dan bagi Tia, cerita tersebut memiliki resonansi yang kuat untuk dijadikan karya. Baginya, menangkap realitas kehidupan adalah cara paling jujur dalam menciptakan sebuah lagu.
“Lagu ‘Aku Ingin Bahagia’ ini tercipta terinspirasi dari kisah asisten saya, setelah bercerita panjang lebar akhirnya saya tertarik ya. Saya pikir wah ini bagus juga nih di bikin lagu,” jelas penyanyi yang tetap setia pada jalur kemandirian dalam proses kreatifnya ini.
Namun, mengawinkan jadwal bisnis yang padat dengan proses produksi musik bukanlah perkara mudah. Tia mengungkapkan bahwa pengerjaan single ini sempat mengalami penundaan yang cukup signifikan. Target awal perilisan yang direncanakan pada Desember 2025 terpaksa tergeser karena ia harus fokus mengelola lini bisnis kuliner dan fashion miliknya. Kendala teknis seperti revisi aransemen yang mencapai empat hingga lima kali juga mewarnai perjalanan lahirnya lagu ini.
“Proses produksinya memang beberapa kali ter-pending, untuk bisa masuk ke dapur rekaman saja terkendala kesibukan saya mengelola usaha kuliner dan fashion. Bahkan setelah desember 2025 kemarin berhasil jalan produksi masih ada juga kendala revisi-revisi hasil produksi sampai 4-5 kali”, terang Tia mengenai dedikasinya dalam mengejar kualitas audio yang maksimal.

Sebagai pencipta lagu yang bekerja secara otodidak, Tia memiliki pola kerja yang organik. Ia tidak mematok formula kaku dalam menulis, seringkali melodi muncul lebih dulu lewat senandung sebelum akhirnya dijahit menjadi lirik yang utuh. Pola ini pula yang ia terapkan saat melahirkan empat single sebelumnya, termasuk lagu-lagu hitsnya seperti ‘Tetap Cinta’ dan ‘Rasa Cinta’. Keunikan cara kerjanya ini memberikan sentuhan personal yang sulit direplikasi oleh musisi lain.
Meskipun ‘Aku Ingin Bahagia’ terasa lebih nge-pop, Tia menegaskan bahwa ia tidak akan pernah benar-benar meninggalkan akar rock nya. Ia bahkan membuka peluang untuk merambah genre lain yang lebih menantang secara teknis seperti dangdut, asalkan menemukan tandem arranger yang mampu menerjemahkan visinya ke dalam musik yang kekinian. Bagi Tia, musik adalah ruang eksplorasi tanpa batas.
Menutup perbincangan, Tia Veres menyelipkan sebuah pesan yang cukup vokal mengenai prinsip dalam menjalin hubungan. Lewat lagu ini, ia ingin mengingatkan bahwa kebahagiaan adalah tanggung jawab bersama dalam sebuah institusi rumah tangga. “Dalam mengarungi rumah tangga itu memang dibutuhkan saling pengertian di dua sisi, saling membantu jangan satu sisi aja. Yang pria harusnya sadar akan tanggung jawab dia sebagai seorang kepala rumah tangga supaya rumah tangganya berjalan dengan baik. Jadi untuk para cewek nih hati-hati kalau mencari pasangan itu aja sih pesannya,” pungkasnya.
Single ‘Aku Ingin Bahagia’ saat ini sudah tersedia di berbagai gerai musik digital. Dengan sentuhan pop yang segar namun tetap memiliki “nyawa” yang kuat, karya terbaru Tia Veres ini siap menjadi jembatan bagi dirinya untuk menjangkau audiens yang lebih luas di tahun 2026./ JOURNEY OF INDONESIA | iBonk


















