JAKARTA — Wajah industri otomotif global sedang mengalami pergeseran paradigma yang drastis. Di lantai pameran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026, Chery Group tidak hanya membawa deretan kendaraan listrik terbaru, tetapi justru mencuri perhatian lewat kehadiran AiMOGA Robotics. Langkah ini menjadi proklamasi resmi Chery bahwa mereka kini bukan lagi sekadar produsen mobil, melainkan perusahaan ekosistem berbasis teknologi.
Melalui strategi bertajuk “Otomotif + Robotika”, Chery berupaya menjawab tantangan industri yang menuntut kolaborasi lintas sektor dan akselerasi kecerdasan buatan (AI). Fokusnya jelas: menciptakan sinergi antara mobilitas kendaraan dan fungsi robotik yang mampu terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari manusia.
Transformasi ini didorong oleh visi besar untuk menciptakan jalur komersialisasi baru di pasar global. Chery memanfaatkan jaringan internasionalnya yang solid sebagai eksportir mobil penumpang nomor satu selama 22 tahun berturut-turut di China untuk memuluskan penetrasi AiMOGA. Dengan lebih dari 17,7 juta pengguna di 120 negara, infrastruktur layanan Chery menjadi karpet merah bagi ekspansi robotika mereka.

Zhang Guibing, General Manager AiMOGA Robotics, menekankan bahwa integrasi antara teknologi kendaraan cerdas dan robotika adalah inti dari pengembangan perusahaan. “AiMOGA bertujuan menjadi asisten AI manusia yang terdepan dan terpercaya di dunia,” tuturnya saat memaparkan cetak biru perusahaan di Jakarta.
Salah satu aspek paling menarik dari evolusi ini adalah bagaimana teknologi otomotif mendasari kemampuan fisik sang robot. Xia Peng, Executive Vice General Manager AiMOGA Robotics, menjelaskan bahwa sendi robot dengan kepadatan torsi tinggi (high-torque-density) sebenarnya mengadopsi keahlian Chery dalam pengembangan motor dan reducer kendaraan listrik (EV). “Pencapaian kapabilitas L3 ini menyediakan fondasi teknis yang krusial bagi pemosisian AiMOGA sebagai ‘asisten manusia’,” jelas Xia Peng. Ia menambahkan bahwa setelah tiga tahun riset intensif, AiMOGA kini telah melompat dari level kolaboratif (L2) ke level asistensi (L3).
Tak hanya fisik, “otak” dari robot-robot ini juga berbagi arsitektur dengan sistem kendaraan terkoneksi Chery. Platform cloud MoLink serta model visi-bahasa MoNet dikembangkan dari investasi jangka panjang Chery pada teknologi persepsi mengemudi cerdas.
Di IIMS 2026, pengunjung disuguhi demonstrasi nyata kemampuan AiMOGA “MOI”. Mulai dari kemampuannya menulis kaligrafi, menari, hingga berinteraksi secara jenaka dengan GRIND Boys, Gofar Hilman, Rico Lubis, dan Wancoy (Mahesa Yuwanda). Ada pula robodog (robot quadruped) yang menunjukkan sisi komunikatif teknologi ini melalui berbagai atraksi.

Namun, ini bukan sekadar hiburan. Chery telah menetapkan rencana lima tahun yang sangat ambisius hingga 2030. Mereka menargetkan penjualan global robot berkaki empat (quadruped) melampaui 90.000 unit, sementara robot manusia (humanoid) diharapkan menembus angka 40.000 unit.
Robot-robot ini dirancang untuk mengisi berbagai sektor, mulai dari asisten rumah tangga, pendamping pendidikan, hingga aplikasi industrial. Saat ini, AiMOGA bahkan tercatat sebagai robot humanoid pertama di dunia yang mengantongi sertifikasi perangkat keras dan lunak Uni Eropa (EU), serta telah hadir di lebih dari 30 negara.
Hadirnya AiMOGA di Indonesia menandai babak baru di mana teknologi tidak lagi berdiri sendiri-sendiri. Chery sedang membangun sebuah ekosistem layanan yang komprehensif, di mana batas antara mobil yang kita kendarai dan asisten robotik di rumah kita menjadi semakin tipis./ JOURNEY OF INDONESIA | iBonk

















