JAKARTA — Ramadan selalu menjadi ruang bagi setiap insan untuk menepi sejenak dari hiruk-pikuk duniawi dan masuk ke dalam ruang kontemplasi. Momen reflektif inilah yang ditangkap oleh kuartet indie rock asal Jakarta, Reality Club, melalui rilisan terbaru mereka bertajuk “Close to You”. Dirilis tepat pada 20 Februari 2026, lagu ini bukan sekadar karya musik biasa bagi Fathia Izzati (vokal), Faiz Novascotia Saripudin (vokal, gitar), Nugi Wicaksono (bas), dan Era Patigo (dram). ‘Close to You’ adalah sebuah potret spiritualitas yang dibalut dengan eksplorasi sonik yang lebih dewasa.
Lahirnya lagu ini berawal dari sebuah titik balik personal bagi Fathia Izzati. Di tengah sesi penggodokan materi album keempat mereka di Bali pada tahun 2024, Fathia mengalami momen pencerahan saat menatap langit biru Pulau Dewata. “Saya mengalami pencerahan spiritual yang membuat saya ingin mendekati-Nya dan mendalami agama. Saat sedang di Bali, saya menatap langit biru yang indah dan berpikir, ‘Saya ingin menulis lagu tentang betapa bersyukurnya bisa hidup di dunia yang Dia ciptakan. Saya telah banyak berbuat buruk -sebagaimana layaknya manusia – jadi bagaimana caranya bisa membalas budi?’” kenang Fathia.
Kesadaran akan keterbatasan manusia di hadapan Sang Pencipta menjadi ruh utama dalam maxi-single ini. Menariknya, Reality Club menyuguhkan dua perspektif berbeda melalui versi bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Jika versi bahasa Inggris menggambarkan upaya manusia untuk bersyukur, versi bahasa Indonesianya yang berjudul ‘Jauh’ justru memotret perasaan tersesat.
“Walau musik instrumentalnya sama, melodi vokal dan bahkan liriknya berbeda. Versi Inggris ditulis dari sudut pandang seseorang yang berusaha bersyukur dan mendekati Tuhan, sementara yang bahasa Indonesia menceritakan berada jauh dari Tuhan dan bertanya apakah masih bisa dilakukan walau telah tersesat jauh,” ungkap Fathia menjelaskan dualitas karya tersebut.

Senada dengan sang adik, Faiz Novascotia menyebutkan bahwa kedua versi ini memiliki nyawa yang kontras namun tetap selaras secara esensi. “Seperti ada dua roh yang berbeda di lagu ini. Pesannya sama namun dengan dua cara penyampaian yang berbeda,” tuturnya.
Proses produksi ‘Close to You’ membawa Reality Club terbang ke Tree Recording Studio di Bangkok, Thailand, pada Februari 2025. Di sana, mereka berkolaborasi dengan produser Wisnu Ikhsantama, sosok yang dianggap paling memahami visi spiritual lagu ini. Nugi Wicaksono mengakui sentuhan dingin Wisnu berhasil mengangkat emosi lagu ke level yang lebih tinggi. “Tama meningkatkan, memacu dan menyulap lagunya menjadi seperti yang kita bisa dengar ini,” kata Nugi.
Sejak cuplikan liriknya sering dibawakan secara live, para penggemar yang dijuluki Goddess Rockstars telah lama menantikan versi utuhnya. Bagi Era Patigo, proses rekaman lagu ini menjadi salah satu tonggak bersejarah dalam karier bermusiknya. “Merekam lagu ini adalah salah satu pengalaman terbaik yang pernah saya rasakan sebagai musisi,” ucap sang penabuh dram.
Kini, dengan nuansa musik yang lebih ambient dan santai, ‘Close to You’ diharapkan mampu menjangkau telinga pendengar baru sekaligus menjadi teman setia bagi siapa pun yang tengah menjalani perjalanan spiritual, baik di bulan suci ini maupun seterusnya. “Kami berharap lagu ini bisa mengiringi momen-momen refleksi dan kontemplasi di bulan suci ini maupun sesudahnya,” pungkas Fathia./ JOURNEY OF INDONESIA | Morteza

















