Ramadhan Datang, Timun Suri pun Terhidang

By Ibonk May 17, 2019 533
Ramadhan Datang, Timun Suri pun Terhidang Salah satu lapak Timun Suri di pasar Pal Merah (DSP)

Membicarakan Timun Suri, sudah bisa dipastikan tidak lepas dari suasana Ramadhan. Buah berbentuk lonjong, berwarna kuning dengan tekstur yang lembut dan memiliki kandungan air cukup tinggi ini sangat mudah ditemui ketika Ramadhan tiba dan menjadi buah yang paling dicari untuk dijadikan menu buka puasa.

Es Timun Suri memang menjadi favorit dari banyak pilihan lainnya. Rasanya yang menyegarkan setelah diolah menjadi minuman akan terasa nikmat ketika melaui tenggorokan yang dahaga setelah seharian berpuasa.

Kemanapun mata memandang, tumpukan Timun Suri yang dijajakan sudah pasti sering tertangkap pandangan mata. Di Jakarta sendiri, menurut kabar sejak tahun 70-an Timun Suri memang sudah menjadi menu wajib berbuka puasa. Maka tak heran kebiasaan tersebut tetap berjalan sampai kini.

Nah, salah satu tempat menemukan penjual Timun Suri adalah di kawasan Pasar Pal Merah. Seperti jamur di musin hujan, pedagang buah ini mulai bermunculan mengisi lapak-lapak yang tersedia.

02 Penjual Timun Suri di pasar Pal Merah DSPPenjual Timun Suri di pasar Pal Merah (DSP)

Tak hanya di spot lapak pedagang buah-buahan tersebut, hingga pedagang keliling di pasar Palmerah juga ikut latah beramai-ramai menjual Timun Suri, yang laris manis diserbu pembeli. Mereka ramai-ramai mengejar peluang pasar tahunan selama Ramadhan ini.

Salah satu lapak yag menjual Timun Suri tersebut adalah Akung dan Hendi. Keduanya berasal dari Serang dan memang memasok buah tersebut dari kota yang sama. Setiap tahun di bulan Ramadhan keduanya dipastikn akan kembali ke pasar ini untuk berdagang hal yang sama.

Menurut Akung, tahun ini dirinya merasakan ada penurunan jumlah pembeli. Sehingga dalam sehari mereka hanya sanggup menjual Timun Suri maksimal 20 kilogram saja. “Jauh menurun dari tahun-tahun sebelumnya bang. Apa ada hubungannya dengan Pilpres kemarin ya?”, ucapanya sedikit berkelakar.

Biasanya pembeli lebih banyak datang ke lapak-lapak mereka menjelang pukul 15.00 WIB sampai menjelang maghrib. Untuk harga mereka menjual buah tersebut antara Rp. 8000 sampai Rp. 12.000/ kg. Tergantung dari bagus tidak tampilan buah tersebut.

Bagi anda yang kebetulan melewati kawasan Pal Merah, dapatlah kiranya untuk singgah sekedar membeli buah yang dibeberapa daerah disebut Timun Betik atau Barteh sebagai olahan segar buka puasa./ JOURNEY OF INDONESIA