Pamer Budaya Tarian Sumba Timur Mengiringi Festival Sandalwood 2019

By Ibonk July 14, 2019 557
Pamer Budaya Tarian Sumba Timur Mengiringi Festival Sandalwood 2019 Para penari Kalbuasi Kadingang Kabokang tengah unjuk diri (Ibonk)

Kekayaan budaya dipamerkan Sumba Timur, yang miniaturnya diawali melalui Festival Sandalwood 2019, lewat kekentalan detail yang terhampar melalui gerak gemulai tariannya. Warnanya semakin kental dengan busana adat khasnya.

Seperti yang dilakukan pada malam Gala Dinner Festival Sandalwood 2019 digelar pekan silam Rabu (10/7) malam WITA. Dilaksanakan di Rumah Jabatan Bupati Sumba Timur, Waingapu, Nusa Tenggara Timur. Aktivitas ramah tamah tersebut dihadiri Kemenpar, stakeholder Sumba Timur, Perwakilan 4 Kabupaten di Sumba, juga Delegasi Italia. Selain menikmati kuliner khas, undangan juga menikmati beragam keramahan Sumba Timur.

“Kami ucapkan selamat datang kepada semua di Sumba Timur. Gala dinner tentu menjadi ajang ramah tamah sebelum event. Bagaimanapun, ada yang baru kali pertama datang ke Sumba Timur. Ada banyak hal yang bisa dinikmati dari Sumba Timur ini,” ungkap Bupati Sumba Timur, Gidion Mbiliyora.

Penari mengenakan hiasan kepala berupa Tidohai dengan bahan lurung penyu dan ikat kepala berwarna kuning pertanda kekayaan IbonkPenari mengenakan hiasan kepala berupa Tidohai dengan bahan lurung penyu dan ikat kepala berwarna kuning pertanda kekayaan (Ibonk)

Menyajikan kekayaan budaya Sumba Timur, ada beberapa tarian yang diditampilkan, salah satunya Tari Kalbuasi Kadingang Kabokang. Dibawakan Sanggar Pulu Bamba, Wangga, Sumba Timur, tarian tersebut bercerita tentang kegembiraan. Ditampilkan oleh 6 penari putri, Kalbuasi Kadingang Kabokang menjadi kolaborasi dari 3 jenis tarian yakni Panapang Baru, Kadingang Patau Njangu, dan Kabokang. “Sumba Timur memang sangat kaya. Selain alamnya, budaya di sini sangat eksotis. Mereka memiliki banyak sekali tarian. Posisinya semakin menaikan daya tawar pariwisata di Sumba Timur. Yang jelas, ada banyak sekali sisi eksotis Sumba Timur yang bisa dieksplorasi sepanjang event,” jelas Ketua Tim Pelaksana CoE Kemenpar, Esthy Reko Astuty. Sebagai gambaran, Tari Kabokang merupakan kekayaan asli Sumba Timur. Tarian ini kerap ditampilkan pada acara adat, pertunjukan seni, hinga penyambutan tamu. Secara umum, Tari Kabokang menjadi gambaran bentuk suka cita. Gerakan tariannya anggun. Dominasi gerakan tariannya adalah kaki dan tangan yang memainkan kain panjang.

Kain adat yang dikenakan sebagai busana berwarna hijau menjadi penanda kesuburan dan kekayaan pertanian Sumba Timur IIbonkMotif kain adat yang dikenakan sebagai busana, berwarna hijau menjadi penanda kesuburan dan kekayaan pertanian Sumba Timur (Ibonk)

Menguatkan rasa kegembiraan, Tari Kabokang diiringi dengan musik tradisional gong dan gendang. Ritme musiknya disesuaikan dengan gerakannya, khususnya saat penari menghentakan kakinya. Sebab, suara pengiring akan bertemu dengan gemerincing giring-giring.

Lalu ornamen busana para penarinya. Mereka memakai hiasan kepala berupa Tidohai dengan bahan Lurung Penyu. Ada juga hiasan Bulu Ekor Kuda di tangan. Untuk kaki memakai Walagiring dengan suara gemerincing khasnya. Mereka juga menyertakan nuansa Tenunan Pahikung lengkap dengan sulamannya.

Menegaskan tradisi, penari juga mengenakan ikat kepala berwarna kuning. Warna ini mejadi bagian inti dari adat tradisi Sumba Timur. Kuning menjadi simbol kekayaan barang tambang dan selalu dijaga agar tidak cepat habis. Selain kuning, ada warna hijau yang dominan pada kain adat yang dikenakan sebagai busana. Hijau menjadi penanda kesuburan dan kekayaan pertanian Sumba Timur./ JOURNEY OF INDONESIA