Serunya Menyaksikan Parade Kuda Sandal di Sumba

By Ibonk July 15, 2019 646
Serunya Menyaksikan Parade Kuda Sandal di Sumba Parade Kuda dalam Festival Sandalwood di bukit savana yang berbatasan langsung dengan pantai Puru Kambera (Ibonk)

Menghadap langsung ke Samudera Hindia yang luas, pulau Sumba yang terletak di dekat Pulau Komodo di provinsi Nusa Tenggara Timur cukup populer sebagai surga peselancar. Namun di luar itu, sejarah mencatat bahwa Sumba selama berabad-abad dikenal sebagai pulau Sandalwood karena kayu harumnya yang dicari terutama oleh bangsawan Cina. Disebabkan alasan inilah, kuda Sumba yang gesit disebut Sandalwood Ponies yang paling populer untuk pacuan kuda. Kuda-kuda ini adalah puncak dari tradisi tahunan yang menarik yakni Festival Pasola.

Kuda Sandal adalah salah satu jenis kuda terbaik di Indonesia, sebagian karena fakta bahwa ini adalah jenis campuran dengan kuda-kuda Arab. Mereka sangat populer di pacuan kuda, baik di jalur flat atau harness. Mereka juga digunakan dalam pacuan tanpa pelana yang diadakan di pulau-pulau, dengan trek yang sering mencakup lebih dari tiga mil. Secara tradisional hewan ini digunakan untuk pekerjaan ringan, pertanian, ataupun mengangkut barang.

Memeriahkan Festival Sandalwood 2019 di hari kedua pada Jumat (12/7/19), sebanyak 210 ekor kuda mengikuti Parade Kuda Sandal di padang savana Puru Kambera, Kanantang, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur. Masyarakat yang berpartisipasi dalam parade itu berasal dari 5 Kecamatan seperti Waingapu, Kambera, Pandawai, Kanatang, serta Haharu.

Inilah ikon Sumba tersebut. Kuda Sandal yang perkasa ditampilkan lewat beberapa tema fragmen dengan segala macam pernak pernik yang menyertainya. Ini merupakan aksi yang paling ditunggu masyarakat.

Para peserta Parade Kuda Sandal IbonkPersiapan iring-iringan parade kuda Sandal (Ibonk)

Dibuka dengan lagu khas Sumba, dan pembacaan syair. Dengan background hamparan bukit savana yang berbatasan langsung dengan pantai Puru Kambera, parade dimulai dengan kehadiran delegasi Pandawai yang menampilkan tema Peristiwa Penguburan Raja.

Tampil lengkap dengan beragam piranti upacara, kelompok ini merekonstruksi prosesi penguburan, lewat simulasi pengorbanan berupa kuda dan hambanya. Berdasarkan kepercayaan masyarakat setempat, bila raja meninggal harus disertai dengan kuda dan seorang hamba. Masyarakat setempat percaya, kuda dan hamba itu menjadi pendamping sang raja di alam baka.

Suasana kian meriah, saat perwakilan dari Haharu menampilkan simulasi Tradisi Berburu Masyarakat Bumi Merapu. Suasana menjadi hiruk pikuk ketika dari jauh terlihat serombongan kuda dilarikan dengan kencang menuju pusat kumpul di tengah panggung. Debu-debu putih berterbangan menjulang menyongsong langit

Prosesi meminang Purru Ngadi IbonkProsesi meminang (Purru Ngadi) (Ibonk)

Mereka menaiki kuda lengkap dengan beragam peralatan berburu, seperti tombak. Biasanya masyarakat setempat berburu babi dan rusa. Tradisi yang sudah dijalankan secara turun temurun sejak zaman nenek moyang mereka. Apalagi, Haharu dipercaya sebagai lokasi pendaratan nenek moyang mereka di Sumba.

Tema berbeda disajikan utusan Kecamatan Kanatang. Mereka menampilkan simulasi Perang, lengkap dengan tombak dan perisai. Ini menjadi simbol masyarakat Bumi Merapu siap mempertahankan tanahnya dari cengkeraman penjajah. Tema serupa juga ditampilkan delegasi dari Waingapu.

Sementara itu, prosesi meminang (Purru Ngadi) disajikan delegasi asal Pandawai. Aktivitas ini melibatkan 2 keluarga besar dari pihak mempelai putra dan putri. Saat meminang, keluarga mempelai lelaki membawa beragam barang-barang hantaran. Selanjutnya, delegasi Pandawai menampilkan prosesi membawa pengantin wanita atau Plai Ngandi Tau.

Fragmen tersebut akhirnya menutup jalannya Parade Kuda Sandal dengan segala kemeriahannya...

Simulasi Perang IbonkSimulasi perang yang dipertontonkan (Ibonk)

Sebelumnya Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Laiskodat mengatakan sangat bersyukur bisa menikmati Parade Kuda Sandal di alam bebas seperti ini. Udaranya juga sangat segar di sini. "Untuk penyelenggaraan festival tahun depan harus dibuat lebih hebat dan menarik lagi. Berbagai infrastruktur juga harus ditambahkan di venue ini,” janjinya.

Rencananya, Festival Sandalwood mendatang pada 2020 akan diikuti perwakilan masyarakat dari seluruh kabupaten di Pulau Sumba. Bukan cuma 210 ekor, nantinya festival tersebut bakal diikuti 5.000 ekor Kuda Sandal. Pemerintah pun berkomitmen menghadirkan infrastruktur pendukung di venue Puru Kambera.

Seperti yang disebutkan oleh Tenaga Ahli Menteri Pariwisata Bidang Management Calender of Event (CoE), Esthy Reko Astuti, dirinya mengapresiasi masyarakat Sumba yang selalu menjaga tradisi. Ia menilai, Sumba memiliki potensi pariwisata yang luar biasa. “Dan tentu bagus, khususnya secara ekonomi. Agar potensi makin optimal, maka perlu dilakukan penguatan amenitasnya. Konsep Nomadic Tourism sangat ideal diterapkan di Sumba,” ujarnya.

Sementara Menteri Pariwisata, Arief Yahya berpendapat, gelaran Festival Kuda Sandal pada tahun depan mesti menampilkan sesuatu yang baru. Tak cuma itu, sinergi berbagai pihak mesti dijalin demi mendukung pengembangan pariwisata di Sumba. "Kami tentu gembira karena event digelar lancar. Respon publik juga positif. Kalau ingin maksimal, maka perubahan harus dilakukan tahun depan," ujar Menpar./ JOURNEY OF INDONESIA