Adaptasi Liar ala John De Rantau dalam Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi

By JOI July 16, 2019 172
Adaptasi Liar ala John De Rantau dalam Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi (Ist)

Tak banyak pembuat film punya keleluasaan dalam bercerita. Kalau menyebut contoh, sineas John De Rantau termasuk salah satu yang memiliki kemewahan itu. Mengadaptasi cerpen Seno Gumira Ajidarma dia memberikan sentuhan yang berbeda dalam filmnya Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi.

Ceritanya terjadi di sebuah kampung yang dilanda heboh. Pasalnya, para suami tak lagi memberikan nafkah batin kepada istri mereka. Semua berawal dari hadirnya Sophie (Elvira Devinamira), seorang mahasiswi yang sedang tinggal di lingkungan itu. Rupanya Sophie punya kebiasaan unik, yaitu selalu bernyanyi setiap kali mandi dan ini diketahui oleh bapak-bapak itu.

Tembang Sophie ini rupanya ditafsirkan lain oleh mereka. Suara seksinya membangkitkan imajinasi liar yang efeknya membuat ogah bapak-bapak ini untuk menggauli istri mereka. Para istri yang punya hasrat membara ini melakukan berbagai upaya agar suaminya kembali normal. Upaya itu gagal. Akhirnya mereka protes ke Pak RT (Mathias Muchus) untuk mengusir Sophie.

Film dibuka dengan gambar mesin ketik tua. Sebuah benda yang mengajak penonton untuk menebak-nebak, apa sih maksudnya. Mungkin ini tentang Sophie yang sedang riset demi paper-nya. Rupanya, tak hanya sampai di situ, John lanjut bermain dengan simbol-simbol yang banyak hadir setelah itu.

Ya, dengan gaya komedi John memulai penuturannya. Secara liar dia menyuguhkan kemasan narasi yang terasa nyeleneh. Tak pelak, ingatan pun melayang pada Generasi Biru (2009) ketika dia berkolaborasi bersama Garin Nugroho. Koreografi tari bersama Jecko Siompo bikin senyum-senyum sendiri, tampak seperti ada gairah yang menanti untuk pecah. Ini pun masih ditambah olah vokal yang terdengar teatrikal. Tentu saja diperlukan aktor yang bukan kaleng-kaleng untuk melakoninya.

Set kampung di tengah kota ini juga menjadi simbol lain yang tak kalah ciamik. Rupanya sejak awal John tahu betul cara mengeksploitasi hal kontras itu. Sophie hadir menjadi obsesi bagi para pria di kampung, seperti halnya mereka memandangi apartemen mewah dari rumah di gang sempit itu. Sekilas kembali teringat pada isu yang dikemas dalam Parasite-nya Bong Joon Hoo: the have dan the have not.

Seperti inilah John menerjemahkan imajinasi verbal Seno dalam bahasa gambarnya. Imajinasi dibalas dengan imajinasi. Sungguh sebuah gagasan segar yang siap ditonton di bioskop mulai 18 Juli ini./ JOURNEY OF INDONESIA