MD Pictures dan Pichouse Films baru saja merilis poster dan trailer film "KKN Di Desa Penari". Film yang diangkat dari sebuah cerita yang tersebar dan telah viral di sosial media ini membuat MD Pictures sangat berhati-hati dalam pemilihan lokasi maupun para pemeran yang memerankan tokoh dari cerita ini. Bahkan, demi mempertahankan originalitas dan keaslian ceritanya, Manoj Punjabi selaku produser MD Pictures mengaku tidak menggunakan CGI untuk beberapa adegan yang harus dilakukan.

"Film KKN ini diangkat dari sebuah cerita yang sudah tersebar di media sosial. Waktu pemilihan lokasi dan cast pun kita benar-benar memilih siapa yang cocok memerankan karakter di dalamnya. Kita fokus karakter itu perlu siapa, jarang sekali saya buat film untuk pemain. Siapa yang cocok untuk masing-masing pemain, dan itu sangat kita fikirkan. Ada banyak kriterianya," kata Manoj Punjabi di MD Place, Kuningan, Jakarta Selatan pada Rabu (22/1/2020).

Menurut Manoj, semua pemilihan casting merupakan kerjasama team work yang baik. Bahkan, ada adegan yang harus menggunakan ular asli sebanyak 45 ekor yang menuntut pemeran yang dipilih juga harus berani untuk menghadapi ular tersebut. "Contohnya ketika adegan ular, ada sekitar 45 ekor ular beneran yang cast-nya harus berani. Belum pernah MD Pictures punya pengalaman yang segini besar buat saya dan itu real. Saya nggak mau CGI (Computer Generated Imagery)," tambah Manoj.

Kisah KKN Di Desa Penari yang ditulis oleh seorang pria yang bernama Simplemen yang mendapat kisah menyeramkan dari 2 perempuan berdasarkan pengalaman mereka. Kisah yang menyeramkan ini kemudian berusaha diterjemahkan oleh sutradara Awi Suryadi dengan menjalani syuting yang panjang selama 35 hari yang mengambil lokasi di Yogya dan sekitarnya.

Aghniny Haque yang didampuk memerankan tokoh Ayu mengaku ada beberapa adegan yang sangat sulit yang harus dilakoninya. Seperti yang diceritakan produser Manoj Punjabi, Aghniny benar-benar berhadapan dengan ular secara langsung. "Yang paling ribet ketika dililit oleh ular yang beratnya sekitar 20-30 kg. Itu ada 3 ular dan dililit semuanya, belum lagi yang kecil-kecil," ungkap Aghniny.

Adinda Thomas Achmad Megantara YuliaAdinda Thomas & Achmad Megantara (Yulia)

Aghniny menambahkan, jika syuting film KKN Di Desa Penari ini sangat berat, menguras emosi dan tenaganya. Bahkan ia harus mengulang adegan berkali-kali. "Kalau lihat film Hollywood yang keluar pasti pakai CGI. Nah, disini kita gak mau pakai kan?," ujar artis peran kelahiran 8 Maret 1997 itu.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Adinda Thomas yang berperan sebagai Widya. Ia mengakui jika dirinya bukanlah orang yang berani terhadap binatang melata tersebut. Dari sejak workshop sampai adegan di alam terbuka, Adinda menjalani tantangan tersebut dengan berusaha sekuat tenaga untuk tidak takut berhadapan dengan ular.

"Ini adalah tantangan saya yang cukup berat, basicly saya orangnya penakut sama ular. Ketika take adegan dari suasana dan lokasinya aja sudah menakutkan, dan saya harus bisa berakting tanpa rasa takut. Senang juga ketika berhasil ngalahin tantangan tersebut," beber Adinda.

Film yang berdurasi hampir 3 jam ini, direncanakan akan tayang pada 19 Maret 2020 mendatang. "Film ini saya buat dengan semaksimal mungkin dan yang penting ceritanya dibuat se real mungkin dengan cerita yang mereka baca. Tantangan kami untuk membuat masyarakat puas dengan expectasinya. Semoga film ini bisa memberi warna baru di film horor tanah air," ujar Manoj menutup pembicaraan.

Kisah film ini berawal dari sekelompok mahasiswa yang berkunjung di sebuah desa penari untuk melakukan KKN: Kuliah, Kerja, Nyata. Perjalanan yang tadinya biasa-biasa saja menjadi pengalaman yang menyeramkan dan membuat mereka trauma. Mulai dari suara gamelan yang muncul entah dari mana sampai melihat sosok penari wanita yang secara tiba-tiba menghilamg begitu saja di depan mereka. Kejadian-kejadian aneh terus berlanjut di tengah kegiatan mereka di Desa Penari.

Apakah kemudian yang terjadi pada mereka selanjutnya? Bagaimana nasib mereka di Desa Penari?

Film ini juga diperankan oleh Tissa Biani sebagai Nur dan Achmad Megantara sebagai Bima, dibantu dengan beberapa bintang lainnya seperti Fajar Nugraha, Calvin Jeremy, Kiki Narendra, Aulia Sarah, Aty Cancer dan Diding Boneng. Penasaran dengan kisahnya? Jaga tanggal tayangnya!/ JOURNEY OF INDONESIA

Membuka awal tahun MD Pictures baru saja merilis sebuah tema film romantis yang kali ini diangkat dari wattpad laris dengan judul "Dignitate: Karena Terlalu Gengsi Menyatakan Rasa". Dilatarbelakangi tulisan karya Hana Margaretha yang telah dibaca lebih dari 9 juta pembaca dan menjadi best seller inilah mengapa MD Pictures tertarik untuk mengangkat ke layar lebar.

"Saya yakin dari sisi cerita sangat menarik. Waktu diceritakan isi bukunya saya merasa tertarik dengan potensi dan isinya, karakternya juga masih relatable dan sangat Indonesia banget. Kali ini awal tahun saya awali dengan drama, ada komedinya juga. Variasi itu bagus juga kalau kita sajikan diawal, itu yang penting ada sesuatu yang ingin kita sajikan di sini," kata Manoj Punjabi, Produser dari MD Pictures diacara press screening film Dignitate pada Senin (20/1/2020).

Novel ini menceritakan dua karakter yang bernama Alfi (Al Ghazali) dan Alana (Caitlin Halderman). Alfi seorang siswa di SMA Sanjaya yang terkenal sarkas, dingin, galak bahkan sampai mendapat julukan GGS alias Ganteng-Ganteng Seram.

Cerita diawali dengan kepindahan seorang siswi baru bernama Alana yang mempunyai masalah disekolah asalnya hingga harus pindah sekolah. Alana yang mempunyai kepribadian yang polos, periang, dan baik hati ini sangat bertolak belakang dengan sifat Alfi yang cuek dan kasar. Walau duduk sebangku, sifat keduanya yang bertolak belakang membuat Alfi dan Alana kerap bertengkar.

Namun seketika keceriaan Alana menghilang, ketika tiba-tiba Alana melihat Alfi bertengkar dengan sosok lelaki yang bernama Regan. Siapakah Regan? Kenapa Alana sangat takut jika melihat Regan, apa sesungguhnya yang terjadi dengan Alana?

Bagaimana kemudian sikap Alfi dalam menghadapi peruhahan slkap Alana? Perlahan waktupun menjawab apa yang ditakutkan Alana terhadap sosok Regan akhirnya terungkap. Alfi yang tak ingin dicap sama dengan Regan akhirnya berbuat sesuatu yang akhirnya mencelakakan dirinya. Bagaimana kisah Alfi dan Alana selanjutnya?

Manoj Punjabi selaku produser tengah memberikan penjelasan terkait film Dignitate IG Manoj PunjabiManoj Punjabi selaku produser tengah memberikan penjelasan terkait film Dignitate (IG Manoj Punjabi)

Di film ini, banyak pesan yang ingin disampaikan, terutama dalam hal komunikasi. Komunikasi sangat penting dalam hal hubungan keluarga, pertemanan maupun dalam hubungan kekasih. Benang merah inilah yang ingin disampaikan oleh sutradara Fajar Nugros.

"Di film ini kita belajar dan memahami betapa pentingnya komunikasi dalam sebuah hubungan, baik itu hubungan keluarga dan pertemanan. Film ini bukan hanya sekedar menyampaikan pesan penting apa yang harus disampaikan dan bukan sekedar film remaja yang temanya baper baperan saja. Tapi kita berusaha menyampaikan jika dalam keluarga komunikasi tidak baik, maka anak akan cari informasi dari luar yang belum tentu benar," kata Fajar Nugros kepada awak media.

Dramaturgi yang ditampilkan cukup berhasil disampaikan difilm ini, akting Al Ghazali yang biasanya terlihat kaku, dalam film ini Al sedikit meraih kemajuan. Bisa dibilang ini film drama yang cukup berhasil bagi Al Ghazali dalam berakting. Baik dialog, maupun banyolan yang ditampilkan terlihat natural mengalir tanpa diatur.

Walau menampilkan beberapa konflik yang cukup berat bagi remaja, kekonyolan dan dialog khas remaja secara segar ditampilkan di film ini. Sehingga durasi yang cukup panjang ini sangat terbantu dengan celetukan-celetukan dan tingkah konyol para pelakonnya masing-masing.

Para pendukung film Dignitate IG Manoj PunjabiPara pendukung film Dignitate (IG Manoj Punjabi)

Secara cerita film ini cukup lengkap merepresentasikan kehidupan para tokoh yang sangat relate dengan kondisi saat ini. Selain menampilkan kisah cinta remaja yang bikin baper, Dignitate juga merupakan paket lengkap kisah remaja dengan konflik yang menyentuh dari berbagai aspek. Kata lainnya disebut dengan all in one story.

Selain konflik dalam hubungan percintaan, ternyata didalamnya juga diulas konflik hubungan keluarga dan pertemanan. Namun sayangnya, konflik yang ditampilkan akhirnya menjadi terkesan biasa saja ketika plot twist yang disajikan bak cerita dalam sinetron yang biasa terjadi di akhir cerita. Tapi sah-sah saja sih, ketika sang sutradara ingin film ini bukan hanya sekedar menyampaikan pesan tapi juga hiburan bagi yang menontonnya.

"Film ini film remaja, maka endingnya kita pingin bikin penonton ketika selesai nonton film ini ada perasaan bahagia. Orangkan ke bioskop ingin cari hiburan, ya udah kita akhiri dengan rasa bahagia," imbuh Fajar Nugros.

Film 'Dignitate’ didukung oleh para bintang muda dan aktor serta aktris kenamaan, seperti : Al Ghazali, Caitlin Halderman, Giorgino Abraham, Teuku Ryzki, Sophia Latjuba, Izabel Jahja, Sonia Alyssa, Naimma Aljufri, Kiara Mckenna, Lania Fira, Kenneth Santana, Bramanta Sadhu, Dinda Kanya Dewi, Arief Didu, Mat Oii, Budiman Sudjatmiko, Brandon Salim, Joshua Suherman, lbnu Jamil dan Lia Waode.

Penasaran lihat akting Al Ghazali yang 'jutek' abis? Dignitate akan mulai tayang di bioskop seluruh tanah air mulai tanggal 23 Januari 2020./ JOURNEY OF INDONESIA

Tepat sepekan penayangan, jumlah penonton yang menyaksikan film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NKCTHI) sudah menembus angka satu juta penonton. Pencapaian ini membuat NKCTHI menjadi film pertama di tahun 2020 yang dinikmati sejuta orang.

Bertempat di kantor Visinema Pictures, seluruh pemain dan kru mengadakan acara syukuran 1 juta penonton untuk film NKCTHI. "Terima kasih penonton Indonesia, yang pasti saya sangat bahagia karena pesan dalam film ini bisa sampai ke sejuta hati," kata sutradara Angga Dwimas Sasongko secara tertulis kepada JourneyOfIndonesia pada Jum’at (9/1/2020).

Sementara itu, produser Anggia Kharisma menuturkan rasa gembira karena film yang punya tempat khusus di hatinya juga bisa diterima baik oleh para penonton se-Indonesia. "Senang banget karena rasanya semua usaha kami untuk menyuguhkan cerita yang dekat dengan banyak orang ini akhirnya terbayar. Bagiku, NKCTHI adalah film yang sangat personal dan proses pembuatannya mengaduk emosi," tutur Anggia.

NKCTHI adalah karya yang menandai 15 tahun Angga di dunia penyutradaraan, sekaligus satu dekade Rio Dewanto berkarya sebagai aktor. "Ini bagaikan hadiah untuk perayaan satu dekade saya di dunia seni peran," ujar Rio, menambahkan NKCTHI adalah film box office pertamanya dalam 10 tahun terakhir.

Film NKCTHI telah membawa penonton ikut terhanyut dan terharu, termasuk para artis yang mengungkapkan kesan-kesannya setelah menonton kisah keluarga tiga bersaudara Awan, Aurora dan Angkasa. Mereka yang punya adik merasa dekat dengan Angkasa si sulung, para anak tengah merasakan perjuangan Aurora, sementara anak-anak bungsu paham betul apa yang dirasakan Awan. Aktris Hana Malasan salah satunya. "Sebagai anak tengah dari tiga bersaudara, nonton ini rasanya dekat sekali. Mengharukan dan banyak pesan-pesan kehidupan yang bisa kita petik."

Adegan NKCTHI IstAdegan NKCTHI (Ist)

Musisi Anji Manji juga ikut memuji film ini, "Film NKCTHI karya gila. Dari segala sisi." Aktris Zara Adhisty juga ikut terpukau dengan film yang diangkat dari buku karya Marchella FP ini. "Semuanya pas dan bikin kebawa suasana."

NKCTHI berkisah mengenai Angkasa (Rio Dewanto), Aurora (Sheila Dara) dan Awan (Rachel Amanda), kakak beradik yang hidup dalam keluarga yang tampak bahagia. Setelah mengalami kegagalan besar pertamanya, Awan berkenalan dengan Kale, seorang cowok eksentrik yang memberikan Awan pengalaman hidup baru, tentang patah, bangun, jatuh, tumbuh, hilang dan semua ketakutan manusia pada umumnya.

Perubahan sikap Awan ini mendapat tekanan dari orang tuanya. Hal tersebut mendorong pemberontakan ketiga kakak beradik ini yang menyebabkan terungkapnya rahasia dan trauma (luka) besar dalam keluarga mereka. Film NKCTHI akan hadir di layar lebar mulai 2 Januari 2020.

NKCTHI yang tayang pada 2 Januari 2020 merupakan karya terbaru dari sutradara Angga Dwimas Sasongko, sebuah penanda 15 tahun perjalanan karirnya di dunia penyutradaraan. Film NKCTHI adalah persembahan dari Visinema Pictures yang bekerjasama dengan IDN Media, Blibli.com dan XRM Media. Film yang diangkat dari buku karya Marchella FP ini versi aslinya berisi pesan-pesan pendek. Buku tersebut berisi kumpulan tulisan yang mencerminkan pengalaman pribadi seseorang yang sederhana, namun unik dan memikat. Pesan dalam buku itu diracik hingga menjadi sebuah cerita utuh mengenai kisah sebuah keluarga yang menyimpan sebuah rahasia.

Film ini akan tayang serentak di bioskop Indonesia pada 2 Januari 2020. Film produksi ke-13 dari Visinema Pictures ini dibintangi oleh Rachel Amanda, Rio Dewanto, Sheila Dara, Donny Damara, Susan Bachtiar, Chicco Jerikho, Oka Antara, Niken Anjani, Agla Artalidia, Umay Shahab, Muhammad Adhiyat, Sinyo, Nayla Denny Purnama, Alleyra Fakhira Kurniawan, dan Syaqila Afiffah Putri serta musisi Ardhito Pramono./ JOURNEY OF INDONESIA

Rumah produksi PT. Satria Dewa Studio (PT. SDS) kembali mengumumkan proses produksi tokoh cerita Satria Dewa Gatotkaca, salah satu pahlawan yang dipilih dari tokoh Mahabrata sebagai film pertamanya. Dipilihnya tokoh Satria Dewa Gatotkaca adalah ingin memberikan nilai positif bagi perfilman Indonesia khususnya cerita-cerita lokal di bumi Nusantara. Pesan moral atau local wisdom dari tokoh tersebut dibuat dengan format kekinian dengan perkembangan teknologi terkini agar masuk ke generasi masa kini (millenial).

"Dari dulu kami pingin memberikan sesuatu yang baru bagi masyarakat Indonesia, salah satunya adalah memberikan nilai yang positif kepada perfilman Indonesia," kata Rene Ishak sebagai eksekutif produser dari film produksi Satria Dewa Gatotkaca di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Senin (16/12/2019).

Perfilman Indonesia menurut Rene saat ini masih fokus pada genre horor, romance, dan action masih sangat kurang menayangkan tontonan yang bisa merangkul semua kalangan. Oleh karena itu, PT. SDS membuat konsep untuk mengembangkan dan menyebarkan kekayaan cerita-cerita lokal yang ada di Indonesia sebagai fokus utamanya. "Dengan mengandalkan konten-konten lokal yang dikembangkan secara kreatif melalui multi platform, kami yakin terutama mengenai kepahlawanan, baik yang berdasarkan kisah Mahabrata bisa diangkat ke skala internasional yang lebih luas lagi," papar Rene Ishak.

Target film yang bisa merangkul semua pihak inilah membuat PT. SDS sangat hati-hati dalam menentukan cerita. Disamping itu tokoh cerita yang dipilih adalah tokoh legendaries yang dikenal masyarakat karena sisi positifnya.

Tokoh hero di Indonesia kalau diperhatikan itu sangat banyak, kekayaan inilah yang kurang diapresiasi dan ditata dengan baik. Semoga tokoh yang dipilih ini bisa dijadikan value yang besar, ada komik, game dan beberapa hal lainnya. Mudah-mudahan bisa diapresasi di dunia juga," ucap Francis Wanandi memberikan alasan kenapa tokoh Gatotkaca yang dipilih sebagai rangkaian dari beberapa film Satria Dewa Studio.

Para tim dari Rumah produksi PT. Satria Dewa Studio YuliaPress Conference Film Satria Dewa Gatotkaca (Yulia).jpg

Dari treaser poster yang diperlihatkan kepada media, dari sisi warna terlihat menggunakan warna-warna yang kekinian, kostum yang dibuat dengan detail tanpa meninggalkan budaya asli tanah air seperti adanya corak Batik Parang pada kostum yang digunakan para tokohnya.

Pengembangan cerita juga digarap sangat hati-hati. Dengan dibantu oleh Rahabi Mandra penulisan Satria Dewa Gatotkaca ini juga dibantu para akademisi dari Universitas Indonesia. Walau digarap secara kekinian, namun pakem-pakem dalam kisah Mahabarata tetap dipertahankan. Meski begitu, tokoh Gatotkaca yang melegenda sebagai otot kawat tulang besi secara esensi kisah di Mahabharata tetap dipertahankan.

"Untuk cerita memang tidak sama dengan yang ada di Mahabharata, tetapi antisipasi dari para tokoh untuk mencegah adanya konflik kita sudah melakukan diskusi dengan para akademisi dan non akademik. Kita pingin bikin cerita yang membanggakan Indonesia tanpa menghilangkan rambu yang harus tetap dijaga, walaupun dikemas sesuai dengan zaman sekarang," beber Rahabi Mandra.

Oleh karena itu sampai sekarang menurut Celerina Judisari, produser film Satria Dewa Gatotkaca masih mencari tokoh yang cocok untuk memerankan Gatotkaca. "Kami masih merahasiakan siapa kandidat yang akan dipilih yang jelas harus sosok yang muda, gagah, tampan, dari sisi akting juga harus mumpuni. Ini merupakan beyond the movie, sekarang masih dalam proses pencarian cast yang berjalan paralel sesuai dengan pengembangan skripnya," katanya.

Proyek film yang menggunakan teknologi IT beyond the movie ini merupakan sesuatu yang baru, hingga dipastikan karya terbaru di industri perfilman tanah air ini juga akan menjadi sebuah karya sastra terbaru yang ada di zaman ini. Proses pengambilan gambar Satria Dewa Gatotkaca akan dimulai pada April 2020, hingga dijadwalkan November 2020 film ini sudah siap ditayangkan.

Sebagai informasi PT. SDS juga akan meluncurkan Battle of Satria Dewa (e-sport game), dimana film ini adalah film ke 3 diseluruh dunia yang memiliki e-sport game./ JOURNEY OF INDONESIA

Starvision kembali bekerja sama dengan sutradara Ernest Prakasa yang diberi judul Imperfect: Karier, Cinta, & Timbangan. Film ini mengulas tema yang saat ini kerap marak di media sosial. Bullying dan body shaming seakan tak pernah habis dibahas dengan berbagai cara. Banyak pesan yang disampaikan kepada khayalak jika bullying dan body shaming sangat mempengaruhi hidup seseorang di jaman ini.

Apalagi dengan maraknya media sosial yang membuat banyak orang insecure dan mengenyampingkan kebahagiaan diri sendiri. Semua bagaikan etalase yang menuntut kehidupan harus sempurna, baik fisik maupun gaya hidup. Absurdnya lagi beauty standart yang mereka terapkan di lingkungannya sendiri membuat sebagian orang cenderung ingin meniru seseorang yang mereka anggap sempurna, jauh dari rasa bersyukur.

Film yang diperankan oleh Jessica Mila, Reza Rahadian, Yasmin Napper, Karina Suwandi, Shareefa Danish, Dion Wiyoko, Boy William, Clara Bernadeth, Ernest Prakasa, Dewi Irawan, Diah Permatasari, Wanda Hamidah, Olga Lydia, Uus, Asri Welas, Tuti Kirana, Karina Nadila, dan lain-lain ini mengadaptasi dari novel laris karya Meira Anastasia, Imperfect: Journey to Self Acceptance yang dirilis tahun 2018 lalu. Film ini merubah pandangan seseorang yang Insecure menjadi Bersyukur.

Imperfect: Karier, Cinta, & Timbangan berkisah tentang kehidupan Rara (Jessica Mila). Bagi Rara, terlahir dengan gen gemuk dan berkulit sawo matang warisan sang ayah adalah sebuah kutukan di hidupnya. Apalagi bila dibandingkan dengan sang adik, Lulu (Yasmin Napper) yang bertubuh ideal bagai supermodel dan berkulit putih, warisan dari Debby (Karina Suwandi) ibunya. Debby adalah seorang mantan peragawati di tahun 90-an yang hingga kini masih berpenampilan prima, cantik dan langsing.

Rara yang sejak kecil merasakan perbedaan dengan sang adik, kerap mendengar cemoohan dari Debby yang komplain dengan berat badannya. Sementara itu, Rara juga telah bekerja sebagai manager riset di sebuah perusahaan kosmetik. Rara mencintai pekerjaannya, meski harus bertahan dengan perlakuan tidak menyenangkan dari lingkungan sekitarnya. Rara pun kerap menjadi tidak percaya diri dengan penampilannya. Untung ada Dika (Reza Rahadian), kekasih yang mencintai Rara apa adanya.

Salah satu adegan film Imperfect IstSalah satu adegan film Imperfect (Ist)

Suatu hari di kantor, manager divisi tempat Rara bekerja mengundurkan diri. Muncul peluang bagi Rara untuk naik jabatan di kantor. Permasalahan pun terjadi, Kelvin (Dion Wiyoko) mengharuskan Rara merubah total penampilannya jika ia mau mengemban tanggung jawab baru ini. Sebuah dilema bagi Rara, lagi-lagi orang menuntutnya untuk berpenampilan cantik, langsing, dan kekinian. Ketika Rara dihadapkan dengan pilihan kariernya untuk merubah fisiknya, hubungan cintanya dengan Dika menghadapi sebuah permasalahan baru. Dan sepanjang hidupnya timbangan adalah musuh abadi karena tidak memberikan hasil yang ia inginkan.

Berhasilkah Rara merubah dirinya dan memperoleh jabatannya? Lalu bagaimana Rara menjalaninya?

Sosok Rara yang tidak sempurna (imperfect) diciptakan menjadi potret para perempuan yang sering dihinggapi dengan perasaan 'tidak cukup' dan belum tahu bagaimana untuk sayang dengan diri sendiri. Kisah yang sangat relate dengan kehidupan saat ini, di mana di era media sosial seperti saat ini orang kerap membandingkan diri kita dengan orang lain yang terlihat lebih sempurna. Apalagi dengan gempuran-gempuran komentar yang negatif tentang fisik orang lain. Film Imperfect: Cinta, Karier, dan Timbangan sangat gamblang ditampilkan.

Issue dan campaign yang diangkat di film ini benar-benar sangat menarik. Penonton dibuat hanyut dengan karakter Rara, baik dramaturgi, romantisme, juga haru biru lengkap dijabarkan di sini. Satu lagi yang bikin segar, film ini dilengkapi komedi yang hadir dari celetukan-celetukan dan beberapa adegan dari masing-masing karakter. Apalagi hadirnya 4 karakter anak kost perempuan (Netty, dkk) di rumah ibu Ratih (Dewi Irawan) sebagai ibu Dika, sangat fresh dan menggelitik.

 

Genk kantor yang modis tapi absurd sangat nyata dan natural ditampilkan. Terlihat Ernest memang cukup serius menyelipkan komedi bukan hanya sebagai tempelan. Reza Rahadian yang berperan sebagai Dika pun terlihat diberi ruang sebebas-bebasnya untuk berakting.

Jessica Mila cukup berhasil memerankan tokoh Rara. Dalam film ini bobot tubuh Jessica Mila berhasil dinaikkan hingga 10 kilogram. Kerja keras yang patut diapresiasi, belum lagi syuting yang panjang ia juga harus melalui proses make-up selama dua jam setiap harinya.

Film kelima karya Ernest Prakasa ini mengangkat pesan moral yang sangat relateable, seakan membuka mata pada diri sendiri untuk lebih mencintai diri sendiri apa adanya tanpa membandingkan dengan kehidupan orang lain. Karena kebahagiaan datang jika kita mulai dengan mulai mencintai diri sendiri.

Sudah siapkah dari insecure menjadi bersyukur? Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan akan tayang pada 19 Desember 2019./ JOURNEY OF INDONESIA

Page 1 of 9