Tuesday, March 3, 2026
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
Banner Iklan
  • Home
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
    “Legacy on the Move”, Menier Cognac Resmi Debut Siap Bawa Warisan Eaux-de-Vie Prancis ke Palate Modern Indonesia

    “Legacy on the Move”, Menier Cognac Resmi Debut Siap Bawa Warisan Eaux-de-Vie Prancis ke Palate Modern Indonesia

    danau kelimutu

    7 Tempat Wisata Terunik di Indonesia yang Bikin Kamu Tak Percaya Sebelum Melihat Sendiri!

    Semangat Generasi Muda Lestarikan Aksara Batak Lewat Parsiajaran Marsurat Batak

    Semangat Generasi Muda Lestarikan Aksara Batak Lewat Parsiajaran Marsurat Batak

    Festival Budaya Lembah Baliem 2025, Jayawijaya Kembali Tampilkan Warisan Leluhur ke Pentas Dunia

    Festival Budaya Lembah Baliem 2025, Jayawijaya Kembali Tampilkan Warisan Leluhur ke Pentas Dunia

    AirAsia MOVE Dorong Wisata Budaya Dayung Indonesia ke Kancah Dunia

    AirAsia MOVE Dorong Wisata Budaya Dayung Indonesia ke Kancah Dunia

    Pohon Mandala di Borobudur: Simbol Kesadaran Semesta yang Mengakar dalam Spiritualitas Nusantara

    Pohon Mandala di Borobudur: Simbol Kesadaran Semesta yang Mengakar dalam Spiritualitas Nusantara

  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile
No Result
View All Result
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
  • Home
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
    “Legacy on the Move”, Menier Cognac Resmi Debut Siap Bawa Warisan Eaux-de-Vie Prancis ke Palate Modern Indonesia

    “Legacy on the Move”, Menier Cognac Resmi Debut Siap Bawa Warisan Eaux-de-Vie Prancis ke Palate Modern Indonesia

    danau kelimutu

    7 Tempat Wisata Terunik di Indonesia yang Bikin Kamu Tak Percaya Sebelum Melihat Sendiri!

    Semangat Generasi Muda Lestarikan Aksara Batak Lewat Parsiajaran Marsurat Batak

    Semangat Generasi Muda Lestarikan Aksara Batak Lewat Parsiajaran Marsurat Batak

    Festival Budaya Lembah Baliem 2025, Jayawijaya Kembali Tampilkan Warisan Leluhur ke Pentas Dunia

    Festival Budaya Lembah Baliem 2025, Jayawijaya Kembali Tampilkan Warisan Leluhur ke Pentas Dunia

    AirAsia MOVE Dorong Wisata Budaya Dayung Indonesia ke Kancah Dunia

    AirAsia MOVE Dorong Wisata Budaya Dayung Indonesia ke Kancah Dunia

    Pohon Mandala di Borobudur: Simbol Kesadaran Semesta yang Mengakar dalam Spiritualitas Nusantara

    Pohon Mandala di Borobudur: Simbol Kesadaran Semesta yang Mengakar dalam Spiritualitas Nusantara

  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile
No Result
View All Result
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
No Result
View All Result

Menakar Masa Depan Sinema Mistik Indonesia, Dominasi “Janur Ireng” dan Tantangan Inovasi di Tahun 2026

by Redaksi
14/01/2026
Reading Time: 3 mins read
Menakar Masa Depan Sinema Mistik Indonesia, Dominasi “Janur Ireng” dan Tantangan Inovasi di Tahun 2026

Diskusi publik FFH edisi ke 2 mengangkat tema Trend Film Horor 2026 (DSP)

Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA — Industri perfilman nasional, khususnya genre horor, kini berada di persimpangan jalan antara kesuksesan komersial dan tuntutan kualitas artistik yang lebih mendalam. Fenomena ini mengemuka dalam perhelatan Festival Film Horor (FFH) edisi kedua yang digelar baru-baru ini di Jakarta. Tidak sekadar menjadi ajang apresiasi melalui Nini Sunny Award, festival bulanan ini juga berfungsi sebagai laboratorium pemikiran melalui diskusi publik bertajuk “Trend Film Horor 2026”.

Dalam diskusi yang menghadirkan perspektif lintas disiplin tersebut, Direktur Film Kemendikbud Syaifullah Agam memaparkan data yang cukup mencengangkan. Sepanjang periode 2021 hingga 2023, genre horor dan komedi tercatat sebagai lokomotif utama yang menggerakkan roda ekonomi perfilman kita dengan total penonton menembus angka 128 juta orang. Jika dirata-ratakan, satu judul film mampu menyedot perhatian lebih dari 450 ribu pasang mata. Namun, angka-angka tersebut kini menghadapi tantangan berupa tren penurunan jumlah penonton yang mulai terasa belakangan ini.

Baca juga :

Ekspansi Geely, 5.000 Unit EX2 Mulai Mengaspal di Indonesia dan Thailand

Wajah Baru Hospitality di Jantung Banjarbaru, Artotel Group Resmikan Grand Maya

‘Mamae’, Surat Cinta Nowela Mikhelia untuk Tanah Papua yang Tak Pernah Padam

Syaifullah Agam memberikan peringatan keras bahwa tanpa adanya terobosan kreatif, nasib film horor bisa berakhir serupa dengan tren film bertema religi yang perlahan ditinggalkan oleh audiensnya. Ia menekankan bahwa para sineas harus berani keluar dari zona nyaman agar perfilman Indonesia tidak kembali ke masa suram seperti era sebelum tahun 2004. Upaya untuk terus berkembang dan tidak hanya berputar pada formula yang itu-itu saja menjadi kunci utama keberlangsungan genre ini sebagai penguasa pasar.

Senada dengan hal tersebut, aktris senior sekaligus Dosen Psikologi Universitas Indonesia, Niniek L Karim, menawarkan sudut pandang yang lebih filosofis. Ia lebih memilih menggunakan istilah “film mistik” untuk menggambarkan genre ini. Menurut Niniek, karya film tetap harus berlandaskan pada akal sehat dan mampu menyentuh aspek kognitif, afektif, serta psikomotorik penonton. “Inilah tuntutan para penonton yang rela membayar untuk ditakut-takuti,” ungkapnya, menekankan bahwa pengalaman menonton harus bisa diterima oleh hati dan pikiran secara logis.

Film horor harus punya trend, berkembang dari waktu ke waktu (DSP)

Diskusi yang juga melibatkan Mahasiswa Pascasarjana IKJ Arya Pramasaputra serta sutradara Ivan Bandhito dan Bayu Pamungkas ini menyepakati satu pesan kuat bagi para pembuat film yakni hormatilah penonton. Sebuah karya horor yang berhasil adalah karya yang mampu meninggalkan jejak impresi mendalam, yang terus terngiang di benak penonton bahkan dua hingga tiga hari setelah mereka meninggalkan kursi bioskop.

Puncak dari gelaran FFH Januari ini ditandai dengan pengumuman pemenang Nini Sunny Award yang didominasi oleh film Janur Ireng. Karya garapan sutradara Kimo Stamboel ini berhasil menyabet gelar Film Terpilih, sementara Kimo sendiri dinobatkan sebagai Sutradara Terpilih. Kualitas akting Tora Sudiro dalam film tersebut juga membuahkan hasil sebagai Aktor Terpilih. Di kategori lain, Wavi Zihan lewat perannya dalam Qorin 2 berhasil meraih predikat Aktris Terpilih, sementara Enggar Budiono diakui sebagai DOP/Cameraman Terpilih melalui visual apik dalam Dusun Mayit.

Sebagai bentuk penghormatan terhadap dedikasi jangka panjang di dunia seni peran, FFH turut memberikan penghargaan khusus kepada Epy Kusnandar atas pengabdiannya yang tak terputus bagi perfilman Indonesia. Momentum FFH Januari ini seolah menjadi pengingat bahwa di tengah gegap gempita industri, inovasi dan kualitas tetap menjadi ruh utama yang akan menentukan apakah horor Indonesia akan terus bersinar atau meredup di tahun 2026 ini./ JOURNEY OF INDONESIA | iBonk

Tags: Arya PramasaputraEnggar BudionoEpy KusnandarFilmJourney of IndonesiaKimo StamboelNewsNini Sunny AwardNiniek L KarimSyaifullah AgamTora SudiroWavi Zihan
Share115Tweet72

Related Posts

Luna Maya Hidupkan Kembali Legenda Suzzanna di Blok M
FIlm

Luna Maya Hidupkan Kembali Legenda Suzzanna di Blok M

01/03/2026
“Ghost in the Cell” Merilis Official Trailer, Film ke-12 Joko Anwar yang Memadukan Horor dan Satir
FIlm

“Ghost in the Cell” Merilis Official Trailer, Film ke-12 Joko Anwar yang Memadukan Horor dan Satir

23/02/2026
Antara Dendam dan Warisan Luka: “Jangan Seperti Bapak” Siap Menguras Emosi di Bioskop
FIlm

Antara Dendam dan Warisan Luka: “Jangan Seperti Bapak” Siap Menguras Emosi di Bioskop

10/02/2026
Menelusuri Jejak 30 Tahun Miles Films: Saat Musik Tak Sekadar Latar
FIlm

Menelusuri Jejak 30 Tahun Miles Films: Saat Musik Tak Sekadar Latar

24/01/2026
Menggantikan Detak Jantung Ibu dengan Algoritma, Refleksi Kehilangan dalam Film “Esok Tanpa Ibu”
FIlm

Menggantikan Detak Jantung Ibu dengan Algoritma, Refleksi Kehilangan dalam Film “Esok Tanpa Ibu”

20/01/2026
Next Post
Strategi Berani Inchcape GWM Indonesia, Memikat Pasar Lewat Inovasi Diesel dan Listrik

Strategi Berani Inchcape GWM Indonesia, Memikat Pasar Lewat Inovasi Diesel dan Listrik

ADVERTISEMENT

Recomended

Ekspansi Geely, 5.000 Unit EX2 Mulai Mengaspal di Indonesia dan Thailand
Automotive

Ekspansi Geely, 5.000 Unit EX2 Mulai Mengaspal di Indonesia dan Thailand

02/03/2026
Wajah Baru Hospitality di Jantung Banjarbaru, Artotel Group Resmikan Grand Maya
Hotels

Wajah Baru Hospitality di Jantung Banjarbaru, Artotel Group Resmikan Grand Maya

02/03/2026
‘Mamae’, Surat Cinta Nowela Mikhelia untuk Tanah Papua yang Tak Pernah Padam
Music

‘Mamae’, Surat Cinta Nowela Mikhelia untuk Tanah Papua yang Tak Pernah Padam

02/03/2026
Anis Byarwati Ajak Mahasiswa Perkuat Bela Negara Tanpa Lupakan Kuliah
News

Anis Byarwati Ajak Mahasiswa Perkuat Bela Negara Tanpa Lupakan Kuliah

02/03/2026
Luna Maya Hidupkan Kembali Legenda Suzzanna di Blok M
FIlm

Luna Maya Hidupkan Kembali Legenda Suzzanna di Blok M

01/03/2026
Harmoni Jazz di Pelataran Masjid Cut Mutia, 15th Ramadhan Jazz Festival 2026 Siap Digelar
Music

Harmoni Jazz di Pelataran Masjid Cut Mutia, 15th Ramadhan Jazz Festival 2026 Siap Digelar

01/03/2026
Journey of Indonesia

Journey of Indonesia is a popular online newsportal and going source for technical and digital content for its influential audience around the globe. You can reach us via email.


journeyofid@gmail.com

  • Journey of Indonesia
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Editorial
  • Kontak

© 2024 Journey of Indonesia.

No Result
View All Result
  • Journey of Indonesia
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile

© 2024 Journey of Indonesia.