JAKARTA – Dunia animasi Jepang selalu memiliki cara tersendiri untuk mengaduk emosi penontonnya, dan salah satu puncak pencapaian itu kembali hadir di layar lebar tanah air. Setelah hampir dua dekade sejak debut pertamanya pada tahun 2007, film animasi legendaris bertajuk 5 Centimeters Per Second karya sutradara ternama Makoto Shinkai dijadwalkan untuk tayang kembali di jaringan bioskop Indonesia mulai 16 Januari 2026. Kehadiran film ini bukan sekadar pemutaran ulang biasa, melainkan sebuah perayaan atas karya yang telah menjadi cetak biru bagi estetika visual dan kedalaman narasi seorang Shinkai.
Kerinduan para penggemar terhadap kisah Takaki dan Akari akan terobati dengan kualitas sinematik yang lebih megah di layar lebar. Menariknya, penayangan kali ini membawa nilai tambah yang sangat personal bagi para penonton melalui sisipan klip wawancara spesial bersama sang maestro, Makoto Shinkai. Dalam cuplikan eksklusif tersebut, Shinkai merefleksikan kembali proses kreatifnya di masa lalu dengan nada yang sangat reflektif.
“Menurut saya, ini adalah karya yang sangat tidak mungkin bisa saya buat dengan diri saya yang sekarang. Saya tidak terlalu berpikir ingin membuatnya (lagi), dan saya rasa ini adalah karya yang tersusun dari hal-hal yang telah hilang dari diri saya yang sekarang,” ujar sutradara film animasi 5 Centimeters Per Second Makoto Shinkai.
Ungkapan jujur tersebut menggambarkan betapa film ini merupakan kristalisasi dari kejujuran emosional Shinkai pada masa itu. Ia bahkan menambahkan sebuah pernyataan yang menyentuh mengenai evolusi pribadinya dengan mengatakan, “Saya sendiri sudah menjadi orang yang berbeda dibanding dengan masa itu saat film ini dibuat, dan saya pikir ini adalah karya yang mustahil saya buat sekarang.”

Secara naratif, 5 Centimeters Per Second tetap menjadi magnet bagi pencinta sinema karena kemampuannya memotret jarak dan waktu secara puitis. Penonton akan kembali diajak mengikuti perjalanan hidup Takaki yang terbagi dalam tiga babak kisah cinta dan masa muda yang perlahan memudar. Bermula dari persahabatan erat di sekolah dasar, hubungan Takaki dan Akari diuji ketika jarak geografis mulai memisahkan mereka. Adegan ikonik di dalam kereta menuju Tokyo, di mana kenangan masa lalu berpacu dengan detak waktu pertemuan, tetap menjadi salah satu momen paling emosional dalam sejarah animasi modern.
Kebangkitan klasik ini juga menjadi jembatan menuju babak baru dalam waralaba tersebut, mengingat versi live action dari cerita yang sama juga tengah dipersiapkan untuk menyapa penonton Indonesia dalam waktu dekat. Bagi mereka yang tidak sabar menanti tanggal rilis reguler, pihak penyelenggara telah menyiapkan agenda Fan Screening yang diadakan secara terbatas. Agenda spesial ini telah dijadwalkan berlangsung pada 10 Januari 2026 di Cinema XXI Gandaria City Jakarta, disusul kemudian pada 11 Januari 2026 di CGV Grand Indonesia Jakarta.
Keberhasilan film ini tidak lepas dari tangan dingin tim produksi di belakang layar. Di bawah naungan CoMix Wave Inc., Shinkai tidak hanya bertindak sebagai sutradara tetapi juga penulis dan produser. Visual yang memanjakan mata merupakan hasil kolaborasi apik dari desainer karakter Takayo Nishimura serta penata artistik latar belakang Takumi Tanji dan Akiko Majima. Atmosfer kesedihan yang indah pun semakin sempurna dengan balutan komposisi musik dari Tenmon yang sudah sangat melekat di hati para penggemar setianya.
Bagi yang ingin merasakan kembali getirnya perasaan yang melampaui menit dan bulan dalam kehidupan Takaki, pastikan untuk tidak melewatkan penayangannya. Informasi lebih lanjut mengenai perkembangan film animasi maupun versi live action ini dapat dipantau melalui akun media sosial resmi @fivecentimetersid.
Bersiaplah untuk sekali lagi menyaksikan bagaimana kelopak bunga sakura jatuh dengan kecepatan lima sentimeter per detik di bioskop-bioskop kesayangan./ JOURNEY OF INDONESIA | Ismed Nompo


















