JAKARTA — Ada garis tipis antara cinta yang salah dan pelajaran hidup yang berharga. Perspektif itulah yang coba ditawarkan oleh Safira Zaza melalui rilisan terbarunya bertajuk ‘Salah Tapi Baik’. Lagu yang sebelumnya dipopulerkan oleh Cakra Khan ini lahir kembali dengan aransemen yang lebih personal, menonjolkan sisi emosional dari sudut pandang seorang wanita yang tengah berdamai dengan kenyataan.
Lahir di Palembang pada 29 Maret 2000, Safira Zaza bukanlah nama baru dalam urusan mengolah rasa lewat nada. Setelah sukses mencuri perhatian lewat debutnya ‘Bodohnya Aku’ pada akhir 2024, ia kini ditantang oleh MyMusic Records untuk memberikan interpretasi berbeda pada karya yang sudah sangat melekat di telinga penikmat musik Indonesia.
Ade Govinda, sosok di balik A&R MyMusic Records, menjadi aktor intelektual di balik pemilihan Zaza. Ia menilai karakter vokal Zaza yang lembut namun bertenaga mampu memberikan dimensi baru pada lagu ini. Zaza sendiri mengakui bahwa proses ini tidaklah mudah. Ada beban ekspektasi yang besar saat menyentuh lagu milik penyanyi sekelas Cakra Khan.
“Kalau cewek yang nyanyiin, rasanya lebih masuk ke perasaan. Lebih galau, lebih emosional, jadi aku bikin lebih dramatis,” ungkap Zaza. Dalam versi ini, ia sengaja memilih pendekatan yang lebih halus untuk membangun suasana yang “pedih namun indah”, sebuah kontras yang apik jika dibandingkan dengan versi asli yang cenderung maskulin dan matang.

Bagi Zaza, ‘Salah Tapi Baik’ adalah sebuah pengakuan jujur tentang cinta yang tak berujung pada kepemilikan. Ia menyoroti salah satu bait lirik yang menurutnya paling menyakitkan sekaligus nyata: “Kalau sayang itu ada, mengapa ini tak sempurna? Ada bahagia tapi tak bersama.” Lirik tersebut menggambarkan anomali perasaan yang sering dialami banyak orang; merasa memiliki namun sebenarnya asing.
Karier Zaza yang ditempa dari panggung wedding singer hingga menjadi konten kreator memberikan pengaruh besar pada caranya membawakan lagu ballad. Ia tidak sekadar bernyanyi, melainkan bercerita. Melalui lagu ini, ia ingin mengajak pendengarnya untuk mengubah rasa kecewa menjadi energi yang lebih konstruktif.
“Aku berharap lewat lagu ini, terutama yang relate dengan ceritanya, orang-orang bisa mencurahkan rasa sedih dan kecewanya, tapi dengan cara yang positif,” tegasnya. Pesan ini menjadi misi utama di balik perilisan ulang ‘Salah Tapi Baik’ di tahun 2026 ini.
Karya terbaru Safira Zaza ini sudah resmi mengudara di berbagai gerai musik digital dan kanal YouTube MyMusic Records sejak 30 Januari 2026. Kehadirannya seolah menjadi kado bagi mereka yang sedang belajar bahwa melepaskan adalah salah satu bentuk mencintai yang paling baik./ JOURNEY OF INDONESIA | Ismed Nompo

















