Feast Rilis "Uang Muka" Sebagai Proyek Selingan Ditengah Penggarapan Album Ketiga

By Ismed Nompo September 10, 2020 133
Feast Rilis "Uang Muka" Sebagai Proyek Selingan Ditengah Penggarapan Album Ketiga Feast (Ist)

Feast yang digawangi oleh Baskara Putra (vokal), Adnan Satyanugraha Putra (gitar), Fadli “Awan” Fikriawan (bass), Dicky Renanda (gitar) dan Adrianus Aristo Haryo alias Ryo Bodat (drum) sukses merilis album mini berjudul "Uang Muka", pada 10 September 2020 lalu. Peluncuran EP ini semakin menunjukkan produktivitas mereka di kancah musik Indonesia.

Feast mengatakan tema besar mini album "Uang Muka" adalah uang dan bagaimana tiap orang menyikapi hal tersebut dalam konteks dan situasi yang berbeda-beda, apalagi di masa pandemi yang membuat masalah keuangan terasa makin pelik.

"Uang Muka" merupakan sebuah kejutan dari Feast, karena grup asal Jakarta itu sedang menggarap album ketiga berjudul "Membangun dan Menghancurkan". Mereka bahkan sudah melepas empat single dari album tersebut secara berkala sejak Juni 2019.

Dalam penjelasannya vokalis Feast Bhaskara Putra mengungkapkan bahwa mereka merasa album "Membangun dan Menghancurkan" butuh pengalaman dan kedalaman bermusik yang lebih dibanding apa yang mereka punya pada saat itu. Nah, agar lepas dari tekanan tersebut sekaligus mengasah kemampuan bermusik, maka lahirlah "Uang Muka" sebagai selingan yang digarap dari nol hingga selesai dalam waktu kurang dari dua bulan pada Juli hingga Agustus lalu.

Feast2 IstFeast (Ist)

Untuk proses pengerjaannya, kelima anggota band menjadi produser lagu yang diciptakan masing-masing berdasarkan tema lirik yang ingin diangkat, dengan kawalan Wisnu Ikhsantama sang produser dan juga Bhaskara yang memoles dan melengkapi melodi vokal dan lirik semua lagu.

"Uang Muka" juga meneruskan tradisi Feast yang selalu membuat dunia tersendiri dalam album-album yang mereka buat, sebagai latar imajiner lagu. Pada EP ini, mereka mengusung dunia khayal yang mereka namai Earth-08, sebuah dunia yang dalam segala hal bersifat komersial.

Uang Muka dibuka dengan ‘Kata Pengantar oleh Jason Ranti’ yang berisi monolog spontan dan absurd oleh sang musisi eksentrik tersebut. Lalu muncul ‘Dapur Keluarga’ buah karya Bhaskara, ‘Komodifikasi’ oleh Adnan, ‘Cicilan12 Bulan (Iklan)’ oleh Awan, ‘Belalang Sembah’ karya Dicky lalu ‘Kembali ke Posisi Masing-masing’ dan ‘Apa Boleh Buat’ dari Ryo.

Secara keseluruhan, "Uang Muka" sudah bisa dianggap sebuah kesuksesan bagi Feast karena melepasbebaskan tiap personel bisa lebih leluasa dalam berekspresi dan berkreasi. Disamping sebagai penyegaran dalam pengerjaan album "Membangun dan Menghancurkan" yang dirasa sempat mentok./ JOURNEY OF INDONESIA