Gandeng Baliyanto, Pskyject Lepas Single 'Karena Rupiah'

By Ibonk March 29, 2021 176
Gandeng Baliyanto, Pskyject Lepas Single 'Karena Rupiah' Baliyanto & Pskyject (Ibonk)

Selain dunia pariwisata, pekerja seni merupakan salah satu kelompok yang paling terdampak oleh adanya pandemi Covid-19. Pasalnya, tak sedikit panggung seni terpaksa ditunda atau bahkan dibatalkan lantaran situasi yang tidak menentu ini.

Hingar bingar panggung dan rentetan jadwal tampil hanya tinggal menjadi angan-angan saja, dan ini sudah seperti momok yang berkepanjangan. Namun haruskah para pekerja seni ini berhenti?

Baliyanto Kurniawan yang dikenal sebagai produser dan arranger adalah salah satu dari sekian banyak musisi/ pekerja seni yang menolak untuk berhenti dan menghasilkan karya. Untuk kedua kalinya, Baliyanto kembali memproduksi single untuk penyanyi Pskyject dengan judul 'Karena Rupiah'. Sebelumnya, pada Agustus 2020 silam, Baliyanto juga memproduseri karya Pskyject untuk lagu berjudul 'Sepeda' (Genjot Genjot).

“Sama seperti single pertama, single kedua ini ditulis sendiri oleh Pskyject. Saya melengkapi dan merapihkan aransemennya sekaligus mengusulkan gitaris Noldy Benyamin untuk memberi isian gitar dan menguatkan karakter lagu!,” aku Bali.

Baliyanto menambahkan mengapa dirinya tertarik untuk menggarap single ini karena musiknya berbeda dari lagu yang ada di industri musik hari ini. “Karakter suara dan lirik yang ditulis Pskyject pun unik," ungkapnya.

Sementara itu, Pskyject alias Prihadi yang lebih dari tujuh tahun berkarier di sebuah radio swasta terkenal di Jakarta tersebut mengaku bahwa lagu 'Karena Rupiah' terinspirasi dari kisah kehidupan rumah tangga sahabatnya yang tengah goyah di tengah masa pandemi ini.

“Karena bisnis terus lesu, gaji para suami dipotong, pendapatan jadi berkurang. Ini memicu terjadinya pertengkaran dalam rumah tangga,” ungkap Pskyject yang berharap lagu ciptaannya ini bisa menjadi sebuah ingatan bagi yang mengalaminya.

Dari sisi genre musik, Pskyject mengaku lagu 'Karena Rupiah' terdengar lebih “dark” dibanding single 'Sepeda' yang bernuansa riang.

Sama seperti sebelumnya, baik Baliyanto maupun Pskyject menyadari bahwa mereka tidak bisa berharap banyak dari mengedarkan lagu di tengah masa pandemi Covid seperti sekarang. Namun diam dan hanya menunggu selesainya pandemi juga bukan pilihan bijak.

“Sebagai seniman kitalah yang harus bergerak agar industri musik bisa kembali normal. Mungkin belum bisa untuk panggung pertunjukan live, yang mengumpulkan banyak masa. Tapi, setidaknya untuk rekaman harus tetap jalan. Meski untuk itu, kita terpaksa harus babak belur!” tutup Baliyanto beberapa waktu yang lalu di bilangan Kebayoran Baru, Jakarta./ JOURNEY OF INDONESIA

Pskyject IbonkBaliyanto & Pskyject (Ibonk)