Setelah mengeluarkan 2 single terdahulunya yang berjudul 'Kelana' dan 'Seasons', Jazeed yang merupakan anak muda yang sangat berbakat kembali mengeluarkan single ke-3 nya dengan judul 'Bertemu'.

Dikenal sebagai singer/ songwriter muda pendatang baru asal Jakarta yang membawakan musik Pop dengan balutan Neo Soul dan R&B. Genre genre tersebut merupakan kesukaannya sejak kecil. Semuanya terlihat dari balutan arransemen lagu-lagu Jazeed sebelumnya yang sangat kental dengan genre ini.

Latar belakang lagu 'Bertemu. ini tercipta berawal dari keresahan Jazeed tentang susahnya orang yang sedang memadu kasih di saat pandemik ini untuk bertemu langsung. Jadi di zaman pandemic ini orang harus bertemu melalui media online dan susah sekali untuk bertemu secara fisik.

“Di lagu ini aku ingin menggambarkan bahwa berkomunikasi secara virtual itu rasanya enggak enak, ibarat kata rasanya seperti berbincang dengan sebuah Mannequin. Beda dengan komunikasi secara langsung. Rasanya obrolannya lebih deep dan berkualitas aja. Apalagi buat sepasang kekasih, kondisi seperti ini pasti dirasa sulit banget. A virtual relationship is never enough”, ucap Jazeed tentang isi lagunya.

Jazeed percaya sekali kalau chemistry orang yang menjalin cinta itu salah satunya adalah dengan bertemu atau bersua secara fisik. Menatap mata sang pasangan itu akan berbeda sekali dengan hanya melalui video call ataupun lainnya. Oleh karena itu 'Bertemu' menjadi seruan untuk percaya bahwa hanya waktu yang akan mempertemukan satu sama lain seperti sedia kala.

Selain menggambarkan situasi saat ini dalam bentuk lagu 'Bertemu' ini, Jazeed juga menggambarkan situasi sekarang ini dengan di tumpahkan melalui artwork single ini yang bekerjasama dengan Raka Syahreza. Di artwork single ini ada sebuah Mannequin yang menjadi perumpamaan bahwa pertemuan secara virtual tidak dapat menggantikan pertemuan langsung sebagaimana mestinya.

Tak hanya tau beres, selain menulis lagu ini sendiri, Jazeed juga bertindak sebagai produser serta berperan juga dalam proses mixing dan mastering. Hal ini dilakukan, selain Jazeed mempunyai bakat namun yang lebih penting karena si pencipta lagu ini sendiri tahu akan di bawa kemana hasil ciptaannya sendiri.

Hal inilah yang akan membuat lagu ini ada ciri khas dari Jazeed itu sendiri. “Semoga lagu ini bisa mewakili perasaan teman-teman yang mungkin sedang kesulitan bertemu orang yang dicintainya secara langsung. Dan bisa menghibur mereka di manapun berada. Semoga keadaan ini tak berlangsung lama dan kembali seperti sedia kala”, tutup Jazeed.

'Bertemu' sudah dapat didengarkan pada seluruh kanal digital sejak 23 Oktober 2020 lalu./ JOURNEY OF INDONESIA

Danial Zaini merupakan nama yang tidak asing lagi di dunia entertainment Malaysia. Pada tahun 2016 Danial muncul sebagai juara 1 di program komedi solo di Astro Television Network, Malaysia. Setelah kemenangan itu, Danial dipinang oleh Era FM, radio no 1 di Malaysia sebagai DJ mereka.

Single pertama Danial yang berjudul 'Siti Bilang Cuti' dirilis pada 14 Desember 2018 dan setelah 3 hari dirilis langsung trending no.1 di YouTube Malaysia, bahkan viral di semua streaming platform. PT Datu Raja Musik Sinema kemudian merilis single 'Siti Bilang Cuti' di pasar musik Indonesia dengan pemutaran perdana di seluruh radio Indonesia pada tanggal 29 Desember 2020 mendapat respon positif dan bahkan sempat merajai beberapa radio di Indonesia.

Di akhir tahun 2020 ini, Danial kembali dengan hits terbaru yang berjudul 'Ku Tak Rela', yang merupakan hasil karya dari Hadi Rumnan. Single 'Ku Tak Rela' juga melesat seperti single pertamanya dan bertengger di tempat teratas di YouTube Malaysia pada hari ke 8 setelah dirilis.

Ia mengakui bahwa lagu ini adalah lagu yang begitu dekat dengan kisah hidupnya yang pernah putus cinta karena kekasih saya menikah dengan orang lain. Lagu ini sebenarnya sudah ada dari tahun 2018, dimana dirinya dan manager Hadi Rumnan, sang manager saat itu sedang saling bercerita tentang banyak hal, soal pekerjaan dan tentang kehidupan.

"Dan dia tahu ketika saya melewati saat-saat itu, lalu satu waktu dia bilang ‘abang ada lagu buat kau’, disitu saya dengar lagu 'Ku Tak Rela' dan merasa relate dengan lagu ini. Tapi saat itu belum terpikir untuk recording”, aku Danial soal lagu ini.

Hadi Rumnan kemudian memberikan lagu 'Ku Tak Rela' kepada Danial. Danial lalu menyanyikan lagu itu dengan gitar karena lirik lagu tersebut begitu sinonim dengan kisahnya. Kemudian teman Danial diam-diam merekam video dan meng-upload nyanyian Danial tersebut di Twitter tanpa memberikan info siapa yang bernyanyi karena wajah Danial tidak tampak di video tersebut.

Karena viral, Danial akhirnya setuju untuk merekamkan lagu ini namun dengan nama Anonymous dan tidak ada foto Danial. Tidak ada yang tahu bahwa lagu dan suara itu milik Danial hingga lagu tersebut menjadi soundtrack sinetron yang berjudul “Ryan Aralyn” dengan nama artis Anonymous dan cover art orang bertopeng yang menjadi viral.

Akhirnya Danial setuju untuk keluar ke publik dengan image-nya sendiri. Karena Danial juga ingin membagi kisahnya di lagu ini kepada semua orang yang mungkin pernah memiliki pengalaman yang sama seperti dirinya, bahwa baginya segala sesuatu yang terjadi pasti ada hikmahnya.

Bagi Danial, dirinya sudah dikenal publik sebagai Komedian di Malaysia. Namun ia takkan meninggalkan panggung komedi walau dirinya sudah viral sebagai penyanyi. Komedian dan Penyanyi adalah dua profesi yang sangat dicintainya.

“Saya tidak pernah ada keinginan pindah dari Komedian dan menjadi penyanyi, karena saya lahir dari panggung komedi di Malaysia dan saya masuk di industri entertainment sebagai Komedian. Cuma saya memang sudah sangat suka bernyanyi sejak saya kecil, bahkan sebelum saya melawak. Jadi saya tidak akan pernah tinggalkan dunia komedi, but at the same time I really love singing”, ujar Danial.

Bagi pihak PT Datu Raja Musik Sinema sendiri merasa bahwa lagu 'Ku Tak Rela' ini sangat cocok untuk pasar dan selera pencinta musik Indonesia dan mereka ingin mengembangkan artis-artis mereka di Malaysia yang multitalenta untuk bisa masuk ke pasar Indonesia, sehingga dapat meraih sukses yang sama seperti di Malaysia.

Single 'Ku Tak Rela' dari Danial Zaini ini sudah bisa didapatkan di platform music Indonesia seperti Langit Musik, dan semua RBT di semua telco Indonesia./ JOURNEY OF INDONESIA

Saat ini perkembangan lagu anak memang tidak sebesar pada era 1990-an, dimana banyak bermunculan penyanyi-penyanyi cilik yang memiliki karya-karya cukup baik. Sehingga akhirnya sudah jadi peristiwa umum ketika terdengar anak-anak menyanyikan lagu-lagu yang tidak sesuai dengan umur mereka. Mereka menyanyikannya tanpa paham isi lagu tersebut yang mana maknanya ditujukan bukan untuk anak anak.

Hal ini tentunya menjadi sebuah pekerjaan rumah bagi industri musik dan musisi di negeri ini untuk mengembalikan keadaan dalam kondisi seharusnya, anak-anak menyanyikan lagu sesuai usianya.

Ditengah keadaan ini, syukurnya hadir kembali seorang penyanyi cilik pendatang baru yang menyuguhkan ekspresi dari seorang anak di usianya, bernama Kayla Kusumo.
Gadis cantik berusia 8 tahun ini merilis single 'Peace' buah karya dari Jimmy Propaganda. Tak hanya sendiri, disini Kayla berkolaborasi dengan Haruka Nakagawa serta Hiro.

Kayla Kusumo 1IbonkKayla Kusumo (Ibonk)

Gadis cantik yang sudah menunjukkan bakat menyanyinya pada saat usia 5 tahun ini mengaku bahagia dengan dirilisnya single perdananya tersebut. “Aku bersyukur dan mengucapkan terima kasih atas support dari ayah dan ibu hingga bisa merilis single 'Peace' ini", ungkap Kayla saat merilis single ini di bilangan Pejaten Raya, Pasar Minggu, Jakarta, Kamis (26/11/2020)"

Kayla juga mengaku tidak menemukan kesulitan sama sekali saat berkolaborasi dengan Haruka dan Hiro baik dalam rekaman studio maupun pembuatan music video. "Aku tidak memiliki kesulitan karena mereka berdua orangnya asyik. Semuanya berjalan lancar dan gembira", aku Kayla yang juga sangat menyukai dancing dan bercita-cita ingin menjadi seorang dokter ini.

Sebagai teman kolaborasi, Haruka Nakagawa mengaku menikmati proses pembuatan lagu ini dari awal. Dirinya juga menyebutkan dalam pengerjaan project ini tidak memakan waktu lama. Ini ditopang oleh kedekatan dirinya dengan Kayla yang sangat kuat, meski awalnya malu-malu. "Kayla punya cita-cita yang bagus dimana dia ingin menyanyi dan menjadi artis, itu menjadi sebuah semangat. Jadi aku dalam kolaborasi dengan Kayla ini tidak melakukan hal-hal khusus karena semuanya dilakukan dengan seru", ujar Haruka.

Haruka IbonkHaruka (Ibonk)

Journey of Indonesia juga sempat berbincang dengan Iin Waode selaku Co Producer mengenai latar belakang diciptakannya lagu ini. "Lagu ini bicara tentang perdamaian, mengacu pada keadaan sekarang ini. Pesan didalam lagu ini juga lebih universal dan bisa mengena ke semua lavel usia. Untuk itulah kami membutuhkan kolaborator seperti Haruka dan Hiro sebagai penguat pesan tersebut," ungkap Iin.

“Kedepannya kami mempersiapkan lagu yang lebih bernuasa dunia kanak-kanak lagi kepada Kayla, yang lebih bercerita tentang keseharian kehidupan anak-anak. Tetapi untuk sekarang memang kita buat seperti ini sambil menunggu respon dari masyarakat terhadap single ini,' tandas Iin Waode.

Lagu 'Peace' sendiri telah diunggah pada tanggal 22 November 2020 di kanal YouTube TenArt Production. Dalam tayangan music videonya, tampak Kayla Haruka tampil akrab dengan Kayla dengan bermain di tepian pantai. Lagu 'Peace' ini menyuguhkan alunan musik yang ‘catchy’ dan tambahan musik rap yang membuat lagu ini menjadi seru./ JOURNEY OF INDONESIA

Sejak pertama kali kemunculannya di dunia entertainment nama Ayuenstar langsung mencuri perhatian. Dirinya lebih dulu dikenal dengan nama Ayu Idol yang sejak merilis single perdananya yang berjudul 'Terbaik Untukmu' pada tahun 2019 lalu, sudah melepas nama Idol dibelakang namanya dan mengubah nama panggungnya menjadi Ayuenstar.

Perempuan cantik berhijab yang memiliki nama lengkap Ayu Putri Sundari ini memang sangat mencuri perhatian masyarakat Indonesia karena memiliki gaya 'swag' yang khas serta kualitas vokal yang luar biasa namun dengan cara bernyanyi yang sangat fun. Saat itu Ayuenstar berhasil masuk sampai di Top 4 Indonesian Idol 2018.

Kecintaan Ayuenstar terhadap musik rupanya dimulai saat dirinya masih kecil. Diawali dengan mengenal alat musik Keyboard, Ayuenstar kecil belajar vokal saat masih kelas 3 SD dan mengikuti banyak lomba menyanyi, hingga membawanya ke ajang bergengsi Indonesian Idol. Ayuenstar juga kerap membuat video cover lagu-lagu hits di akun YouTube-nya.

“Dari dulu aku udah ikut banyak ajang pencarian bakat. Aku emang senang nyanyi sih dari kecil, senang aja gitu ditonton banyak orang dan diberi tepuk tangan sama yang nonton”, ucap Ayuenstar soal kesukaannya pada dunia tarik suara.

Pada tahun 2020 ini, Ayuenstar kembali merilis karya terbarunya. Kali ini sebuah lagu yang diciptakannya sendiri berjudul 'Swagger' dipilih menjadi single ke-2. Lagu ini ternyata dibuat Ayuenstar berdasarkan pengalaman hidupnya sendiri dan banyak pesan yang ingin ia sampaikan di lagu ini.

“Lagu ini lebih kayak perjalanan hidup aku sih. Disini aku sedikit cerita tentang masa lalu aku yang dulu pernah jadi korban Bullying. Walaupun begitu, aku bukan orang yang gampang menyerah atau minder. Justru karena adanya kejadian itu, aku jadi pengen nunjukin ke mereka yang dulu lihat aku ‘nothing’ tapi sekarang aku bisa jadi ‘something’," aku Ayu.

Ayuenstar2 IstLewat sentuhan Hip-Hop, RnB dan Reggae, Ayuenstar hadirkan 'Swagger' (Ist)

Ia juga melanjutkan bahwa di dalam lagu ini ia menceritakan kalau dirinya memang tidak terlalu punya banyak teman, selain musik. "Dulu setiap hari pas pulang sekolah atau kuliah, aku pasti langsung pegang keyboard dan nyanyi. Bener-bener aku banyak menghabiskan waktu di depan keyboard dan menyanyi deh pokoknya”, ungkap Ayuenstar tentang alasannya menulis lagu ini.

Lagu yang hadir dengan genre Hip-Hop, RnB dengan sedikit sentuhan Reggae ini adalah karya orisinil dan mandiri dari seorang Ayuenstar. Bagaimana tidak, bukan hanya menulis lagu ini sendiri, Ayuenstar juga membuat konsep besar dan aransemen musik sendiriuntuk lagu ini, dibantu oleh rekannya sesama musisi yaitu Gunz dan Arsyih Idrak.

“Disini aku bener-bener bikin liriknya, bikin notasinya sendiri, sampai aku yang kasih ide-ide instrumen apa aja yang mau dimasukin di lagu ini. Aku juga yang buat aransemen musiknya. Demo kasarnya udah aku buat sendiri lalu diperindah oleh temanku yaitu Gunz dan Arsyih Idrak. Kalo kendala selama proses pembuatan lagu ini mungkin pada komunikasi yah, karena Kak Arsyih tinggal di Manado jadi kita banyak revisi via WA. Ada ide lagu langsung kita komunikasikan aja sih, terus kita saling kirim revisi materi lagunya lewat WA aja”, kata Ayuenstar.

“Dari segi lirik, sebenernya disini aku juga pengen kasih power ke orang-orang untuk bisa melakukan apa saja yang positif buat diri mereka, misalnya kayak aku kan berhijab, aku pengen nunjukin bahwa kita yang berhijab bisa kok buat karya apa aja, bisa buat sesuatu atau jadi sesuatu untuk orang lain”, tambah Ayuenstar.

Secara gamblang Ayu menyatakan cukup puas dengan karyanya ini. Baginya banyak hal dan perjuangan yang ia lalui sampai bisa membuat karya orisinil buatannya sendiri. Tentunya Ayuenstar berharap karyanya ini bisa diterima oleh para pencinta musik Indonesia./ JOURNEY OF INDONESIA

Soloist asal Malang, Jajang Bagus, baru saja merilis single debutnya berjudul 'Masih (Menunggumu)'. Dikemas dalam format Music Video (MV) yang disutradarai oleh Prialangga. 'Masih (Menunggumu)' adalah tentang pengharapan yang tak berujung. Tempo pelan dan nuansa melankolis dari lagu ini memang benar-benar mencerminkan arti dari sebuah penantian: Pengorbanan, air mata, dan juga keputusasaan.

Jajang Bagus, sebagai penggemar ballad, langsung klik begitu pertama kali mendengar lagu yang diciptakan oleh Donna Angel ini. “Wah gila sih. Pertama denger draft dari teman-teman, aku langsung relate gitu. Berkaca dari pengalaman hidupku tentang berharap dan kehilangan, aku semakin menyadari bahwa lagu ini tuh bermakna dalem banget,” tutur Jajang.

Pemaknaan yang dalam dari lagu ini kemudian divisualisasikan dengan apik oleh Prialangga. “Konsep MV-nya lebih menekankan bagaimana seseorang yang susah untuk kembali dalam hubungan. Ini digambarkan dengan pengadeganan-pengadeganan jarak dekat, namun terlihat sangat jauh. Kayak sudah tidak satu frekuensi lagi,” tutur sutradara asal Malang yang pernah menggarap MV dari Virzha, Sal Priadi, hingga Mikha Tambayong tersebut.

Jajang Bagus IstJajang Bagus (Ist)

Proses MV sendiri dilakukan di kota Bandung, Jawa Barat. Jajang & Prialangga berpendapat jika kota Bandung memiliki sebuah kemagisan & keromantisannya sendiri. Banyaknya tempat bagus di kota tersebut juga menjadi alasan menjatuhkan pilihan mereka ke sana. Dan benar, pemilihan tempat tersebut pada akhirnya juga berpengaruh besar terhadap proses MV ini.

“Venue yang mendukung emosi melankolis, lagu yang diputar berkali-kali saat syuting, chemistry antara aku dan Lisa (pemeran wanita), dan adegan yang emosional membuat kami semua kru yang hadir di lokasi menangis karena terbawa suasana,” tutur Jajang menceritakan proses syuting single tersebut.

Aransemen lagu ini dipegang oleh Tonie Teguh & Indra Key, sedangkan sesi rekaman dilakukan di Tom’s Studio & Gio Production Studio. Setelah semua proses perekaman selesai, audio lagu ini kemudian di-mixing & mastering oleh Bintang Elian Sinay.

Bintang sendiri diketahui juga merupakan produser muda yang pernah tergabung dalam label Uprising dan pernah mengerjakan mixing & mastering karya-karya artis seperti Avia Athalia, BID, Dhandy Annora, dan lain sebagainya./ JOURNEY OF INDONESIA

Page 1 of 2