Dunia tarik suara kerap memunculkan talenta-talenta baru yang hebat dengan beragam kemampuan, salah satu diantaranya adalah Adinda Vidya. Betapa tidak? Gadis manis kelahiran Yogyakarta, 17 Februari 1999 ini muncul dengan bakat seni yang luar biasa.

Tak hanya memiliki suara yang bagus, dirinya juga mendalami dunia seni seperti belajar bermain gitar, menulis lagu, atau membuat konsep video musik untuk lagu karyanya dipelajarinya secara otodidak. “Kalau menyanyi saya cuma punya pengalaman pernah ikut paduan suara gereja,” ungkap mahasiswi Universitas Trisakti jurusan Manajemen semester 7 ini di program IG Live Cakap Cakap Bens Leo pada 18/12/2020 lalu.

Dalam usaha belajar bermain gitar dan menulis lagu dirinya mengandalkan salah satu konten di YouTube ‘How to Play Guitar’. Dinda mengakui disana tak hanya bisa menemukan teknik dasar main gitar, tapi juga mulai belajar menemukan notasi, chord, dasar dari proses kreatif menulis lagu sendiri.

Makanya sejak tahun 2016 ia sudah mencoba berlatih dan menjalankan apa yang dipelajarinya dan terciptalah sekitar 50 an lagu yang mayoritas berbahasa Inggris. Dari puluhan lagu tersebut, akhirnya ia meluncurkan 3 singlenya sepanjang tahun 2020 yakni ‘The Way’, ‘Cheap Wine’ dan ‘Another Fake Love’ yang bergenre kekinian seperti Pop, Soul dan RnB.

Adinda Vidya IhsanAdinda Vidya tengah menembangkan 'Another Fake Love' (Ihsan)

“Menulis lagu dalam Bahasa Inggris menurut saya jauh lebih lebih simple, berbeda dengan penulisan lagu dalam Bahasa Indonesia,” aku Dinda.

Ia juga menceritakan usahanya dalam menyiapkan karyanya, “Kos-kosan pasti ramai banget jika di siang hari. Jadi saya mulai take rekaman mesti malam jam 12 malam sampai sebelum azan subuh,” akunya sambil tertawa.

Selanjutnya selain membuat single, ia juga membuat aransemen musik, syair, rekaman dan planning pembuatan video klip yang dilakoni sendiri. “Semua pendukung rekaman, aransemen musik, song writer saya kerjakan sendiri, tapi untuk gitar dan sutradara video klip dibantu teman”, ujarnya melengkapi.

Seperti yang disampaikannya langsung pada JourneyofIndonesia seusai program Cakap Cakap Bens Leo, bahwa dirinya termasuk pribadi yang menginginkan semua berjalan sesuai rencana yang dipikirkannya.

Bersama sang Buna dan Bens Leo IhsanBersama sang Bunda dan Bens Leo (Ihsan)

“Saya ingin semuanya terjadwal dengan matang. Pokoknya untuk penggarapan produksi kreatif dari sebuah lagu sampai kelarnya video musik yaa maksimal 2 bulan. Saya selalu terapkan 2 rencana, jika plan A gagal, saya bisa beralih ke plan B. Ini juga untuk menekan budget,” ungkapnya.

Secara sadar Dinda juga mengaku bahwa dirinya tidak mungkin menggarap semuanya seperti saat ini untuk kedepannya. Pasti ia percayakan kepada pihak yang dipercayanya. "Yang jelas pengalaman ini menjadikan saya lebih mengerti dan paham sebuah produksi, jadi mungkin lebih bisa efesien," unggahnya.

Dalam melakoni rekaman Dinda dibantu gitaris Alif Andryanto, sedangkan pembuatan video musik ‘The Way’ didirect Yuda Mahesa. Lalu klip kedua oleh sutradara Benedicta Erlica. Sedang ‘Another Fake Love’ disutradarai Alexander Carrel dan Sella Yolanda sebagai modelnya.

Bagi yang penasaran ingin mengetahui seberapa jago dan kreatif karyanya dapat mantengin platform Spotify, iTunes, Langit Musik dan lainnya, atau official YouTube-nya Adinda Vidya./ JOURNEY OF INDONESIA

Dycal Siahaan atau yang akrab disapa Dycal, adalah seorang Rapper sekaligus YouTuber yang sedang digandrungi anak muda jaman sekarang. Pria berdarah Batak ini sebenarnya sudah memulai karirnya melalui komunitas Rap bernama Zero One. Bukan hanya bisa Rap, Dycal memang memiliki kemampuan bernyanyi yang bagus dan memiliki bakat terpendam yaitu dance.

Memilih jalur musik Rap, Hip Hop dan R&B, Dycal terbilang sebagai musisi yang aktif dalam membuat karya-karyanya sendiri ataupun membuat cover lagu-lagu yang sudah hits dan kemudian mengunggahnya di akun Youtube-nya. Beberapa karya Dycal di YouTube bahkan sudah ditonton hingga jutaan viewers seperti pada lagu 'Apa lo liat - liat', 'Independent Girl', 'Mengalah' dan 'Domikado'.

Kini Dycal merilis single terbarunya yang berjudul 'Gue Udah Muak' dibawah naungan label rekaman Indosemar Records. Lagu yang diciptakan dan diaransemen musiknya oleh Dycal sendiri ini, bercerita tentang perasaan seseorang yang sudah muak diselingkuhi oleh pasangannya. Rupanya kisah di lagu ini dibuat berdasarkan pengalaman pribadi Dycal sendiri, yang pernah memiliki hubungan yang kandas akibat perselingkuhan.

“Lagu ini menceritakan tentang salah satu pengalaman hidup gue, mungkin orang-orang diluar sana ada yang mengalami pernah yang gue rasakan, ketika gue selalu memberikan toleransi ke pasangan gue yang selalu ketahuan selingkuh. Bilangnya cuma teman, enggak ada apa-apa tapi gue selalu gap-in dia sama cowok lain dan gue selalu maafin dia. Ini kayak ungkapan isi hati gue yang bener-bener muak banget karena udah kasih toleransi setinggi itu tapi masih dianggap sepele. Gue berusaha mendewasakan diri dalam hal ini, tapi kayaknya yang dikasih kesempatan enggak dewasa-dewasa nih. Kayak gue udah tulus sama loe, kenapa loe kok kayak gini”, ungkap Dycal soal isi lagunya ini.

Dalam pembuatan lagu ini, Dycal menemukan sedikit kendala dalam pengerjaan musiknya. Dycal sempat kesulitan menentukan aransemen yang cocok untuk lagu ini. Sampai akhirnya Dycal melakukan diskusi panjang dengan pihak label rekaman, untuk menentukan lagu ini mau dikemas seperti apa.

Dycall IstDycal (Ist)

“Proses rekamannya seru banget lah pokoknya. Lagu ini hampir 3 kali ganti musik, gue bingung aja gitu mau diapain musiknya. Padahal lagu ini udah cukup lama gue buat, kalau enggak salah dari bulan Februari 2020 ini. Sampai gue ketemu dengan Lordy, keyboardis D’Masiv, dapatlah itu pattern drumnya dibuat Lo-Fi. Lalu pianonya dibuat sedikit Reggae, bukan pake gitar yah dan ternyata asyik. Lalu gue kasih denger ke pihak label dan mereka suka. Akhirnya kita memutuskan buat musiknya yang simple aja supaya orang-orang bisa sing along waktu dengerin lagu ini”, tutur Dycal.

Dycal merasa lagu ini terasa berbeda dari lagu-lagu yang dibuatnya sebelumnya. Karenanya lagu ini dipilihnya sebagai single terbarunya. “Dari segi musiknya, gue gak pernah bikin musik kayak gini sebelumnya. Biasanya gue kan bikin lagu yang R&B banget, atau Hip-Hop banget, yah bisa dibilang yang sweet gitu deh. Atau ada beat-beat yang club banger gitu, pokoknya yang biasa kita denger deh kayak seperti di lagu-lagu Chris Brown atau Usher. Nah di lagu ini, memang ambience-nya dibuat lebih ke santai. Marah sebenernya tapi santai, boleh muak tapi enggak yang harus marah-marah”, ucap Dycal.

Secara lirik, lagu ini ditulis Dycal dengan lirik-lirik yang mewakili anak muda jaman sekarang, bisa dilihat dari penggunaan kata-katanya yang cukup nyeleneh. “Lagu ini liriknya mudah di ingat, walau ada kata-kata yang nyeleneh, tapi asyik lah buat didengerin. Semoga sih banyak yang suka dan bisa menikmati lagu ini. Kita buat sih yang clean version-nya, jadi enggak ada kata-kata yang kasar gitu. Tapi juga kita buat versi yang sesuai dengan yang gue pengenin. Dan gue pengen nanti ada versi dance-nya juga sih, tapi nanti kita liat lah gimana jadinya”, tutup Dycal./ JOURNEY OF INDONESIA

White Shoes & The Couples Company (WSATCC), pop sekstet asal Jakarta yang digawangi oleh Aprilia Apsari (vocals), Yusmario Farabi (acoustic guitar, electric guitar, backing vocal), Saleh Husein (electric guitar, backing vocal), Ricky Virgana (bass, cello, synthesizer, backing vocal), Aprimela Prawidiyanti (keyboards, synthesizer, viola, backing vocal), John Navid (drums, vibes) akan merilis single terbaru yang berjudul “Irama Cita”

Seperti judul diatas, format peluncuran single yang mereka pilih adalah lewat vinyl 10 inci pada Kamis, 3 Desember 2020 hari ini. Sebelumnya lagu ini telah diperdengarkan melalui acara pemutaran serentak di 20 stasiun radio di berbagai kota di Indonesia pada 6 November 2020 yang lalu.

Single “Irama Cita” diproduksi oleh Anukara Records dalam format vinyl sebanyak 300 keping, dan mulai diedarkan per 3 Desember 2020. Lagu ini ditulis dan diaransemen oleh Ricky Virgana (bassist WSATCC), dengan bantuan sahabat lama WSATCC di masa kuliah, komposer Zaboo Donalt Warere, yang mengerjakan string arrangement.

Zaboo Donalt turut pula membantu pengerjaan komposisi string dan brass section pada album mini WSATCC “Skenario Masa Muda”(2008) dalam lagu “Roman Ketiga”, dan pada album kedua WSATCC “Album Vakansi”(2010) dalam lagu “Kampus Kemarau” dan “Masa Remadja”. Sedangkan lirik lagu “Irama Cita” ditulis oleh Aprilia Apsari.

Vinyl Irama Cita John NavidVinyl Irama Cita (John Navid)

'Irama Cita' direkam di Syaelendra Studio (Jakarta) dan Vakansi STUDIO (Jakarta) pada 2019. Produser rekaman lagu ini adalah Aradea “Dea” Barandana, WSATCC, dan Indra Ameng. Pada 2012, Aradea Barandana juga bertindak sebagai produser rekaman bersama David Tarigan untuk album mini WSATCC “Menyanyikan Lagu2 Daerah” yang direkam di Lokananta Studio, Solo.

Single terbaru mereka ini menjadi karya pertama dari album terbaru WSATCC berjudul “2020”, yang akan diedarkan dalam format cd oleh Demajors pada pertengahan Desember 2020 nanti / JOURNEY OF INDONESIA

Walau masih belia usia, gadis bernama lengkap Amindana Chinika yang lahir di Jakarta, 17 Juni 2002 baru saja melepas single perdananya berngaran 'Dua Centang Biru'. Aminda sendiri telah jatuh cinta dengan musik sejak masih kecil. Ia pun mengeksplorasi ketertarikannya pada nada dengan mempelajari beberapa instrumen, seperti piano, hingga gitar yang sampai saat ini masih ditekuninya.

Lagu bernafaskan cinta ini digarap khusus oleh Yovie Widianto sebagai single perdana Aminda sekaligus debutnya di dunia tarik suara. Isinya sendiri mengangkat metafora cinta sepihak yang sering dialami oleh orang kebanyakan. Makin mengena karena cerita dikemas dalam kisah sederhana tentang pesan yang terbaca namun tak berbalas.

Efek galau akibat notifikasi dua centang biru pada percakapan di chat app yang menandakan pesan sudah terbaca oleh penerimanya, namun tak kunjung terkirim balasan untuk si pengirim. Tindakan tak membalas pesan atau tiba-tiba memutus komunikasi tanpa penjelasan ini pun biasa dikenal dengan istilah ‘ghosting’.

“Aku sih bener-bener bisa relate banget sama cerita lagunya karena aku juga pernah ngalamin dan aku yakin banyak orang juga pernah ngalamin hal yang sama. Makanya pas proses workshop dan recording single ini aku di arahin sama mas Yovie untuk ngeluarin reaksi yang apa adanya. Cara menjiwai lagunya itu ya harus tulus aja, gak perlu berlebihan,” jelas Aminda saat menceritakan tentang proses pembuatan single tersebut.

Aminda2 IstAminda (Ist)

Dan ketulusan dalam karakter vokalnya itu jugalah yang mempertemukannya dengan Yovie Widianto dan mempercayakannya dengan sebuah lagu berjudul “Dua Centang Biru” tersebut

“Kehidupan remaja itu memang penuh warna, nah Aminda itu seorang storyteller yang punya banyak cerita indah dalam pengalaman hidupnya sebagai remaja dan suara vokalnya yang sederhana nan merdu mampu membawakan cerita-cerita itu dengan tulus sampai ke hati,” ungkap Yovie Widianto saat menjawab kesannya terhadap artis baru yang ia produseri itu.

Single perdana Aminda 'Dua Centang Biru' resmi rilis Jumat, 27 November 2020 dan dapat didengarkan di platform musik digital seperti Spotify, Apple Music, Joox, Deezer, dan YouTube Music. Video klip serta video lirik single ini juga sudah tayang di official YouTube channel Aminda./ JOURNEY OF INDONESIA

Sejak pertama kali kemunculannya di dunia entertainment nama Ayuenstar langsung mencuri perhatian. Dirinya lebih dulu dikenal dengan nama Ayu Idol yang sejak merilis single perdananya yang berjudul 'Terbaik Untukmu' pada tahun 2019 lalu, sudah melepas nama Idol dibelakang namanya dan mengubah nama panggungnya menjadi Ayuenstar.

Perempuan cantik berhijab yang memiliki nama lengkap Ayu Putri Sundari ini memang sangat mencuri perhatian masyarakat Indonesia karena memiliki gaya 'swag' yang khas serta kualitas vokal yang luar biasa namun dengan cara bernyanyi yang sangat fun. Saat itu Ayuenstar berhasil masuk sampai di Top 4 Indonesian Idol 2018.

Kecintaan Ayuenstar terhadap musik rupanya dimulai saat dirinya masih kecil. Diawali dengan mengenal alat musik Keyboard, Ayuenstar kecil belajar vokal saat masih kelas 3 SD dan mengikuti banyak lomba menyanyi, hingga membawanya ke ajang bergengsi Indonesian Idol. Ayuenstar juga kerap membuat video cover lagu-lagu hits di akun YouTube-nya.

“Dari dulu aku udah ikut banyak ajang pencarian bakat. Aku emang senang nyanyi sih dari kecil, senang aja gitu ditonton banyak orang dan diberi tepuk tangan sama yang nonton”, ucap Ayuenstar soal kesukaannya pada dunia tarik suara.

Pada tahun 2020 ini, Ayuenstar kembali merilis karya terbarunya. Kali ini sebuah lagu yang diciptakannya sendiri berjudul 'Swagger' dipilih menjadi single ke-2. Lagu ini ternyata dibuat Ayuenstar berdasarkan pengalaman hidupnya sendiri dan banyak pesan yang ingin ia sampaikan di lagu ini.

“Lagu ini lebih kayak perjalanan hidup aku sih. Disini aku sedikit cerita tentang masa lalu aku yang dulu pernah jadi korban Bullying. Walaupun begitu, aku bukan orang yang gampang menyerah atau minder. Justru karena adanya kejadian itu, aku jadi pengen nunjukin ke mereka yang dulu lihat aku ‘nothing’ tapi sekarang aku bisa jadi ‘something’," aku Ayu.

Ayuenstar2 IstLewat sentuhan Hip-Hop, RnB dan Reggae, Ayuenstar hadirkan 'Swagger' (Ist)

Ia juga melanjutkan bahwa di dalam lagu ini ia menceritakan kalau dirinya memang tidak terlalu punya banyak teman, selain musik. "Dulu setiap hari pas pulang sekolah atau kuliah, aku pasti langsung pegang keyboard dan nyanyi. Bener-bener aku banyak menghabiskan waktu di depan keyboard dan menyanyi deh pokoknya”, ungkap Ayuenstar tentang alasannya menulis lagu ini.

Lagu yang hadir dengan genre Hip-Hop, RnB dengan sedikit sentuhan Reggae ini adalah karya orisinil dan mandiri dari seorang Ayuenstar. Bagaimana tidak, bukan hanya menulis lagu ini sendiri, Ayuenstar juga membuat konsep besar dan aransemen musik sendiriuntuk lagu ini, dibantu oleh rekannya sesama musisi yaitu Gunz dan Arsyih Idrak.

“Disini aku bener-bener bikin liriknya, bikin notasinya sendiri, sampai aku yang kasih ide-ide instrumen apa aja yang mau dimasukin di lagu ini. Aku juga yang buat aransemen musiknya. Demo kasarnya udah aku buat sendiri lalu diperindah oleh temanku yaitu Gunz dan Arsyih Idrak. Kalo kendala selama proses pembuatan lagu ini mungkin pada komunikasi yah, karena Kak Arsyih tinggal di Manado jadi kita banyak revisi via WA. Ada ide lagu langsung kita komunikasikan aja sih, terus kita saling kirim revisi materi lagunya lewat WA aja”, kata Ayuenstar.

“Dari segi lirik, sebenernya disini aku juga pengen kasih power ke orang-orang untuk bisa melakukan apa saja yang positif buat diri mereka, misalnya kayak aku kan berhijab, aku pengen nunjukin bahwa kita yang berhijab bisa kok buat karya apa aja, bisa buat sesuatu atau jadi sesuatu untuk orang lain”, tambah Ayuenstar.

Secara gamblang Ayu menyatakan cukup puas dengan karyanya ini. Baginya banyak hal dan perjuangan yang ia lalui sampai bisa membuat karya orisinil buatannya sendiri. Tentunya Ayuenstar berharap karyanya ini bisa diterima oleh para pencinta musik Indonesia./ JOURNEY OF INDONESIA

Page 1 of 2