Thursday, March 12, 2026
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
Banner Iklan
  • Home
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
    “Legacy on the Move”, Menier Cognac Resmi Debut Siap Bawa Warisan Eaux-de-Vie Prancis ke Palate Modern Indonesia

    “Legacy on the Move”, Menier Cognac Resmi Debut Siap Bawa Warisan Eaux-de-Vie Prancis ke Palate Modern Indonesia

    danau kelimutu

    7 Tempat Wisata Terunik di Indonesia yang Bikin Kamu Tak Percaya Sebelum Melihat Sendiri!

    Semangat Generasi Muda Lestarikan Aksara Batak Lewat Parsiajaran Marsurat Batak

    Semangat Generasi Muda Lestarikan Aksara Batak Lewat Parsiajaran Marsurat Batak

    Festival Budaya Lembah Baliem 2025, Jayawijaya Kembali Tampilkan Warisan Leluhur ke Pentas Dunia

    Festival Budaya Lembah Baliem 2025, Jayawijaya Kembali Tampilkan Warisan Leluhur ke Pentas Dunia

    AirAsia MOVE Dorong Wisata Budaya Dayung Indonesia ke Kancah Dunia

    AirAsia MOVE Dorong Wisata Budaya Dayung Indonesia ke Kancah Dunia

    Pohon Mandala di Borobudur: Simbol Kesadaran Semesta yang Mengakar dalam Spiritualitas Nusantara

    Pohon Mandala di Borobudur: Simbol Kesadaran Semesta yang Mengakar dalam Spiritualitas Nusantara

  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile
No Result
View All Result
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
  • Home
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
    “Legacy on the Move”, Menier Cognac Resmi Debut Siap Bawa Warisan Eaux-de-Vie Prancis ke Palate Modern Indonesia

    “Legacy on the Move”, Menier Cognac Resmi Debut Siap Bawa Warisan Eaux-de-Vie Prancis ke Palate Modern Indonesia

    danau kelimutu

    7 Tempat Wisata Terunik di Indonesia yang Bikin Kamu Tak Percaya Sebelum Melihat Sendiri!

    Semangat Generasi Muda Lestarikan Aksara Batak Lewat Parsiajaran Marsurat Batak

    Semangat Generasi Muda Lestarikan Aksara Batak Lewat Parsiajaran Marsurat Batak

    Festival Budaya Lembah Baliem 2025, Jayawijaya Kembali Tampilkan Warisan Leluhur ke Pentas Dunia

    Festival Budaya Lembah Baliem 2025, Jayawijaya Kembali Tampilkan Warisan Leluhur ke Pentas Dunia

    AirAsia MOVE Dorong Wisata Budaya Dayung Indonesia ke Kancah Dunia

    AirAsia MOVE Dorong Wisata Budaya Dayung Indonesia ke Kancah Dunia

    Pohon Mandala di Borobudur: Simbol Kesadaran Semesta yang Mengakar dalam Spiritualitas Nusantara

    Pohon Mandala di Borobudur: Simbol Kesadaran Semesta yang Mengakar dalam Spiritualitas Nusantara

  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile
No Result
View All Result
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
No Result
View All Result

Menikmati Candaan Jazznya, Yongkie Vincent

by Redaksi
24/01/2026
Reading Time: 4 mins read
Menikmati Candaan Jazznya, Yongkie Vincent

Yongkie Vincent (Gideon Momongan)

Share on FacebookShare on Twitter

Sebuah catatan pinggir dari Gideon Momongan….

JAKARTA – Ada spesial dibuatkan sebuah “playground”. Very special. Tempatnya di Jaz-Lounge di Lantai 3 Deheng House Kemang. Memang sih, bukan untuk umum. Namanya juga very special, ya khusus untuk seseoranglah. Ia pianis muda. Yang senang sekali tersenyum ke semua orang. Yongkie Vincent namanya.

Senyumnya yang tulus, pasti disambut orang-orang yang diberikannya senyum. Dan penontonpun bakal melemparkan senyum lebar, tulus ikhlas, kalau menonton dan menyimak permainan pianonya. Yongkie Vincent gettoooo looooh!

Baca juga :

Menjawab Penantian Panjang, Kawasaki KLE500 Resmi Mengaspal di Indonesia

Rayakan 21 tahun, Java Jazz Festival 2026 pindah ke NICE PIK 2

Menjelajah Jauh dengan Senyap, Mudik Nyaman Bersama Mobil Listrik Changan

Taman Bermain! Well, demikianlah adanya. Ada sebuah grand piano elektrik sebagai alat permainan. Dan “tersedia” (eh lebih tepatnya disetujuilah ya…) beberapa temannya yang akan menemaninya bercengkrama, berlarian, bercandaan, usil-usilan. Ada Giovanny Gerry (drums), lalu pada acoustic nylon guitar ada Thomas Budi Handoyo, Bassist dihadirkan Sheila Permatasaka. Hadir pula Shaku Rasjidi pada perkusi dan masih ditambah vokalis, manis suara dan wajahnya, Olive Latuputty.

Maka yang terjadi adalah, Yongkie memang bermain-main. Jazz dan piano menjadi mediumnya untuk mengajak penonton, sekaligus penyimak musik sajiannya, untuk turut bermain. Paling tidak, sila menikmati candaan demi candaan Yongkie lewat permainan pianonya. Ah, dia usil betul!

Olive Latuputty (Gideon Momongan)

Sesekali jangan kaget saja, usilnya agak “kelewatan”! Dikarenakan dengan sangat enteng, Santai, relaxnya Yongkie bisa menari-narikan jari-jemarinya dengan sangat sangat bebasnya. Maka tetiba ia bisa memainkan secara medley, dan spontan uhuuuyyy lah, lagu-lagunya David Foster! Itu tanpa rencana alias ga pakai skenario.

Bebas banget. Kan jazz? Yongkie yang pengagum permainan pianonya almarhum Elfa Secioria ini, melihat dan merasakan jazz memang sebagai medianya untuk berekspresi seni musik. Ah kira-kira begitulah adanya. Dan yang seru, ketika ia mengajak penonton untuk mencoba jammin’s dengannya sebagai penyanyi. Saat itulah, sang penyanyi bak diajaknya bermain….roller-coaster.

Eng ing eng! Intronya mah tenang, amanlah. Pastinya, “sang penyanyi” akan santai berekspresi. Mengeluarkan kemampuannya. Leluasa pula meliuk-likukkan suaranya, biar jazz dan terlihat “sangat jazz”. Ga kalah dong dengan permainan piano Yongkie. Kudu ya?

Tapi lewati intronya yang “relatif nyaman” bagi si penyanyi, pada phase berikutnya ni die cuy! Berabe. Harus pandai-pandai ikut menyelaraskan rasa, hati, pancaindera, pendengaran ah pokoknya begitulah deh. Apa deh, maksudnya? Yongkie bermain begitu bebas dan lepasnya. Ia begitu asyik. Asyik dan…liar euy! Sarat dengan unsur-unsur surprising. Sudahlah, si penyanyi itu, siapapun dia, kudu menajamkan rasa dan memantapkan indera pendengarannya. Well, sort of feels so good lah begitu.

Tapi tidak berarti Yongkie ingin “mencelakai” si penyanyi. Tidak begitu. Bukan dong. Yang jelas, Yongkie akan memberikan pengalaman “spiritual” baru dalam menyanyi, kepada setiap penyanyi yang tampil dengannya.

Thomas Budi Handoyo (Gideon Momongan)

Yongkie sih sebenarnya ya, hanya mengajak si penyanyi untuk ekstra hati-hati. Kalau ditonton baik-baik, disimak. Seolah-olah seperti Yongkie melempar tanya pada sang penyanyi, “Hola, are you jazz singer? Are you jazz enough? Come on, let’s jazz…” Dan ia menatap si penyanyi, kadang cukup meliriknya lalu melihat para penonton di depannya. Begitu terus. Jari-jarinya terus menari-nanri di atas tuts. Alhasil, penyanyinya terjun bebas?

Ga lah. Tidak begitu. Tanyakan pada Restu Fortuna dan habib Hasyim Arsal Alhabsyi, yang memberanikan diri secara spontan ikut tampil ke atas panggung. Restu adalah jazz luar dalem, jam terbang ekstra tinggipun begitulah citranya bagi sebagian orang yang kebetulan mengenalnya.

Sementara pada kenyataannya, Restu jauh lebih banyak mengenal orang-orang, ia terlihat dekat en familiar apalagi dengan “tokoh-tokoh masyarakat”. Ya kira-kira begitulah seorang Restu nan Fortuna. Seorang penyanyi baik dan bagus sekian lama….

Nah gini ya, saat bersama Yongkie Vincent, Restu seperti “dituntun” seorang Yongkie yang jauh lebih muda usianya, mengamati dan menyimak sosok Al Jarreau pada sisi atau perspektif lebih luas dan lebar. Kebetulan Restu memang mengidolai betul Al Jarreau, dimana pada setiap candaannya acapkali diselipkannya, “Suara Al Jarreau sulit saya samai atau tiru, tapi warna kulitnya kan bisa saja…”.

Maka bagi yang mengenal Restu, malam itu kita akan merasakan penampilan “berbeda” dari Restu. Baguslah juga, so pasti! Demikianlah halnya juga dengan Habib Hasyim, yang tentunya mengalami semacam pengalaman “rohani” baru dan berbeda saat ia menyanyi diiringi Yongkie. Tidurnya bisa lebih nyenyak kan ya?

Yongkie Vincent sangat mengagumi permainan piano almarhum Elfa Secioria (Gideon Momongan)

Well, ditangan Yongkie Vincent. Dengan cara khas dan uniknya memimpin bandnya, lagu-lagu populer tertentu ambil contoh, “Greatest Love of All” atau “Through the Fire” misal ya. Sampai pada lagu tradisional “Paris Berantai”, “Anging Mamiri”. Atau lagu “Juwita Malam” deh misalnya. Bunyinya berbeda betul, dengan yang disajikan musisi lainnya.

Yongkie juga sempat secara khusus memanggil Yoesrie Madjid. Ia menyebutnya salah satu pianis yang dihormatinya, salah satu gurunya. Maka Yoesrie pun maju, menggantikan Yongkie sebagai pianis. Suasana jadi makin variative tentunya.

Suguhan canda-gurau dan berbagai bentuk keusilan seorang Yongkie menjadi sajian yang menyegarkan di malam itu. Yongkie kelahiran 19 Agustus 1993 di Jakarta, mengaku belajar piano sejak usia balita. Well, bakatnya emang khusus juga anak muda ini. Dia sungguh extra-ordinary pianist. Sehat selalu dan selalu nge-jazz, Yongkie!…. / JOURNEY OF INDONESIA | *dM

Tags: Deheng HouseJaz-LoungeJazzJourney of IndonesiaKemangMusikNewsRestu FortunaYoungkie Vincent
Share114Tweet71

Related Posts

Rayakan 21 tahun, Java Jazz Festival 2026 pindah ke NICE PIK 2
Music

Rayakan 21 tahun, Java Jazz Festival 2026 pindah ke NICE PIK 2

12/03/2026
Billkiss Rilis ‘Layar Hati’, Potret Fenomena Cinta dari Media Sosial
Music

Billkiss Rilis ‘Layar Hati’, Potret Fenomena Cinta dari Media Sosial

08/03/2026
Ikhtiar Cita Svara Indonesia, Hadir untuk Memperkokoh Kekuatan Kolektif Musik Nasional
Music

Ikhtiar Cita Svara Indonesia, Hadir untuk Memperkokoh Kekuatan Kolektif Musik Nasional

06/03/2026
Dari Ruang Redaksi ke Lantai Dansa, Langkah Berani Kintan Lewat Single ‘Lets Dance’
Music

Dari Ruang Redaksi ke Lantai Dansa, Langkah Berani Kintan Lewat Single ‘Lets Dance’

02/03/2026
‘Mamae’, Surat Cinta Nowela Mikhelia untuk Tanah Papua yang Tak Pernah Padam
Music

‘Mamae’, Surat Cinta Nowela Mikhelia untuk Tanah Papua yang Tak Pernah Padam

02/03/2026
Next Post
Strategi Ekonomi di Ambang Pensiun, Mengapa Kendaraan Listrik Menjadi Pilihan Realistis?

Strategi Ekonomi di Ambang Pensiun, Mengapa Kendaraan Listrik Menjadi Pilihan Realistis?

ADVERTISEMENT

Recomended

Menjawab Penantian Panjang, Kawasaki KLE500 Resmi Mengaspal di Indonesia
Automotive

Menjawab Penantian Panjang, Kawasaki KLE500 Resmi Mengaspal di Indonesia

12/03/2026
Rayakan 21 tahun, Java Jazz Festival 2026 pindah ke NICE PIK 2
Music

Rayakan 21 tahun, Java Jazz Festival 2026 pindah ke NICE PIK 2

12/03/2026
Menjelajah Jauh dengan Senyap, Mudik Nyaman Bersama Mobil Listrik Changan
Automotive

Menjelajah Jauh dengan Senyap, Mudik Nyaman Bersama Mobil Listrik Changan

12/03/2026
Filantropi Kreatif di Jakarta Selatan, THE 1O1 Jakarta Sedayu Darmawangsa Gelar “Ramadan Truly Care”
Hotels

Filantropi Kreatif di Jakarta Selatan, THE 1O1 Jakarta Sedayu Darmawangsa Gelar “Ramadan Truly Care”

11/03/2026
Sasa Santan Pecahkan Rekor MURI, Sajikan 1.447 Porsi Opor Ayam Serentak di BSD
News

Sasa Santan Pecahkan Rekor MURI, Sajikan 1.447 Porsi Opor Ayam Serentak di BSD

11/03/2026
Menjamin Kenyamanan Mudik 2026, MG Siapkan Layanan Purna Jual Spesial bagi Pelanggan
Automotive

Menjamin Kenyamanan Mudik 2026, MG Siapkan Layanan Purna Jual Spesial bagi Pelanggan

10/03/2026
Journey of Indonesia

Journey of Indonesia is a popular online newsportal and going source for technical and digital content for its influential audience around the globe. You can reach us via email.


journeyofid@gmail.com

  • Journey of Indonesia
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Editorial
  • Kontak

© 2024 Journey of Indonesia.

No Result
View All Result
  • Journey of Indonesia
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile

© 2024 Journey of Indonesia.