Refleksi Beethoven Melalui Konser "The Mighty Fifths" oleh Jonathan Kuo

By Yulia February 02, 2020 116
Refleksi Beethoven Melalui Konser "The Mighty Fifths" oleh Jonathan Kuo Konser Jakarta Sinfonietta, Jonathan Kuo (Yulia)

Pianis muda berbakat, Jonathan Kuo kembali menampilkan keahliannya melalui nada-nada klasik karya komposer Ludwig van Beethoven. Dentingan piano yang dimainkan Jonathan Kuo diiringi 45 musisi yang tergabung dalam satu orkestra ini seakan merefleksikan permainan musik dari sosok idolanya ini.

"Saya sudah berlatih sejak bulan Juli lalu, senang banget bisa menyajikan karya dari salah satu maestro di dunia. Beethoven adalah konserto yang paling terkenal dan paling asyik karya-karyanya," ujar pianis yang mendapat gelar Young Steinway Artist ini di Aula Simfonia Jakarta, pada Sabtu (1/2/2020).

Konser resital yang bertajuk "Jakarta Sinfonietta: The Mighty Fifths" kali ini, putra pasangan Linda Kartasasmita dan John Kuo ini membawakan 3 buah lagu karya komponis asal Jerman, Beethoven. Seperti, Allegro, Adagio un poco mosso, dan Rondo: Allegro yang dibawakan Jonathan Kuo lewat Piano Concerto No. 5 in E-flatMajor, Op. 73.

Konser dibuka sejak pukul 19:30 WIB, para penonton yang sebagian besar pecinta musik klasik terlihat memadati area kursi penonton. Lagu pembuka, Indonesia Raya yang dibawakan oleh konduktor Iswargia R. Sudarno,terdengar megah dan dilanjutkan dengan Overture to "Egmont", Op. 84.

Iswargia R.Sudarno dan Jonathan Kuo YuliaIswargia R.Sudarno dan Jonathan Kuo (Yulia)

Tema yang ditampilkan pada program resital konser kali adalah bagian dari rangkaian konser Siklus Simfoni Beethoven 2019-2020 yang sekaligus memperingati 250 tahun kelahiran Beethoven tahun ini. The Mighty Fifths juga merupakan perayaan 5 tahun berdirinya Jakarta Sinfonietta, yang didirikan dan dipimpin oleh Iswargia R. Sudarno.

"Perasaan saya senang banget dibawah bimbingan konduktor yang hebat. Programnya juga special dan tantangannya juga sangat besar karena bermain dengan orkestra yang presurenya sangat menyenangkan buat saya," beber Jonathan Kuo.

Konser yang berlangsung selama 1 jam 45 menit ini merupakan bagian dari tonggak sejarah baru dalam dunia musik klasik. Dan Jonathan Kuo, pianis yang baru berusia 17 tahun ini berhasil merefleksikan karya sang maestro dengan penampilan yang gemilang. Mengenakan jas lengkap berwarna hitam, Jonathan yang sangat lega mengungkapkannya dengan satu lompatan gembira dihadapan ratusan penonton yang memadati arena Jakarta Simfonia pada Sabtu malam.

Musik Beethoven yang menggambarkan semangat ini mengandung pembuka yang dramatis dan penutup yang penuh dengan kemenangan, maka tak heran jika setelah penampilan Jonathan Kuo di atas panggung penonton pun memberi tepuk tangan yang meriah.

Jonathan Kuo di saat sebelum konser Jakarta Sinfonietta YuliaJonathan Kuo di saat sebelum konser Jakarta Sinfonietta (Yulia)

Banyak dari penonton yang sebagian besar remaja ini, berdiri untuk memberikan applause atas penampilan Jonathan Kuo pada malam itu. Hal ini membuktikan jika Jonathan telah membawa inspirasi baru bagi remaja milenial yang semakin banyak tertarik dengan musik klasik.

Iswargia R Sudarno juga mengakui jika saat ini perkembangan musik klasik sudah semakin menggairahkan dibanding tahun-tahun sebelumnya. "Perkembangannya pun semakin bagus, banyak anak muda yang makin tertarik untuk belajar musik klasik setelah melihat Jonathan perform," katanya saat ditemui sebelum konser berlangsung.

Kedepannya, Jonathan juga kembali akan menjalani program untuk melakukan konser kembali dengan bermain bersama dengan dua musisi dari luar negeri dengan konsep trio. "Yang pasti akan ada konser di bulan Maret 2020. Saya akan bermain trio dengan pianis yang hebat dilanjutkan touring keliling Indonesia. Saya suka sekali karena dengan bertiga bisa ada borned dengan orang lain dan ada keasyikan tersendiri," pungkas Jonathan.

Simfoni dari Beethoven yang melompat-lompat dan terkadang mengalun lembut ini merupakan mahakarya dari Beethoven yang merepresentasikan evolusi dari sang komponis selama hampir tiga dekade. Inovasi dari Beethoven yang tanpa batas inilah yang menjadi suatu media yang mewakili gagasan sosial, moral, ataupun ide-ide intelektual.

Selamat bagi Jonathan Kuo, ditunggu karya selanjutnya./JOURNEY OF INDONESIA