Bela Rasa dalam Music For Hope Benefit Concert

By Ibonk May 12, 2019 150
Bela Rasa dalam Music For Hope Benefit Concert Music For Hope Benefit Concert menampilkan Niccolo Ronchi (Ibonk)

Konser musik amal ”Music For Hope Benefit Concert” sukses ditampilkan di InterContinental Hotel Jakarta Pondok Indah pada Sabtu (11/05/19) kemarin malam. Menampilkan pianis kelas dunia asal Italia, Niccolo Ronchi yang berkolaborasi dengan Dhikapatrick & The Brothers.

Menurut Andhika Wardhani dari Arts Prima Foundation selaku penyelenggaraan konser amal ini menyatakan bahwa ini merupakan bentuk kepedulian sosial kemanusiaan, dalam rangka penggalangan dana yang akan disumbangkan ke Yayasan Kanker Indonesia (YKI), untuk Cancer Awareness.

“Hasil penggalangan dana dari pergelaran ini akan digunakan bagi pelayanan kemanusiaan. Didasari bela rasa semua pihak yang diekspresikan dalam karya musik,” tutur Andhika.

Selanjutnya dirinya juga menyampaikan rasa syukur dan bangga dapat menghadirkan Niccolo, seorang pianis kelas dunia yang terkenal dengan kecepatan dan kelincahannya memainkan jari tuts piano. “Niccolo itu adalah professor di bidang musik, khususnya musik klasik,” ujar Andhika.

The Brothers IbonkThe Brothers (Ibonk)

Kehadiran Niccolo, diharapkan dapat membangkitkan semangat bermusik dan empati bagi anak-anak Indonesia, khususnya pecinta musik. Karena menurutnya lewat berkesenian manusia mampu mengekspresikan rasa kemanusiaan cinta dan kasih sayang.

Didukung sejumlah institusi seperti Arts Prima International Music School, Art Papier, Kawai Piano, Samsara Ubud, dan beberapa lembaga lainnya, Music For Hope Benefit Concert dibuka dengan menampilkan beberapa talenta muda dari Arts Prima International Music School yang mempertontonkan kemahiran mereka dalam memahami musik klasik seperti Kayla lewat gitar klasik, lalu Alisya, Olive, Arini yang masing-masing menghadirkan komposisi klasik lewat permainan pianonya.

Sajian konser semakin terasa mewah tatkala hadir trio asal Palu, The Brothers yang pernah mewakili Indonesia di Semi Final 'Asia's Got Talent' 2010. Vokal terpuji dari bersaudara Jeilan, Victor, dan Harisbat ini cukup memukau siapapun yang menyaksikan konser tersebut. Beberapa nomor lagu seperti ‘Tears in Heaven’, ‘Somewhere’ dan beberapa nomor klasik lainnya mampu merepresentasikan kehandalan mereka.

Puncak konser kemarin dibawa dengan manis oleh Niccolo Ronchi. Dirinya yang cukup banyak menyerap kemegahan tradisi piano Rusia ini, pernah memenangkan kompetisi Piano Chopin di Roma, dan memulai karirnya sebagai pianis dunia. Menggelar konser di berbagai negara, antara lain, Italia, Jerman, Perancis, Inggris, Amerika Serikat, Rusia, China, Jepang, dan kini di Jakarta (Indonesia).

Andhika Wardhani IbonkAndhika Wardhani (Ibonk)

Ia sangat terampil, baik tampil sebagai solois ataupun dengan orkestra di lebih 200 resital dan concerto . Ia banyak mendapat pujian umum dan kritikus musik di berbagai negara.

Di bidang pendidikan pun, Niccolo Ronchi yang telah bermain piano sejak belia ini tamat dengan nilai tinggi, honours, distinction. Ia belajar dengan maestro Vincenzo Balzani, di Konservatori Giuseppe Verdi, di kota Milan. Lalu melanjutkan pendidikannya lewat maestro, Leonid Margarius (murid dari Regina Horowitz, saudari Vladimir H. yang cukup terkenal).

Terakhir secara cemerlang ia mendapatkan gelar Artist Diploma dari Akademi Nasional Santa Cecilia di Rome, di bawah asuhan maestro Benedetto Lupo.

Begitulah, konser intim untuk penggalangan dana ini Niccolo menghadirkan beberapa komposisi seperti ‘Moonlight Sonata’ dari Beethoven, ‘Nocturne in C #Minor’ dan ‘Revolutionary Etude’ karya Chopin, lalu ada ‘Turkish March’ kaya Mozart-Volodos serta karyanya sendiri berjudul ‘Lullaby’.

Pada akhir-akhir penampilannya bersama Andhika Wardhani, Niccolo Ronchi memainkan beberapa komposisi klasik lainnya yang cukup menghibur.

Niccolo Ronchi IbonkNiccolo Ronchi (Ibonk)

“Saya baru pertama kali ini hadir di Indonesia. Saya takjub dengan animo bermusik disini. Walau saya belum mengenal pianis-pianis terkemuka di negeri ini, tapi sudah dibikin kagum dengan talenta-talenta musisi klasik muda yang saya lihat khususnya di Arts Prima ini. Minat mereka terhadap musik klasik, saya lihat jauh melampaui eropa. Saya rasa ini merupakan investasi yang cukup baik untuk masa depan musik Indonesia, terutama talenta mudanya,” aku Niccolo saat menjawab pertanyaan awak media mengenai kesannya terhadap musisi tanah air.

“Beberapa hari ini saya sudah melakukan traveling kebeberapa kota di Indonesia seperti Batam, Medan, Surabaya, Pekan Baru. Saya pikir saya pasti akan sering berkunjung kesini lagi. I really love Indonesia. Bukan hanya makanan dan keramahan orang-orangnya, tapi bakat menjanjikan yang tersebar disini”, tutup Niccolo.

Selaku penyelenggara, Andhika Wardhani mengakui bahwa ini merupakan sajian pertama kali yang dilakukan oleh Arts Prima Foundation, dan sekaligus sebagai launching moment dari yayasan ini. Tahun ini mereka akan fokus pada kegiatan-kegiatan amal salah satunya untuk YKI.

“Next concert kami akan melakukan konser amal untuk anak-anak autis. Jadi semuanya sejalan, baik music school ataupun foundation nya. Secara garis besar show yang diadakan masih bersifat lite concert dengan tiket yang terjangkau. Pada dasarnya kami terus memperkenalkan musik klasik kepada kaum muda di tanah air, memberi inspirasi dan juga berdonasi,” tutupnya./ JOURNEY OF INDONESIA