"Instrumenta 2- Machine/Magic", Irisan Praktik Seni Media dan Fiksi Ilmiah

By Ismed Nompo October 25, 2019 252
"Instrumenta 2- Machine/Magic", Irisan Praktik Seni Media dan Fiksi Ilmiah Pengunjung yang menghadiri pembukaan pameran seni "Instrumenta 2- Machine/Magic" (Ibonk)

Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan festival seni media berskala Internasional bertajuk "Instrumenta 2: Machine/Magic" yang akan berlangsung 23 Oktober hingga 19 November 2019 di Gedung Galeri Nasional, Jakarta. "Tujuan utamanya untuk mengembangkan dan memajukan seni media, sehingga masyarakat luas dapat mengapresiasi perkembangan mutakhir seni media dalam konteks lokal maupun internasional," jelas Direktur Kesenian Restu Gunawan.

Restu menjelaskan festival tersebut menghadirkan pameran, ceramah, performa, diskusi, lokakarya, wicara seniman, dan tur kuratorial. "Festival Seni Media Internasional ini meramu irisan antara praktik seni media dan fiksi ilmiah salah satu wujud kehadiran negara untuk mendukung dan memfasilitasi para seniman media agar dapat memamerkan karyanya," ujar Restu.

"Festival Instrumenta ini juga memberikan wadah bagi berkembangnya ekosistem seni kontemporer Indonesia. Kegiatan ini juga sebagai ruang ekspresi dan presentasi karya bagi praktisi seni media sekaligus sebagai ruang interaksi dan apresiasi seni bagi masyarakat dalam upaya mengembangkan seni sebagai objek pemajuan kebudayaan yang telah diamanatkan dalam Undang-Undang No 5/2017," ujarnya.

Pameran seni Instrumenta 2 MachineMagic2 Ibonk

Ia menambahkan ajang ini sekaligus menjadi wadah para seniman untuk bertemu, saling bertukar informasi dan berinteraksi satu sama lain. Pameran turut menampilkan video performa seniman Australia, Stelarc yang dikenal melalui eksperimen-eksperimennya dengan tubuh. Pada 2006, misalnya, Stelarc mencangkok sel daun telinga manusia yang ditumbuhkan pada lengannya.

Festival seni yang resmi dibuka untuk publik mulai 23 Oktober ini, melibatkan setidaknya 28 seniman dan 7 berasal dari luar negeri. Mereka memajang karya-karyanya di Gedung A dan D, Gedung Galeri Nasional.

Kepala Seksi Pameran Dan Kemitraan Galeri Nasional Indonesia, Zamrud Setya Negara, mengatakan festival seni media bergengsi di Tanah Air itu menutup berbagai 'perayaan' yang ada di Galeri Nasional Indonesia. "Peristiwa festival ini melengkapi 'perayaan' sebelumnya sepanjang tahun ini," tutur Zamrud.

Sepanjang 2019, Galeri Nasional Indonesia telah menggelar Festival Seni Rupa Anak Indonesia dan Festival Sketsa Indonesia yang mendapat antusias dari publik. Kedua festival seni tersebut tak kalah populer dari eksibisi yang diselenggarakan di GNI. "Festival ini juga menutup perayaan di tahun 2019 sebelum akhir tahun. Instrumenta menjadi salah satu festival penting yang diselenggarakan sampai 19 November nanti," ungkap Zamrud.

Pameran seni Instrumenta 2 MachineMagic3 Ibonk

Sementara itu, salah satu karya Indonesia ialah instalasi kolaborasi Rega Rahman dan Bandu Darmawan yang berangkat dari riset mereka tentang Sudjana Kerton, pelukis yang secara terbuka mengaku pernah diculik alien. Dalam pameran itu, pengunjung juga akan disambut robot karya Dwiky KA yang dikendalikan balita jenius terinspirasi karakter novel "Getaran", karya pelopor fiksi ilmiah Indonesia Djoko Lelono.

Agung Hujatnikajennong, Direktur Artistik Instrumenta, mengatakan pergelaran ini ingin melihat irisan-irisan yang inheren dan niscaya antara seni media dengan fiksi ilmiah sebagai konsep maupun praktik. "Dengan mempersoalkan sains teknologi dan budaya yang dihasilkannya, karya-karya fiksi ilmiah maupun seni media memenuhi kebutuhan manusia untuk keluar melampaui kenyataan sehari-hari dan kesadaran normal melalui imajinasi menuju dunia penuh keajaiban, kebaruan, pesona sekaligus impian," tutur Agung./ JOURNEY OF INDONESIA