Wednesday, May 20, 2026
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
Banner Iklan
  • Home
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
    Hino Serahkan Bus Spesial PO Sima Perkasya di Jamnas Bismania

    Hino Serahkan Bus Spesial PO Sima Perkasya di Jamnas Bismania

    Sentuhan Magis ‘Tatah’ yang Menghidupkan Jiwa Kayu di Museum Nasional

    Sentuhan Magis ‘Tatah’ yang Menghidupkan Jiwa Kayu di Museum Nasional

    Membaca Pesan Sunyi dari Kaki-Kaki Tak Beralas di Seba Baduy 2026

    Membaca Pesan Sunyi dari Kaki-Kaki Tak Beralas di Seba Baduy 2026

    “Legacy on the Move”, Menier Cognac Resmi Debut Siap Bawa Warisan Eaux-de-Vie Prancis ke Palate Modern Indonesia

    “Legacy on the Move”, Menier Cognac Resmi Debut Siap Bawa Warisan Eaux-de-Vie Prancis ke Palate Modern Indonesia

    danau kelimutu

    7 Tempat Wisata Terunik di Indonesia yang Bikin Kamu Tak Percaya Sebelum Melihat Sendiri!

    Semangat Generasi Muda Lestarikan Aksara Batak Lewat Parsiajaran Marsurat Batak

    Semangat Generasi Muda Lestarikan Aksara Batak Lewat Parsiajaran Marsurat Batak

  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile
No Result
View All Result
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
  • Home
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
    Hino Serahkan Bus Spesial PO Sima Perkasya di Jamnas Bismania

    Hino Serahkan Bus Spesial PO Sima Perkasya di Jamnas Bismania

    Sentuhan Magis ‘Tatah’ yang Menghidupkan Jiwa Kayu di Museum Nasional

    Sentuhan Magis ‘Tatah’ yang Menghidupkan Jiwa Kayu di Museum Nasional

    Membaca Pesan Sunyi dari Kaki-Kaki Tak Beralas di Seba Baduy 2026

    Membaca Pesan Sunyi dari Kaki-Kaki Tak Beralas di Seba Baduy 2026

    “Legacy on the Move”, Menier Cognac Resmi Debut Siap Bawa Warisan Eaux-de-Vie Prancis ke Palate Modern Indonesia

    “Legacy on the Move”, Menier Cognac Resmi Debut Siap Bawa Warisan Eaux-de-Vie Prancis ke Palate Modern Indonesia

    danau kelimutu

    7 Tempat Wisata Terunik di Indonesia yang Bikin Kamu Tak Percaya Sebelum Melihat Sendiri!

    Semangat Generasi Muda Lestarikan Aksara Batak Lewat Parsiajaran Marsurat Batak

    Semangat Generasi Muda Lestarikan Aksara Batak Lewat Parsiajaran Marsurat Batak

  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile
No Result
View All Result
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
No Result
View All Result

“Berbicara Melalui Kain” GoetheHaus Hadirkan Seri Pameran Edisi Kedua Lusiana Limono

by eR Bee
15/11/2023
Reading Time: 3 mins read
“Berbicara Melalui Kain” GoetheHaus Hadirkan Seri Pameran Edisi Kedua Lusiana Limono
Share on FacebookShare on Twitter

Goethe-Institut Indonesia baru-baru ini menyelenggarakan pameran Serambi GoetheHaus edisi kedua bertajuk “Speaking Through Fabric”. Pameran ini menampilkan karya-karya seniman tekstil Lusiana Limono yang berasal dari Malang di mulai pada 11 November hingga 3 Desember 2023.

Kreasi Lusiana mengajak kita untuk mempertanyakan ide-ide yang sudah mapan dan mempertimbangkan kembali potensi tekstil dan kerajinan tangan dalam membentuk kesadaran kolektif kita.

Baca juga :

Batam dan Phu Quoc Jadi Buruan Libur Sekolah Keluarga Indonesia

Kolaborasi Happy Asmara dan Pokémon di Lagu Kopi Dangdut Versi Goyang Hepika

Preferred Hotels & Resorts Hadirkan Preferred Wellbein, Sebuah Layanan ‘Ketenangan Jiwa’ dan Umur Panjang

Lusiana mulai membuat karya-karya ini selama penelitian pascasarjana di Institut Seni Jakarta dari tahun 2019 hingga 2022, yang dikurasi oleh praktisi seni Christine Toelle. Pameran ini dibagi menjadi beberapa segmen dengan narasi yang dapat diuraikan melalui subtitle seperti ‘ Embroidering Space, Knitting Stories, Weaving Meaning, Binding Time.’Ungkapan-ungkapan ini mencerminkan semangat dan pengalaman hidup sang seniman.

“Berbicara Melalui Kain” bertindak sebagai katalisator untuk dialog, memicu diskusi tentang keberlanjutan, identitas, dan peran tradisi dalam dunia yang berkembang pesat di bawah industrialisasi.

Dr. Ingo SchöIngh, Kepala Program Budaya di Goethe-Institut Indonesia mengungkapkan, “Kombinasi produksi tenun yang melibatkan perempuan dan praktik aktivis merepresentasikan kain sebagai jaringan yang menggabungkan produksi keringat dan berfungsi sebagai kritik terhadap produksi industri. Mereka mencakup perawatan, menjembatani bidang estetika dan kehidupan sehari-hari. Karya Lusiana secara ekspresif memadukan aspek-aspek tersebut tanpa kehilangan karakternya yang menggugah pikiran.”

Suasana pameran “Berbicara Melalui Kain” di Goethe-Institut Indonesien (Ist)

Latar belakang keluarga Lusiana berkisar pada kain: ibu dan beberapa bibinya adalah penjahit, sedangkan ayah dan keluarga suaminya adalah pedagang kain. Lusiana mencatat, “Kain adalah sesuatu yang tertanam dalam diri saya. Di sana, saya melihat ruang isu antara perempuan, kain, dan ruang domestik.”

Keragaman teknik dan bahan ramah lingkungan yang digunakan dalam karya Lusiana mencerminkan kekayaan kain dan bahan alami yang membentuk dunia ‘modern’ kita. Salah satu bahan yang digunakan Lusiana adalah rempah-rempah. Christine, kurator, menjelaskan bahwa kehadiran rempah-rempah dalam narasi sejarah perempuan Indonesia dapat ditemukan baik dalam narasi ‘agung’, sebagai simbol komoditas kolonial, maupun dalam cerita-cerita’ kecil ‘dan’ pinggiran’.

Christine menambahkan, “Pengetahuan dan budaya yang tersimpan dalam materi-materi tersebut menjadi salah satu cara untuk mengkritik hierarki antara terkait dan antar perempuan, ruang domestik, dan produksi narasi sejarah. Rempah-rempah, ramah dalam konteks dapur, digunakan sebagai landasan dalam karya akademik dan presentasi pameran formal.”

Pameran ini dibagi menjadi tiga bagian: Penelitian Akademis tentang domestikasi & keberlanjutan; Subjek & Keluarga; dan Sejarah, Tradisi & Kolektivitas.

Pada bagian ‘Academic Research on Domestication & Sustainability’, Lusiana menganyam konsep domestikasi, keberlanjutan, dan feminitas menggunakan kain sebagai medianya. Karya-karya di bagian ini mendemonstrasikan keahlian yang sering dituntut dari seniman tekstil. Dia menggunakan teknik seperti merajut, tie-dye, alat tenun peniti, menenun, menyulam, dan memintal tangan.

Bagian ‘Subjek & Keluarga’ menggali konsep diri dan hubungan keluarga yang menginspirasi Lusiana sebagai seorang anak perempuan dan seorang ibu. Topik-topik seperti rumah dan keluarga menjadi skala lain yang terkait dengan keberadaan perempuan.

Sementara itu, di area ‘Sejarah, Tradisi & Kolektivitas’, pengunjung diajak untuk menyatukan kembali pemahaman dan sorotan yang umumnya terkait dengan bagaimana posisi perempuan.

Jika tertarik, pameran ini dapat dikunjungi setiap hari Selasa hingga Minggu mulai 11 November hingga 3 Desember 2023 di GoetheHaus Jakarta, pada pukul 12.00- 20.00 WIB./ JOURNEY OF INDONESIA

Tags: CultureEventGoethe-InstitutJourney of IndonesiaKainNews
Share231Tweet144

Related Posts

GAC Indonesia Bumikan Mobil Listrik Lewat “Electrifying Kids Fashion Show” di Indomobil Expo 2026
Automotive

GAC Indonesia Bumikan Mobil Listrik Lewat “Electrifying Kids Fashion Show” di Indomobil Expo 2026

18/05/2026
Pita Kuning Dukung Anak Pejuang Kanker Lewat Kolaborasi Komunitas Sepak Bola
Events

Pita Kuning Dukung Anak Pejuang Kanker Lewat Kolaborasi Komunitas Sepak Bola

17/05/2026
Jejak Kolaborasi di Kedalaman dan Petualangan, Sebuah Catatan Sukses DXI 2026
Events

Jejak Kolaborasi di Kedalaman dan Petualangan, Sebuah Catatan Sukses DXI 2026

05/05/2026
Sentuhan Magis ‘Tatah’ yang Menghidupkan Jiwa Kayu di Museum Nasional
Culture

Sentuhan Magis ‘Tatah’ yang Menghidupkan Jiwa Kayu di Museum Nasional

30/04/2026
Knowledge and Innovation Exchange (KIE) Jakarta Summit, Jalin Hubungan Melalui Inovasi Indonesia – Australia
Events

Knowledge and Innovation Exchange (KIE) Jakarta Summit, Jalin Hubungan Melalui Inovasi Indonesia – Australia

28/04/2026
Next Post
Indonesia Menolak Agresi Israel di Palestina, Fatwa MUI Nomor 83 Tahun 2023 Boikot Produk Israel di Tanah Air

Indonesia Menolak Agresi Israel di Palestina, Fatwa MUI Nomor 83 Tahun 2023 Boikot Produk Israel di Tanah Air

ADVERTISEMENT

Recomended

Batam dan Phu Quoc Jadi Buruan Libur Sekolah Keluarga Indonesia
Travel

Batam dan Phu Quoc Jadi Buruan Libur Sekolah Keluarga Indonesia

20/05/2026
Kolaborasi Happy Asmara dan Pokémon di Lagu Kopi Dangdut Versi Goyang Hepika
Music

Kolaborasi Happy Asmara dan Pokémon di Lagu Kopi Dangdut Versi Goyang Hepika

19/05/2026
Preferred Hotels & Resorts Hadirkan Preferred Wellbein, Sebuah Layanan ‘Ketenangan Jiwa’ dan Umur Panjang
Hotels

Preferred Hotels & Resorts Hadirkan Preferred Wellbein, Sebuah Layanan ‘Ketenangan Jiwa’ dan Umur Panjang

19/05/2026
Lampaui Tren Mode, Warna Abu-Abu New Balance Bergerak Bersama Keseharian Urban
News

Lampaui Tren Mode, Warna Abu-Abu New Balance Bergerak Bersama Keseharian Urban

19/05/2026
Gandeng Yayasan Nawasena Luna Maya dan Andien, The Palace Unjuk Peduli ke Tanah Rencong
News

Gandeng Yayasan Nawasena Luna Maya dan Andien, The Palace Unjuk Peduli ke Tanah Rencong

18/05/2026
Whoosh dan Rangkaian KA Jarak Jauh Penyelamat Waktu Libur Publik di Akhir Pekan
News

Whoosh dan Rangkaian KA Jarak Jauh Penyelamat Waktu Libur Publik di Akhir Pekan

18/05/2026
Journey of Indonesia

Journey of Indonesia is a popular online newsportal and going source for technical and digital content for its influential audience around the globe. You can reach us via email.


journeyofid@gmail.com

  • Journey of Indonesia
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Editorial
  • Kontak

© 2024 Journey of Indonesia.

No Result
View All Result
  • Journey of Indonesia
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile

© 2024 Journey of Indonesia.