Wednesday, February 25, 2026
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
Banner Iklan
  • Home
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
    “Legacy on the Move”, Menier Cognac Resmi Debut Siap Bawa Warisan Eaux-de-Vie Prancis ke Palate Modern Indonesia

    “Legacy on the Move”, Menier Cognac Resmi Debut Siap Bawa Warisan Eaux-de-Vie Prancis ke Palate Modern Indonesia

    danau kelimutu

    7 Tempat Wisata Terunik di Indonesia yang Bikin Kamu Tak Percaya Sebelum Melihat Sendiri!

    Semangat Generasi Muda Lestarikan Aksara Batak Lewat Parsiajaran Marsurat Batak

    Semangat Generasi Muda Lestarikan Aksara Batak Lewat Parsiajaran Marsurat Batak

    Festival Budaya Lembah Baliem 2025, Jayawijaya Kembali Tampilkan Warisan Leluhur ke Pentas Dunia

    Festival Budaya Lembah Baliem 2025, Jayawijaya Kembali Tampilkan Warisan Leluhur ke Pentas Dunia

    AirAsia MOVE Dorong Wisata Budaya Dayung Indonesia ke Kancah Dunia

    AirAsia MOVE Dorong Wisata Budaya Dayung Indonesia ke Kancah Dunia

    Pohon Mandala di Borobudur: Simbol Kesadaran Semesta yang Mengakar dalam Spiritualitas Nusantara

    Pohon Mandala di Borobudur: Simbol Kesadaran Semesta yang Mengakar dalam Spiritualitas Nusantara

  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile
No Result
View All Result
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
  • Home
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
    “Legacy on the Move”, Menier Cognac Resmi Debut Siap Bawa Warisan Eaux-de-Vie Prancis ke Palate Modern Indonesia

    “Legacy on the Move”, Menier Cognac Resmi Debut Siap Bawa Warisan Eaux-de-Vie Prancis ke Palate Modern Indonesia

    danau kelimutu

    7 Tempat Wisata Terunik di Indonesia yang Bikin Kamu Tak Percaya Sebelum Melihat Sendiri!

    Semangat Generasi Muda Lestarikan Aksara Batak Lewat Parsiajaran Marsurat Batak

    Semangat Generasi Muda Lestarikan Aksara Batak Lewat Parsiajaran Marsurat Batak

    Festival Budaya Lembah Baliem 2025, Jayawijaya Kembali Tampilkan Warisan Leluhur ke Pentas Dunia

    Festival Budaya Lembah Baliem 2025, Jayawijaya Kembali Tampilkan Warisan Leluhur ke Pentas Dunia

    AirAsia MOVE Dorong Wisata Budaya Dayung Indonesia ke Kancah Dunia

    AirAsia MOVE Dorong Wisata Budaya Dayung Indonesia ke Kancah Dunia

    Pohon Mandala di Borobudur: Simbol Kesadaran Semesta yang Mengakar dalam Spiritualitas Nusantara

    Pohon Mandala di Borobudur: Simbol Kesadaran Semesta yang Mengakar dalam Spiritualitas Nusantara

  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile
No Result
View All Result
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
No Result
View All Result

Diskusi Kebudayaan Buka Rekam Jejak Suhardi, Presiden Pelukis Penyampai Kebenaran

by Ibonk
04/01/2024
Reading Time: 4 mins read
Diskusi Kebudayaan Buka Rekam Jejak Suhardi, Presiden Pelukis Penyampai Kebenaran

Diskusi Kebudayaan Presiden Pelukis Penyampai Kebenaran (iBonk)

Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA – Acara Diskusi Kebudayaan ‘Suhardi Presiden Pelukis Penyampai Kebenaran’ dilangsungkan di Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta, Rabu (3/1/24) dihadiri para seniman, jurnalis, budayawan, usahawan dan mahasiswa.

Agenda diskusi yang dimoderatori oleh Amien Kamil ini menghadirkan beberapa narasumber seperti Ketua Komite Seni Rupa DKI Aidil Usman, Kurator Seni Rupa Bambang Asrini Wijanarko, Novelis Fanny Jonathans Poyk dan Kritikus Seni Yusuf Susilo Hartono.

Baca juga :

Membasuh Rindu Ramadan di ARTOTEL Harmoni Jakarta lewat “A Wishful Ramadan”

Intip Strategi GIICOMVEC 2026, Pindah Lokasi demi Bidik 11 Ribu Pengunjung Bisnis

Jejak 130 Tahun Evolusi Truk Mercedes-Benz, dari Mesin Phoenix hingga Era eActros

Seperti yang dituturkan oleh Aidil Usman sebagai narasumber pertama mengatakan, bagi seorang Hardi, melukis bukanlah melahirkan sebuah bentuk, tetapi harus memiliki dampak sosial. Hardi adalah tipe pelukis yang kritis terhadap ketidakadilan. Salah satu bentuk perlawanannya adalah ketika ia memakai pakaian jenderal dan menyebut dirinya sebagai Presiden tahun 2001. Karena itu ia kemudian ditangkap dan dipenjara. Hardi bisa bebas dari penjara setelah dibebaskan oleh Wapres Adam Malik.

“Kalau kita lihat hari ini, hampir tidak ada pelukis yang berani melawan seperti Hardi. Tetapi di hari tuanya pun Hardi hanya melukis tokoh. Konsistensinya ternyata gugur di tengah jalan,” jelas Aidil menyesalkan.

Aidil juga menambahkan bahwa sosok Suhardi cukup jeli dalam merekam peristiwa penting dan bernilai sejarah yang selalu bisa dijadikan ‘nilai’ dalam setiap karya lukisannya.

Suhardi (iBonk)

Pengakuan lain juga didapatkan dari Fanny Jonathans Poyk yang mengatakan sangat mengenal sosok Suhardi sejak tahun 70-an di Pulau Dewata, Bali. Fanny melihat bahwa Hardi memang seorang seniman yang mendedikasikan hidupnya pada dunia seni. Di masa jayanya pun, dimana ia bisa menjual lukisan-lukisannya dengan harga mahal, kehidupan Hardi tetap sederhana.

Fanny mengenang masa kecilnya ketika tinggal di Bali bersama orangtuanya. Saat itu ayahnya, sastrawan Gerson Poyk, sering membawa para pelukis ke rumahnya, dan dia sering diajak para pelukis melalukan aktivitas bersama-sama di Pantai Sanur. “Ketika itu Bu Kartika Affandi yang membelikan cat, dan para pelukis melukis beramai-ramai di Pantai Kuta,” kata Fanny.

Fanny menyebutkan bahwa Om Suhardi, begitu biasa dirinya menyapa Hardi adalah sosok yang tidak begitu suka terhadapnya. “Om Hardi sangat penuh kritik. Kritik itu pula yang menempel di jalur kesenian yang dipilihnya. Dirinya juga merupakan sosok yang spontan baik lewat karya ataupun di kesehariannya,” jelas Fanny lagi.

Fanny juga menambahkan bahwa kritikan seorang Suhardi, apalagi terhadap pemerintah di kala itu sebagai bentuk kejujuran dirinya dan berusaha tidak munafik dalam melihat sesuatu.

Sementara Yusuf mengenang perjumpaan pertama dengan Suhardi pada tahun 80-an di Taman Ismail Marzuki (TIM) dan Balai Budaya, Jakarta. “Suhardi orang yang blak-blakan. Dia sangat percaya diri. Suhardi adalah seniman yang membawa eksponen gaya baru,” katanya.

Suhardi, selalu mengusung tema-tema sosial dalam setiap karyanya dan perupa yang berani melawan dan mengkritik Soeharto. “Suhardi dalam memelihara persahabatan itu antara benci dan rindu. Sosok yang tidak ada gantinya. Dia pintar menjalin jaringan dan punya hubungan baik juga dengan penguasa,” paparnya.

Amien Kamil selaku Moderator (iBonk)

Yusuf memperjelas bahwa tujuan Suhardi adalah untuk menciptakan ‘pasar’ dari karya-karyanya. “Itu merupakan bagian dari marketingnya untuk survival (bertahan hidup),” jelasnya.

Yusuf mengungkapkan, Suhardi ingin meniru kesuksesan Raden Saleh dan Basuki Abdullah. “Dia menyebut dirinya sebagai seniman intelektual. Karya-karyanya juga sarat kebangsaan,” pungkasnya.

Sementara itu, narasumber Bambang menilai Suhardi adalah seniman multiparas dan eksentrik. “Dalam satu sisi keras terhadap penguasa, tapi pada sisi lain dia pintar menjalin hubungan dengan penguasa juga karena harus survive secara materi,” paparnya. Bambang menilai, setiap karya Suhardi menabrak etika dan estetika. Namun, hasil karyanya selalu menjadi pembicaraan.

Secara garis besar, diskusi kebudayaan ‘Suhardi Presiden Pelukis Penyampai Kebenaran’, dilaksanakan untuk mendapatkan lanskap sosok Suhardi yang fenomenal dengan menampilkan keempat narasumber ini.

Kegiatan ini juga sebagai penanda 7 hari berpulangnya pelukis beraliran ekspresionis ini. Berpulang pada Kamis, 28 Desember 2023 dalam usia 72 tahun, Suhardi dikenal sebagai pelukis dan penulis adalah jebolan ASRI (Akademi Seni Rupa Indonesia) Yogyakarta dan AKSERA (Akademi Seni Rupa Surabaya) Surabaya serta salah satu tokoh GSRB (Gerakan Seni Rupa Baru) dalam sejarah perkembangan seni rupa di Indonesia.

“Seniman-seniman saat ini berbeda dengan seniman tahun 70-an. Kegiatan ini adalah sebuah refleksi untuk merenung dan menggugah nurani agar saling peduli terhadap sesama seniman,” jelas Amien./ JOURNEY OF INDONESIA

Tags: Aidil UsmanBambang Asrini WijanarkoJourney of IndonesiaPelukisSuhardiTaman Ismail Marzuki
Share146Tweet91

Related Posts

Java Festival Production Umumkan Lineup Fase Pertama International Java Jazz Festival 2026
Events

Java Festival Production Umumkan Lineup Fase Pertama International Java Jazz Festival 2026

18/02/2026
IIMS 2026 Ciptakan Rekor Baru Lewat Penyerapan 20 Ribu Pekerja dan Wajah Baru ‘Autotainment’ Indonesia
Automotive

IIMS 2026 Ciptakan Rekor Baru Lewat Penyerapan 20 Ribu Pekerja dan Wajah Baru ‘Autotainment’ Indonesia

15/02/2026
Ayunan Stik Golf dan Misi Kemanusiaan Volvo untuk Sumatra
Events

Ayunan Stik Golf dan Misi Kemanusiaan Volvo untuk Sumatra

14/02/2026
Strategi Malih Rupa, Repsol Incar Pasar Premium lewat Rebranding dan Tiket Gratis ke Mandalika di IIMS 2026
Automotive

Strategi Malih Rupa, Repsol Incar Pasar Premium lewat Rebranding dan Tiket Gratis ke Mandalika di IIMS 2026

14/02/2026
Menilik Wajah Baru Mobilitas di IIMS 2026, Strategi Honda Menjawab Keberagaman Gaya Hidup
Automotive

Menilik Wajah Baru Mobilitas di IIMS 2026, Strategi Honda Menjawab Keberagaman Gaya Hidup

07/02/2026
Next Post
Film Pemukiman Setan Siap Tayang Mulai 25 Januari 2024

Film Pemukiman Setan Siap Tayang Mulai 25 Januari 2024

ADVERTISEMENT

Recomended

IHG Perkuat Portofolio Premium lewat Peluncuran Noted Collection
Hotels

IHG Perkuat Portofolio Premium lewat Peluncuran Noted Collection

24/02/2026
Membasuh Rindu Ramadan di ARTOTEL Harmoni Jakarta lewat “A Wishful Ramadan”
Hotels

Membasuh Rindu Ramadan di ARTOTEL Harmoni Jakarta lewat “A Wishful Ramadan”

24/02/2026
Intip Strategi GIICOMVEC 2026, Pindah Lokasi demi Bidik 11 Ribu Pengunjung Bisnis
Automotive

Intip Strategi GIICOMVEC 2026, Pindah Lokasi demi Bidik 11 Ribu Pengunjung Bisnis

24/02/2026
Jejak 130 Tahun Evolusi Truk Mercedes-Benz, dari Mesin Phoenix hingga Era eActros
Automotive

Jejak 130 Tahun Evolusi Truk Mercedes-Benz, dari Mesin Phoenix hingga Era eActros

24/02/2026
“Ghost in the Cell” Merilis Official Trailer, Film ke-12 Joko Anwar yang Memadukan Horor dan Satir
FIlm

“Ghost in the Cell” Merilis Official Trailer, Film ke-12 Joko Anwar yang Memadukan Horor dan Satir

23/02/2026
Harris Hotel & Convention Serpong, Wajah Baru Akomodasi Dinamis Hadir di Jantung Gading Serpong
Hotels

Harris Hotel & Convention Serpong, Wajah Baru Akomodasi Dinamis Hadir di Jantung Gading Serpong

23/02/2026
Journey of Indonesia

Journey of Indonesia is a popular online newsportal and going source for technical and digital content for its influential audience around the globe. You can reach us via email.


journeyofid@gmail.com

  • Journey of Indonesia
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Editorial
  • Kontak

© 2024 Journey of Indonesia.

No Result
View All Result
  • Journey of Indonesia
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile

© 2024 Journey of Indonesia.