Wave of Tomorrow, Mengintip Masa Depan Lewat Karya Seni Berbasis Teknologi

By Ibonk December 25, 2019 525
Wave of Tomorrow, Mengintip Masa Depan Lewat Karya Seni Berbasis Teknologi Infinite Loop by Uvisual (Ibonk)

Festival seni berbasis teknologi dengan pertunjukan musik yang dikemas secara futuristik, Wave of Tomorrow, masih terus berlanjut lewat 14 karya dari 13 kreator tanah air dan internasional. Transformasi yang diangkat oleh Wave of Tomorrow merupakan sebuah gagasan yang timbul karena melihat adanya perjalanan progresif dari para kreator yang terlibat.

Beberapa karya seni dari para kreator progresif masih menjadi perbincangan hangat, diantaranya karya-karya yang mampu mewujudkan tema ‘transformasi’ dengan melengkapi fase tomorrow, setelah fase now dan legacy.

Ketika melangkahkan kaki memasuki ruang demi ruang pengunjung seperti disuguhkan sebuah dimensi lain pada suatu kehidupan. Salah satunya seperti yang ditawarkan oleh Uvisual dengan instalasi bertema "Infinite Loop". Sebuah karya yang terinspirasi oleh susunan tata surya dan dikombinasikan dengan audio visual unik mewakili psikologi energi. Karya ini ingin menggambarkan fungsi manusia di dunia dan mengajak untuk lebih adaptif terhadap perubahan yang mengelilinginya.

Atau ingin memahami konsep transformasi yang ingin dipaparkan oleh sang kreator dalam fase legacy dapat melihat karya Maika Collective. Kolaboratif studio disain yang berbasis di Jakarta tersebut membawa "Arka Niskala" yang menekankan kepada hubungan spiritual antara manusia dan lingkungan. Konstruksi karya tersebut berbentuk bunga lotus yang disusun dari bambu dengan sebuah menara di dalamnya menyerupai Candi Borobudur. Para pengunjung dapat masuk dan mengamati menara cermin tersebut yang dilengkapi dengan sensor gerak dan permainan lighting.

Karya ini merupakan perwujudan dari nilai-nilai kehidupan yang sepatutnya selalu dipegang oleh para manusia dan bagaimana kita dapat berkontemplasi secara spiritual melalui elemen-elemen dari masa lalu yang kita bawa.

The Day We Left Field by Tundra IbonkThe Day We Left Field by Tundra (Ibonk)

Semakin jauh melangkah pengunjung akan mendapatkan sebuah nuansa lain dari sajian kolektif kreatif asal Rusia, Tundra. Karya ini mampu mengisi lanskap ruang berskala besar dengan teknik audiovisual yang dimainkan di antara rumput sintetis yang bergantung dengan sangat apik. Tundra menamakan instalasinya dengan tema "The Day We Left Field", yang seakan ingin menyisipkan pesan mendalam tentang bagaimana di era mendatang kita mampu menantang realita melalui imajinasi, serta harmonisasi alam dapat dibawa ke dalam lanskap urban.

Terus terang, ada perasaan terasing namun nyaman ketika JourneyOfIndonesia memasuki ruang instalasi seluas 9m x 12m ini. Kerlip rerumputan yang tersapu desau angin ibarat riak gelombang bercahaya namun disajikan dalam nuansa terbalik. Di area ini pula, terlihat banyak pengunjung duduk berlama-lama menikmati sensasi rasa yang tersaji.

Berdampingan dengan ‘The Day We Left Field’, di area berbeda terdapat karya dari Sembilan Matahari yang bertajuk "Rhyme". Karya tersebut merupakan sebuah terobosan baru dari Sembilan Matahari yang sebelumnya banyak menghadirkan instalasi audiovisual termasuk pada saat gelaran Wave of Tomorrow 2018. Kini, studio kreatif asal Bandung tersebut, berhasil memadukan teknik mekatronik dan robotik untuk menciptakan sebuah instalasi kinetik dengan ritme yang dinamis.

“Rhyme kami hadirkan untuk dapat menjawab bagaimana di masa mendatang, manusia akan lebih banyak mengadopsi teknologi. Namun hal tersebut justru harus dapat menjadi pengingat agar kita tetap konsisten untuk menjaga harmonisasi alam. Walaupun kita terus berkembang, namun keselerasan dengan lingkungan sekitar amatlah penting. Kami sangat senang bahwa sejauh ini karya kami diterima dengan baik oleh para pengunjung di Wave of Tomorrow”, ungkap Elwin selaku Associate Technology Partner dari Sembilan Matahari.

Colour by Notanlab IbonkColo(ur) by Notanlab (Ibonk)

Tak hanya itu saja, cukup banyak karya dari berbagai kreator progresif yang mampu menghadirkan sebuah pengalaman dan interaksi berbeda bagi para pengunjung. Pengalaman unik tersebut diciptakan agar para audiens dapat merasakan sebuah transformasi hasil dari perjalanan progresif para kreator yang telah dikurasi oleh figur profesional dan ahli di industri seni. Seperti yang ditawarkan juga oleh Notanlab lewat karyanya "Colo(ur)".

Tak hanya dinikmati, tapi mengajak audiens untuk berinteraksi dengan karya yang menggabungkan seni mural dengan berbasis web. Instalasi ini akan menghasilkan analisa emosi dari warna-warna yang digunakan oleh pengunjung ketika mewarnai ilustrasi. Disini sang kreator ingin menyampaikan bahwa emosi dan keberuntungan muncul dari pengaruh warna yag mereka percaya.

Ada juga karya internasional dari Jakob Steensen yang menggelar tema "RE-ANIMATED" dengan menggunakan teknologi VR (Virtual Reality), dimana audiens diajak untuk mengeksplorasi lingkungan audio algoritma komposisi musik dengan dampak adaptif dan habitat dunia virtual dari burung Kuai yang telah punah.

Rasakan sendiri pengalamannya, berinteraksi dan gali inspirasi sedalam mungkin dari event ini. Wave of Tomorrow 2019 masih akan terus berlangsung hingga 29 Desember 2019 di The Tribrata, Dharmawangsa./ JOURNEY OF INDONESIA

Rate this item
(1 Vote)
Last modified on Wednesday, 25 December 2019 07:11