Menteri BUMN Erick Thohir Buka Pameran Tunggal dan Peluncuran Buku Srihadi Soedarsono

Menteri BUMN Erick Thohir Buka Pameran Tunggal dan Peluncuran Buku Srihadi Soedarsono Menteri BUMN Erick Thohir bersama Srihadi Soedarsono dan sang istri (Yayok)

Menteri BUMN Erick Thohir berkesempatan membuka Pameran Tunggal dan Peluncuran Buku “Srihadi Soedarsono Man x Universe” di Galeri Nasional Indonesia (GNI). Pameran tunggal tersebut yang menampilkan 44 karya lukisan Srihadi tentang bentang alam (lanskap) yang diproduksi dalam rentang tahun 2016-2020. Pameran ini sendiri akan berlangsung dari 11 Maret – 9 April 2020 Dalam sambutannya Erick Thohir menegaskan bahwa menjadi Indonesia maju tanpa mengembangkan dua komponen terkuat dari elemen bangsa akan menjadi sia-sia. Kedua elemen itu adalah mencintai seni budaya dan alam. “Kedua komponen itu harus menjadi bagian jati diri dan budaya kita. Dan kita tak boleh melupakannya,” tegas Erick.

Beriutnya ia juga menyampaikan bahwa dalam pameran kali ini membuat momen tahun ke-75 Kemerdekaan Indonesia menjadi spesial karena masyarakat dapat menyaksikan perubahan Indonesia melalui lukisan karya pejuang kemerdekaan Indonesia.

Di akhir sambutan, Erick Thohir memuji lukisan-lukisan lanskap yang dilukis Srihadi Soedarsono sepanjang kariernya. Bahkan seri Borobudur maupun pemandangan alam disebutnya yang berbeda dari pelukis kebanyakan.

Lewat pameran kali ini Srihadi berpendapat bahwa keindahan lanskap Indonesia sebagai semangat spiritual atas rasa kemerdekaan dan kebanggaan berbangsa. Karena lanskap dalam perspektif Srihadi adalah tema yang lebih dalam dari sekedar lukisan pemandangan dan menyihir orang asing datang berkunjung.

Erick Thohir diantara para pendukung pameran tunggal Srihadi Soedarsono Man x Universe YayokErick Thohir diantara para pendukung pameran tunggal Srihadi Soedarsono - Man x Universe (Yayok)

Sementara itu, Rikrik Kusmara selaku kurator dalam pameran “Srihadi Soedarsono-Man x Universe” menyebutkan bahwa apa yang dilakukan Srihadi dalam mengekspresikan karyanya menampilkan metafor dan simbol yang cukup kompleks. Proses artistik tersebut tak lepas dari kondisi sosial politik Indonesia yang tensinya naik sepanjang 2016–2019. Tahun-tahun Srihadi menghasilkan karya untuk pameran ini.

“Melalui pameran ini, pengetahuan masyarakat luas terhadap karya maestro Indonesia, khususnya Srihadi Soedarsono yang hingga saat ini masih aktif berkarya, akan bertambah,” kata Selamet Susanto, perwakilan panitia penyelenggara pameran.

Bersamaan dengan pembukaan pameran tersebut diluncurkan juga buku dengan judul yang sama “Srihadi Soedarsono-Man x Universe”. Buku yang membeedah hubungan spiritual manusia, berikut siklus hidupnya, dengan alam semesta. Buku ini ditulis oleh Siti Farida Srihadi bersama budayawan Dr Jean Couteau.

Jean Couteau sendiri mengakui bahwa menulis buku ini memiliki tantangan terbesar dalam menerjemahkan kompleksitas simbolisme Srihadi yang tampil sederhana. “Yang menantang juga adalah agar berhasil memperlihatkan bahwa nilai-nilai yang diangkat dalam karya-karya Srihadi. Kendati bersifat Jawa, adalah juga nilai universal. Dia menyelimuti pesan Jawanya dalam bentuk modern,” aku Jean Couteau.

Pameran tunggal Srihadi Soedarsono tahun ini merupakan hasil kerja sama antara Srihadi Studio dan Sugar Group Companies untuk kali ketiga selama satu dekade terakhir. Yakni “Retrospective 80th Anniversary Exhibition” pada 2012, “Srihadi Soedarsono – 70 Years Journey of Roso” pada 2016, dan “Srihadi Soedarsono— Man x Universe” di 2020 ini./ JOURNEY OF INDONESIA

Rate this item
(1 Vote)
Last modified on Thursday, 12 March 2020 18:00