Kemendikbud & Kophi Ajak Pekerja Seni Untuk Bangkit Berkarya

By Ibonk September 03, 2020 147
Kemendikbud & Kophi Ajak Pekerja Seni Untuk Bangkit Berkarya Diskusi Kemendikbud & KOPHI lewat tema Saatnya Bangkit Bersama (Ist)

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Komunitas Pewarta Hiburan Indonesia (KOPHI) menggelar diskusi secara online lewat tema #Saatnya Bangkit Bersama pada Rabu (3/9/2020), yang bertujuan mengajak para musisi dan pekerja seni untuk bangkit melawan pandemi Covid–19.

Melalui diskusi daring ini diharapkan bisa memetakan ragam persoalan dan tantangan yang ditimbulkan dari krisis pandemi Covid-19 ini. Mencari solusi secara bersama atas persoalan yang muncul. Dan menyiapkan strategi jangka pendek dan panjang secara bersama untuk melakukan upaya recovery atas krisis yang ditimbulkan pandemi ini.

Edi Irawan selaku Kapokja Apresiasi dan Literasi Musik dan Media Baru (PMBB) mengatakan bahwa pandemi Covid–19 memaksa semua orang untuk kreatif di rumah saja dan mengajarkan untuk bersama bangkit kembali dalam kehidupan.

"Kami dari Kemdikbud terus berupaya untuk tetap mendukung kegiatan yang mengikutsertakan pekerja seni dan musisi terdampak akibat Covid-19. Melalui kegiatan ini, kita bisa menyusun langkah bagaimana menyelamatkan dunia musik dan seni dari keterpurukan. Pandemi ini mengajarkan kita, benar menjadi salah satu peringatan. Memaksa kita untuk berubah, memaksa kita untuk berkolaborasi, bersama dalam bermusik. Tak hanya satu yang menonjol tapi semua bersama– sama untuk bangkit," ujar Edi.

Edi juga secara serius menyorot keadaan para musisi pada pandemi Covid–19 yang memang luar biasa besarnya, dan kegiatan ini menjadi langkah awal untuk bangkit.

Candra Darusman DSPCandra Darusman (DSP)

Senada dengan Edi, Ketua Federasi Serikat Musisi Indonesia (FESMI), Candra Darusman juga menilai musisi dan pekerja seni merupakan pekerjaan yang amat dalam terdampak pandemi ini. Termasuk diakibatkan oleh pemberlakuan PSBB dan kebijakan untuk mencegah penyebaran Covid-19, semua lini usaha dibidang musik dan seni terbatasi. Hal tersebut membuat para musisi jalanan dan pekerja seni di level terbawah kini terancam kelaparan.

Candra juga menuturkan berdasarkan survei yang dilakukan pihaknya bahwa penghasilan terbanyak musisi dan pekerja seni ini mulai Rp 3,1 juta hingga Rp 5 juta sebanyak 24,6 persen, Rp 1,1 juta sampai Rp 3 juta (19,1 persen) dan Rp 5,1 hingga Rp 7 juta (18,2 persen), Rp 7,1 hingga Rp 10 juta (12,3 persen) serta Rp 100.000 sampai 1juta (10,7 persen). Sementara musisi yang berpenghasilan Rp 10,1 juta sampai Rp 15 juta (8,9 persen) dan Rp 15,1 sampai Rp 20 juta hanya 3,5 persen.

"Di tengah pandemi ini, mereka praktis tidak bisa berkarya karena alasan PSBB dan kebijakan lainnya untuk mencegah Covid-19. Alhasil banyak musisi dan pekerja seni kita dilevel terbawah terancam kelaparan. Oleh sebab itu, kami menilai perlu hadirnya pemerintah untuk membantu mereka mungkin salah satunya memberikan ruang gerak mereka berkarya meski dalam batas virtual. Lalu memberikan mereka kesempatan mendapatkan bantuan sosial karena mereka sangat terancam kehidupannya akibat pandemi ini," ujar Candra.

Harry Koko Santoso IstHarry Koko Santoso (Ist)

Sementara itu sebelumnya, Harry Koko Santoso selaku promotor musik di tanah air menyatakan, saat ini ada banyak musisi yang bisa menggelar konser streaming di media sosial. Namun dirinya melihat, tidak banyak musisi yang bisa melakukannya dengan menghadirkan nilai komersial.

Koko menjelaskan ada beberapa grup musik yang melakukan konser live streaming selama pandemi. Bentuk kreativitas seperti ini yang memang sudah seharusnya didukung, tapi masih jauh dari harapan agar musisi kita dapat menghasilkan nilai komersial.

"Ini penting untuk menjaga kelanggengan masa depan dunia hiburan dan seni di Indonesia. Jangan sampai mereka berkarya tapi tidak dihargai, jadi perlu adanya literatur dan undang-undang yang jelas bagaimana musisi bisa berkarya namun memperoleh penghasilan demi kelangsungan hidupnya," tutupnya./ JOURNEY OF INDONESIA

Rate this item
(0 votes)
Last modified on Thursday, 03 September 2020 23:14