Print this page

Beralih ke Panggung Virtual, Indonesian Dance Festival 2020 Tetap Hadirkan Karya Terbaik

By Ibonk October 28, 2020 362
Beralih ke Panggung Virtual, Indonesian Dance Festival 2020 Tetap Hadirkan Karya Terbaik Indonesian Dance Festival 2020 (Ist)

Festival tari kontemporer berskala Internasional yang digelar dua tahunan, Indonesian Dance Festival (IDF) 2020 bakal digelar pada 7 November 2020. Seperti event lainnya dimasa pagebluk ini, pelaksanaan IDF ke 15 ini beralih ke panggung virtual. IDF 2020 akan diselenggarakan pada 7-14 November 2020 dengan menghadirkan panggung ke rumah masing-masing penikmat seni kontemporer lewat website dan YouTube IDF.

Dalam press conference yang dilaksanakan secara virtual pada Selasa (27/10/20), Tim Pengarah IDF 2020, Ina Surya Dewi, menuturkan bahwa pandemi membuka kemampuan eksplorasi di wadah yang baru bagi seni tari. “Kami mencari cara agar dapat tetap produktif sebagai individu maupun kolektif untuk dapat berkreasi dengan tetap aman,” lanjutnya.

Lewat tema DAYA: Cari Cara yang disesuaikan dengan kondisi saat ini, IDF 2020 ingin menularkan semangat berkarya dan berkembang kepada seluruh seniman seni pertunjukan dan publik. Festival ini memiliki tiga program utama, yakni Performances, Kampana, dan zip.Conversations

Dalam program Performances, para penikmat seni dapat menikmati karya seni yang menjadi salah satu titik tolak perkembangan tari kontemporer di Indonesia dan Internasional. Pertunjukan akan diisi oleh empat seniman Eun Me Ahn (Korea Selatan) yang menciptakan 1'59 Project Indonesia dalam format video, kolektif Gymnastik Emporium (Yogyakarta) dengan #SKJ2020. Juga ada Ayu Permata Sari (Lampung) dan Hari Ghulur (Madura).

Sementara itu di Kampana, terdapat pemberdayaan seniman tari muda dan upaya untuk memberikan mereka akses untuk mengembangkan gagasannya, sedangkan zip.Conversations akan membicarakan dampak pandemi terhadap aktivitas dan eksistensi ketubuhan kita.

Virtual Conference IDF 2020 IstVirtual Conference IDF 2020 (Ist)

Bertransformasi dengan nama IDF2020.zip, IDF 2020 memposisikan dunia tari sebagai sesuatu yang dapat menyusut dan berkembang dengan adaptif secara dinamis. Meskipun terbatas karena pelaksanaan virtual, tahun ini justru menjadi kesempatan bagi IDF untuk menjangkau publik secara lebih luas tanpa batas. Terdapat beberapa kurator dalam rangkaian program IDF2020.zip, seperti Agnesia Linda Mayasari, Nia Agustina, Rebecca Kezia, hingga Arco Renz dari Belgia.

"Kami selalu mengedepankan edukasi. Apa sih yang ingin dibawa oleh seni tari kontemporer Indonesia dan Internasional. Apa sih yang bisa dilakukan seni tari kita di masa sekarang, sebenarnya beraneka ragam. Kami berharapnya IDF menjadi tempat berkumpulnya ekosistem seni tari kontemporer Indonesia dan dunia," tambah pendiri IDF Maria Darmaningsih.

Selama perjalanannya, bukan kali pertama IDF menghadapi sebuah tantangan. Sebelumnya, festival ini dilaksanakan saat resesi ekonomi hingga masa-masa dimana politik Indonesia menjadi isu yang hangat diperbincangkan.

Nungki Kusumastuti, selaku pendiri sekaligus tim pengarah IDF juga menyampaikan bahwa bertahan dan berdaya jadi modal bagi manusia di masa pandemi seperti sekarang ini. Pihaknya juga sudah merencanakan festival ini sejak tahun lalu namun harus menyesuaikan seiring pandemi Covid-19 ini./ JOURNEY OF INDONESIA

Rate this item
(2 votes)
Last modified on Wednesday, 28 October 2020 17:03

Related items