YDS dan Magnifique Gelar Webinar Sustainable Fashion

By Ibonk November 23, 2020 122
YDS dan Magnifique Gelar Webinar Sustainable Fashion Arifaldi Dasril - Managing Partner Magnifique (Ist)

Industri fashion merupakan salah satu industri terbesar di dunia. Tidak hanya berhasil membuka banyak lapangan kerja dan nilai ekonomi tinggi, industri fashion juga penyumbang devisa negara non migas dari hasil ekspor-nya. Sayangnya, karena gaya hidup dan tren, industri fashion juga menghasilkan limbah yang sangat masif dan menjadi salah satu penyumbang sampah terbesar di dunia.

Sepanjang tahun 2019, menurut Fashion Industry Waste Statistic & zerowaste.id, secara global industri mode menyumbang 20% dari limbah air dunia dan 10% emisi karbon dunia. Atas dasar kepedulian ini, Yayasan Dian Sastrowardoyo (YDS) dan Magnifique Indonesia menggelar webinar keempat pada Jumat, 20 November 2020 dengan tema "Mengenal Lebih Dalam Sustainable Fashion" yang ditujukan untuk para mahasiswa dan komunitas pecinta fashion maupun pelaku industri terkait sebagai pesertanya.

Chitra Subyakto, pendiri dan direktur kreatif Sejauh Mata Memandang (SMM) bertindak sebagai pemateri, dan Webinar dipandu oleh pekerja seni Dian Sastrowardoyo. M-Class kali ini juga didukung penuh oleh Samsung melalui produk smartphone Galaxy Note 20.

Webinar kali ini dihadiri oleh 202 peserta dari berbagai daerah di Indonesia, dan seperti pelaksanaan M-Class sebelumnya, penyelenggara Webinar juga memberikan subsidi kuota internet dan bantuan transportasi kepada sebagian peserta yang memerlukan, khususnya mahasiswa dan komunitas di wilayah Indonesia Timur yang kesulitan secara biaya maupun akses ke acara belajar jarak jauh seperti Webinar ini.

Arifaldi Dasril Managing Partner Magnifique IstArifaldi Dasril - Managing Partner Magnifique (Ist)

“Saya senang sekali ikut webinar ini karena mendapat pengetahuan berharga tentang menjadi bagian dari industri mode yang bertanggung jawab. Kami pun mendapat kesempatan menunjukan kain tenun Terfo yang terbuat dari serat alam asli dan ramah lingkungan.” ujar Periskila Ambani, Ketua Komunitas Tenun Terfo Sarmi - Papua.

Sementara Chitra Subyakto dari SMM menambahkan, “SMM adalah pesan cinta kami terhadap Indonesia dan bumi. Kami mencoba lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan, memberdayakan masyarakat dan mengangkat kekayaan wastra Indonesia dan mengemasnya ke dalam hidup sehari-hari. Penggunaan bahan daur ulang serta memanfaatkan materi bahan dari pabrik-pabrik tekstil yang tidak terpakai, yang dikenal dengan istilah deadstock adalah salah satu cara agar kita tidak menambah sampah," ungkapnya.

Arifaldi Dasril, Managing Partner Magnifique menyatakan bahwa M-Class adalah program inisiatif dari Magnifique dan Yayasan Dian Sastrowardoyo untuk berkontribusi menyebarkan ilmu melalui belajar daring. M-Class dilakukan setiap bulan dengan menghadirkan para pembicara yang kompeten dan topik yang berbeda. Selain Webinar gratis, M-Class juga memberikan kuota internet untuk peserta yang mempunyai keterbatasan akses maupun dana agar tidak terbebani dalam mengikuti acara ini./ JOURNEY OF INDONESIA

Rate this item
(0 votes)