Samawe Adventure, Lakukan Persiapan Terakhir Ekspedisi Pendakian 30 Gunung di Nusantara

Samawe Adventure, Lakukan Persiapan Terakhir Ekspedisi Pendakian 30 Gunung di Nusantara Samawe Adventure 30 Summit Expedition (Ist)

Eksplorasi Samawe Adventure 30 Summit Expedition sudah cukup matang untuk dijalankan. Pendakian yang akan dilakukan selama setahun ini, diharapkan bisa menjelajahi Indonesia melalui pendakian 30 gunung dari Sabang sampai Merauke.

Bukan untuk menaklukkan pucuk-pucuk gunung terkenal di tanah air, namun penjelajahan ini juga berupaya memperkenalkan kearifan lokal masyarakat gunung dengan keragaman desa adat, lengkap dengan seni serta budayanya agar menumbuhkan rasa cinta terhadap lingkungan dan keindahan negeri ini.

Seperti yang disampaikan oleh Raden Bambang Adi Wijaya yang akrab disapa Awe, yang juga merupakan founder Samawe Adventure dan pendaki utama ekspedisi kali ini mengatakan bahwa gunung perlu dijaga karena merupakan sumber kehidupan manusia.

"Kita tahu sumber kehidupan manusia adalah air, dimana semua hulu sungai, mata air terdapat atau di dapat dari gunung. Jika gunung tidak terjaga, hulu air tidak terjaga, daerah air rusak, maka kemungkinan kehidupan akan terancam. Dari situlah kita mulai berfikir apa saja yang harus dijaga, yaitu mulai dari habitat, pelestarian, sumber air. Belum lagi masalah sampah yang dibawa oleh pendaki jadi persoalan utama di gunung pada saat ini," sesalnya pada saat bincang bincang bersama para awak media, Kamis (18/3).

Ketika dibahas mengapa menargetkan hanya 30 gunung saja dalam ekspedisi ini, Awe menjelaskan sebenarnya gunung di Indonesia ini banyak. Ada sekitar 400 gunung, termasuk sekurangnya 170 gunung berapi di Indonesia.

Raden Bambang Adi Wijaya Awe founder Samawe Adventure IbonkRaden Bambang Adi Wijaya (Awe), founder Samawe Adventure (Ibonk)

Awe berharap dengan awalan pendakian 30 gunung, eksplorasi gunung lain akan dilanjutkan oleh komunitas pencinta alam lainnya hingga semua gunung tereksplorasi.

“Agak kurang bukan berarti tidak indah, tetapi karena tidak ada informasi yang cukup mengenai gunung-gunung dan masyarakat yang tinggal di sekitarnya. Samawe Adventure menjelajah tidak hanya gunung, tetapi juga mengangkat nilai-nilai setempat dengan menulis sebuah literalisasi tentang informasi dari desa-desa adat yang ada di Indonesia”, aku Awe.

Dari 30 puncak gunung tersebut, ia mengatakan, nantinya dibagi ke dalam tiga etape pendakian. Pendaki yang akan terlibat berjumlah enam orang. Rinciannya adalah masing-masing dua pendaki utama dan pendaki lokal, serta dua orang videografer. “Etape pertama wilayah Sumatera. Gunung yang didaki rencananya Leuser, Singgalang-Merapi, Kerinci, dan Dempo di Palembang. Selanjutnya etape kedua gunung di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Lalu etape ketiga wilayah Sulawesi, Kalimantan, Ambon, dan Papua,” paparnya.

Persiapan pendakian 30 gunung itu sudah mulai dilakukan Samawe Adventure beberapa bulan terakhir dan pelaksanaan ekspedisi akan dimulai 26 Mei 2021. Sementara pelatihan fisik dipusatkan di Gunung Gede-Pangrango, Jawa Barat.

“Semua itu nanti akan berkaitan dengan alat-alat yang akan digunakan. Beberapa gunung karakternya basah karena curah hujan yang tinggi dan itu akan berbeda dengan gunung-gunung yang treknya berpasir seperti Merapi. Selain itu kami juga sudah mendata base camp yang akan digunakan untuk beristirahat saat memulai pendakian serta eksplor desa adat," tutur Indra yang bertugas pada bagian logistik.

Selain itu, kata Indra, timnya juga menghubungi rekan-rekan pencinta alam yang berada di sekitar gunung yang akan didaki. "Mereka-mereka ini adalah volunteer yang akan membantu mensukseskan ekspedisi Samawe Adventure ini”, papar Indra.

Para pendukung Samawe Adventure 30 Summit Expedition IbonkPara pendukung Samawe Adventure 30 Summit Expedition (Ibonk)

Salah satu dukungan untuk tim datang dari Anna Saragih, pengusaha yang berbasis Temanggung, Jawa Tengah. Kota itu terletak di kaki Gunung Sindoro - Sumbing yang berdampingan letaknya.

Anna mengatakan, selama ini kota Temanggung mungkin belum terlalu dikenal masyarakat luar. Padahal potensi wisata Temanggung sangat luar biasa.  Letaknya berdampingan dengan Magelang dan Wonosobo yang sudah terkenal sebagai daerah tujuan wisata.

"Gunung Sindoro dan Sumbing mungkin memang sebagian orang sudah kenal tetapi pariwisatanya belum seberapa tereksplorasi. Padahal di lereng-lereng Sindoro dan Sumbing banyak sekali perkebunan seperti tembakau, klengkeng, ataupun vanili. Kami berharap ekspedisi ini memperkenalkan agar masyarakat luar mau hadir ke Temanggung dan bukan hanya mendaki gunung Sindoro dan Sumbing tetapi menikmati pariwisata di kabupaten Temanggung," tuturnya.

“Saya sangat berterima kasih bisa bergabung dan mensupport acara Samawe Adventure. Kami dari Temanggung ikut tampil dan mendukung, salah satunya dengan menjembatani hubungan dengan pemda setempat dan membantu terlaksananya kegiatan di Gunung Sindoro dan Sumbing,” ujar Anna.

Sebagai penutup, Awe menyampaikan bahwa hasil kegiatan "Samawe Adventure 30 Summit Expedition" akan dikemas dalam bentuk buku dan dokumentasi audio visual seluruh kegiatan secara nyata, detail, lengkap, dan informatif mengenai gunung dan desa adat di sekitarnya.

“Kami sangat menghargai semua support dan kerjasamanya. Samawe Adventure sebenarnya hanyalah tulisan dan logo, tetapi yang kita perjuangkan adalah Indonesia. Dengan semua bergabung dan bersinergi membuat Indonesia lebih maju. Mungkin kapasitasnya tidak besar, tapi kita yakin kita yang kecil seperti ini muncul, lalu muncul kecil lainnya, dan makin banyak yang bermunculan, yakin gaungnya akan besar,” tutup Awe./ JOURNEY OF INDONESIA

Rate this item
(1 Vote)
Last modified on Sunday, 21 March 2021 21:02