Pintar Memilih Peluang dan Dukungan Keluarga Jadi Indikator Kesuksesan Wanita Pengusaha

By Ibonk September 21, 2021 880
Pintar Memilih Peluang dan Dukungan Keluarga Jadi Indikator Kesuksesan Wanita Pengusaha Webinar Professional Women’s Week (PWW) by Nina Nugroho (Ist)

Ada yang menarik tatkala mengikuti giat Webinar Professional Women’s Week (PWW) yang diinisiasi oleh Nina Nugroho pada Senin 20/9/21 kemarin yang dihadirkan dalam 2 sesi. Sesi pertama menghadirkan Dr. Indrawan Nugroho selaku CEO & Co-Founder CIAS yang mengangkat tema "Wanita Pengusaha: Strategi Menang di Dunia Laki-Laki". Lalu sesi berikutnya yakni "Sukses Berkarier Di Tengah Tantangan Multiperan & Pandemi Covid-19" bersama: Prita Kemal Gani (CEO & Founder LSPR), Intan Ayu Kartika (Brand Director Danone-Aqua) dan Hany Seviatry (Owner Batik Krakatoa).

Dr. Indrawan dalam penyampaiannya menyatakan bahwa kesuksesan wanita dalam dunia bisnis masih menjadi tantangan di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Padahal, harus diakui bahwa wanita berbisnis landasan utamanya tak lain adalah untuk menopang perekonomian keluarga.

Riset Google menyebutkan bahwa perempuan Indonesia lebih suka berwirausaha, dibandingkan dengan 12 negara lainnya, diantaranya; Argentina, Brazil, Jepang dan Kenya. Sementara pada data yang lain menyebutkan Indonesia masuk kedalam urutan 20 untuk negara dengan jumlah pengusaha wanita terbanyak.

"Dalam 3 tahun terakhir, jumlah wirausaha perempuan meningkat 3 kali lipat. Sebanyak 64,5% atau 37 juta pelaku UMKM di Indonesia dikelola oleh kaum perempuan. Namun sayangnya aktivitas para tidak banyak mendapat dukung dari banyak pihak," ungkap Indrawan.

Menurutnya, dunia usaha penuh dengan persaingan, bahkan hingga sekarang masih dikonotasikan sebagai dunianya laki-laki. Sehingga untuk para wanita yang ingin terjun ke dunia bisnis dibutuhkan strategi jitu agar berhasil masuk ke belantara bisnis seperti:

1. Stereotip Gender
Bahwa tidak bisa dinafikkan bahwa sosok perempuan dipandang lemah secara emosional dan ambisi. Padahal stereotip belum tentu benar, dan seharusnya dijadikan sebagai sebuah tantangan. Dalam hal ini, para wanita tidak perlu khawatir dan harus menghapus pandangan tersebut. Yang perlu dilakukan adalah dengan memberikan sebuah pembuktian, bahwa dia tidak seperti yang disangkakan.

2. Norma di Masyarakat
Salah satu contoh, yang mestinya bekerja itu laki-laki, sementara perempuan cukup di rumah saja, mengurus suami dan anak-anak. “Disini memang terjadi un ekspektasi, misalnya ada laki-laki seminggu tidak pulang-pulang ke rumahnya. Pandangan para tetangganya pasti biasa-biasa saja. karena dianggap pejuang keluarga. Tapi jadi berbeda tanggapannya jika itu terjadi dengan perempuan

3. Multiperan Wanita
Sejatinya wanita itu dalam satu waktu dapat menjelma sebagai ibu, istri, anak, sekaligus sahabat bagi orang-orang di sekitarnya. Namun pada saat agenda pembagian raport, ketika ayah tak bisa datang ke sekolah, lingkungan tidak mempersoalkan. Tapi jika ibu yang tidak bisa hadir, posisi ibu selalu menjadi yang disalahkan. Sehingga bagi para wanita yang ingin memulai bisnis, ketiga variabel ini perlu dipikirkan secara bijak.

Dr. Indrawan Nugroho CEO Co Founder CIAS angkat tema Wanita Pengusaha Strategi Menang di Dunia Laki Laki IstDr. Indrawan Nugroho (CEO & Co-Founder CIAS) yang mengangkat tema Wanita Pengusaha- Strategi Menang di Dunia Laki-Laki (Ist)

Selanjutnya kata Dr Indrawan, dalam berbisnis dibutuhkan energi. Salah satu yang menjadi kekuatan adalah adanya dukungan dari keluarga, terutama suami dan orang tua. Bagaimana mungkin seorang perempuan dapat menjalankan bisnisnya, sementara pada waktu yang bersamaan dia harus menjemput anaknya ke sekolah. Pada waktu yang bersamaan pula, suaminya marah karena merasa sebagai ibu dia sudah menelantarkan anak.

“Jadi sebaiknya sebelum berperang, perlawanan -perlawanan semacam ini sudah dihilangkan dulu. Sebelum memulai usaha, mintalah dukungan suami, dukungan orang tua. Kalau dalam ajaran Islam, supaya mendapatkan berkah. Lalu, kenapa ada suami yang tidak setuju istrinya berbisnis? Bisa jadi dia takut, khawatir, kalau istrinya sukses, akan menjadi tidak hormat lagi, tidak dianggap. Itu ego laki-laki ya. Nah, disini yakinkan dulu suami Anda. Bahwa cinta Anda padanya tidak akan berubah hanya karena pekerjaan. Nggak akan mengubah sedikit pun rasa hormat kepada suami. Hal ini sebaiknya dibangun dari sebelum memulai usaha,” papar Dr. Indrawan.

Dr. Indrawan menegaskan pentingnya support system bagi perempuan yang menjalankan bisnis. Dengan terbangunnya support system yang dapat diandalkan maka sebagian pekerjaan dapat didelegasikan.

“Disini pentingnya memilih bisnis yang fleksibel dari sisi waktu dan tidak membuat stag. Anda punya control, kapan Anda bekerja, kapan Anda ada waktu untuk keluarga. Pilihlah tim dan karyawan yang dari awal benar-benar dapat diandalkan. Mendapatkan tim semacam ini memang tidak seperti sulap, butuh waktu. Dengan terbangunnya sistem kerja, maka wanita pengusaha ini akan tetap selalu bisa hadir untuk suami, anak-anak dan keluarganya pada saat dibutuhkan,” urai Dr. Indrawan.

Selanjutnya pada sesi kedua, hadir Prita Kemal Gani, Intan Ayu Kartika, dan Hany Seviatry yang membagi pengalaman mereka tentang bagaimana mereka menjalankan bisnis, membagi waktu untuk keluarga dan memastikan tetap memiliki waktu untuk diri sendiri agar dapat menikmati 'me time'.

“Saya justru bersyukur karena dalam Islam, perempuan itu dikarunia Allah rasa cinta dan kasih sayang. Ini menjadi motivasi karena kita diberikan kelebihan multiperan sebagai ibu sekaligus bekerja. Yang saya rasakan kehidupan jadi seimbang dan membanggakan,” ungkap Intan pada acara yang dipandu oleh Elly Simanjuntak, Pemimpin Redaksi Womens Obsession.

Sedangkan Prita Kemal Gani membeberkan kiat dirinya dalam menghadapi Covid 19 bersama keluarga tercinta. Istri pengusaha media Kemal Gani ini mengatakan pandemik membuatnya banyak waktu untuk membangun kebersamaan dengan ketiga anak-anaknya.

“Ada blessing di kejadian anak kedua saya yang kuliah di Inggris. Karena pandemik harus pulang ke Indonesia. Sehingga selama 1,5 tahun ini bersama kami. Pada saat pandemik ini kita bisa melihat, mendengar ada rumah tangga yang menjadi runyam, karena orang tua tidak terbiasa di rumah, tapi karena ada WFH harus kerja di rumah. Biasanya selalu pergi, begitu di rumah saja, justru bikin stress. Mungkin tidak semua orang punya rumah yang luas, sehingga masing-masing anggota punya privacy. Nah disinilah dbutuhkan sebuah upaya untuk memberikan ruang pada anggota keluarga,” ujar Prita.

PWW hadirkan pembicara Prita Kemal Gani Intan Ayu Kartika dan Hany Seviatry IstPWW hadirkan pembicara Prita Kemal Gani, Intan Ayu Kartika dan Hany Seviatry (Ist)

Hany Seviatry, juga punya pengalaman berbeda selama masa pandemi ini. Ia mengatakan terpaksa harus menerapkan pembayaran dengan sistem borongan terhadap para pengrajin batik yang bekerja dengannya. Hal ini ditempuh oleh Hany agar tidak terjadi pemutusan hubungan kerja selama pandemi yang sempat membuat show room batik miliknya mengalami penurunan omzet.

“Bagi para pengrajin saya, corona itu nggak ada. Adanya di Jakarta, banyak yang meninggal juga di Jakarta, sedangkan di tempat kami di Cilegon tidak ada corona. Ini menjadi tantangan bagi saya, bagaimana memberi penjelasan kepada mereka. Terlebih pada saat Covid 19 di Cilegon mulai mereda, kita mulai lakukan zona kuning. Jadi saya sudah bisa datang ke workshop. Terus terang saya kan nggak bisa melepaskan pengrajin bekerja sendiri. Membatik kan nggak bisa pakai masker ya, karena cantingnya harus ditiup. Jadi saya benar-benar harus tegas pada mereka. Kalau biasanya mereka bergerombol, sekarang sudah tidak lagi. Saat jam istirahat, ada yang di mushola, ada yang tetap berada di workshop,” kata istri Walikota Cilegon, ini.

Giat PWW yang dilaksanakan secara hybrid dari tanggal 20-24 September 2021 merupakan event yang bertujuan mendukung para wanita profesional di seluruh Indonesia menikmati kehidupan terbaiknya dengan mengoptimalkan kontribusi multi-perannya di kantor dan di rumah.

“Tema PWW tahun ini adalah #akuberdaya, sebuah tema sentral yang menjadi jiwa dari semua produk dan aktivitas NINA NUGROHO. Kami percaya, wanita Indonesia adalah individu yang berdaya dalam apapun peran yang dimainkannya. PWW adalah sebuah perayaan atas keberdayaan itu. Keberdayaan yang menjadi pondasi utama negeri ini, masa kini dan masa yang akan datang,” papar Nina Septiana.

Selama empat hari berturut-turut menghadirkan event Charity Sale, Talk Show dan Sharing Online yang melibatkan 12 (dua belas) pembicara nasional dan tokoh profesional, kemudian ditutup pada hari kelima dengan event offline Gala Luncheon, fashion show dan diskusi panel yang akan dihadiri oleh 50 (lima puluh) tokoh perempuan. Event ini akan diikuti oleh ribuan wanita Indonesia./ JOURNEY OF INDONESIA

Rate this item
(1 Vote)
Last modified on Tuesday, 21 September 2021 13:11