Selain Kekuatan Hati, Sosok Ibu Ternyata Ada Dibelakang 2 Wanita Tangguh dan Mandiri Ini

By Nuhaa September 22, 2021 944
Selain Kekuatan Hati, Sosok Ibu Ternyata Ada Dibelakang 2 Wanita Tangguh dan Mandiri Ini Nina Nugroho berkesempatan menyapa Tri Mumpuni selaku Deirektur Eksekutif IBEKA (Ibonk)

Masih menghadirkan sederetan nama-nama moncer yang sangat berpengaruh di bidangnya, khususnya perempuan-perempuan yang berkecimpung di dunia usaha dan inisiator. Professional Women’s Week (PWW) 2021, pada Selasa 21 September 2021 kemarin menghadirkan Tri Mumpuni yang saat ini menjabat sebagai Direktur Eksekutif Inisiatif Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (IBEKA) dan Linda Amalia Sari Gumelar selaku Founder Yayasan Kanker Payudara Indonesia.

Pada sesi awal talkshow ini, Tri Mumpuni mengangkat tema dengan tajuk "Menolong Sesama Melalui Wirausaha". Menurut perempuan yang dijuluki Wanita Listrik ini, pemberdayaan masyarakat akan berhasil apabila keterlibatan mereka tidak sekedar sebagai subjek belaka. Namun seharusnya masyarakat harus terlibat aktif.

Ibu tiga anak yang salah satunya mengikuti jejak dirinya menjadi seorang sociopreneur, memberi contoh kongkrit yang terjadi di IBEKA dimana masyarakat terlibat langsung dalam program penyediaan fasilitas umum yang mereka butuhkan.

“Kalau proyek yang hanya menguntungkan satu orang, biasanya tidak akan berhasil. Tapi masyarakat yang diberdayakan itu harus mengerti bahwa apa yang kita lakukan adalah untuk mereka. Dan memang sebenarnya harus begitu. Jadi jangan bilangnya pemberdayaan tapi hanya mencari keuntungan. Beberapa program yang sudah dilakukan IBEKA menunjukkan bahwa keterlibatan semua warga, kerja sama dan gotong royong akan menjadi kunci sukses suatu program pemberdayaan di wilayah terpencil. Kalau semua terlibat maka semua akan merasa memiliki. Apalagi jika ada kaum perempuan, yang umumnya secara budaya memiliki porsi besar dalam kehidupan sehari-hari,” papar Puni, lagi.

Terhitung sudah 30 tahun, Puni keluar masuk desa untuk sebuah tujuan membangun desa. Passion ini ternyata diperoleh dari ibundanya yang juga aktif sebagai socipreneur. Meski cukup disibukkan karena mengurus 8 orang anak, namun sang bunda masih meluangkan waktu untuk berkeliling kampung guna memberikan kursus membaca, membantu masyarakat membersihkan koreng-koreng sampai mengajarkan masyarakat bagaimana caranya membasmi kutu di rambut anak-anak di pedesaan.

Miss Via selaku moderator Professional Womens Week PWW 2021 IbonkMiss Via selaku moderator Professional Women’s Week (PWW) 2021 (Ibonk)

Tri Mumpuni mengakui bahwa sosok ibunya menjadi sumber inspirasi sehingga dirinya berada diposisi terbaik saat ini. "Peran beliau luar biasa banget. Saya dulu sering diajak ibu terjun ke desa-desa. Kalau saat membasmi kutu rambut bisa menghabiskan waktu sampai tiga hari. Dari mulai melumuri rambut dengan obat kutu, membungkusnya dengan handuk, lalu hari berikutnya sebelum dikeramas kutunya ditampung dalam baskom. Itu kutunya jatuh semua dalam keadaan mati. Jadi banyak sekali yang dilakukan ibu saat itu,” kenang Puni.

Semangat berbagi ini turut ditularkan Puni melalui program Patriot Desa yang dijalankan bersama pemerintah Provinsi Jawa Barat. Dalam hal ini Puni mengajak para sarjana teknik terjun ke desa-desa membantu masyarakat di desa-desa. “Program ini sudah berjalan 2 tahun, para sarjana ini dikirim ke pelosok-pelosok, salah satunya Papua. Disana mereka mencari tahu apa yang dibutuhkan masyarakat.

"Cari tahu passion masyarakat yang akan dibantu, apa yang mereka inginkan, sehingga program yang akan dijalankan benar-benar menjadi bagian dari diri mereka. Akhirnya mereka mau ikut terlibat dan menjaga. Kita masih kekurangan manusia yang berkualitas yang mau tinggal di desa dan membangun desa itu dengan cara yang benar. Itu kuncinya di situ,” tutur Tri Mumpuni.

Sementara itu Founder Yayasan Kanker Payudara Indonesia, Linda Amalia Sari Gumelar, pada sesi talkshow berikut yang bertajuk "Perempuan Bangkit saat Mengalami Perubahan Drastis dalam Hidupnya", mengatakan kaum perempuan dengan sifat dasar yang penuh kasih sayang sekaligus dengan karakteristik perempuan yang multitasking, tidak sulit bagi mereka untuk melakukan pekerjaan sosial ditengah urusan domestic maupun tuntutan pekerjaan.

Dalam hal ini, Linda mendorong kaum perempuan untuk mampu bangkit dari kondisi apapun bahkan pada situasi drastis dalam kehidupannya. Kaum perempuan harus sadar akan perannya dalam pembangunan yang setara dengan pria. Dan perempuan harus dimotivasi untuk mengeksplore dan meningkatkan kemampuan dalam setiap peran yang dijalankannya.

Founder Yayasan Kanker Payudara Indonesia Linda Amalia Sari Gumelar IbonkFounder Yayasan Kanker Payudara Indonesia, Linda Amalia Sari Gumelar (Ibonk)

"Pesan saya jangan terlalu lama berada di ‘sudut ruangan’ ketika Anda tengah berada pada posisi terendah dalam hidup. Berusahalah untuk segera bangkit, karena pada saat Anda merasa sendiri, saat terpuruk meratapi nasib maka matahari akan tetap bersinar di pagi hari, bulan akan tetap keluar di malam hari. Artinya hidup ini akan terus berjalan, sehingga berusahalah untuk bangkit. Karena masih banyak hal positif yang dapat dilakukan,” ujar Linda.

Linda pribadi pernah mengalami titik terendah dalam hidupnya, tepatnya sekitar 25 tahun silam kala dirinya divonis menderita kanker payudara. Sementara saat itu dia dan sang suami, Agum Gumelar tengah menikmati kesuksesan dalam karier.

Diawali dengan rasa putus asa, akhirnya Linda mampu untuk bangkit dan tidak larut dalam suasana kesedihan. Ia melakukan sesuatu untuk segera lepas dari keterpurukan itu,” papar Linda.

“Waktu itu saya mengikuti jejak sahabat saya, Mba Rima Melati (aktris senior Indonesia-red) yang sudah sembuh dari kanker payudara, dia melakukan pengobatan ke sebuah rumah sakit di Belanda. Pada saat itu saya memiliki nazar di dalam diri saya. Yaitu apabila Allah masih berikan saya umur yang panjang, saya berjanji akan membuat orang lain , khususnya kaum perempuan untuk dapat sembuh dari kanker payudara. Alhamdulillah , qadarullah saya diberi kesembuhan, seperti doa saya agar dapat mendampingi suami dalam kariernya, mendampingi anak-anak hingga menyelesaikan sekolah, dapat menimang cucu. Sudah 25 tahun berlalu, saat ini usia saya sudah menjelang 70 Tahun,” ujar Linda, lagi.

Saat ini melalui Yayasan Peduli Kanker Indonesia (YKPI), Linda berkiprah memberi edukasi, pendampingan kepada pasien kanker untuk tetap bersemangat mengejar kesembuhan. “Walaupun seringkali perasaan kita naik turun karena mendampingi pasien kanker yang meninggal dunia, sementara anak-anaknya masih kecil. Kami turun ke daerah-daerah memberikan edukasi tentang kanker, memberi pemahaman jika sudah divonis kanker jangan pergi ke pengobatan alternatif, tradisional tapi lakukan pengobatan secara medis. Karena penyakit berkejaran dengan waktu,” ujarnya, lagi.

Serupa Tri Mumpuni, Linda juga tidak menafikkan bahwa pembentukan karakter diri sejak dini perlu dilakukan, agar ketika menghadapi kondisi tak terduga , seorang perempuan dapat menghadapinya dengan tenang. “Saya bersyukur memiliki ibu yang menempa saya untuk menjadi pribadi yang tangguh dan mandiri. Jadi pembentukan karakter diri harus dibentuk sejak dini, karena hal ini akan mempengaruhi dalam pengambilan keputusan,” tuturnya.

Ia juga berpesan untuk tidak melihat sesuatu dalam satu sisi saja, tapi dari berbagai sisi. Berpikir positif, tidak curiga dan berburuk sangka. Karena ini akan merusak diri sendiri serta berpikiran negatif hanya buang-buang waktu saja./ JOURNEY OF INDONESIA

Rate this item
(1 Vote)
Last modified on Wednesday, 22 September 2021 22:46