Cuaca Ekstrim, Pendakian Tiga Hari Gunung Kerinci Sukses Dilakukan Pendaki JKW-PWI

By Agus Blues November 12, 2021 286
Cuaca Ekstrim, Pendakian Tiga Hari Gunung Kerinci Sukses Dilakukan Pendaki JKW-PWI Peta jalur pendakian gunung Kerinci ((Yanni)

Selasa (9/11) pagi lalu, Yanni Krisnayanni memulai pendakian ditemani pemandu pendakian Andrean Saputra, memilih jalur pendakian Kersik Tuo. Pilihan tersebut lantaran berbeda dengan jalur Solok yang cukup ekstrim dan susah.

Pagi nan cerah, Yanni dan Andrean pun menggunakan ojek motor untuk menuju Pos Registrasi (R10), kemudian masih dengan ojek motor perjalanan yang melintas perkebunan teh dengan jalan makadam hingga gapura.

Pintu Rimba menjadikan awal pendakian Yanni dan Andrean, juga menjadikan awal dari gunung pertama selain ke enam gunung yang masuk dalam jajaran Seven Summit of Indonesia yang akan disambangi dari Tim JKW-PWI.

Memasuki Pos 1 yang ditandai dengan tanah lapang dan adanya bangku panjang (1.890 mdpl). Usai beristirahat sejenak, Yanni pun kembali melanjutkan pendakian landai yang tanpa terasa mulai menanjak untuk menuju Pos 2.

Seperti yang diketahui, bulan Nopember adalah bulan yang kurang bersahabat, karena musim penghujan menjadikan teman setia para pendaki, sehingga sepanjang jalur yang becek menjadi handicap tersendiri bagi para pendaki. “Iya kita harus pandai-pandai memilih jalan supaya terhindar dari tanah becek,” ungkap Adrean yang sudah tak terhitung menjadi pengantar para pendaki menuju puncak Kerinci.

Perjalanan selanjutnya membawa Yanni dan Andrean  memasuki Pos 2 atau Batu Lumut (2.010 mdpl), ditandai dengan tanah datar tanpa shelter, seperti juga di Pos 1 sampai Pos 3, lantaran di kawasan ini masih menjadi habitat harimau Sumatra.

Yanni kibarkan bendera Kingland Tire dan Kawasaki Motor Indonesia selaku pendukung perjalanan JKW PWI AndreanYanni kibarkan bendera Kingland Tire dan Kawasaki Motor Indonesia selaku pendukung perjalanan JKW-PWI (Andrean)

Pendakian dari Pos 2 menuju Pos 3 didominasi akar-akar pohon, juga dari Pos 3 untuk mencapai Pondok Panorama (2.225 mdpl). Meskipun terdapat tanah lapang yang mampu untuk mendirikan 1 tenda dome, juga terdapat sumber air ini, namun pihak Taman Nasional sama sekali tak menyarankan untuk berkemah di sepanjang pos 1 hingga pos 3 ini.

Dari pos 3, pendakian Gunung Kerinci yang sebenarnya mulai terasa, jalur berupa tanah padat didominasi akar-akar pohon lebih menanjak dari sebelumnya. Jalur ini akan berakhir di Shelter 1 (2.505 mdpl), menjadikan lokasi sedikit aman untuk mendirikan tenda.

“Tapi kita memutuskan untuk nge-camp di Shelter 3 (3.291mdpl), setidaknya selain dekat dengan sumber air juga memperpendek jalan menuju puncak,” kata Andrean mengakui yang bersiap akan menghadapi perjalanan sulit melintas akar-akar pohon.

Semula Yanni dan Andrean yang menjadwalkan Rabu (10/11/2021) tiba di puncak Gunung Kerinci. Namun karena hembusan angin dan badai yang terus menghadang. “Mau tidak mau kita memutuskan untuk nge-camp. Cuaca ekstrim tak bersahabat tersebut, menyebabkan satu frame pada tenda Andrean harus patah,” ujar Yanni yang memutuskan untuk melakukan summit pada hari Kamis (11/11) Pagi.

Sepanjang hari Rabu, di Shelter 3 tidak saja tendanya Yanni dan Andrean, tetapi juga terdapat pendaki lainnya dari Pekan Baru (Riau) dan Subang (Jabar) yang juga berencana untuk summit di hari Kamis. “Disini kita tidak saja dihantam badai angin tapi hujan. Jadi sempat kepikiran kalau kondisinya seperti ini terus, iya lebih baik turunlah,” celetuk Yanni yang akhirnya menjejakkan kaki di puncak Gunung Kerinci yang berketinggian 3.805mdpl.

Terlaksananya turing dan pendakian ke Gunung Kerinci, Tim JKW-PWI mengucapkan banyak terima kasih atas suppoting dari PT Kawasaki Motor Indonesia, PT United Kingland, Kemenpora, Continmoto Jakarta, Trooper Custom Helmet, Artha Graha Peduli, Djarum Foundation./JOURNEY OF INDONESIA

Rate this item
(1 Vote)
Last modified on Friday, 12 November 2021 09:41