Seminggu di Tarakan, Tim JKW-PWI Akhirnya Tiba di Tolitoli

By Nuhaa January 05, 2022 166
Seminggu di Tarakan, Tim JKW-PWI Akhirnya Tiba di Tolitoli Keluarga besar Bapak Misrie dan Tim Jelajah Kebangsaan Wartawan - PWI sebelum bertolak ke Pelabuhan Malundung Tarakan (Yunie)

Setelah penantian panjang disertai usaha keras, tim Jelajah Kebangsaan Wartawan-Persatuan Wartawan Indonesia (JKW-PWI) akhirnya dapat merapat di Tolitoli, Sulawesi Tengah. Sebelumnya tim sempat susah payah mencari informasi jadwal penyeberangan menuju dari Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara).

Nah, pada 3 Januari 2022 akhirnya mereka berhasil menumpang KM Sabuk Nusantara 116 untuk tiba di Tolitoli. Tim yang terdiri dari Yanni Krishnayanni, Agus Blues Asianto, Sonny Wibisono, dan Indrawan Ibonk sempat tertahan di Tarakan selama tujuh hari sejak 28 Desember 2021 hingga melewati pergantian tahun di sana.

Di Tarakan, keempatnya tinggal di kediaman keluarga bapak Misrie, kerabat dari Agus Blues Asianto yang menerima tim JKW PWI ini dengan penuh kehangatan layaknya keluarga sendiri selama menginap di rumah ini.

Selama di Tarakan Indrawan Ibonk, Yanni Krishnayani dan Sonny Wibisono menyempatkan diri untuk mengunjungi Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (KKMB). Di lokasi tim berhasil menjumpai kawanan Bekantan berjumlah 19 ekor sedang menikmati santapan pisang muda. Menurut keterangan petugas konservasi, di dalam kawasan seluas 9 ha dengan luas total 23 ha ini terdapat tiga kelompok Bekantan yang berhasil berkembangbiak dari awalnya hanya 6 ekor saja.

Bekantan di KKMB Tarakan YannieBekantan di KKMB Tarakan (Yannie)

Sehari sebelumnya mereka menyempatkan diri juga untuk mengeksplor kawasan pantai Amal Lama yang memang menjadi satu satunya pantai wisata yang bisa dijumpai di Tarakan ini. Pantai yang selalu dipenuhi oleh pengunjung lokal ini sedang berbenah diri untuk menjadi kawasan wisata utama yang representatif seperti Ancol di Jakarta.

Usai dari lokasi KKMB, sekitar pukul 10.00 WITA tim langsung menuju Pelabuhan Malundung Tarakan untuk memastikan informasi kedatangan kapal KM Sabuk Nusantara 116 yang akan menyeberang ke Tolitoli pukul 16.00 WITA. Ternyata info tersebut benar adanya, dan bereka bergegas mengurus tiket dan semua dokumen perjalanan, tim langsung kembali ke rumah untuk persiapan keberangkatan.

Dalam perjalanan ke pelabuhan, motor KLX 230 yang dikendarai Agus Blues Asianto tiba-tiba terjatuh karena hilang keseimbangan. Agus sendiri memang dalam kondisi yang masih kurang sehat, sehingga diputuskan untuk meninggalkannya di Tarakan agar mendapatkan perawatan medis yang lebih intensif sampai kondisinya pulih kembali.

Motor KLX 230 tunggangan Agus Blues tetap diseberangkan dan nantinya posisi Agus untuk sementara digantikan oleh Aji Tunang Pratama, sesama rekan wartawan yang membantu tim JKW-PWI. Bikers pengganti ini akan mulai berkendara bersama tim JKW-PWI dari Tolitoli menuju kota di provinsi berikutnya hingga Agus bisa kembali bergabung dengan tim.

ABK Bahtera Nusantara tengah membuang sampah di laut SonnyABK Bahtera Nusantara tengah membuang sampah di laut (Sonny)

KM Sabuk Nusantara 116 ternyata tidak seperti KM Sabuk Nusantara milik PT Pelni yang tidak mengangkut kendaraan roda 2 atau roda 4. Kalaupun diizinkan, calon penumpang harus mengeluarkan dana besar karena harus membayar ongkos packing kendaraan. Keterangan ini diperoleh tim JKW-PWI dari salah seorang pegawai Pelindo di Pelabuban Malundung.

Menurut seorang petugas agen tiket, pengelolaan KM Sabuk Nusantara 116 diserahkan ke pihak swasta yang melayani rute penyeberangan bersama KM Sabuk Nusantara yang dikelola oleh PT Pelni.

Di tengah perjalanan, tim JKW-PWI sempat mendapati beberapa ABK KM Sabuk Nusantara 116 melakukan pembuangan sampah atau limbah penumpang ke laut. Di antaranya adalah sampah plastik dan styrofoam pembukus mie instan. Menurut salah seorang ABK, kegiatan pembuangan sampah rutin dilakukan untuk mengurangi tumpukan sampah penumpang sebelum kapal sandar di pelabuhan tujuan.

Keadaan menjadi sedikit tegang ketika tim JKW-PWI sempat meminta ABK untuk tidak membuang sampah ke laut namun tidak diindahkan. Sayangnya ABK dan penumpang lainnya seperti tidak peduli untuk menjaga lingkungan. Padahal, tindakan itu dapat membahayakan ekosistem di laut dan berdampak kerusakan lingkungan secara keseluruhan.

Selain didukung Ban Kingland dan Kawasaki Motor Indonesia, ekspedisi JKW-PWI didukung juga oleh Kementrian Pemuda dan Olahraga, Artha Graha Peduli-Artha Graha Network, Contin Jakarta dan Trooper Helmets./ JOURNEY OF INDONESIA

Rate this item
(0 votes)
Last modified on Thursday, 06 January 2022 16:24