Gelar Midnight Sale, IWAPI dan Sarinah Kejar Omset Maksimal

Gelar Midnight Sale, IWAPI dan Sarinah Kejar Omset Maksimal Event Merajut Kebersamaan di Bulan Ramadhan merupakan rangkaian dari Sarinah Ramadhan Festive 2019 (Yulia)

Pembatasan sosial media oleh pemerintah pada tanggal 22 Mei 2019 lalu, seperti twitter, instagram dan facebook, bahkan whatApp untuk mengakses gambar dan video sangat berpengaruh bagi industri retail khususnya produk-produk yang dihasilkan oleh para UMKM rumahan ada yang mengandalkan sosmed sebagai tempat promosinya.

Pembatasan tersebut yang bertepatan dengan suasana menjelang Idul Fitri 1440 Hijriah, tentunya sangat berdampak pada perekonomian Indonesia dari sektor industri bisnis dan perdagangan. Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) sangat merasakan dampak pembatasan tersebut dan berusaha mengembalikan kerugian dengan mengadakan berbagai acara dan kolaborasi. Salah satunya adalah dengan Sarinah The Window of Indonesia sekaligus menyambut Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah.

Acara yang diberi tajuk "Merajut Kebersamaan di Bulan Ramadhan" ini, selain bertujuan memberikan motivasi kembali pasca pembatasan sosmed kemarin sekaligus sebagai ajang promosi yang tepat bagi IWAPI untuk menampilkan produk-produk terbaiknya.

"Ramadhan adalah bulan yang berkah bagi industri ritel terutama yang ada di bawah IWAPI. Pembatasan medsos kemarin tentunya sangat berpengaruh bagi kami, terutama bagi pengusaha yang berjualan bukan hanya offline tetapi online. Alhamdulillah, Sarinah ini sebagai salah satu plat merah BUMN yang sudah selayaknya kami saling bersinergi, karena IWAPI juga banyak sinergritasnya dengan pemerintah. Sarinah merupakan satu tempat promo dan berdagangnya UMKM, sangat tepat apabila Sarinah dan IWAPI berkolaborasi," papar Ketua Umum DPP IWAPI Jakarta, Ir. Nita Yudi, MBA di Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat pada Selasa (28/5/2019).

Namun berbeda dengan PT. Sarinah (Persero), pembatasan sosmed sama sekali tidak berpengaruh dengan pendapatan gerai di Sarinah. Lies Permana Lestari selaku Direktur Ritel Sarinah mengatakan bahwa yang mempengaruhi hanya penutupan toko pada tanggal 22-25 Mei 2019 lalu, sebagai imbas dari adanya gejolak unjuk rasa di depan gedung Bawaslu yang posisinya berdekatan dengan Sarinah.

Direktur Bisnis Ritel Sarinah Lies Permana Lestari kanan dan Ketua Umum DPP Iwapi Nita Yudi IstDirektur Bisnis Ritel Sarinah Lies Permana Lestari kanan dan Ketua Umum DPP Iwapi Nita Yudi (Ist)

Acara Sarinah Ramadhan Festive 2019 yang digelar sejak Senin, 27 Mei 2019 merupakan salah satu upaya untuk mengejar ketertinggalan karena adanya penutupan selama 4 hari tersebut. "Sejak buka dan operasi pada hari Sabtu lalu, kami langsung mengadakan midnight sale sampai tanggal 31 Mei mendatang. Kami coba berkolaborasi juga dengan IWAPI selain untuk mengejar omset yang kemarin tertunda sekaligus mengaktivasi kembali kegiatan yang ada di sini," imbuh Lies Permana Sari pada kesempatan yang sama.

Nita juga berharap, kolaborasi ini bisa berkembang ke depannya. Mengingat Sarinah merupakan tempat yang sangat strategis di tengah kota Jakarta dan bagi sesama wanita yang bergerak di bidang yang sama Sarinah juga sudah mempunyai standar produk yang konsumennya sendiri merupakan kalangan masyarakat dan turis yang tentunya sudah mempunyai standar produk yang berkualitas.

"Kita sesama perempuan merupakan tempat yang tepat untuk berkolaborasi, karena IWAPI sendiri merupakan wadah perempuan pengusaha yang ada di 33 provinsi," kata Nita Yudi.

"Merajut Kebersamaan di Bulan Ramadhan" sebagai rangkaian dari Sarinah Ramadhan Festive 2019 ini mengadakan serangkaian acara seperti fashion show, bazaar dan juga buka bersama. Acara yang dibuka pada pukul 14.30 sampai 17.30 ini merupakan event kerja sama pertama kalinya IWAPI dengan PT. Sarinah (Persero).

Kolaborasi ini semakin menarik ketika dilanjutkan dengan talkshow dengan tema "Start Up & Digital Marketing Langkah Jitukah?" dengan narasumber: Amartha Fintech, Go Food dan IWAPI Milenial.

Nita berharap ke depannya masyarakat lebih aware akan pertumbuhan ekonomi, sementara Indonesia adalah negara terbesar dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Asia. Jangan lagi dirusak oleh kondisi seperti kemarin seperti unjuk rasa yang sangat merugikan orang banyak terutama sektor perdagangan.

Acara yang berlangsung sampai menjelang buka puasa ini ditutup oleh tausiah dan doa dari ustadz Sofyan dengan tema "Ketangguhan Wanita Pengusaha dari Zaman Nabi Muhammad SAW sampai dengan saat ini"./ JOURNEY OF INDONESIA

Rate this item
(1 Vote)
Last modified on Tuesday, 28 May 2019 23:44