ISEE Fest 2019, Angkat Penghormatan Untuk Musisi Legendaris Lewat Panggung Tribute

By Ibonk August 31, 2019 172
ISEE Fest 2019, Angkat Penghormatan Untuk Musisi Legendaris Lewat Panggung Tribute Harry Koko Santoso bersama para pendukung ISEE Fest 2019 Tribute ToThe Rollies (Ibonk)

Dunia eksebisi ibukota kembali bertambah dengan hadirnya ISEE Fest 2019, sebuah festival outdoor yang digelar pertama kalinya di Indonesia dengan banyaknya fitur produk kreatif, kuliner, musik dan juga budaya yang dapat menjadi alternatif hiburan keluarga. ISEE Fest 2019 yang akan di gelar di Gelora Bung Karno (GBK) pada 27 September - 6 Oktober 2019, bukan hanya sekedar memperkenalkan budaya, musik dan tari saja, tetapi juga berusaha menaikkan martabat industri musik tanah air sehingga bisa menjadi bagian dari industri musik dunia.

Acara yang dibuat oleh Republic Community ini juga akan menampilkan berbagai genre musik sampai dengan tribute kepada sosok beberapa musisi yang dalam kemunculannya membawa warna baru di industri musik tanah air. 

Seperti yang disampaikan oleh Harry "Koko" Santoso, CEO Deteksi Production di kantornya di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Jum'at (30/8) pada saat bincang-bincang perkembangan musik nasional dengan pihak media dan musisi bahwa saat ini industri musik semakin berkembang. Perkembangan ini juga tidak melupakan jasa dari para musisi sebelumnya yang membantu perkembangan musik di tanah air.

"Karena hal tersebut I SEE Fest 2019 dirancang untuk mengangkat hal tersebut dengan menghadirkan sebuah panggung yang akan menghadirkan penampilan penghormatan untuk musisi-musisi legendaris Indonesia," ungkap Koko dengan gamblang.

Jilly Likumahuwa dan Harry Koko Santoso IbonkJilly Likumahuwa dan Harry Koko Santoso (Ibonk)

Seperti yang kita ketahui bahwa perkembangan industri musik di Indonesia pada era tahun 70-an banyak dipengaruhi oleh band-band legendaris salah satunya adalah The Rollies. Salah satu personilnya yang banyak memberikan kontribusi pada kebesaran band ini adalah Benny Likumahuwa. Di akhir tahun 60-an, musisi berdarah ambon yang menguasai banyak instrumen secara otodidak ini, berhasil membuat pergeseran warna musik The Rollies dengan gagasan dan ide-idenya yang cemerlang.

Hal inilah yang membuat ISEE Fest 2019 membuat sebuah acara "Tribute to The Rollies" di salah satu panggung dari 4 panggung yang disediakan oleh panitia ISEE Fest 2019. "Acara kita ini juga akan kita buat tribute The Rollies. Di awal tahun group ini sangat populer dan mempengaruhi warna industri musik tanah air. Bukan hanya disegani di Indonesia, tapi juga di luar negeri. Kita ingin menghargai karya para musisi tersebut, Benny Likumahuwa adalah sosok musisi yang membuat industri musik Indonesia menjadi maju sampai saat ini," papar Koko.

Seperti yang diamini oleh putri pertama Benny, Jilly Likumahuwa, kalau sosok ayahnya cukup jenius dan tak pernah puas belajar musik. Dirinya juga mengakui bahwa tanpa sang ayah The Rollies tidak akan terkenal seperti saat ini. "Dimata saya papa adalah orang yang memberikan warna pada musik Indonesia. Terutama untuk genre pop dan rock, musikalitasnya yang tinggi membuat kedua genre tersebut menjadi luar biasa," kenang Jilly Likumahuwa.

Joe Chessa dan Alvin dari JC Alv IbonkJoe, Chessa, dan Alvin dari JC Alv (Ibonk)

Pada ISEE Fest 2019 nanti, Jilly akan membuat sesuatu bagi sang ayah dengan mempersembahkan Tribute to The Rollies bersama dengan band asuhannya JC Alv. JC Alv adalah band yang terdiri dari 3 personil yakni Joe, Chessa, dan Alvin yang akan hadir dalam bentuk akustik. "Persiapannya cukup lumayan sulit ya, karena kita memang berasal dari background genre musik yang berbeda. Setelah kita coba ternyata menantang banget. Lagunya berat tapi seru, kita masing-masing bermain musik harus tahu feelnya," ungkap Alvin salah satu personil JC Alv.

Selama 10 hari penyelenggaraan ISEE Fest 2019 nanti, event ini akan menampilkan banyak penampilan Tribute kepada banyak musisi asal Indonesia. Sampai saat ini, sudah cukup banyak band-band yang masuk untuk mendaftar. Acara yang akan diadakan di Gelora Bung Karno, Jakarta ini menempati luas 100 ribu meter persegi ini akan mendatangkan lebih dari 400 ribu pengunjung. Ini juga merupakan sebuah penghargaan kepada musisi yang telah memberikan warna baru bagi perkembangan musik di tanah air./ JOURNEY OF INDONESIA

Rate this item
(1 Vote)
Last modified on Sunday, 01 September 2019 14:01