Solo City Jazz 2019, Perayaan Satu Dekade Jazz nya Kota Solo

By Ibonk September 28, 2019 342
Solo City Jazz 2019, Perayaan Satu Dekade Jazz nya Kota Solo Solo City Jazz 2019 di kampung Batik Kauman dan Laweyan (Ibonk)

Tanpa terasa, Solo City Jazz (SCJ) telah memasuki penyelenggaraannya yang ke 10. Selama satu dekade penyelenggaraannya. SCJ sendiri telah menjadi salah satu mata acara penting kota Solo dan diselenggarakan oleh CPro bersama-sama dengan Pemerintah Kota Solo.

Sama seperti setiap perhelatannya, SCJ selalu dikemas dengan konsep yang berbeda. Landasan dasarnya adalah, bagaimana SCJ menjadi bentuk festival yang khas kota Solo, sehingga memiliki karakteristik khas tersendiri. Berbeda dengan gelaran festival jazz lain di Nusantara. SCJ selalu membuka kesempatan, dengan mengundang performers khusus, yang datang dari kalangan pemusik atau penyanyi dan grup band, yang sejatinya bukanlah jazz. Memberikan tantangan seru, bagaimana para penampil non-jazz, memberikan interpretasi terhadap jazz sesuai dengan ide kreatifitas mereka masing-masing.

Sama seperti tahun ini, pada perayaan istimewa satu dekade SCJ, dihadirkan kelompok musik metal kebanggaan kota Solo. Lewat pengalaman tampil di mancanegara, Down For Life (DFL), akan menampilkan ide yang tak kalah khususnya dengan kolaborasi artistik, lintas genre. Mereka akan tampil bersama penari muda multi talenta, asal Solo, Dhea Fandari.

Selanjutnya DFL dan Dhea Fandari lewat konsep Glowin’ Nusantara, akan tampil didukung oleh Kurawa Voice, kelompok suara akapela asal Solo dan seniman musik asal Yogyakarta, Ari Wulu.

PieeCee Project IbonkBonita (Ibonk)

Penampilan unik dan menarik berbentuk art collaboration tersebut, akan menjadi mata acara utama pada SCJ 2019 ini. Seperti apa sebenarnya kolaborasi tersebut, menarik untuk ditunggu. Yang jelas, akan menjadi sebuah pengalaman menonton dan menikmati pentas musik yang berbeda, bagi para penonton nantinya.

Selanjuttnya akan hadir pasangan, Bonita & Adoy yang sejak beberapa tahun silam dikenal dengan grupnya, Bonita & the Hus-Band. Duo ini diyakini, akan memberi warna tersendiri yang tak kalah uniknya. Menjadi tontonan yang perlu ditunggu para penonton.

Ada pula penampilan dari kelompok-kelompok jazz muda berbakat antara lain Aditya Ong bersama kawan-kawan feat. Gaby. Mereka adalah para musisi dan penyanyi muda bertalenta asal Solo. Lalu ada nama baru Tricotado, yang juga berisikan musisi muda berbakat, yang berasal dari kota Yogyakarta.

Sementara itu tak kalah meriah akan tampil juga kelompok perkusi yang ramai, Kemlaka. Kehadiran mereka akan membuat kegairahan tersendiri, dan tentu saja lebih menyemarakkan lagi SCJ, khususnya untuk edisi penyelenggaraannya yang memasuki tahun ke-10 ini.

Rory Wardhana dalam Fashion on the Street IbonkRory Wardana dan para modelnya (Ibonk)

SCJ 2019 yang digelar dua hari, yakni pada 28 & 29 September 2019 ini dimulai pada hari ini Sabtu 28 September dan dilangsungkan di kampung Batik Kauman dan Laweyan Solo dari pagi dan siang harinya. Tidak hanya menampilkan kepiawaian Bonita dan Adoy dalam mengolah vokal dan lirik namun juga menghadirkan Fashion On The Street, dengan busana rancangan Rory Wardana. yang berkolaborasi dengan penampilan, PieeCee Project.

Adapun pada Minggu 29 September, SCJ akan diadakan di Taman Balekambang sebagai acara festival utama. Pentasnya sendiri akan dimulai jam 19.00 WIB yang akan menampilkan Kemlaka, Tricotado, Aditya Ong dan Gaby, Bonita & Adoy serta DFL dengan Dhea Fandari, Ari Wulu dan Kurawa Voices.

Baiklah, siapkan waktu untuk menyaksikan peertunjukkan SCJ 2019, yang menjadi salah satu dari sedikit festival jazz di tanah air, yang dapat bertahan dalam waktu relatif panjang./ JOURNEY OF INDONESIA

Rate this item
(1 Vote)
Last modified on Sunday, 29 September 2019 01:34