Maluku Voor Indonesia Adakan 'Jalan Damai Bersama Maluku'

By Yulia October 12, 2019 335
Maluku Voor Indonesia Adakan 'Jalan Damai Bersama Maluku' Harry 'Koko' Santoso, Andi Atis, Marsyel Ririhena, Steven dan Bobby Risakotta (Yulia)

Prihatin dengan kondisi Indonesia akhir-akhir ini yang akan berujung kepada perpecahan, Maluku Voor Indonesia mengajak semua komponen bangsa untuk ikut serta mendukung dan menggaungkan perdamaian di tanah air. Acara yang sudah disiapkan dari empat bulan lalu ini, mengajak seluruh masyarakat bukan hanya warga Maluku tetapi segala komponen mulai dari Aceh hingga Papua untuk ikut serta dalam 'Jalan Damai Bersama Maluku'.

Jalan Damai Bersama Maluku ini akan berlangsung pada Minggu, 13 Oktober 2019 bersamaan dengan Car Free Day dengan titik kumpul di depan EX atau samping Kedutaan Jepang, dengan rute Sarinah-Patung Kuda-Istana. Sepanjang jalan akan dibentangkan kain Gandong, kain putih panjang sebagai tanda perdamaian. Kain tersebut sekaligus akan diserahkan kepada perwakilan pemerintah yang ada di istana negara.

"Sudah 4 bulan lalu kami merencanakan kegiatan ini, kebetulan banyak berita yang beredar berkaitan dengan rasa perdamaian antar saudara. Seperti acara sebelumnya, saya mewakili pribadi BAJA dan beberapa musisi mulai dari Elemen, ADA Band, Rocker Kasarunk, dan musisi dari Aceh sampai Papua sangat mendukung acara ini. Kebetulan ini niat baik dari Voor Indonesia untuk mengadakan acara Jalan Damai Bersama Maluku," kata Harry 'Koko' Santoso di kantor Deteksi Production, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Jum'at (11/10).

Menurut Marsyel Ririhena, Ketua Umum Maluku Voor Indonesia yang hadir pada kesempatan yang sama, aksi jalan bersama ini memang bertujuan untuk menggaungkan rasa perdamaian dan mengajak mempererat rasa persatuan bangsa yang akhir-akhir ini hampir terkoyak karena ulah orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Selain itu juga untuk mencegah terjadinya lagi pengalaman buruk di Maluku di masa lalu yang berujung pada kerusuhan antar sesama. Namun, ditengah perjalanan terjadi bencana di Maluku berupa gempa yang hampir memporak porandakan tanah Maluku hingga saat ini. Tercatat sudah lebih dari 1.350 kali terjadi gempa susulan sampai saat ini.

"Acara ini sebetulnya sudah kita rencanakan sebelum adanya gempa yang sampai saat ini bahkan sudah terjadi berkali-kali gempa susulan. Tadinya acara ini memang untuk atensi kita kepada tanah air yang kondisinya mengarah pada perpecahan, hingga judulnya Jalan Damai Bersama Maluku. Diperjalanan terjadi musibah gempa, akhirnya kita ikut concern untuk menggalang dana sekaligus menggalangkan perdamaian," beber Marsyel.

Dewan Pengurus Maluku Voor Indonesia YuliaDewan Pengurus Maluku Voor Indonesia (Yulia)

Kegiatan ini menurut Marsyel bukan hanya ditujukan bagi masyarakat Maluku saja, tetapi berbagai elemen masyarakat dari Aceh sampai Papua yang ada di Jakarta untuk ikut serta menggaungkan rasa perdamaian. Para artis dan musisi asal Maluku, seperti Glenn Fredly dan Maya Rumantir pun sudah menyatakan kesediaannya untuk ikut serta mendukung acara ini.

Bersama dengan pengurus Maluku Voor Indonesia, Steven Risakotta (Waketum), Bobby Risakotta (Sekjen) dan Andy "Atis" Manuhutu (Kabid Humas dan Ketua Panitia), kegiatan ini juga ingin menunjukan kepada warga Maluku bahwa mereka ada untuk mendukung dan memberikan simpati kepada para korban bencana. "Kegiatan ini juga sekaligus menunjukkan bahwa selama ini kita tidak hanya diam saja, kita ingin menunjukan rasa simpati kepada mereka bahwa kita ada buat mereka. Mudah-mudahan sesuatu yang baik yang kita gaungkan, Tuhan juga akan mendengar dan tersenyum," ujar Steven.

Selain itu menurut Marsyel kegiatan ini sekaligus sebagai bentuk dukungan dan pernyataan sikap masyarakat Maluku untuk Indonesia terhadap pemerintah yang sah. "Siapapun pemerintahannya akan kita dukung. Kami ingin perdamaian, Kami ingin Indonesia maju, apalagi Maluku banyak potensi baik pariwisata, perkebunan, perairan, dan pendidikan yang akan membuat Indonesia menjadi negara yang semakin maju," ujar Marsyel menambahkan.

Acara yang juga ditujukan untuk umum ini akan diramaikan oleh sekitar 1000 warga Maluku yang akan menyanyikan lagu-lagu Nasional dan daerah Maluku dan diiringi oleh berbagai tarian seperti Cakalele dengan tetap berjalan sampai di halaman Istana Negara. "Puncak acara ini akan diserahkan kain Gandong yang dibentangkan sepanjang jalan sebagai tanda perdamaian. Kain ini merupakan simbol dari tradisi Maluku dan tidak ada muatan politik atau apapun," ungkap Andi Atis.

"Kami sebagai anak rantau terpanggil untuk saudara kami yang sedang dilanda kesedihan dan terluka. Kami memanggil semua elemen yang mendukung dengan motto perdamaian dan kepedulian terhadap sanak saudara kami. Dengan bergandeng tangan untuk negeri tercinta Indonesia sekaligus membantu saudara-saudara kami yang tertimpa bencana," kata Bobby menambahkan.

Selain akan dihadiri oleh 1000 peserta dengan pakaian dan atribut daerah masing-masing, kegiatan ini juga akan didukung oleh lima padepokan silat dan berbagai musisi asal Maluku. Maluku Voor Indonesia juga berharap pemerintah harus segera memperhatikan perdamaian di negara ini. Kegiatan ini sekaligus sebagai pernyataan sikap Maluku yang meginginkan perdamaian sebagai bagian dari NKRI./ JOURNEY OF INDONESIA

 

Rate this item
(0 votes)
Last modified on Sunday, 13 October 2019 16:13