Pemerintah Kabupaten Buleleng kembali akan menggelar ajang festival bergengsi, Buleleng Festival (Bulfest) dengan menghadirkan sejumlah kesenian tradisional khas Buleleng yang kembali dibangkitkan dan ditampilkan dalam festival tahunan yang akan digelar untuk yang ketujuh kalinya ini. Lewat tema “Shining Buleleng” festival ini dimaksudkan sebagai upaya mengangkat dan mengembalikan kejayaan kesenian tradisonal Buleleng sehingga berjaya dan bersinar kembali.

Salah satu yang unik dalam penampilan kesenian nantinya adalah setiap parade gong kebyar wajib menggunakan “Gong Pacek”, sebagai perangkat kesenian asli Buleleng. Seperti yang disampaikan oleh Kepala Dinas Kebudayaan Kab. Buleleng, Gede Komang bahwa momentum Bulfest tahun ini akan dijadikan ajang untuk mengembalikan kejayaan Gong Pacek yang merupakan warisan kesenian dari Buleleng. Sehingga, dalam setiap penampilan kesenian pada gelaran Bulfest ini, peserta dilarang menggunakan “Gong Gantung”.

“Dari saat ini kami memang harus berusaha mengembalikan kebangkitan Gong Pacek, sebagai warisan leluhur kita (di Buleleng). Jadi Saya tidak mau para seniman di Buleleng meniru-niru gong yang ada di daerah lain,” ungkap Gede Komang saat memberikan konferensi pers di Singaraja, Minggu (4/8) siang.

Pada acara pembukaan Bulfest ke-7 nanti kembali akan ditammpilkan tarian masal, yaitu tari Panyembrama, sebagai tari penyambutan. Sebanyak 500 orang penari yang dibawakan oleh remaja putri dari berbagai desa di Buleleng akan menarikan tarian peyambutan tersebut. Dipilihnya tari Panyembrama ini mengingat tarian ini sudah menjadi tarian tradisional universal khas Bali, dan secara khusus digunakan untuk menyambut tamu.

Bullfest 2019 angkat tema Shining Buleleng IstBullfest 2019 angkat tema Shining Buleleng (Ist)

Adapun perbedaan lain dalam gelaran Bulfest yang akan berlangsung dari tanggal 6 s/d 10 agustus 2019 ini, yaitu diberikannya kesempatan kesenian luar daerah Bali untuk tampil pada panggung utama. Kesenian itu adalah tarian khas etnis Medan, Sumatera Utara, yang direncanakan tampil pada malam kedua Bulfest. Tampilnya kesenian dari luar daerah Bali inipun dianggap sebagai apreasiasi dan pengakuan atas pelaksanaan Bulfest yang sudah masuk Calendar Of Event Kementerian Pariwisata RI.

Motifasi untuk mengembalikan kesenian asli tradisional di Bulfest ini juga dengan menghadirkan kolaborasi kesenian tradisional Gong Kebyar Dauh Enjung-Dangin Enjung. Ditampilkan dengan konsep mebarung, gong kebyar Dauh Enjung – Dangin Enjung ini akan mengiringi tarian khas dari dua sisi daerah budaya tersebut.

Dari Dangin Enjung terdapat nama besar pengawi kesenian antara lain Gde Manik dan Pan Wandres. Adapun kesenian hasil garapan Dangin Enjung antara lain Tari Terunajaya, Tari Legong Kekebyaran, dan Tari Cenderawasih. Sedangkan di Dauh Enjung ada nama besar Ketut Mardana dan I Putu Sumiasa, dengan garapan seni antara lain Tari Wiranjaya, Tari Merpati, dan Tari Nelayan khas Buleleng. Pada acara pembukaan Bulfest tanggal 6 Agustus nanti , juga direncanakan dihadiri oleh sejumlah pejabat Pemerintah Daerah dari luar Bali dan tamu mancanegara. Pejabat dari luar Bali yang sudah diipastikan hadir antara lain anggota DPRD Kota Pangkalpinang sebanyak 30 orang, Wakil Walikota Palembang, dan pejabat dari Dinas Kebudayaan Kota Surakarta, Jawa Tengah. Yang menarik, kehadiran anggota DPRD Kota Pangkalpinang di atas adalah dalam rangka mempelajari pelaksanaan festival seni di Buleleng. Sedangkan tamu mancanegara akan hadir sedikitnya 200 orang dari berbagai Negara. Tamu ini merupakan peserta seminar internasional di Undiksha Singaraja. Mereka secara khusus meminta pelaksanaan seminar agar bersamaan dengan pelaksanaan Bullfest, sehingga bisa menyaksikan gelaran festival yang dirintis pada tahun 2013 silam./ JOURNEY OF INDONESIA

Memasuki penyelenggaraan ke-17, Soundrenaline 2019 kembali hadir dengan mengusung semangat baru 'The Spirit of All Time’. Pesta musik terbesar di Asia Tenggara inipun tampilkan puluhan musisi bersama kolaborator ternama dari berbagai bidang. Lewat karya-karya progresif akan hadir mewarnai Soundrenaline yang telah dijadwalkan pada tanggal 7-8 September 2019 di Garuda Wisnu Kencana (GWK), Bali.

“Konsisten menghadirkan pengalaman festival yang berkesan untuk penikmat musik dan seni pada penyelenggaraan ke-17, Soundrenaline 2019 mendatang. Semua elemen penunjang mulai dari pemilihan line up hingga bagaimana menyajikan sebuah penampilan musik megah dengan balutan artistik yang epik," ungkap Andhika Adiputra alias Choky dari Level 7 selaku penyelenggara Soundrenaline 2019.

Choky melanjutkan "Tak hanya sederet musisi berbakat yang tenibat, namun juga berbagai figur ternama akan berkolaborasi bersama demi menyuguhkan timeless festival experience," ungkapnya.

Sementara itu Widi Puradiredja yang berperan sebagai music director Soundrenaline 2019 mengungkapkan bahwa puuhan musisi yang tertibat berasai dari genre dan generasi yang berbeda. Hal tersebut yang memperkaya event ini dan mampu memberikan sebuah inspirasi untuk para insan kreatif tanah air agar bebas berekspresi dan selalu berprogres melalui kolaborasi. Etemen musik mulai dari populer, nostalgic, hingga rock 'n roll dapat ditemui di panggung Soundrenaline yang sarat akan unsur seni selain sajian musik.

Nah, dari sisi nostalgic yang diusung oleh gelaran Soundrenaline 2019 tahun ini, band rock asal Inggris Suede diumumkan menjadi salah satu penampil utama di festival musik ini. "Lagu-lagu Suede itu ada unsur timeless-nya ya, nostalgic juga. Yang hitsnya bisa bertahan lama ya," ungkap Widi Puradiredja pada saat jumpa pers di Gunawarman, Jakarta Selatan, Rabu (30/7/2019).

Chocky Widi Puradiredja dan Ale pada saat konferensi pers Soundrenaline 2019 IbonkChocky, Widi Puradiredja dan Ale pada saat konferensi pers Soundrenaline 2019 (Ibonk)

"Jadi nanti diharapkan ada satu nama yang bisa mewakili generasi saat ini untuk diumumkan. Nah, Suede mewakili unsur nostalgic nya," sambungnya.

Untuk arahan seni pada gelaran Soundrenaline 2019. Saleh ‘Ale’ Husein sebagai art director menjelaskan adanya konsep seni yang kental hampir di seluruh area festival. “Soundrenaline yang telah menjadi sebuah festival terbesar di Asia Tenggara selalu konsisten untuk menghadirkan berbagai kolaborasi unik dan progresif. Pada tahun ini ada empat elemen seni yang akan mewarnai area Garuda Wisnu Kencana yaitu kontemporer, media baru. pop, dan street art.”

Nantinya, ada banyak kolaborator yang akan menghiasi area GWK mulai dari disain dan visual dari ke-4 panggung Soundrenaline, Creators Park, Area Marketplace hingga A Camp. Konsep tersebut lah yang akan melengkapi getaran Soundrenaline demi sebuah pengalaman festival yang berkesan dan tak terlupakan

Sebanyak 17 kolaborator dipastikan tertibat dalam gelaran Soundrenaline 2019 dengan keteriibatan mereka pada masing-masing area. Terbaru pada gelaran tahun ini, konsep panggung akan digawangi oleh visual artist ternama tanah air, Isha Hening, yang akan mendukung penampilan puluhan musisi melalui karya terbaiknya. Selain Isha, DGTMB Project dari Eko Nugroho, Fluxcup, I Made Aswino Aji dan nama lainnya juga akan akan turut mewarnai Soundrenaline 2019.

“Di tahun ke-17, kami yakin Soundrenaline akan semakin berkesan karena semangat yang tinggi dari para insan kreatif tanah air untuk terus berekspresi dan menginspirasi. Sehingga akan sangat disayangkan jika teman-teman di luar sana meIewatkan kesempatan untuk bisa hadir di GWK dan menyaksikan berbagai kolaborasi apik,” tutup Choky.

Beberapa musisi yang akan tampil di antaranya Seringai, Barasuara, RAN, Maliq & D'Essentials. Kunto Aji, Tulus, Kelompok Penerbang Roket, Ardhito Pramono, THE S.I.G.|.T, Feast, Padi Reborn, Feel Koplo, Navicula, Jason Ranti, Danilla dan lainnya. Untuk itu. segera akses www.soundrenaline.id untuk cari tahu informasi lebih lanjut terutama pembelian tiket Soundrenaline. Jangan sampai ketinggalan./ JOURNEY OF INDONESIA

Taman Nusa merupakan salah satu destinasi wisata yang menyajikan pengalaman mengelilingi Indonesia di dalam satu lokasi. Berlokasi di Banjarangkan Banjar Blahpane Kelod, Sidan, Gianyar, Bali, pengunjung dapat mengelilingi lahan seluas 15 hektare ini untuk menyaksikan berbagai hal, mulai dari Kampung Budaya (terdiri dari rumah tradisional yg berjumlah lebih dari 60 bangunan), museum etnografi, wayang, dan kain, serta hal lain yg berkaitan dengan budaya Indonesia.

Secara kasat mata saja, Taman Nusa Gianyar ini telah menjadi salah satu destinasi budaya favorit para wisatawan yang berkunjung ke Bali, dan hal ini menjadi alasan kuat bagi Kemenpar untuk menjadikan destinasi ini mitra Co-Branding Wonderful Indonesia.

Seperti yang disampaikan oleh Menteri Pariwisata, Arief Yahya dalam kunjungan kerjanya ke Bali dan menyempatkan diri berkunjung ke Taman Nusa Gianyar bahwa Taman Nusa ini destinasi menarik. Wisatawan bisa mendapatkan pengalaman budaya secara utuh. "Spot ini sangat potensial untuk terus berkembang. Bergabungnya Taman Nusa dengan Wonderful Indonesia melalui co-branding tentu sangat bagus serta dapat menjadi kolaborasi yang paten,” ujar Menpar pada Kamis (27/6/2019).

Sebagai mitra co-branding, ada beberapa kerja sama yang bisa dilakukan Kemenpar dengan Taman Nusa. Pertama melalui sinergi tersebut, branding pariwisata Indonesia semakin kuat terlebih sepanjang 2018, arus wisatawan Tiongkok yang menuju Bali mencapai 1,36 juta orang.

Menpar Arief Yahya dalam kunjungannya di Taman Nusa Gianyar Komblikpar

Menpar Arief Yahya dalam kunjungannya di Taman Nusa Gianyar (Komblikpar)

Untuk menarik wisatawan Tiongkok, Menpar bahkan meminta Pemilik Taman Nusa Gianyar, Santoso Senangayah membuat restoran masakan China atau Chinese Food. "Untuk menarik lebih banyak wisatawan Tiongkok, Menpar meminta kami membuka restoran Chinese Food di Taman Nusa Gianyar dengan koki dari Tiongkok. Karena wisatawan Tiongkok yang menghabiskan waktu cukup lama di Bali pasti akan mencari makanan daerah asalnya," ujar Santoso.

Sinergi dengan Taman Nusa Gianyar Bali dinilai Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar, Rizky Handayani dinilai berpotensi memenangkan pasar milenial. Generasi milenial memang menjadi pangsa pasar menjanjikan.

Kerja sama yang berikutnya adalah peningkatan atraksi yg bersifat digital serta berkolaborasi dengan komunitas pecinta dan pemerhati pariwisata Indonesia, khususnya wilayah Gianyar, Bali. Selain itu, lewat kerja sama ini dapat tercipta ragam co-creation yg bisa menarik minat kunjungan wisatawan milenial. Terakhir, berkolaborasi bersama mitra co-branding Kemenpar lain untuk menciptakan banyak co-creation.

Merujuk data UNDESA 2014, Asia akan menjadi rumah bagi populasi milenial hingga 2030. Sebanyak 57 persen kaum milenial ada di Asia dengan sebaran terbesar ada di Tiongkok sebanyak 333 juta orang. Sementara Indonesia memiliki potensi pertumbuhan 82 juta milenial, sedangkan 42 juta milenial di Filipina, dan 26 juta milenial di Vietnam./ JOURNEY OF INDONESIA

Merupakan pameran bursa wisata terkemuka di Indonesia, Bali & Beyond & Travel Fair (BBTF) diharapkan dapat berkembang setara dengan MATTA Fair di Malaysia, ITB Asia di Singapura ataupun menjadi seperti ITB Berlin dan WTM London. Harapan tersebut disampaikan oleh Menteri Pariwisata, Arief Yahya saat menghadiri “Welcome Dinner dan Opening Ceremony Bali Beyond & Travel Fair 2019” di Garuda Wisnu Kencana, Bali, pada Rabu (26/06/2019).

Dengan tema Journey to Sustainable Tourism, BBTF 2019 merupakan penyelenggaraan yang ke 6 ini dilangsungkan dari 26 - 28 Juni 2019 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC). Menghadirkan 232 seller dan 303 buyer dari 46 negara dengan estimasi transaksi mencapai Rp9,06 triliun. Komposisi buyer terbesar, 101 datang dari zona Eropa Barat dan Timur. Untuk zona Timur Tengah terdapat 28 buyer. Buyer dari ASEAN sebanyak 67, lalu 27 buyer datang dari Australia dan Selandia Baru.

Komposisi buyer terbesar, 101 datang dari zona Eropa Barat dan Timur. Untuk zona Timur Tengah terdapat 28 buyer. Buyer dari ASEAN sebanyak 67, lalu 27 buyer datang dari Australia dan Selandia Baru.

Jumlah seller dan buyer ini meningkat dari tahun lalu. Pada BBTF 2018, nilai transaksi yang dihasilkan sekitar Rp7,71 triliun dengan jumlah seller 244 dan buyer berjumlah 320 yang berasal dari 41 negara. Dari negara-negara di Eropa Timur dan Barat yang hadir sebanyak 61 buyer. Sementara dari negara-negara kawasan ASEAN yang berpartisipasi sebanyak 45 dan India ada 23 buyer. Untuk slot Australia dan Selandia Baru diisi 22 buyer dan 72 trade buyer.

Menpar Arief Yahya dan para undangan dalam event BBTF 2019 KomblikparMenpar Arief Yahya dan para undangan dalam event BBTF 2019 (Komblikpar)

Penyelenggaraan BBTF sendiri diyakini oleh Menpar tidak hanya mempromosikan Bali sebagai destinasi wisata kelas dunia, tapi turut juga mempromosikan destinasi wisata lain di Indonesia. Terkait tema BBTF 2019, Menpar menjelaskan bahwa sustainable tourism telah menjadi tren beberapa tahun terakhir. Pengembangan pariwisata harus mempertimbangkan tiga faktor meliputi lingkungan, komunitas, dan ekonomi.

Berkenaan dengan prinsip-prinsip tersebut, Kementerian Pariwisata telah melakukan tiga program, yaitu Sustainable Tourism Destination (STD) melalui Indonesia Sustainable Tourism Awards (ISTA), Sustainable Tourism Observatorium (STO), dan Sustainable Tourism Certificate (STC). Ketiganya difokuskan pada 10 Destinasi Wisata Prioritas.

“Di Bali, kami juga telah mendirikan Sustainable Tourism Observatory (STO) di Sanur, bekerja sama dengan Universitas Udayana Bali, didukung oleh UNWTO,” ungkap Menpar

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati menjelaskan bahwa Bali sebagai destinasi wisata terus beradaptasi dan berkembang. Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah juga berkomitmen meningkatkan pariwisata dengan membangun fasilitas yang mendukung. Kebijakan dan program Pemerintah Provinsi Baliadalah menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya untuk mewujudkan kehidupan yang sejahtera dan bahagia./ JOURNEY OF INDONESIA

Presiden Joko Widodo melepas dan turut serta berpawai dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-41 sebagai ajang promosi budaya khas dari Kabupaten/ Kota seluruh Bali dan provinsi lain bahkan hingga perwakilan dari luar negeri. Presiden tiba di depan Monuman Perjuangan Rakyat Bali, Denpasar, Sabtu (15/6/2019) didampingi oleh Mendikbud, Muhadjir Effendy, Gubernur Bali, I Wayan Koster, dan Sekretaris Kabinet, Pramono Anung diiringi oleh 100 penari pendet dan baris gede.

Pawai PKB dilepas dengan pemukulan kulkul yang kemudian disambut Tabuh Ketug Bumi persembahan Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, sekaligus mengiringi maskot PKB Siwa Nataraja. “Dengan memohon pada Ida Syang Hyang Widhi Wasa hari ini saya membuka pawai Pesta Kesenian Bali yang ke-41 tahun 2019 matur suksema,” kata Jokowi sebelum memukul kulkul.

I Wayan Koster, Gubernur Bali, mengatakan, PKB merupakan upaya membumikan Pancasila di Bali. “Di tengah dinamika politik, ada seni yang dapat menyatukan kita kembali. Melalui PKB mari kita kembangkan spirit kebersatuan dan kebhinekaan bangsa,” kata Wayan.

PKB ke-41 sendiri mengusung narasi besar Bayu sebagai unsur keempat dari Panca Maha Bhuta yang merupakan refleksi energi yang sangat vital dalam kehidupan manusia, sehingga keberadaannya patut dijaga dan diberdayakan.

Bayu dirumuskan menjadi sebuah tema inti yakni “Bayu Pramana: Memuliakan Sumber Daya Angin. Tema tersebut bertujuan untuk mengimplementasikan visi pembangunan Bali 2018-2023, yaitu Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Secara umum, konsep pawai masih tetap berlandaskan pada konsep penggalian, pembinaan, pengembangan, dan pelestarian. Sebagai inti garapan, wajib menampilkan kekhasan budaya daerah masing-masing, serta garapan seni kolosal yang berhubungan dengan unsur angin.

Presiden Joko Widodo dan Keluarga KomblikparPresiden Joko Widodo dan Keluarga (Komblikpar)

Lalu ada sebanyak 10 muda-mudi berbusana khas daerah masing-masing, 20 orang pasukan membawa tedung khas kabupaten/kota, gamelan khas kabupaten/kota, 100 orang menyajikan garapan kolosal yang merepresentasikan tema Bayu Pramana, dan 100 orang menyajikan garapan kolosal yang diangkat dari tradisi budaya khas daerah masing-masing kabupaten/kota. Termasuk juga ada perwakilan peserta dari luar negeri.

Ketua Tim Pelaksana Top 100 Calender of Event Kementerian Pariwisata, Esthy Reko Astuti di Bali, Sabtu (15/6/2019) mengatakan PKB merupakan ajang yangg menyatukan Produk, Proses, dan Philosphy atau ajaran agama Hindu “Trihita Karana”.

Tidak dipungkiri, tahun lalu banyak dekorasi menggunakan styrofoam sehingga tahun ini menggunakan konsep 3P meliputi planet (alam), people (komunitas), dan prospherity (nilai ekonomi dalam sebuah kegiatan). “Contohnya, untuk dekorasi menggunakan bunga gumitir yang berwarna kuning atau bunga ratna berwarna ungu, konsepnya itu tetap harmoni,” pungkas Esthy Reko Astuti.

Esthy juga meminta agar masyarakat dapat membantu dalam menciptakan rasa aman dan nyaman saat dihelatnya PKB 2019 sehingga wisatawan merasa senang dan nyaman saat berkunjung./ JOURNEY OF INDONESIA

Page 1 of 3