Ajang Menyanyi Dangdut Bintang Pantura 6, saat ini tengah bergulir di layar Indosiar. Ajang ini juga diramaikan oleh kehadiran tiga biduan dangdut jebolan Bintang Pantura yang sudah melejit namanya di tanah air yakni Juara 1 Bintang Pantura 5 yakni Jamila BP bersama sang Juara Bintang Pantura 1 Lilis BP, dan Fijo BP.

Nah, melalui Semangat Senin Indosiar dengan tema “Dangdut Goyang Goda”, ketiganya menyapa Indosiar Mania dan berbagi kisah perjuangan mereka meniti karir hingga meraih berbagai pencapaian kesuksesan setelah mengikuti ajang pencarian bakat “Bintang Pantura” di Indosiar.

Ajang pencarian bakat menyanyi dangdut Indosiar ini juga diakui mereka telah membuka pintu rejeki di industri musik Indonesia, selain ikut memudahkan mereka dalam membuat sejumlah single.

“Alhamdulillah setelah mendapatkan gelar Juara Bintang Pantura 1, saya menjadi lebih dikenal oleh masyarakat. Indosiar juga membuka kesempatan saya memiliki beberapa single,” ungkap Lilis BP di program Semangat Senin (7/9).

Selain perjalanan karir menjadi lebih lancar,ternyata mereka juga menanti kesempatan untuk dapat berkolaborasi dengan penyanyi senior, termasuk penyanyi dari genre musik lain di ranah musik Tanah Air.

“Aku pengen menyanyi bersama Ariel Noah, karena aku dari SMP sudah ngefans banget,” aku Jamila terus terang.

Semangat Senin Indosiar2 IstSemangat Senin Indosiar (Ist)

Harapan serupa disampaikan oleh jebolan Bintang Pantura 5, Lilis BP. Ia justru tertarik berduet dengan Krisdayanti. Ia juga ingin mendengar KD bernyanyi dangdut koplo. “Kalau aku, dengan mbak Krisdayanti. Dia nyanyi dangdut koplo kayak gimana, kan belum pernah gitu. Siapa tahu kesampaian,” ujarnya.

Adapun Fijo BP justru tertarik berduet dengan komedian Sule. Cewek asal Cilacap ini beralasan sangat terkesan pada guyonan Sule ketika manggung.

Pada kesempatan wawancara live ini, Lilis BP berkesempatan mengajak Indosiar Mania berkeliling menuju backstage dan ruang make up artis untuk melihat suasana persiapan konser "Bintang Pantura 6; Panggung Pilih-pilih" yang tayang pada malam harinya di Indosiar.

Walau persaingan semakin ketat karena kehadiran para bintang muda baru di Bintang Pantura 6, Jamila BP merasa hal ini merupakan sebuah kemajuan dan tantangan tersendiri untuk dirinya karena para bintang pasti memiliki ciri khas atau keunikan tersendiri jadi. Apalagi sebagai pendahulu, harus dapat bersaing sehat melalui karya yang lebih baik.

Jamila BP, Lilis BP dan Fijo BP sangat berterima kasih pada Indosiar yang telah menjadikan mereka bintang baru di Bintang Pantura. “Terima kasih kepada Indosiar karena secara konsisten melahirkan bintang-bintang muda baru lewat ajang pencarian bakat Bintang Pantura 6,” ungkap Lilis BP, mewakili kedua temannya tersebut./ JOURNEY OF INDONESIA

Penikmat dangdut Indonesia pasti tak asing lagi dengan sosok Nita Thalia dengan pedangdut kawakan yang sudah mencetak belasan album dan puluhan penghargaan selama 21 tahun berkecimpung di panggung dangdut. 

Beberapa lagunya cukup dikenal penggemarnya seperti 'Goyang Heboh', 'Gadis atau Janda', 'Ga Bisa Bobo' cukup sering mengguncang panggung dangdut dimanapun.

Bagi perempuan kelahiran Bandung, 38 tahun silam ini, segala apa yang diraihnya ini patut disyukuri. Karena lewat vokal yang bagus ia dapat mewujudkan keinginannya agar bisa berkeliling Indonesia. Mewujudkan impian kecilnya yang gagal diwujudkan yakni sebagai pramugari.

Saat berbincang di program Semangat Indosiar (21/6) Nita Thalia tak sendiri namun hadir bersama sahabat sekaligus fansnya, Dimas Tedjo, jebolan ajang pencarian bakat Bintang Pantura sesi 3. Selain memiliki karakter suara yang bagus, Dimas juga dikaruniai bakat untuk MC dan dalang pada pertunjukan wayang.

Dimas Tedjo menceritakan awal mula mengagumi Nita Thalia. Saat itu sang biduan sedang menyanyi di wilayahnya. "Saya melihat Teh Nita manggung di Alun-alun Utara Yogyakarta dan langsung jatuh hati dengan penampilan Teh Nita," ujar Dimas Tedjo. Ia tidak menyangka akhirnya bisa bertemu dengan Nita Thalia, tak hanya saat tampil menyanyi bersama, Nita Thalia juga begitu akrab dengan Dimas Tedjo di belakang panggung.

Nah, saat ini keduanya bersiap menjadi Mentor dan Konco Pantura, pada ajang pencarian bakat menyanyi, Bintang Pantura 6, yang akan digelar Indosiar, mulai Kamis, 1 Juli 2021 mendatang.

Sebagai mentor, Nita Thalia akan memberikan arahan serta ilmu yang dimilikinya kepada para biduan. Di sisi lain, sebagai Konco Pantura, Dimas Tedjo menyemangati para biduan yang berkompertisi.

Dimas Tedjo IstDimas Tedjo (Ist)

“Alhamdulillah dipercaya menjadi mentor di Bintang Pantura 6. Semoga jadi mentor yang terbaik untuk anak didik nanti. Saya akan berikan ilmu yang saya punya selama 21 tahun menjadi pedangdut pada mereka,” jelas Nita Thalia, yang juga juri pada ajang Liga Dangdut Indonesia (LIDA) 2021.

Selain berbagi teknik bernyanyi, Nita akan memberi arahan agar penonton kian tertarik menyaksikan setiap babak kompetisi Bintang Pantura 6. “Istilahnya bisa merobohkan panggung dan penonton dengan penampilan yang khas. Tipsnya harus punya ciri khas, koreografi yang menarik, keluarkan semua skill yang dimiliki,” ungkap Nita yang dibenarkan Dimas Tedjo.

Hal senada juga disampaikan oleh Dimas Tedjo, "Saya dapat tugas sebagai Konco Pantura yang tugasnya membantu para kontestan untuk memilih lagu serta nada dasar yang cocok. Karena itu saya akan menyarankan kepada mereka yang lolos audisi harus punya ciri khas suara, gaya, serta penampilan. Kalaupun gaya komunikasi masih medok, hal itu jangan dipikirkan. Gak usah malu. Karena bisa jadi hal itu nantinya bisa jadi salah satu ciri khas kita. Tapi tentunya yang utama tetaplah pada kualitas vokalnya," terang Dimas.

Di akhir acara baik Dimas Tedjo maupun Nita Thalia berharap agar lahir bintang-bintang baru yang energik, total dan bukan bukan hanya sebatas bintang pantura tapi bintang di Indonesia. "Semoga Bintang Pantura 6 semakin joss, sukses dan semakin ambyar," pungkas Dimas./ JOURNEY OF INDONESIA

Nama Happy Asmara saat ini menjadi satu di antara penyanyi dangdut asal Jawa Timur yang sukses meniti karier secara nasional. Dilatarbelakangi pengalaman dan keberhasilannya dalam meniti karir, akhirnya Happy di daulat menjadi salah satu juri ajang Bintang Pantura yang akan digelar Indosiar mulai 1 Juli 2021 mendatang.

“Tampil percaya diri dan menampilkan semua bakat yang dimiliki,” jelas Happy Asmara, tentang kiat sukses di ajang Bintang Pantura 6.

Meski begitu, menjadi penyanyi dangdut sebenarnya bukan cita-cita dari dara berusia 21 tahun itu. Malah pada awal menyukai dunia seni dirinya memilih jalur rock untuk mengekspresikan dirinya, malah sempat pula menjadi model. Proses perpindahan genre itu, diceritakan Happy tidak ditempuh dalam waktu singkat. "Waktu kuliah, baru genrenya berubah. Karena tujuannya waktu itu tetap ingin berkarya," ujarnya.

Karena semangat itu, yang kemudian membuat Happy mulai membuat lirik dan notasi. Bagi gadis asal Kediri, Jawa Timur tersebut, dirinya tidak memikirkan lirik yang susah. Semuanya cukup berkaca pada kisah cinta yang ia jalani, maupun temannya.

Seperti lagu 'Tak Ikhlasno', kata Happy, merupakan salah satu karyanya yang diangkat dari pengalaman pribadinya dalam asmara. Siapa sangka, lagu tersebut berhasil menghipnotis mereka yang tengah galau hatinya karena patah hati.

Happy Asmara Ibonk‘Queen of Ambyar’, Happy Asmara (Ibonk)

“Saat aku lagi sayang-sayangnya sama dia, aku malah ditinggal, tapi aku nggak bisa ngapa-ngapain. Saking cintanya, aku cuma bisa ikhlas asal dia bahagia. Lahirlah sebuah karya berjudul 'Tak Ikhlasno' dan hits,” ujar Happy Asmara dalam program Semangat Senin Indosiar (14/6).

Penggemar Didi Kempot tersebut juga menjelaskan bagaimana sebutan Queen of Ambyar itu mulai disematkan padanya. "Sebetulnya kalau dibilang pingin jadi the next-nya siapa, jujur nggak ada. Termasuk saat mendapat sebutan dari Lord Didi," jelas Happy.

Happy mengatakan, saat itu memang mereka sedang ada di acara yang sama. Semua bintang tamu yang datang, laki-laki. Happy menjadi perempuan satu-satunya. "Maka itu dijuluki Queen of Ambyar. Karena di panggung itu saya sendirian," imbuhnya.

Namun yang jelas sebutan itu, juga tidak asal diberikan saja kepada dirinya. Banyak karya-karya yang dibuat Happy Asmara, bernada galau secara serta merta telah melambungkan namanya di industri musik Indonesia. Demikian pula lagu 'Rasa Sayang Iki Ra Biso Lali' dan masih banyak lagi.

Happy juga mengakui bahwa sejak dulu dirinya menyukai semua genre musik. "Dari pop, dangdut, campursari, lagu daerah juga aku suka. Jadi sekarang kalau ditantang untuk nyanyi apapun, selagi itu positif yah aku hajar” ungkap Happy./ JOURNEY OF INDONESIA

Indosiar kembali menggelar audisi online Bintang Pantura 6, untuk mencari total 40 talenta menyanyi dangdut terbaik dari berbagai wilayah Indonesia, yang akan masuk babak live di Jakarta.

Seperti yang diungkapkan oleh Ekin Gabriel selaku SVP Programming Indosiar bahwa tahun ini merupakan musim ke-6 Bintang Pantura. “Konsepnya masih sama, yakni mencari bakat-bakat menyanyi dangdut terbaik dari seluruh Tanah Air,” jelas Ekin Gabriel dalam jumpa pers virtual, Kamis (20/5).

Ajang Bintang Pantura 6 kali ini mencari bakat penyanyi dangdut dengan memadukan musik dangdut dengan unsur seni kedaerahan seperti Koplo, Campursari dikolaborasikan dengan musik Dangdut, Remix, bahkan Rock. “Dari 40 peserta akan dipilih oleh lima mentor, selanjutnya dididik untuk mengasah penampilan serta vokal menyanyi dangdut dan dipertemukan dalam kompetisi. Hingga menemukan satu penyanyi terbaik sebagai juara,” jelas Ekin.

Para mentor yang Ekin maksud adalah para selebriti dangdut Tanah Air seperti Via Valen, Dewi Perssik, Nassar, Jenita Janet dan Zaskia Gotik. Sementara Soliman dalam Bintang Pantura akan diplot sebagai juragan alias pemilik acara.

Jadi setiap warga negara Indonesia berhak mengikuti audisi Bintang Pantura 6, baik pria maupun wanita berusia 15 tahun sampai 27 tahun, menyanyi solo/duo/trio. Selain itu harus berpenampilan menarik dan memiliki pengalaman menyanyi di panggung, serta mampu menyanyi dangdut dengan semua unsur.

Salsadhira IndosiarSalsadhira (Indosiar)

Seperti yang disampaikan oleh Salsadhira yang merupakan salah satu peserta audisi Bintang Pantura 2021. Gadis asal kota Bandung memusatkan perhatiannya pada audisi ini. Ia mengaku pernah mencoba audisi audisi Pop Academy, namun kurang beruntung. “Pernah mencoba Pop Academy, sekarang tertantang mencoba dangdut. Aslinya Salsa penyanyi pop, namun sekarang fokus menyanyi dangdut,” jelas mahasiswi Universitas Pendidikan Indonesia ini.

Baginya, ikut audisi Bintang Pantura dijadikan sebagai wdah mengembangkan bakat menyanyi, selain ingin membahagiakan orang tua serta melambungkan nama baik Bandung. “Salsa ingin mengejar mimpi yang selama ini belum tercapai. Salsa juga ingin terkenal, seperti para juara Bintang Pantura yang sudah ada, sehingga membanggakan keluarga saya,” pintanya.

Selain Salsadhira ada juga Eva Azzahra asal Bekasi, Jawa Barat. Dirinya juga sempat menguji kemampuannya melalui audisi Dangdut Academy dan LIDA, namun kurang berhasil. Kini Eva mencoba lagi di ajang Bintang Pantura. “Setiap selesai audisi, saya cari kekurangan saya untuk diperbaiki,” ujar Eva yang sudah terbiasa menyanyi di berbagai panggung.

Nah, calon peserta dapat melengkapi formulir pendaftaran dengan mengisi biodata diri, foto KTP/KK (kartu keluarga), melampirkan 1 foto close up dan 1 foto full body. Mencantumkan link pengalaman peserta menyanyi di panggung (link Youtube atau Instagram atau Facebook maupun sosial media lainnya. Pastikan akun sosial media tidak terkunci).

Mengunggah video hasil rekaman calon peserta bernyanyi dengan ekspresif disertai goyangan untuk dua lagu (1 slow beat dan 1 upbeat) tanpa editing suara dan tanpa alat musik atau maksimal menggunakan satu alat musik.

Formulir pendaftaran telah tersedia di seluruh platform digital Indosiar (website, facebook, twitter, dan instagram). Nantinya pendaftar terpilih akan dihubungi langsung pihak Indosiar untuk mengikuti audisi online via aplikasi Zoom dan dinilai langsung oleh juri-juri dari Indosiar. Seluruh proses audisi Bintang Pantura 6 tidak memungut biaya, alias gratis./ JOURNEY OF INDONESIA