Event tahunan Festival Sandalwood 2019 berjalan cukup sukses. Festival ini mendapatkan apresiasi besar dari publik. Selain menjadi sebuah event yang cukup sohor, event ini sendiri mampu menggerakan perekonomian Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur.

Festival yang berlangsung pada 10-12 Juli 2019 dibagi menjadi 2 bahagian besar, pertama sebagai rangkaian festival yang diawali Expo Tenun Ikat Sumba (11/7) dengan mengambil lokasi di Lapangan Pahlawan, Waingapu, Sumba Timur. Lalu keesokan harinya berlangsung Parade Kuda Sandal (12/7) yang digelar di Savana Puru Kambera, Kanantang, Sumba Timur.

Pada pembukaan festival ini ditampilkan ratusan penenun yang melakukakan kegiatan tenun secara massal. Para pengrajin yang seluruhnya didominasi kaum ibu tersebut tampak antusias mengikuti acara ini. Stand bazar yang cukup banyak juga menampilkan tenun dan pernak pernik karya asli Sumba. Lewat warna-warna alam yang ditampilkan, warna warni tenun Sumba tampak apik menghiasi pembukaan festival ini.

Dalam sambutannya Bupati Sumba Timur, Gidion Mbiliyora menyatakan bahwa lewat event ini wisatawan bisa mengeksplorasi tenun ikat dan Kuda Sandal. Ada banyak keunikan yang ditawarkan di sini. Apalagi, Kuda Sandal ini asli Sumba dan menjadi ikon. Sebab, Sumba menjadi satu-satunya tempat di Indonesia yang menjadi tempat hidup Kuda Sandal,” ujar Gidion.

02 Festival Sandalwood Tenun Expo 2019 IbonkTarian penyambutan pada event Festival Sandalwood 2019  (Ibonk)

Dalam tanggapannya Ketua Tim Pelaksana CoE Kemenpar, Esthy Reko Astuti menyampaikan bahwa Festival Sandalwood 2019 ini merupakan event luar biasa. "Peminatnya sangat besar, baik pada dunia maya maupun secara riil. Event ini punya potensi besar untuk mendatangkan wisatawan,” terangnya.

Kuatnya magnet event ini terlihat dari okupansi hotel dan mengacu informasi Dispar Sumba Timur tingkat okupansi hotel sehari jelang event mencapai 90%. Dari pergerakan wisatawan di Sumba Timur saat ini, dominasi hingga 90% merupakan wisnus. Untuk slot wisman sekitar 10% didominasi wisman dari Perancis dan Italia.

“Pergerakan wisatawan pada event Festival Sandalwood 2019 positif untuk perekonomian Sumba Timur. Kami berharap, nilai transaksi yang dihasilkan bisa optimal. Dengan begitu, masyarakat akan mendapat manfaat langsung dari event,” jelas Esthy lagi.

Sumba Timur saat ini ditopang sedikitnya oleh 8 hotel besar, posisinya juga dekat dengan venue Festival Sandalwood 2019. Beberapa diantaranya Padadita Beach, Tanto, Elvin, Sacca, hingga Merlin. Komposisi homestay-nya Umbo Dhigo, Baim, dan Ama Tukang. Sama seperti yang disampaikan oleh Asisten Depduti Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenar, Muh. Ricky Fauziyani yang memaparkan bahwa Festival Sandalwood ini memiliki prospek bagus.

03 Bupati Sumba Timur Gidion Mbiliyora dan Esthy Reko Astuti IbonkBupati Sumba Timur dan Ibu Esthy Reko Astuti pada saat kunjungan ke booth pedagang (Ibonk)

Secara mutu, Festival Sandalwood 2019 mendapatkan apresiasi dari Menteri Pariwisata, Arief Yahya. Ia menegaskan, event akan mengangkat potensi lain dari Sumba Timur. “Sumba Timur ini sangat indah. Festival ini tentu menjadi media branding optimal. Setelah ini, beragam potensi di Sumba Timur akan optimal dan memberikan manfaat ekonomi yang besar,” tungkap Menpar.

“Daya tarik besar dimiliki Festival Sandalwood 2019 dikarenakan warna budaya yang cukup dominan di sini. Festival ini memang selalu dinanti dan sangat potensial mendatangkan wisatawan. Saat ini okupansi hotel di Sumba Timur sudah maksimal,” kata Kadispar Sumba Timur, Umbu Maramba Meha. Ia melanjutkan bahwa event ini akan terus memiliki masa depan bagus di masa mendatang.

Dengan potensinya, event ini akan terus efektif menarik kunjungan wisatawan dan menjadi penggerak ekonomi daerah. Namun yang terpenting inovasi dan ide segar tetap harus diberikan di tahun berikutnya./ JOURNEY OF INDONESIA

Perhelatan gelaran Indonesia Drum & Perkusi Festival (IDPFest) 2019 akhirnya kembali digelar di Teater Besar, Taman Ismail Marzuki pada 28-31 Maret 2019 ini. Ratusan praktisi drum dan perkusi berbakat kembali unjuk kemampuan bermusik, di ajang tahunan ini.

Selain menampilkan pemain perkusi dan drum, acara ini juga dimeriahkan juga dengan Tari Kabasaran dari Sanggar Bapontar Sulawesi Utara dan petikan Sape (gitar Dayak) yang berkolaborasi dalam satu panggung.

Seperti yang disampaikan oleh Direktur IDPFest, Eki Soekarno bahwa pihaknya juga memberi kesempatan kepada penyandang disabilitas untuk memperlihatkan kemampuan mereka bermain drum. “Perkusi ini bagus untuk penyandang disabilitas. Bisa melatih kesabaran dan sensor ritmik mereka,” ungkap Eki.

Dirinya juga menambahkan bahwa Indonesia memiliki seniman dan kelompok seni perkusi yang sangat banyak di berbagai daerah. Kelompok perkusi yang akan tampil dalam IDFest 2019 ini juga datang dari berbagai cabang IDP di 13 provinsi, antara lain dari Aceh, Bengkulu, Nunukan dan lainnya.

Lolaborasi petikan Sape dan tari Kabasaran dari Sulawesi Utara pada pembukaan IDPFest 2019 IbonkKolaborasi petikan Sape dan tari Kabasaran dari Sulawesi Utara pada pembukaan IDPFest 2019 (Ibonk)

Dalam 5 hari pagelaran IDPFest ini akan digelar berbagai acara diantaranya: Kompetisi Kolaborasi Drum & Perkusi, Kompetisi Drum, Pameran Alat Musik, Drum & Perkusi Indonesia, Ansambel Perkusi Difabel, Indonesia Drum & Perkusi Orkestra, Penghargaan &n Penampilan Musisi, Drummer & Perkusionis Legendaris Indonesia dan masih beberapa acara lainnya.

“Pada dasarnya kita harus menjaga kelestarian kesenian yang ada, IDPFest adalah salah satu cara kami untuk menjaganya,” tandas Eki./ JOURNEY OF INDONESIA

Legenda putri yang menceburkan diri ke laut dan menjelma menjadi cacing panjang berwarna-warni menjadi kisah imajinasi dan inspirasi bagi pelaksanaan Festival Pesona Bau Nyale yang baru saja berlangsung pada akhir pekan lalu di Lombok, Minggu, (24/2/2019).

Ini adalah cerita rakyat tentang Putri Mandalika yang menjadi inspirasi tersendiri bagi pelaksanaan Festival Pesona Bau Nyale yang digelar pada 17-25 Februari 2019 di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan diharapkan menarik minat wisatawan untuk datang ke Lombok. 

Wakil Gubernur (Wagub) NTB Sitti Rohmi Djalilah saat puncak acara festival ini mengatakan, cerita Putri Mandalika memiliki inspirasi yang imajinatif yang diambil dari seorang putri yang mengorbankan dirinya demi menjaga kedamaian di bumi Lombok. “Insya Allah kita bisa ambil hikmah. Yang paling utama, mari kita sama-sama jaga NTB. Jaga kebersihan destinasi. Jangan buang sampah sembarangan. Karena pariwisata bisa mensejahterakan masyarakat," katanya. 

Wagub Sitti juga menyadari bahwa daerah yang dipimpinnya saat ini, merupakan daerah yang memiliki potensi pariwisata sangat besar baik dari sisi alam, adat budaya, hingga cerita masyarakat di dalamnya.

Cacing laut hasil tangkapan warga dalam Festival Bau Nyale KomblikparCacing laut hasil tangkapan warga dalam Festival Pesona Bau Nyale (Komblikpar)

“Maka secara moral kita bertanggung jawab kepada NTB. Modalnya sudah kuat dengan alam yang sangat indah. Mudah-mudahan event ini bisa kita ambil hikmahnya,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Staf Ahli Menteri Bidang Multikultural Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Esthy Reko Astuti menyatakan pihaknya mendukung Festival Pesona Bau Nyale untuk masuk menjadi bagian dari Calender of Event Nasional. Pihaknya juga mengawal langsung pelaksanaan festival untuk memastikan gelaran tahunan itu berjalan dengan lancar.

Bagi Kemenpar, Festival Pesona Bau Nyale bisa menjadi pendorong untuk mengembangkan destinasi NTB dengan Mandalika sebagai andalan. Hal ini diharapkan menjadi pemacu untuk mendatangkan lebih banyak wisatawan. Terlebih jika eventnya sudah digelar secara rutin sehingga dampak ekonominya terasa langsung bagi masyarakat.

"Kemenpar pernah melakukan survei terhadap dua event, di Bali dan Banyuwangi. Ternyata event yang rutin terlaksana memiliki dampak ekonomi langsung bisa sampai 50 persen bagi event yang sudah digelar puluhan kali,” ungkap Esthy yang juga Ketua Pelaksana Top 100 Calender of Event Nasional. Bahkan, kata Esthy yang juga itu, event di Banyuwangi yang sudah 10 kali digelar dampak langsung ekonominya terus meningkat dari tahun ke tahun kontribusinya kepada perekonomian setempat./ JOURNEY OF INDONESIA

Seperti yang sudah diprediksikan sebelumnya, gelaran Jakarnaval 2018 yang dihadirkan kembali untuk merayakan HUT Ke-491 Kota Jakarta berlangsung meriah dengan medulang antusiasme masyarakat dari berbagai penjuru Jakarta. Pada penyelenggaraan ke-19 ini, Jakarnaval tidak hanya menampilkan pawai budaya semata, namun juga mempromosikan perhelatan Asian Games dan Asian Para Games 2018 mendatang. 

Lewat tema The Spirit of Jakarta, Jakarnaval khusus membawa semangat kesuksesan Jakarta sebagai tuan rumah Asian Games dan Asian Para Games 2018. "Ini adalah momentum baik bagi warga Jakarta dan bangsa Indonesia secara keseluruhan. Bersatu dalam berbagai keragamannya, untuk dapat meraih prestasi di dalam arena, maupun menjaga reputasi sebagai tuan rumah yang baik," ungkap Gubernur DKI, Anies Baswedan dalam sambutannya. 

Gubernur DKI Anies Baswedan tengah memberikan kata sambutan pada pembukaan Jakarnaval 2018 IbonkGubernur DKI Anies Baswedan tengah memberikan kata sambutan pada pembukaan Jakarnaval 2018 (Ibonk)

Sekitar 4.000 peserta pawai tampak terlibat untuk memeriahkan Jakarnaval 2018, meliputi karnaval seni dan budaya serta parade 70 kendaraan hias dari berbagai komunitas dan instansi lintas sektoral, dengan atraksi utama yaitu pasukan pembawa bendera 45 negara peserta Asian Games yang didampingi oleh Abang-None Jakarta.

Acara diawali dengan penampilan dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta yang mengendarai motornya sembari memutari jalanan. Selanjutnya diikuti berbagai tarian-tarian khas Betawi. Jakarnaval sendiri diikuti oleh semua unsur SKPD, BUMD, atlet Asian Para Games, seniman hingga perwakilan daerah. 

Iring iringan peserta pawai Jakarnaval 2018 IbonkIring-iringan peserta pawai Jakarnaval 2018 (Ibonk)

Peserta Jakarnaval 2018 sendiri terbagi menjadi dua rute. Pawai dengan berjalan kaki akan dimulai dari depan Balaikota, mengitari Patung Arjuna Wijaya, melewati Kantor RRI, dan berakhir di Sisi Barat Silang Monas. Sedangkan pawai kendaraan hias akan dimulai dari depan Balaikota Jakarta, mengitari Patung Arjuna Wiwaha, melewati kantor RRI, kemudian mengakhiri pawai di Harmoni.

Menurut Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, Jakarnaval 2018 adalah wujud kesiapan Jakarta sebagai tuan rumah untuk perhelatan olahraga akbar Asian Games dan Asian Para Games 2018 mendatang./ JOURNEY OF INDONESIA

Page 5 of 5