Contin adalah merek apparel yang sangat diunggulkan oleh para bikers. Selain bahannya yang berkualitas, desain perlengkapan para penunggang roda dua ini dapat dibanggakan, bisa dipergunakan sebagai gaya.

ContinMoto Jakarta adalah tempat yang menyediakan dan menjual apparel tersebut. Store yang berada di jalan Raya Bogor No 31, km 22 Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur (seberang Pasar Induk Kramat Jati) ini, buka setiap hari Selasa hingga Minggu dari pukul 09.00-21.00 WIB, kecuali Minggu, Senin dan hari libur nasional tutup.

Saat masuk ke store ini, suasana sejuk menyelimuti ruangan ContinMoto Jakarta. Terlihat berbagai pajangan jaket touring, celana touring, sarung tangan, balaclava, tas, tankbag, masker, sepatu dan jas hujan serta perlengkapan lainnya yang lengkap sangat cocok untuk para pengendara yang hobi touring.

Para riders Jelajah Kebangsaan Wartawan tatkala berkunjung ke ContinMoto Jakarta dan melakukan fitting apparel AbdiNersama Jisel, para riders Jelajah Kebangsaan Wartawan tatkala berkunjung ke ContinMoto Jakarta dan melakukan fitting apparel (Abdi)

"Disini, di ContinMoto Jakarta mempersembahkan perlengkapan touring untuk para biker. Berbagai macam apparel tersedia di store Jakarta ini. Berbagai tipe dan varian ada di sini yang tentunya disesuaikan untuk kebutuhan para pengendara. Selain jaket dan celana touring, di ContinMoto Jakarta juga menyediakan perlengkapan lifestyle lainnya untuk riders. Seperti sweater, tankbag dan lain sebagainya yang sangat bervariasi modelnya serta warnanya," kata Ajisela Agripina.

Ia memastikan bahwa bahan jaket touring Contin sangat berkualitas, disematkan dengan bahan yang aman. Contohnya celana touring Osiris Le di desain sebagai pasangan jaket Osiris Le yang terlebih dahulu hadir. Dengan desain yang bisa disatukan menyerupai wearpack dan bisa dipakai juga secara terpisah. Bahan sama dengan pendahulunya yaitu Centour, dengan bahan Polyspun/D300, Balistic D1682.

"Dengan berbagai fitur kantung dan protector sudah disematkan di dalam bagian lutut di celana ini, selain itu tersedia lapisan waterproof inner yang bisa bongkar pasang saat mau digunakan. Tidak hanya itu, di bagian pinggangnya juga dilengkapi stretch part yang bikin celana lebih dinamis terhadap perbedaan bentuk tubuh pemakai, efeknya lebih nyaman dipakai. Dilengkapi juga protector di pinggang dan lutut pastinya bikin pengendara lebih aman untuk meminimalisir cedera saat kecelakaan," kata Jisel, panggilan akrab padusi manis ini.

Riders Jelajah Kebangsaan Wartawan tengah mencoba beberapa desain apparel Contin AbdiRiders Jelajah Kebangsaan Wartawan tengah mencoba beberapa desain apparel Contin (Abdi)

Lalu, bagaimanakah dengan harganya? Untuk banderol yang diberikan di ContinMoto Jakarta tentunya sangat bervariasi yang disesuaikan dengan jenis dan tipe apparelnya. Harga yang ditujukan untuk para biker adalah harga yang sangat spesial, yang sangat terjangkau. Harga yang kompetitif ini pastinya sesuai dengan produk dan keunggulan Contin, yang nyaman dan aman untuk berkendara. "Yang terpenting adalah safety. ContinMoto Jakarta selalu menyajikan produk yang safety untuk berkendara," ungkap Jisel lagi.

Menurut perempuan yang suka touring ini, ContinMoto Jakarta setiap harinya banyak disinggahi oleh para rider yang sedang mencari atau yang sedang ingin mengganti perlengkapan touringnya. Selain cocok untuk touring, pas juga untuk yang suka bergaya kekinian.

Ingin tahu asyiknya berbelanja di ContinMoto Jakarta? Yuk datang dan silakan lihat-lihat terlebih dahulu.... Yuk!!!/ JOURNEY OF INDONESIA

Keterlibatan PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) menjadi sangat penting dalam perjalanan tim Turing Jelajah Kebangsaan Wartawan - PWI mengelilingi Nusantara. Perjalanan yang menempuh jarak sejauh 17.000 km ini memang membutuhkan sosok kuda besi yang tangguh dan handal di segala medan jalan dan cuaca.

Hal ini dibuktikan sendiri oleh para rider, diantaranya: Sonny Wibisono (otomotif1.com), Indrawan Ibonk (JourneyofIndonesia.com), Agus 'Blues' Asianto (trenzindonesia.com), dan Yanni Krishnayanni (askara.co), yang terlibat dalam perjalanan Kebangsaan menjelajahi 34 provinsi serta melintasi 15 pulau di seluruh Indonesia.

Sebanyak 2 unit motor Kawasaki W175TR, 1 unit motor Kawasaki KLX 150 dan 1 unit motor Kawasaki KLX 230 saat ini telah menempuh jarak sejauh 1.766 km selama 13 hari perjalanan.

Ketangguhan mesin Kawasaki W175TR melintasi tanjakan di rute pegunungan memang harus diakui dan tidak perlu diragukan lagi kemampuannya. Handling tetap stabil walaupun motor sudah ditambah dengan beban muatan yang cukup berat.

Ke empat motor Kawasaki yang dipakai untuk event Jelajah Kebangsaan Wartawan keliling Nusantara IbonkKeempat motor Kawasaki yang dipakai untuk event Jelajah Kebangsaan Wartawan keliling Nusantara (Ibonk)

Begitupun juga dengan tunggangan berjenis trail KLX 150 dan KLX 230, keraguan akan penggunaan ban tahu pada kedua motor ini kini sudah terbantahkan melalui pembuktian selama hampir 265 jam perjalanan.

Gejala slip pada ban ketika dipakai di jalanan aspal dan getaran pada kemudi yang membuat tangan mati rasa hampir tidak pernah terjadi. Semuanya terasa stabil dikarenakan komposisi tekanan angin dan rebound shockbreaker sudah disesuaikan dengan beban yang ada pada kedua motor tersebut.

Disamping itu semua, tingkat kehati-hatian dan kondisi fisik yang prima disaat melakukan perjalanan di beragam kondisi jalanan ini menjadi syarat khusus agar segalanya dapat berjalan lancar./ JOURNEY OF INDONESIA

Perhelatan ajang balap motor internasional, World Superbike (WorldSBK) akan menyambangi Indonesia sebagai destinasi akhir di kalender balap musim 2021, pada 19 – 21 November 2021 mendatang.

WorldSBK ini akan dilaksanakan di Pertamina Mandalika International Street Circuit, dan merupakan satu-satunya sirkuit Asia di musim ini. Penjualan tiket akan dimulai pada bulan ini, yang dilaksanakan oleh PT MGPA Nusantara Jaya (MGPA) yang merupakan subsidiary PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau ITDC.

Bertempat di kantor Pengurus Pusat IMI di Kawasan Gelora Bung Karno (19/10), dilaksanakan penandatanganan kerjasama (memorandum of understanding) yaitu nota kesepakatan Kerjasama antara MGPA dengan IMI, perihal pendistribusian tiket WorldSBK. IMI mendapatkan kuota sejumlah 2.000 tiket dengan beragam kategori.

Kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan kerjasama antara IMI dengan Dyandra Promosindo mengenai penjualan tiket WorldSBK 2021 dan paket lifestyle otomotif untuk mendukung kenyamanan penonton dalam menonton gelaran WorldSBK. Paket ini tersedia dalam 3 kategori yaitu Sultan, Juragan, dan Bos. Masing-masing kategori menawarkan pengalaman yang sangat istimewa bagi penonton dan pecinta otomotif.

Paket Sultan memiliki keunggulan meliputi pit lounge, pit walk, paddock pass, exclusive merchandise, full day hospitality, lunch, premium shuttle car, hingga test ride motor listrik Bike Smart. Sementara itu, paket Paket Juragan dan Paket Bos meliputi tiket grandstand, VIP tent, full day hospitality, lunch, premium shuttle bus, dan exclusive merchandise. Sehingga agenda menyaksikan WorldSBK, didukung dengan lifestyle experience yang setara dengan ajang balap internasional lainnya.

Bambang Soesatyo IstBambang Soesatyo (Ist)

“Kami sangat senang dapat menjadi bagian dari gelaran internasional World Superbike di Pertamina Mandalika International Street Circuit mendatang. Harapan saya Sirkuit Mandalika ini dapat menjadi pusat kegiatan otomotif di Indonesia. Paket-paket perjalanan yang telah kami siapkan untuk publik dan kawan-kawan komunitas otomotif, diharapkan dapat menggerakan roda pariwisata dan perekonomian nasional khususnya di Nusa Tenggara Barat,” terang Bambang Soesatyo, Ketua Umum IMI.

Sejalan dengan penjelasan dari Bambang Soesatyo, Presiden Direktur Dyandra Promosindo, Hendra Noor Saleh juga menyampaikan antusiasmenya dapat berpartisipasi dalam WorldSBK di Indonesia. “Ini momen yang membanggakan bagi Dyandra Promosindo yang mendapatkan kepercayaan dari IMI untuk menyiapkan lifestyle experience bagi para penonton WorldSBK dan turut berpartisipasi dalam ajang internasional ini”.

Gelaran WorldSBK sendiri juga telah mendapat perhatian dari pemerintah, terutama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk dapat dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

“Kerjasama dengan IMI ini merupakan langkah awal untuk pembuka kerjasama event-event otomotif yang akan diadakan di Sirkuit Mandalika untuk saat ini dan seterusnya. Kami berterima kasih kepada IMI dan Dyandra Promosindo atas dukungannya yang berkelanjutan untuk kelangsungan event-event otomotif ke depannya,” ujar Ricky Baheramjah, CEO Mandalika Grand Prix Association.

Kategori tiket WorldSBK dibagi menjadi tiga bagian yaitu Hospitality, Main Grandstand, dan Grandstand. Harga tiket dijual mulai dari Rp700.000-an sampai Rp19.000.000-an.

Pembelian tiket dan paket lifestyle experience sudah bisa dilakukan pre-order mulai hari ini (19/10) melalui https://dyandratiket.com/event/world-sbk-mandalika-2021./ JOURNEY OF INDONESIA

Masih ingat nggak saat terakhir kali mengeluarkan sepeda motor dan mengendarainya untuk beberapa jam? Mungkin banyak individu yang sudah jarang mengendarai motor kembali, seperti masa lalu dikarenakan banyak hal. Tapi yang pasti tidak dapat dilupakan adalah perasaan yang bebas saat mengendarai sepeda motor, hanya ada diri sendiri, sepeda motor dan perjalanan berliku.. freedom!!

Banyak hal yang kita bawa kembali dari setiap perjalanan. Persahabatan baru, kesegaran baru, semangat baru dan perasaan puas atau cerita untuk diceritakan kepada sesama pengendara - tentang pemandangan yang indah, perjalanan yang membutuhkan manuver, langit yang indah di malam hari, canda tawa bersama teman seperjalanan dan tujuan yang dicapai setelah berjam-jam berkendara ?

Nah, semua keadaan itu makin bisa diceritakan atau di eksplor lebih jauh lewat sisi fotografi. Satu kesamaan yang dimiliki oleh banyak fotografer adalah keinginan untuk mengabadikan kenangan dan objek melalui gambar. Mereka telah menguasai keterampilan dan memiliki gaya fotografi khas.

Berikut adalah beberapa tips dari tiga fotografer tanah air yang juga merupakan penggemar sepeda motor.

Gala Indiga(Gala Indiga)

Gala Indiga
Menurut Gala, ada 2 tujuan fotografi yang perlu diketahui. Tujuan pertama adalah mengenai si subjek dan tujuan kedua adalah bercerita.

Tujuan 1 – Subjek:
Jika subjeknya adalah sepeda motor, maka yang dibutuhkan pada gambar tersebut adalah detailing yang dapat memperlihatkan bagian-bagian sepeda motor dengan lebih jelas. Kemudian ambil foto dengan angle close up, dari sisi kiri, kanan, atas, diagonal dan eye level.

Tujuan 2 – Bercerita:
Soal bercerita, yang perlu diambil adalah motor dengan suasana, bukan lagi detailing. Jadi, perlu adanya pengambilan gambar yang bercerita bagaimana mengenai kenyamanan sepeda motor yang digunakan dan di mana ketika digunakan, sehingga dapat memberikan pandangan yang holistik. Sebagai perbandingan, dalam sebuah gambar perlu ada 20% objek dan 80% pemandangan.

Untuk memotret, tidak perlu menunggu cuaca cerah, karena cuacanya apapun memiliki cerita dan visual tersendiri. Jadi, tidak perlu khawatir, lakukan saja!

Tips bagi yang baru mulai mencoba fotografi adalah penting untuk mempelajari anatomi subjek. Jika itu sepeda motor, maka perlu tahu angle terbaik. Untuk sepeda motor, setang harus lurus agar dimensinya tampak lebih panjang.

Juga sangat penting "memahami subjek" sebelum memotretnya. Jika ingin mengabadikan sepeda motor, cobalah mengenal sepeda motor itu terlebih dahulu, pahami sepeda motor dengan mengendarai dan menjelajahinya. Ketahui detail sepeda motornya dan rasakan saat berkendara di berbagai medan. Dengan melakukan ini, gambar akan dapat mencerminkan kreativitas. Gambar memang berbicara seribu kata!

Gala Indiga sendiri adalah seorang fotografer profesional yang aktif terlibat dalam fotografi industri ini juga memiliki passion di bidang fotografi outdoor, terutama saat mengendarai motor adventure miliknya, Royal Enfield Himalayan. Gala mulai menekuni fotografi ketika SMA dan kemudian menjadi fotografer untuk beberapa majalah terkenal di Indonesia selama 6 tahun, dengan fokus pada fotografi gaya hidup, fesyen dan arsitektur.

Setelah lama berkecimpung di bidang gaya hidup, Gala kemudian mulai melebarkan hobi fotografinya ke fotografi otomotif. “Awalnya hobi pada fotografi otomotif mulai saat touring dan camping, di mana saya suka membawa kamera saya untuk membuat konten yang menyenangkan. Perjalanan touring saya terbilang lambat karena saya suka berhenti untuk mengambil gambar yang menurut saya menarik dan menakjubkan. Selain itu, saya juga suka menerbangkan drone di tengah perjalanan, hanya untuk memotret pemandangan yang indah,” ujar Gala Indiga.

Menurut Gala, berpetualang naik sepeda motor sambil memotret selama perjalanan seperti membawa cinderamata konten visual. Selama pengalaman Gala riding ke hampir seluruh wilayah Indonesia, Gala menemukan lokasi-lokasi yang memiliki cerita khusus dari masing-masing daerah. Hal ini yang pada akhirnya membuat Gala membuat asosiasi sendiri bernama Motocamp.id, berisikan kumpulan cerita dan foto selama perjalanannya bersama teman-temannya.

Grady Kayzel(Grady Kayzel)

Grady Kayzel
Tips fotografi menurut Grady adalah membutuhkan riset dan referensi yang banyak, serta banyak menonton video tutorial fotografi. Dengan banyak keterampilan yang digali, karakter setiap fotografer akan muncul dengan sendirinya. Itulah yang akan membedakan foto dari banyak fotografer di luar sana.

Untuk fotografi luar ruangan, kita perlu mengulik kameramu untuk menemukan speed dan ISO yang tepat untuk setiap situasi. Bahkan di malam hari dengan cahaya redup, jika terus bermain dengan speed dan ISO, kita dapat menghasilkan gambar yang bagus.

Selain itu, menurut Grady, tidak perlu menggunakan kamera yang mahal dan canggih, dengan kamera standar saja sudah cukup. Yang penting ada kemauan untuk terus mencari referensi, berbagi pengalaman dengan teman, belajar dan banyak bertanya yang akan menghasilkan karakter fotografi tersendiri yang tidak dimiliki orang lain.

Kemudian untuk perawatan kamera, jika kamu sering mengambil foto outdoor seperti riding, maka kamera harus sering diservis untuk membersihkannya dari debu selama perjalanan.

Nah, Grady Kayzel sendiri adalah seorang fotografer profesional yang sering bersepeda motor dengan Motorbaik. Grady memulai fotografi sejak SMA, sebuah keisengan yang menjadi pekerjaan tetapnya hingga sekarang. Dia mulai fotografi ketika menjadi fotografer untuk sebuah band selama 6 tahun sejak tahun 2010. Pada tahun 2016, teman kuliah Grady mengajaknya riding, di mana Grady pun mulai mengenal Motorbaik.

“Selama pengalaman saya dengan Motorbaik, saya menemukan banyak pengalaman yang tak terlupakan. Sebagai fotografer Motorbaik, saya pernah naik sepeda motor ke NTT ketika untuk pertama kalinya saya menangis saat memotret anak kecil di sana. Membuat saya berpikir, ketika kita bisa mengendarai sepeda motor yang bagus untuk sampai ke suatu tujuan, anak ini perlu berjalan kaki kurang lebih sejauh 30 km hanya untuk pergi ke sekolah setiap hari. Selain itu, selama sebagai fotografer saya ke daerah-daerah yang jarang terekspos, saya menemukan banyak cerita dan juga alam Indonesia yang luar biasa untuk diabadikan dengan foto,” ujar Grady.

Tidak hanya sebagai fotografer untuk Motorbaik, Grady juga sempat menekuni fotografi jalanan yang saat itu belum banyak dilakukan orang.

Prakoso Umam1(Prakoso Umam)

Prakoso Umam
Untuk menjadi seorang fotografer, kita harus fokus dan mengejar apa yang kamu suka. Jika menyukai fotografi outdoor, menurut Umam, berangkatlah sepagi mungkin agar mendapatkan pencahayaan terbaik, terutama jika ingin memotret pemandangan.

Kemudian menurut Prakoso Umam, saat mengambil foto carilah komposisi yang benar-benar bagus. Untuk fotografi outdoor saat berkendara, perlu menyatukan jalan, sepeda motor, dan latar belakang untuk membuat cerita yang bagus dari sebuah gambar. Untuk gear-nya sendiri tidak perlu kamera yang canggih dengan lensa yang mahal, kamera standar atau kamera smartphone saja sudah cukup, yang penting mengabadikan sebuah momentum.

Dikenal sebagai Umam, ia mulai terjun ke dunia fotografi sejak bangku SMA tahun 2009. Selama kuliah ia mempelajari bahasa fotografi yang akhirnya membuat Umam bekerja di sebuah studio foto selama 5 tahun dengan fokus pada fotografi pernikahan.

Sejak keluar dari studio foto tersebut, Umam sering diajak oleh komunitas sepeda motor untuk riding dan mengambil foto untuk mereka, selain itu ia juga sering mengambil foto motor custom di Garut.

“Kalau soal fotografi, saya suka eksplorasi. Mengunjungi tempat-tempat yang tidak banyak dikunjungi orang. Mulailah berkendara dari subuh untuk menemukan tempat terbaik untuk mengambil foto. Saya juga suka mengunjungi tempat-tempat yang teman-teman rujuk. Begitulah cara saya mendapatkan spot terbaik untuk foto saya," kata Umam.

Karena hobinya mencari spot foto yang menakjubkan, Umam sudah menjelajahi hampir seluruh wilayah di Indonesia, seperti Sumatera, Jawa, Bali, Flores, Lombok, NTT, Sumbawa dan masih banyak lagi./ JOURNEY OF INDONESIA

Kabar gembira kembali datang dari rencana perjalanan tim Jelajah Kebangsaan Wartawan-Persatuan Wartawan Indonesia (JKW-PWI). PT United Kingland/King Tire Indonesia, selaku produsen ban merek Kingland, telah menyatakan dukungan terhadap ekspedisi yang bakal menempuh 17.000 km itu.

Komitmen dukungan dari produsen ban legendaris itu tertuang dalam Nota Kesepahaman (MoU) yang ditandatangani pada Selasa (22/6) lalu, di Cibinong, Jawa Barat.

Penandatanganan MoU dihadiri oleh Brand & Product Specialist PT. King Tire Indonesia, Agung Yulianto; dan perwakilan Panitia Pelaksana JKW-PWI yang terdiri dari Sonny Wibisono, Agus Asianto, Fajar Irawan, dan Abdi Kurniawan. "Kami dari Kingland siap memberikan dukungan untuk terlaksananya kegiatan JKW-PWI, agar perjalanan tim motoris yang terdiri dari rekan-rekan wartawan menjadi semakin nyaman,” kata Agung Yulianto.

Kingland memastikan untuk memberi ban terbaiknya dalam pelaksanaan ekspedisi, yang rencananya dimulai pada Agustus mendatang, dengan titik start di Jakarta. "Semua roda dua yang akan diberangkatkan akan kami pasangkan ban Kingland. Begitu juga jika terjadi sesuatu dengan kondisi pakai ban maka kami akan segera menggantinya dengan ban yang baru. Kami akan koordinasikan dengan dealer Kingland di lokasi terdekat dengan rute yang akan dilalui," ujar Agung.

Lebih jauh ia menjelaskan bahwa jenis atau tipe ban yang akan dipasangkan pada setiap motor anggota tim JKW-PWI menyesuaikan dengan ukuran ban dari merek motornya. Kingland akan menyediakan ban untuk motor jenis matic dan sport.

Selain memberikan ban, pihak Kingland akan terus memantau kegiatan JKW-PWI di setiap kilometer perjalanannya. "Tujuan kami memantau dan memastikan bahwa perjalanan Tim Jelajah Kebangsaan Wartawan ini tidak mengalami hambatan, dan produk dari PT King Tire Indonesia dapat mendukung kelancaran tim selama di perjalanan,” ucap Agung.

“Kami yakin bahwa produksi ban kami lebih nyaman dibandingkan dengan ban kompetitor lainnya, sehingga perjalanan semakin lancar sesuai dengan target yang telah direncanakan," imbuhnya.

Jelajah Kebangsaan Wartawan PWI PGTTJelajah Kebangsaan Wartawan - PWI (PGTT)

Tidak cuma itu. Kingland pun akan memberikan pergantian ban bila diperlukan peserta jurnalis yang merasa kurang nyaman meski kondisi ban yang mereka pakai masih baik atau normal.

Jarak tempuh 17.000 km adalah jarak yang sangat sesuai dengan kualitas bahan yang disematkan pada ban Kingland. Di setiap tapak ban, Kingland mempunyai garis khas yang kokoh terhadap kondisi jalan aspal, hujan dan bebatuan, bahkan ketika ban menggelinding di pasir. Ketangguhan produk Kingland akan semakin terbukti kala tim JKW-PWI melintas di 1.000 Tikungan (Flores). Kelok tersebut akan dimulai dari Larantuka hingga Labuan Bajo.

Kingland akan menjadi andalan para peserta ekspedisi saat menempuh tanjakan dan turunan tajam serta berkelok dengan pemandangan indah di tanah Flores. "Ban ini akan terlihat ketahanannya saat melintas jalan berkelok, khususnya saat melintasi 1.000 Tikungan serta jalan yang penuh tantangan lainnya, Bahkan kabarnya Tim JKW-PWI juga akan melintas Lautan Pasir Bromo, Dari Cemoro Lawang hingga Jemplang yang berjarak sekitar 18 km," tutur Agung.

Dia menambahkan, Kingland sangat bersyukur dapat berpartisipasi dalam kegiatan JKW-PWI. Bagi pihaknya, keterlibatan dalam kegiatan bersejarah ini akan semakin membuktikan kualitas performa ban Kingland.

Ketua Umum PWI Pusat, Atal S. Depari, yang bertindak sebagai pembina dan penanggung jawab kegiatan JKW-PWI menyatakan, tim motoris diprediksi menghabiskan empat bulan dalam penjelajahannya, dan diharapkan kembali masuk Jakarta pada 22 Desember 2021, tepat di perayaan Hari Ibu. "Insya Allah akan disambut oleh Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo, dan Ketua DPR RI, Puan Maharani,” ungkap Atal.

Sejauh ini, tekad tim JKW-PWI untuk berkeliling Indonesia terus menuai respons positif. Besarnya dukungan mengalir dari instansi pemerintahan, tokoh politik, sampai masyarakat luas.

Tim motoris PWI bakal melewati 15 pulau, 34 Provinsi, dan mendaki tujuh gunung tertinggi dengan total perjalanan 17.000 kilometer. Berangkat dari Jakarta, tim ini akan menuju pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Selanjutnya, menyeberang kembali ke NTT, NTB, Bali, Jawa, dan kembali berakhir di Jakarta./ JOURNEY OF INDONESIA