Kabar gembira kembali datang dari rencana perjalanan tim Jelajah Kebangsaan Wartawan-Persatuan Wartawan Indonesia (JKW-PWI). PT United Kingland/King Tire Indonesia, selaku produsen ban merek Kingland, telah menyatakan dukungan terhadap ekspedisi yang bakal menempuh 17.000 km itu.

Komitmen dukungan dari produsen ban legendaris itu tertuang dalam Nota Kesepahaman (MoU) yang ditandatangani pada Selasa (22/6) lalu, di Cibinong, Jawa Barat.

Penandatanganan MoU dihadiri oleh Brand & Product Specialist PT. King Tire Indonesia, Agung Yulianto; dan perwakilan Panitia Pelaksana JKW-PWI yang terdiri dari Sonny Wibisono, Agus Asianto, Fajar Irawan, dan Abdi Kurniawan. "Kami dari Kingland siap memberikan dukungan untuk terlaksananya kegiatan JKW-PWI, agar perjalanan tim motoris yang terdiri dari rekan-rekan wartawan menjadi semakin nyaman,” kata Agung Yulianto.

Kingland memastikan untuk memberi ban terbaiknya dalam pelaksanaan ekspedisi, yang rencananya dimulai pada Agustus mendatang, dengan titik start di Jakarta. "Semua roda dua yang akan diberangkatkan akan kami pasangkan ban Kingland. Begitu juga jika terjadi sesuatu dengan kondisi pakai ban maka kami akan segera menggantinya dengan ban yang baru. Kami akan koordinasikan dengan dealer Kingland di lokasi terdekat dengan rute yang akan dilalui," ujar Agung.

Lebih jauh ia menjelaskan bahwa jenis atau tipe ban yang akan dipasangkan pada setiap motor anggota tim JKW-PWI menyesuaikan dengan ukuran ban dari merek motornya. Kingland akan menyediakan ban untuk motor jenis matic dan sport.

Selain memberikan ban, pihak Kingland akan terus memantau kegiatan JKW-PWI di setiap kilometer perjalanannya. "Tujuan kami memantau dan memastikan bahwa perjalanan Tim Jelajah Kebangsaan Wartawan ini tidak mengalami hambatan, dan produk dari PT King Tire Indonesia dapat mendukung kelancaran tim selama di perjalanan,” ucap Agung.

“Kami yakin bahwa produksi ban kami lebih nyaman dibandingkan dengan ban kompetitor lainnya, sehingga perjalanan semakin lancar sesuai dengan target yang telah direncanakan," imbuhnya.

Jelajah Kebangsaan Wartawan PWI PGTTJelajah Kebangsaan Wartawan - PWI (PGTT)

Tidak cuma itu. Kingland pun akan memberikan pergantian ban bila diperlukan peserta jurnalis yang merasa kurang nyaman meski kondisi ban yang mereka pakai masih baik atau normal.

Jarak tempuh 17.000 km adalah jarak yang sangat sesuai dengan kualitas bahan yang disematkan pada ban Kingland. Di setiap tapak ban, Kingland mempunyai garis khas yang kokoh terhadap kondisi jalan aspal, hujan dan bebatuan, bahkan ketika ban menggelinding di pasir. Ketangguhan produk Kingland akan semakin terbukti kala tim JKW-PWI melintas di 1.000 Tikungan (Flores). Kelok tersebut akan dimulai dari Larantuka hingga Labuan Bajo.

Kingland akan menjadi andalan para peserta ekspedisi saat menempuh tanjakan dan turunan tajam serta berkelok dengan pemandangan indah di tanah Flores. "Ban ini akan terlihat ketahanannya saat melintas jalan berkelok, khususnya saat melintasi 1.000 Tikungan serta jalan yang penuh tantangan lainnya, Bahkan kabarnya Tim JKW-PWI juga akan melintas Lautan Pasir Bromo, Dari Cemoro Lawang hingga Jemplang yang berjarak sekitar 18 km," tutur Agung.

Dia menambahkan, Kingland sangat bersyukur dapat berpartisipasi dalam kegiatan JKW-PWI. Bagi pihaknya, keterlibatan dalam kegiatan bersejarah ini akan semakin membuktikan kualitas performa ban Kingland.

Ketua Umum PWI Pusat, Atal S. Depari, yang bertindak sebagai pembina dan penanggung jawab kegiatan JKW-PWI menyatakan, tim motoris diprediksi menghabiskan empat bulan dalam penjelajahannya, dan diharapkan kembali masuk Jakarta pada 22 Desember 2021, tepat di perayaan Hari Ibu. "Insya Allah akan disambut oleh Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo, dan Ketua DPR RI, Puan Maharani,” ungkap Atal.

Sejauh ini, tekad tim JKW-PWI untuk berkeliling Indonesia terus menuai respons positif. Besarnya dukungan mengalir dari instansi pemerintahan, tokoh politik, sampai masyarakat luas.

Tim motoris PWI bakal melewati 15 pulau, 34 Provinsi, dan mendaki tujuh gunung tertinggi dengan total perjalanan 17.000 kilometer. Berangkat dari Jakarta, tim ini akan menuju pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Selanjutnya, menyeberang kembali ke NTT, NTB, Bali, Jawa, dan kembali berakhir di Jakarta./ JOURNEY OF INDONESIA

Tekad Tim Jelajah Kebangsaan Wartawan-Persatuan Wartawan Indonesia (JKW-PWI) untuk mengantarkan wartawati Yanni Krishnayanni melakukan perjalanan 17.000 km keliling Indonesia terus menuai respons positif.

Sejauh ini telah muncul dukungan dari berbagai pihak, mulai dari instansi pemerintahan, tokoh politik, pihak swasta sampai masyarakat umum, terhadap rencana ekspedisi bersejarah tersebut.

Yang terbaru adalah komitmen dukungan penuh dari Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali, dan jajarannya, kala pengurus PWI Pusat di bawah pimpinan Atal S. Depari bersama panitia dan tim pelaksana JKW-PWI, bertamu ke Gedung Kemenpora, Jakarta, Kamis (10/6/2021). Sebelumnya, dukungan pun disampaikan sendiri oleh Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo, dan pihak Kementerian Perhubungan.

Ketua Panitia Pelaksana JKW-PWI, Dar Edi Yoga, mengaku gembira melihat antusiasme para pimpinan lembaga negara dan para tokoh nasional terhadap rencana penjelajahan yang diperkirakan berlangsung selama empat bulan itu.

Dia menuturkan, agenda ini menjadi kebangggaan pers nasional karena untuk pertama kali seorang wartawati bakal menjalani "Touring-Hiking" sejauh 17.000 km sekaligus mendaki tujuh puncak tertinggi di Indonesia. Yanni Krishnayanni akan didampingi tim yang antara lain terdiri dari para wartawan PWI yang tergabung dalam #Press Gas Tipis-Tipis SIWO PWI Jaya, untuk melihat keindahan Indonesia dan kemajuan pembangunan infrastruktur di seluruh negeri dari dekat.

Yanni akan melakukan perjalanan bermotor sejauh 17.000 km akan menyita waktu sekitar 120 hari nonstop IstPerjalanan bermotor sejauh 17.000km akan menyita waktu sekitar 120 hari nonstop (Ist)

"Perjalanan bermotor sejauh 17.000 km akan menyita waktu sekitar 120 hari nonstop. Yanni pun akan melakukan pendakian ke tujuh puncak gunung tertinggi di Indonesia," jelas Dar Edi Yoga dalam keterangan tertulisnya, Senin (14/6/2021).

Dia menjelaskan bahwa salah satu visi besar di balik kegiatan JKW-PWI ini adalah memperkuat semangat kebangsaan dan semangat patriotisme anak-anak bangsa tanpa pandang latar belakang profesi, agama dan sukunya. Selain itu, sebagai kegiatan yang digagas insan pers, tentu bertujuan untuk memperkuat tali persaudaraan antaranggota PWI pada 35 cabang di seluruh Nusantara.

"Kami ingin memperkenalkan Indonesia lewat kegiatan touring motor dan mendaki gunung sekaligus memperat tali persaudaraan antar anggota PWI di 35 cabang di Indonesia. Membangun persahabatan antar anak bangsa," ucap Yoga.

Bahkan, lanjutnya, ekspedisi JKW-PWI ini juga bisa menjadi sarana edukasi dan sosialisasi tentang etika berlalu lintas yang benar kepada masyarakat luas. "Tentu kami juga ingin menyampaikan kepada masyarakat soal pentingnya menjaga alam dan lingkungan. Menyebarluaskan informasi tentang keindahan dan kedamaian bumi Nusantara," katanya.

Yoga juga memastikan seluruh rangkaian kegiatan ekspedisi akan berpedoman pada Protokol Kesehatan Covid-19 yang ketat. "Sekalian kami memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya Prokes Covid-19 yang dikampanyekan pemerintah," ucapnya.

Selain menunggang motor naik gunung adalah hobi ekstrim yang digelutinya IstSelain menunggang motor, naik gunung adalah hobi ekstrim yang digelutinya (Ist)

Yoga mengatakan, tidak menutup kemungkinan pula Yanni dan tim JKW-PWI akan menjadi duta atau pelopor perilaku tertib berlalu lintas (safety riding) dalam perjalanan menggunakan sepeda motor roda dua. "Yanni dan tim juga bisa menjadi brand ambassador bagi gerakan cinta Tanah Air melalui komunikasi dengan setiap anggota masyarakat yang ditemui selama perjalanan," jelas Yoga.

Dari sisi kepariwisataan, JKW-PWI bisa membantu pemerintah dalam membangun kembali dunia pariwisata nasional yang terpuruk akibat pandemi COVID-19.

"Tentu itu bisa dilakukan dengan pemberitaan dan pendokumentasian yang baik. Tim juga akan melihat dan mendokumentasikan berbagai pembangunan infrastruktur yang ada di sepanjang perjalanan keliling Nusantara.

"Intinya, kami ingin merangkul semua kalangan untuk bersama membangun rasa kebersamaan dan persaudaraan di tengah pandemi ini," imbuh Yoga.

Yoga mengatakan, tim pelaksana JKW-PWI akan membagikan cerita perjalanan mereka lewat dokumentasi yang disebar ke ratusan media massa dan platofrm-platform media sosial. "Catatan perjalanan itu pada akhirnya akan dijadikan buku berjudul 'Indonesia Itu Indah'," ungkap Yoga yang juga Wakil Bendahara Umum PWI Pusat./ JOURNEY OF INDONESIA

Rencana aksi Touring-Hiking Jelajah Kebangsaan Wartawan Keliling Nusantara (JKW-PWI) wartawati Yanni Krishnayanni (51 tahun) kembali mendapatkan dukungan. Ekspedisi yang di inisiasi PWI Pusat dan didukung oleh PRESS #GasTipisTipis – Siwo PWI Jaya itu mendapatkan dukungan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Yanni beraudiensi dengan Menpora Zainudin Amali, Kamis, (10/6/2021) didampingi sejumlah pengurus teras PWI Pusat, Atal S Depari (Ketua PWI Pusat), Abdul Aziz (Kabid Kerjasama Antarlembaga), Dar Edi Yoga (Wakil Bendahara PWI Pusat) dan juga tim pelaksana JKW, Herwan Pebriansyah, Nonnie Rering dan Onaria Fransiska pendaki pendamping, bertempat di ruangan rapat Menpora Lt 10. Jl. Gerbang Pemuda Jakarta Pusat. Sebelumnya, pengurus PWI Pusat beraudiensi dengan Ketua MPR RI dan Kemenhub RI.

Menpora Zainudin Amali usai mendengar penjelasan Ketua Umum PWI Pusat Atal S Depari menyambut baik prakarsa PWI ini. "Kami menyambut baik prakarsa dan usaha dari PWI. Ini sangat baik apalagi Yani seorang ibu. Masih kuat bu?," tanya Menpora. Secara refleks dijawab dengan anggukan optimis oleh Yani. "Jaga kesehatan bu, itu saya titipkan. Terutama dalam situasi pandemi sekarang ini. Kita tidak tahu di daerah apakah masih pandemi merajalela," ungkap Menpora.

Selain itu Atal juga berharap Presiden RI dapat melepas tim dari Istana Negara pada 17 Agutus atau usai pidato kenegaraan Presiden di gedung MPR/DPR/DPD, 16 Agustus dan kembali ke Jakarta pada 22 Desember 2021, tepat di Hari Ibu.

"Dia wartawati, makanya kita support. Upaya dia menjelajahi Indonesia tujuannya untuk merekatkan kembali Indonesia. Apalagi Yanni juga akan naik gunung dan menancapkan merah putih di tujuh puncak gunung tertinggi di Indonesia. Kalau bisa bendera kemenpora juga ikut," ujar Atal.

Tim Ekspedisi JKW PWI JKW PWITim Ekspedisi JKW-PWI (JKW-PWI)

Menpora didampingi Asisten Deputi Standardisasi dan Infrastruktur Olahraga Fitrian Yudit dan Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Abdul Muslim menitipkan pesan kepada tim JKW-PWI untuk memperhatikan pembinaan olahraga daerah yang dilewati tim JKW.

Kegiatan ini, tambahnya, sangat istimewa. Apalagi di setiap daerah akan disambut PWI Provinsi dan memberitakannya. "Saya titip tolong lihat infrastruktur olahraga di daerah. Kita fasilitasi," ujarnya.

Kemenpora saat ini tengah menyusun grand design atau desain besar olahraga nasional untuk meningkatkan prestasi olahraga nasional di tingkat internasional yang di kelola oleh para pakar dan ahli olahraga. Salah satu muatan dalam desain besar ini adalah menetapkan 14 cabang olahraga (cabor) unggulan.

"Insya Allah jika sudah ada Perpres yang sudah ditanda tangani presiden, (grand design) ini juga akan dikirimkan ke PWI," ungkapnya.

JKW-PWI Keliling Nusantara dijadwalkan melewati 15 pulau, 34 Provinsi, 7 Gunung Tertinggi, total perjalanan sepanjang 17.000 kilometer. Start dari Jakarta kemudian menuju pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, dan selanjutnya menyeberang kembali ke pulau NTT, NTB, Bali, dan pulau Jawa, dan berakhir di Jakarta./ JOURNEY OF INDONESIA