Indonesia Dance Company (IDCO) kembali menggelar sebuah pertunjukan balet yang akan digelar di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ) mulai hari ini, Jum'at (27/9) hingga Minggu (29/9). Gelaran yang bertajuk "Untukmu Indonesiaku" ini merupakan bentuk kecintaan IDCO kepada tanah air dengan cara yang positif melalui pertunjukan seni.

"Di tahun keempat ini kita persembahkan untuk Indonesia, mengingat banyak kejadian di Indonesia saat ini. Kita juga ingin melihat ke masa lampau dimana banyak kenangan dan memori yang baik, bukan hanya mengangkat memori masa lalu tapi juga harapan yang lebih baik bagi Indonesia," kata Claresta Alim, Direktur Artistik IDCO di GKJ, pada Kamis (26/9).

Digelar selama 3 hari, pertunjukan seni balet dipadukan tari tradisional dan modern ini dikemas secara berbeda dari tahun sebelumnya. Untukmu Indonesiaku menghadirkan tata cahaya dan musik yang spektakuler, bahkan satu lagu dibawakan oleh penyanyi Andrea Miranda.

Andrea Miranda dalam acara show case Untukmu Indonesiaku di Gedung Kesenian Jakarta YayatAndrea Miranda dalam acara show case "Untukmu Indonesiaku" di Gedung Kesenian Jakarta (Yayat)

Akan ada sepuluh tarian dalam pertunjukan yang disuguhkan nantinya, yaitu, Unity For One, Malin Kundang, Grand Pas De Deux From 'The Nutcracker', Don Quixote Suite, Ulun Enggang Ku, Memory, Untukmu Indonesiaku, Diyanti, Prison dan Selendang Asmara. Kesepuluh tarian ini dikemas secara menarik dan menyenangkan bagi penonton dan pecinta seni tari balet khususnya.

IDCO tidak hanya menampilkam tarian klasik saja, Claresta bersama tim juga menampilkan koreografi dengan sentuhan modern yang mengangkat seni budaya dari Kalimantan, Sumatera Barat dan juga Jawa Barat.

"Kami memang tertarik untuk mengangkat kebudayaan dari Kalimantan kepada generasi muda. Contohnya Ulun Enggangku yang pastinya tidak banyak orang yang tahu saat ini. Menurut kepercayaan Ulun Enggang itu sebuah burung dari Nirwana yang membawa pesan kebaikan atau juga pesan buruk, kita angkat budayanya dengan tarian," papar Jonatan Prandajaja, balet mistress IDCO.

Salah satu tarian dari pementasan Untukmu Indonesiaku YayatSalah satu tarian dari pementasan "Untukmu Indonesiaku" (Yayat)

Untukmu Indonesiaku tahun ini memang dibuat selama tiga hari karena semakin banyaknya minat masyarakat yang ingin menyaksikam pertunjukan seni tari dari IDCO. Andre Miranda sendiri merasa takjub ketika melihat pertama kalinya beberapa tarian dari IDCO. Sebagai salah satu pengisi acara di pagelaran kali ini, Andrea sangat berkesan dengan semangat para balerina di tengah gempuran tarian modern saat ini.

"Saya sebetulnya belum pernah nonton acara seperti ini, penarinya semua jago-jago banget. Buat aku yang paling berkesan adalah passion dari bakat yang mereka tampilkan. Seni kalau tidak diiringi dengan passion tidak akan jadi apa-apa itu luar biasa, inspiring," ucap anak dari musisi Purwa Caraka ini.

Tertarik untuk menontonnya? Pertunjukan Untukmu Indonesiaku akan berlangsung malam hari mulai pukul 19.30 WIB pada hari Jum'at dan Sabtu, dan Minggu dimulai pukul 17.00 WIB./ JOURNEY OF INDONESIA

Sebuah wadah bagi para penari professional dalam meningkatkan mutu penari di mata dunia dan internasional, Indonesia Dance Company (IDCO) kembali mempersembahkan sebuah pertunjukan karya seni dari anggotanya. Seakan tak pernah habis, bagi IDO untuk menghasilkan sebuah karya untuk mengangkat budaya dan kesenian Indonesia baik di tanah air maupun di mata dunia.

Kali ini, IDCO akan menggelar sebuah maha karya bertajuk “Untukmu Indonesiaku” yang selama tiga hari di Gedung Kesenian Jakarta pada tanggal 27 – 30 September 2019. Ini merupakan gelaran keempat kalinya IDCO setelah sebelumnya sukses dengan pagelaran tari yang bertajuk “We Dance” pada tahun 2016, “Danceventure” di tahun 2017, dan “It’s… Showtime” pada 2018 lalu.

“Ide ini tercetus ketika muncul satu pertanyaan dalam diri saya. Apa yang bisa kami berikan kepada bangsa Indonesia? Lalu kami bertekad berkontribusi melalui pagelaran dari karya-karya kami. Selain itu kami juga ingin menaburkan rasa cinta terhadap bangsa dan negara ini,” ujar Claresta ketika ditemui di Galeri Indonesia Kaya, Selasa (9/7).

Untukmu Indonesiaku dipersembahkan sebagai bentuk kecintaan dan kebanggaan terhadap Seni dan Budaya Indonesia sesuai dengan visi dan misi yang selalu dibawa oleh IDCO ini. Pada pagelaran ini akan mempertunjukkan tarian dari suku Dayak, Belian Lawangan dan cerita rakyat Malin Kundang dari Sumatera Barat.

Para personil yang terlibat karya Untukmu Indonesiaku IstPara personil yang terlibat karya Untukmu Indonesiaku (Ist)

“Indonesia kaya akan budaya dan kesenian. Ketika saya pulang ke Indonesia dan membangun IDCO tekad saya adalah membuat IDCO supaya bangsa Indonesia bisa menghargai kesenian dan budaya Indonesia. Menurut saya Indonesia tak kalah hebat dengan negara luar, tetapi sayangnya generasi sekarang banyak yang belum menghargai budayanya sendiri, padahal banyak banget lagu-lagu, tarian dari Indonesia yang harus kita banggakan,” beber Claresta.

Dalam pertunjukan kali ini, Claresta bekerjasama dengan Ananda Sukarlan seorang komponis Indonesia yang menetap di Spanyol. Claresta tertarik dengan vlog Ananda Sukarlan di YouTube yang akhirnya membuatnya tertarik untuk mengangkat cerita rakyat Malin Kundang.

“Awalnya aku lihat vlog-nya Mas Ananda. Beliau menantang koreografi Indonesia untuk cerita rakyat Malin Kundang. Kebetulan Mas Ananda baru saja konser di Jakarta. Saya terinspirasi memasukan cerita rakyat Sumatera Barat di pagelaran Untukmu Indonesiaku,” jelas Claresta.

Ananda Sukarlan sendiri pun sangat terkejut dengan apa yang diperlihatkan IDCO pada cuplikan tarian Malin Kundang di Galery Indonesia Kaya. Kerjasama yang baru pertama kali ini membuatnya kagum dengan keberhasilan Claresta yang menghasilkan penari-penari professional di tangannya.

Performance Untukmu Indonesiaku IstPerformance Untukmu Indonesiaku (Ist)

“Saya sangat impression dengan tarian yang luar biasa dari IDCO ini. Ini surprise buat saya, karena Malin Kundang setahu saya masih belum selesai, ini pertama kalinya saya lihat koreografinya dan saya terkejut,” ujar Ananda Sukarlan pada kesempatan yang sama.

Mengenai kerjasamanya lewat lagu, sebagai orang yang sudah lama bekerja dan berkecimpung di luar negeri sebagai musikus klasik, Ananda memang selalu menunjukan identitas yang berbeda dari musisi lainnya, tentunya juga harus selalu berkualitas. “Musik saya mengambil dari kebudayaan Indonesia, itu yang menjadi ciri khas saya. Kita punya musik, budaya dan bahasa yang sangat kaya. Banyak musik Indonesia juga yang sudah punah, saya ambil dari Sumatera Barat, Malin Kundang," ungkapnya.

Lalu Ananda melanjutkan bahwa saat ini yang dibutuhkan adalah mengemas budaya dan kesenian tersebut menjadi sebuah karya yang akan diapresiasi masyarakat Internasional.

"Dan saya rasa IDCO mampu mengemas sebuah kesenian dan budaya menjadi pertunjukan yang sangat bagus. Adalah peer bagi kita untuk bisa memproses dan mengemas lagu dan tarian daerah yang sudah sangat bagus. IDCO saya rasa berhasil dan sangat klop mengemasnya,” tutur Ananda.

Dalam gelaran Untukmu Indonesiaku kali ini, IDCO menampilkan 30 penari professional yang akan mempertunjukan beberapa tarian daerah dan juga kontemporer. Penasaran dengan penampilan mereka? Catat tanggal mainnya! / JOURNEY OF INDONESIA