JAKARTA – Lanskap otomotif nasional kembali dikejutkan oleh performa impresif GAC Indonesia dalam ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026. Tidak sekadar memajang unit, pabrikan asal Tiongkok ini berhasil mengukuhkan taringnya dengan membawa pulang dua penghargaan prestisius sekaligus, menandai ambisi besar mereka dalam peta persaingan kendaraan listrik (EV) di tanah air.
Di tengah riuh rendah pameran, Hyptec HT tampil sebagai primadona dengan menyabet gelar Best EV Long Range. SUV listrik premium ini memikat dewan juri melalui spesifikasi baterai jumbo 83 kWh yang mampu menempuh jarak hingga 620 km dalam sekali pengisian daya berdasarkan standar NEDC. Dengan kemampuan jelajah sejauh itu, Hyptec HT seolah menjawab kecemasan masyarakat akan daya tahan baterai untuk perjalanan lintas kota. Selama gelaran IIMS 2026, model ini dipasarkan dengan harga khusus mulai dari Rp 616.000.000 (OTR Jakarta).
Keberhasilan GAC tidak berhenti di segmen premium. Pada kategori yang lebih kompak, AION UT dinobatkan sebagai Best Medium Hatchback EV. Mobil yang mengombinasikan desain futuristik dengan efisiensi energi ini dipersenjatai baterai 60 kWh yang sanggup menempuh jarak 500 km. Menariknya, GAC mematok harga yang sangat kompetitif selama pameran, yakni Rp 280.000.000 untuk varian Standard dan Rp 318.000.000 untuk tipe Premium.

CEO GAC Indonesia, Andry Ciu, menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan cerminan dari keseriusan perusahaan dalam memenuhi ekspektasi konsumen lokal. “Kami sangat bersyukur atas penghargaan yang diraih di IIMS 2026. Pengakuan ini menjadi bukti bahwa inovasi, kualitas produk, serta komitmen kami dalam menghadirkan kendaraan listrik yang relevan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia mendapatkan respons positif. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berkembang dan menghadirkan teknologi terbaik bagi konsumen,” ujarnya.
Selain keunggulan teknis, aspek komunikasi digital GAC juga mendapat sorotan lewat penghargaan Miss IIMS 2026 – Miss Digital Influence. Hal ini menunjukkan bahwa strategi pendekatan GAC terhadap pasar Indonesia dilakukan secara menyeluruh, baik dari sisi produk maupun keterlibatan publik melalui platform digital.
Antusiasme pengunjung yang tinggi terlihat dari angka Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) yang terus merangkak naik. GAC juga berupaya memutus stigma inden panjang pada kendaraan listrik dengan menjanjikan pengiriman unit super cepat. Tercatat, beberapa konsumen sudah bisa membawa pulang kendaraan mereka hanya dalam waktu dua hari setelah seluruh proses administrasi dinyatakan rampung.
Langkah masif di IIMS 2026 ini menjadi batu loncatan bagi GAC Indonesia untuk terus memperluas jaringan purna jual dan infrastruktur pendukung lainnya. Dengan strategi harga yang agresif dan teknologi jarak tempuh yang mumpuni, GAC kini bukan lagi sekadar penantang, melainkan pemain kunci yang siap mengakselerasi transisi energi hijau di industri otomotif Indonesia./ JOURNEY OF INDONESIA | Nuhaa

















