JAKARTA – Panggung Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 di JIExpo Kemayoran mendadak riuh oleh nuansa berbeda di Hall C3. Bukan sekadar deretan mobil mengkilap di bawah lampu sorot, iCAR merek creative mobility premium di bawah payung Chery Group yang memilih cara yang lebih ekspresif untuk memperkenalkan diri.
Dengan tajuk utama “Born to Play”, iCAR resmi melakoni debutnya di pasar otomotif Tanah Air dengan mengubah ruang pameran menjadi sebuah taman bermain teknologi yang memikat mata generasi muda.
Langkah berani ini bukan tanpa alasan. iCAR memposisikan dirinya sebagai merek yang tidak hanya menjual kendaraan listrik, tetapi juga gaya hidup. Identitas ini dipertegas melalui filosofi Classic Never Fades yang diterjemahkan secara visual melalui iCAR V23. Mobil ini tampil dalam dua persona kontras V23 OG yang kental dengan aura retro klasik, serta Pro Edition yang membawa napas Cyberspace yang futuristik. Keduanya menjadi bukti bagaimana desain masa lalu bisa tetap relevan, bahkan terlihat sangat modern di tangan para desainer Chery Group.

Salah satu daya tarik utama yang menyedot perhatian pengunjung adalah kehadiran instalasi toy box raksasa. Di sini, iCAR V23 diletakkan seolah-olah menjadi mainan koleksi dalam kotak kemasan, sebuah representasi visual dari dunia imajinasi dan kebebasan berekspresi. Suasana kian hidup dengan hadirnya mesin permainan arcade dan photoboothinteraktif yang memicu koneksi emosional antara pengunjung dan brand. Strategi ini efektif mengubah paradigma dari sekadar melihat produk menjadi pengalaman mobilitas yang menyenangkan.
Ambisi iCAR untuk menjadi kanvas kreativitas juga dibuktikan lewat kolaborasi strategis bersama National Modificator & Aftermarket Association (NMAA). Melalui unit modifikasi khusus, iCAR menunjukkan bahwa V23 memiliki fleksibilitas tinggi untuk dipersonalisasi sesuai karakter unik pemiliknya. Hal ini sejalan dengan tren gaya hidup kaum urban yang menginginkan kendaraan yang mampu merepresentasikan jati diri mereka secara lebih spesifik dan personal.
Namun, kejutan iCAR tidak berhenti pada estetika semata. Di sudut booth, tampak sosok AiMOGA MOI, robot humanoid cerdas dari Chery Group yang menjadi simbol integrasi teknologi AI masa depan. MOI mampu berinteraksi secara natural dalam sembilan bahasa, termasuk Bahasa Indonesia.

Robot ini bukan sekadar hiasan; ia diperkenalkan sebagai prototipe layanan cerdas yang nantinya akan menyambut konsumen, menjelaskan spesifikasi produk, hingga memberikan bantuan teknis di jaringan diler iCAR.
Kehadiran MOI di IIMS 2026 mempertegas visi iCAR dalam menggabungkan kecerdasan buatan dengan keramahan layanan manusia. Dengan pendekatan yang holistik antara desain yang emosional dan teknologi yang fungsional, iCAR tampaknya ingin mendefinisikan ulang cara masyarakat Indonesia menikmati mobilitas.
Di Hall C3 JIExpo Kemayoran, iCAR telah berhasil membuktikan bahwa masa depan otomotif tidak hanya soal berpindah tempat, tetapi juga soal bagaimana kita bermain dan mengekspresikan diri dalam perjalanan tersebut./ JOURNEY OF INDONESIA | eR Bee


















