JAKARTA – Keriuhan JIEXPO Kemayoran dalam ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 bukan sekadar panggung bagi peluncuran unit kendaraan terbaru. Di sudut Hall Grand Area Booth CT 26, PT Laris Chandra selaku distributor resmi membawa narasi berbeda mengenai masa depan perawatan otomotif. Melalui jenama legendaris Turtle Wax, perawatan mobil kini didefinisikan ulang sebagai perpaduan antara teknologi material canggih dan gaya hidup digital yang praktis.
Langkah Turtle Wax tahun ini tampak lebih agresif dalam mendekati pasar domestik. Tak lagi sekadar menjual cairan pembersih, mereka menawarkan solusi proteksi jangka panjang yang menyasar pemilik kendaraan dengan mobilitas tinggi. Fokus utamanya adalah mendemokrasikan hasil detailing kelas profesional agar bisa dikerjakan sendiri oleh konsumen di garasi rumah. Strategi ini menjadi jawaban atas kebutuhan efisiensi biaya dan waktu tanpa mengorbankan kualitas estetika kendaraan.
ASEAN Sales Director Turtle Wax, Luca Suino, menegaskan bahwa adaptasi adalah kunci bertahannya sebuah warisan puluhan tahun. Ia melihat Indonesia sebagai pasar krusial yang menuntut inovasi konstan. “Turtle Wax selalu menghadirkan produk terbaiknya untuk menjaga dan melindungi kendaraan kostumer tetap kinclong dan prima dalam mendukung aktivitas penggunanya,” kata Luca Suino pada Kamis (12/2) di booth Laris Chandra.
Pernyataan ini sekaligus menandai kehadiran rangkaian produk unggulan yang mengandalkan formula kimia terkini. Salah satu bintang di gerai Laris Chandra kali ini adalah Hybrid Solutions Ceramic Spray Coating. Produk ini mengandalkan kombinasi Synthetic Wax Polymers dan formula Super Hidrofobik SiO
2 (Silikon Dioksida) yang menjanjikan durabilitas perlindungan hingga satu tahun.

Teknologi ini memberikan lapisan pelindung yang mampu menolak air dengan ekstrem, sekaligus menjaga kedalaman warna cat bodi mobil dari paparan cuaca yang tidak menentu.
Namun, inovasi Turtle Wax tidak berhenti pada urusan kimiawi semata. Mereka menyadari bahwa lanskap konsumen telah bergeser ke arah generasi yang melek teknologi. Luca Suino menekankan pentingnya kehadiran aktif di platform media sosial seperti TikTok untuk menyebarkan edukasi mengenai detailing hacks yang viral. Melalui konten visual yang interaktif, Turtle Wax berupaya mengubah persepsi bahwa merawat mobil adalah pekerjaan yang rumit.
“Turtle Wax kini hadir lebih dekat dengan para antusias otomotif generasi baru (Next-Gen). Kita tahu Tik-Tok kini sangat mempengaruhi masyarakat masa kini, sehingga media ini bisa dijadikan salah satu pilihan untuk menguatkan pemasaran,” tutur Luca.
Bagi Luca, aksesibilitas digital adalah jembatan utama bagi konsumen untuk mendapatkan informasi sekaligus kemudahan akses belanja di marketplace. “Ini membuktikan bahwa warisan puluhan tahun tetap mampu berada di garis depan era digital dan kita mungkin menjadi bagian dari itu,” tukasnya.
Selain seri premium, Turtle Wax tetap mempertahankan fondasi mereka melalui lini Original Series yang telah dipercaya lintas generasi. Produk seperti Super Hard Shell Wax tetap menjadi primadona bagi mereka yang menginginkan proteksi klasik hingga enam bulan. Begitu pula dengan Metallic Car Wax yang kini hadir dalam kemasan sachet ekonomis, sebuah langkah taktis untuk menjangkau segmen pasar yang lebih luas namun tetap menginginkan hasil yang maksimal dalam menyamarkan kusam ringan pada bodi kendaraan.

Untuk kebutuhan harian yang lebih ringan, tersedia Hybrid Solutions 3-in-1 Detailer yang dirancang khusus sebagai solusi instan bagi pemilik mobil dengan jadwal padat. Produk ini memungkinkan proses pembersihan dan pengilapan dilakukan hanya dalam satu langkah cepat sebelum menghadiri acara penting. Melengkapi jajaran tersebut, Turtle Wax juga memboyong Wash & Wax dengan aroma segar seperti Crushed Candy dan Tropical Twist, serta Scratch & Swirl Remover yang memanfaatkan teknologi Micro-Polishing untuk mengoreksi goresan halus.
Komitmen Turtle Wax di IIMS 2026 ini menunjukkan bahwa efisiensi dan hasil nyata adalah dua variabel yang tidak bisa dipisahkan dalam industri perawatan kendaraan modern. “Turtle Wax membuat perawatan mobil menjadi praktis, efisien, dan memberikan hasil yang terlihat jelas untuk setiap pemilik kendaraan,” sebut Luca lagi.
Hingga penutupan pameran pada 15 Februari mendatang, kolaborasi antara Turtle Wax dan PT Laris Chandra diharapkan dapat terus memberikan edukasi kepada publik bahwa perlindungan cat kendaraan adalah investasi jangka panjang. Dengan sentuhan digital dan kemudahan aplikasi, menjaga kilau mobil kini benar-benar hanya berjarak satu klik saja.
“Di luar garasi, Turtle Wax mendefinisikan ulang cara berinteraksi dengan audiens muda yang melek teknologi. Ini membuktikan bahwa warisan puluhan tahun tetap mampu berada di garis depan era digital,” pungkas Luca./ JOURNEY OF INDONESIA | iBonk


















