JAKARTA – Dapur sering kali dianggap sebagai jantung dari sebuah hunian, tempat di mana kualitas hidup bermula dari apa yang disajikan di atas meja makan. Dalam ekosistem memasak, kompor memegang peranan paling krusial. Ia bukan sekadar alat pemanas, melainkan instrumen yang menentukan rasa, tekstur, hingga konsistensi sebuah hidangan. Namun, di tengah beragamnya pilihan di pasar, banyak pemilik rumah yang masih terjebak pada pemilihan kompor tanam hanya berdasarkan desain visual semata tanpa mendalami teknologi di dalamnya.
Fenomena masakan yang gagal, seperti saus yang pecah saat proses simmering atau tumisan yang gosong seketika, sering kali bukan disebabkan oleh kesalahan resep. Akar permasalahannya acap kali terletak pada kontrol api yang tidak presisi. Memahami celah kebutuhan tersebut, MODENA menghadirkan terobosan melalui lini produk Built-in Gas Hob yang dirancang untuk memberikan kendali penuh bagi penggunanya.
Teddy Wijaya, Vice President Marketing MODENA, menjelaskan bahwa inovasi ini lahir dari pengamatan mendalam terhadap kendala harian masyarakat. “MODENA terus berinovasi untuk menghadirkan rekomendasi kompor terbaik yang benar-benar menjawab kebutuhan memasak sehari-hari masyarakat Indonesia.

Melalui lini produk Built-in Gas Hob kami, MODENA menjadi yang pertama menghadirkan fitur 6 Step Flame Control dan Low Battery Indicator pada kompor tanam di Indonesia. Dua fitur ini memberikan pengalaman memasak yang lebih presisi, terkontrol, dan minim gangguan, sehingga pengguna bisa memasak dengan lebih nyaman dan percaya diri,” ujar Teddy.
Keunggulan utama yang menjadi sorotan adalah fitur 6 Step Flame Control. Teknologi ini memungkinkan pengguna mengatur tingkatan api secara akurat dalam enam tahapan yang berbeda. Mulai dari api kecil yang stabil untuk menjaga kelembutan saus, api sedang untuk teknik menumis, hingga api besar yang kuat untuk masakan dengan teknik wok khas profesional. Presisi ini meminimalkan risiko kegagalan memasak akibat fluktuasi panas yang tidak terkendali, sebuah aspek yang jarang ditemukan pada kompor konvensional.
Selain persoalan teknis api, aspek kenyamanan operasional juga menjadi fokus. Salah satu momen paling mengganggu di dapur adalah ketika kompor tiba-tiba tidak dapat dinyalakan karena daya baterai pemantik habis tanpa peringatan. Mengingat baterai pada kompor tanam biasanya tersembunyi, kondisi ini sering kali baru disadari di saat genting. MODENA menjawab persoalan ini dengan menyematkan Low Battery Indicator, sebuah sensor peringatan dini yang muncul pada panel kompor saat kapasitas baterai mulai menipis. Fitur ini memastikan aktivitas memasak, terutama saat menjamu tamu atau momen keluarga, tidak akan terhenti secara mendadak.

Tak hanya berhenti pada fungsionalitas, aspek keamanan dan daya tahan tetap menjadi prioritas utama. Seluruh produk dalam seri ini telah dibekali dengan teknologi Zero Wait Ignition yang memastikan api menyala seketika tanpa jeda. Dari sisi keamanan, sensor termokopel hadir sebagai pelindung yang secara otomatis memutus aliran gas jika api padam secara tidak sengaja. Ini memberikan rasa aman ekstra bagi penghuni rumah terhadap risiko kebocoran gas.
Secara estetika, kompor tanam MODENA menggunakan material tempered crystal glass yang memberikan kesan mewah sekaligus kokoh. Ketahanan material ini tidak perlu diragukan, bahkan perusahaan memberikan jaminan berupa garansi seumur hidup untuk panel kaca tersebut. Dengan total tujuh pilihan produk yang bervariasi dalam jumlah burner dan ukuran, konsumen memiliki fleksibilitas untuk menyesuaikan perangkat dengan luas area dapur mereka.
Kehadiran fitur-fitur mutakhir ini menegaskan bahwa memilih alat penunjang dapur adalah investasi jangka panjang untuk kualitas hidangan. Bagi mereka yang ingin meningkatkan standar memasaknya, produk ini telah tersedia di MODENA Experience Center, MODENA Home Center, hingga berbagai platform e-commerce dan situs resmi perusahaan. Dengan integrasi teknologi dan desain yang tepat, aktivitas memasak kini bukan lagi sekadar rutinitas, melainkan sebuah proses yang presisi dan menyenangkan./ JOURNEY OF INDONESIA | Ismed Nompo


















