Ini Gunanya Emergency Button di Aplikasi Grab Online

By Yulia February 10, 2020 164
Ini Gunanya Emergency Button di Aplikasi Grab Online Fitur Emergency Button pada aplikasi Grab jika penumpang dalam kondisi darurat (Ist)

Bagi orang yang mempunyai hobby traveling, tentunya memerlukan fasilitas kendaraan yang aman untuk sampai ke tempat tujuan. Hingga dengan adanya taxi online ataupun yang sejenisnya saat ini sedikit banyak membantu mereka hingga sampai ke tempat tujuan.

Tetapi namanya kejahatan, meski seaman apapun, pasti akan ada celah untuk melakukannya. Baru-baru ini, seorang karyawati viral di media sosial karena hampir menjadi korban penculikan dari driver online nakal yang memintanya untuk mengantar ke suatu tempat.

Tindak kejahatan oleh oknum driver yang nyaris dialami salah satu penumpang Grab memunculkan kewaspadaan agar berhati-hati saat menggunakan jasa ride-hailing. Di sisi lain, peristiwa menyeramkan ini juga membuktikan fitur tombol panik di Grab benar-benar bekerja efektif menyelamatkan penumpang.

"Terima kasih atas perhatian penuhnya terhadap peristiwa ini. Untuk hal ini sudah ditangani sesuai dengan komitmen kami untuk memberikan dukungan dan bantuan yang dibutuhkan oleh penumpang. Selain itu kami telah langsung menonaktifkan mitra pengemudi tersebut sambil melakukan investigasi lebih lanjut," kata Public Relations Manager Grab Indonesia, Andre Sebastian lewat pesan instant yang dikutip dari detikNet, Minggu (9/2/2020), menangggapi kejadian ini.

"Keselamatan dan keamanan penumpang dan pengemudi merupakan prioritas utama Grab. Untuk itu kami juga ingin menginformasikan bahwa saat ini pada aplikasi Grab sudah tersedia Emergency Button untuk penumpang jika mengalami keadaan darurat. Fitur ini melengkapi fitur keselamatan lainnya yang sudah tersedia di aplikasi Grab yaitu share my ride (bagikan perjalanan), penyamaran nomor telepon penumpang dan VOIP call untuk meningkatkan rasa aman pengguna," sambungnya.

Panic Button demi keamanan penumpang IstPanic Button demi keamanan penumpang (Ist)

Buat yang belum tahu, saat menggunakan aplikasi Grab, kita akan melihat menu "Pusat Keselamatan" di pojok kanan atas aplikasi Grab. Di situ, pelanggan bisa memilih tiga layanan yang dibutuhkan.

Pertama, 'Bagikan Informasi Perjalanan' yang menawarkan pilihan untuk memberi akses bagi keluarga atau orang tercinta melacak lokasi dan status perjalanan, lengkap dengan perkiraan waktu kedatangan, dan detail mitra pengemudi.

Kedua, 'Laporkan Masalah Keselamatan'. Penumpang dapat melaporkan masalah keselamatan dengan mudah, kapan saja, dalam perjalanan mereka sehingga Grab dapat mengambil tindakan cepat terhadap potensi insiden keselamatan.

Ketiga, 'Dapatkan Pertolongan Darurat'. Jika terjadi keadaan darurat, penumpang dapat meminta bantuan dari tim respons insiden Grab 24/7. Peringatan SMS yang berisi detail perjalanan mereka dan lokasi saat ini akan secara otomatis dikirim ke kontak darurat yang telah didaftarkan.

Tiga fitur ini melengkapi 6 fitur keselamatan yang telah diluncurkan sejak awal 2019 lalu termasuk Penyamaran Nomor Telpon (Number Masking), Free Call (VoIP), Tombol Darurat, Verifikasi Wajah, Kamera GrabSiaga, dan GrabDefence.

Sebelumnya, viral seorang wanita penumpang GrabCar lewat akun Instagram @tiannnwu membagikan kisah menyeramkan yang dialaminya. Dia diduga hampir menjadi korban tindak kejahatan oleh oknum driver GrabCar pada Jumat (7/2) malam, namun selamat berkat meminta bantuan lewat fitur tombol panik.

Korban memesan layanan GrabCar dengan dua tujuan, yaitu menuju kantornya di daerah Dharmawangsa, Jakarta Selatan dan tujuan kedua adalah Indonesia Convention Exhibition (ICE), Jalan BSD Grand Boulevard, Pagedangan, Tangerang.

Setelah korban naik ke dalam mobil, pengemudi justru memilih jalan yang macet. Saran korban untuk putar balik tak didengarkan.

Emergency Button pada aplikasi Grab Online IstEmergency Button pada aplikasi Grab Online (Ist)

"Disitu feeling gw udah gak enak, tiba2 gw denger kayak ada suara HT atau mungkin hp atau apalah gw gak tau bunyi, dia terima tuh sambil bisik2 dan yg gw denger cuman 'point 1 masuk, masuk 1' pelan bgt suaranya, merinding gw langsung dengernya," tulisnya.

Korban mengaku driver berkali-kali melirik ke belakang dan arah mobil sudah semakin jauh dan melantur dari tujuan, bahkan dibawa masuk ke arah Tol Merak. Panik, korban pun menegur sopir dengan nada keras. Namun yang terjadi kemudian, pengemudi dengan sengaja mengerem mobilnya secara mendadak.

Korban memesan layanan GrabCar dengan dua tujuan, yaitu menuju kantornya di daerah Dharmawangsa, Jakarta Selatan dan tujuan kedua adalah Indonesia Convention Exhibition (ICE), Jalan BSD Grand Boulevard, Pagedangan, Tangerang.

Korban kemudian teringat ada tombol emergency di aplikasi Grab dan segera meminta bantuan melalui fitur tersebut. Tak peduli dengan driver yang terus ngebut dan memelototinya, korban terus berkomunikasi dengan emergency care Grab. Hal tersebut membuat pengendara panik dan menurunkan korban.

"Gw diturunin di pinggir tol sama dia. Tuhan masih sayang sama gw, itu orang masih mau turunin gw, Gw udah nangis2 itu di pinggir tol jalan nyari jalan raya," ungkapnya.

Dia mengungkapkan pihak Grab bertanggung jawab dan memberi pelayanan dengan baik dari penjemputan ke lokasi hingga menemani melakukan pelaporan ke pihak kepolisian./ JOURNEY OF INDONESIA