Sejatinya kabupaten Parigi Moutong sejak tahun 2012 telah menggelar Festival Teluk Tomini  (FTT) yang kemudian menjadi agenda rutin setiap tahunnya. Bertolak dari tahun-tahun sebelumnya Festival Teluk Tomini kemudian menjadi perhelatan akbar berskala Internasional bertajuk “Sail Tomini” pada tahun 2015.

Untuk tahun 2019 ini, Festival Teluk Tomini resmi dibuka pada Jumat (19/4) sore sekitar pukul 16:00 WITA di halaman kantor Bupati Sulawesi Tengah. Lewat tema “Parigi Moutong Truly Indonesia“, FTT 2019 ini sendiri dibuka oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya yang diwakili oleh Staf Khusus Menteri Bidang Multikultural Kemenpar Esthy Reko Astuti.

Esthy Reko Astuti dengan didampingi oleh Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah yang diwakili oleh Staf Ahli Gubernur Sulawesi Tengah Norma Mardjanu, Bupati Parigi Moutong Samsurizal, Kadis Pariwisata Parigi Moutong, Zulfinachri Achmad serta beberapa lembaga terkait seperti Ketua TP PKK Kab. Parigi Moutong, Ketua DPRD Kab. Parigi Moutong, bersama-sama melakukan pemukulan alat musik Gimba sebagai tanda dibukanya Festival Teluk Tomini 2019.

Dalam sambutannya, Esthy menyatakan sangat mengapresiasi festival tahunan ini yang sudah berlangsung sejak 2015. “Saya sangat mengapresiasi kesinambungan festival ini, yang juga  merupakan tindak lanjut dari event sebelumnya Sail Tomini dan terus digelar sampai sekarang”, ungkap Esthy Reko Astuti. Selanjutnya Esthy juga mengatakan bahwa untuk lebih meningkatkan dan mendorong perekonomian daerah, maka pemda perlu membuat event-event sejenis yang berkelas sebagai daya tarik wisatawan.

Staf Khusus Menteri Bidang Multikultural Kemenpar Esthy Reko Astuti beserta pejabat terkait melakukan pembukaan Festival Teluk Tomini Ibonk2

Staf Khusus Menteri Bidang Multikultural Kemenpar Esthy Reko Astuti beserta pejabat terkait melakukan pembukaan Festival Teluk Tomini (Ibonk)

Sebagai sebuah event, FTT 2019 sendiri mengalami kemajuan ditandai dengan berhasilnya masuk ke dalam 100 Calendar of Event (CoE) Kemenerian Pariwisata. “Ini patut diapresiasi, karena untuk dapat masuk ke dalam 100 CoE, FTT harus melalui kurasi oleh tim khusus dengan menilai 5C yakni creativity, communication, commercial, commitment dan consistency,” tandas Esthy.

Sesuai dengan namanya, event ini digelar untuk mengeksplor Teluk Tomini agar lebih dikenal masyarakat luas. Dengan festival ini, diharapkan kunjungan wisatawan semakin meningkat, baik wisatawan lokal maupun mancanegara.

Pada seremoni pembukaan FTT 2019, sejumlah penari mementaskan "Tari Mokambu" yang juga merupakan tari selamat datang menyambut tamu tamu besar yang datang bertandang ke provinsi Sulawesi Tengah. Tarian ini bernuatan pesan untuk mendatangkan keselamatan dan rezeki bagi mereka yg berkunjung di tanah Kaili Parimo.

Staf Ahli Gubernur Sulawesi Tengah, Norma Mardjanu yang mewakili Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah mengatakan bahwa pihaknya yakin dan percaya mampu meningkatkan pariwisata daerah ini. “Sulawesi Tengah adalah daerah yang sangat kaya akan destinasi dan budaya sehingga mendapat julukan Miniatur Indonesia. Ini adalah sebuah potensi. Untuk pengembangan parawisata daerah ini selanjutnya, semua unsur 3A (Atraksi, Amenitas, dan Akseksibilitas) akan terus dimaksimalkan,” tandasnya.

Tari bonkTari Mokambu menjadi sajian kolosal pembuka dalam opening perhelatan Festival Teluk Tomini (Ibonk) 

FTT 2019 yang berlangsung pada 19-23 April 2019 ini akan dimeriahkan dengan berbagai kegiatan menarik seperti Pemilihan Putra Putri Bahari, Fashion Carnival, Lomba Fotografi Objek Wisata, Festival Musik Tradisional, serta Festival Kuliner dan Pameran Kerajinan Rakyat.

Diharapkan juga dengan adanya FTT ini juga bertujuan untuk menjadikan Kabupaten Parigi Moutong sebagai daerah pelopor pelaksana Fashion Carnival di Provinsi Sulawesi Tengah serta meningkatkan kunjungan wuisatawan Nusantara (Wisnus) di Provinsi Sulawesi Tengah Khususnya di Kabupaten Parigi.

Diujung prosesi pembukaan dihadirkan defile sekitar 20-an  peserta yang menampilkan busana karnaval dari para milenial Sulawesi Tenggara. Menampilkan warna warni dan kreatifitas busana karnaval yang cukup menarik perhatian pengunjung. Defile karnaval tersebut sengaja melintasi panggung utama dimana Staf Khusus Menteri Bidang Multikultural Kemenpar, Esthy Reko Astuti dan pejabat lainnya berada./ JOURNEY OF INDONESIA

Memulai karir solonya dengan lagu ‘Sayang 2’, Sarah Brillian sukses menarik perhatian para pecinta dangdut.  Ditambah lagi lagu ‘Sayang 2’ memang sebelumnya telah banyak dinyanyikan artis-artis dangdut ternama.

Sarah Brillian merupakan penyanyi dangdut asal Ponorogo, yang memulai karirnya melalui Orkes Melayu (OM) Sera. Kepiawaiannya bernyanyi membuat Trinity Optima Production melalui sub-labelnya 3D Entertainment yang menaungi musik bergenre dangdut, langsung tertarik untuk memproduseri penyanyi daerah ini, yang kini tengah menyelesaikan pascasarjana-nya di Institut Seni Indonesia Surakarta.

Kini Sarah Brillian kembali meramaikan kancah dangdut dengan lagu berjudul ‘Ending Sayang’ yang diciptakan Anton Obama, pencipta lagu ‘Sayang 2’ dan ‘Sayang’ yang dipopulerkan Via Vallen. Anton Obama menciptakan lagu ini khusus untuk Sarah Brillian, jadi tak heran jika musik dan lirik telah disesuaikan dengan karakter Sarah yang lembut. “Sebagai pencipta, Om Anton Obama membebaskan Sarah untuk eksplorasi, karena waktu menciptakan memang khusus untuk Sarah,” ungkap Sarah Brillian.

Lagu ‘Ending Sayang’ bercerita tentang sebuah perpisahan. “Lagunya tentang perpisahan sepasang kekasih. Salah satu dari mereka berusaha untuk menguatkan, mengikhlaskan hubungan mereka,” terang penyanyi yang sejak SD sudah nyanyi panggung ke panggung ini.

Bahkan, disampaikan oleh tim A&R 3D Entertainment, lagu ini menjadi penutup lagu ‘Sayang’.  “Awal mulanya karena sebetulnya kalau dicermati liriknya itu sequel dari ‘Sayang’ dan ‘Sayang 2’. Terus juga banyak sekali komposer  yang  membuat judul Sayang 3,4,5, dst sampai Sayang 12. Sang komposer pun memutuskan  mengakhiri judul lagu Sayang, agar publik tidak bingung,” jelas Dwi.

Lagu yang memiliki lirik bahasa Jawa-Indonesia mengisyaratkan kesedihan yang mendalam, seirama dengan balutan musiknya.  “Ending sayang ini secara musikalitasnya dikemas dengan aransemen yang berbeda dengan ‘Sayang’ Via Vallen dan ‘Sayang 2’, tidak dengan genre koplo tapi lebih slow karena memasukkan unsur tabla, jadi yang mendengarnya terasa lebih menyayat dan menyentuh kalbu,” lanjutnya.

Melalui lagu ini Sarah punya pesan khusus nih, “Ikhlas aja, kalau emang udah nggak saling cocok, nggak jodoh, nggak perlu dipaksakan,” tutur Sarah.  Sarah pun berharap lagu ini dapat diminati para pecinta dangdut, khususnya penikmat genre pop dangdut. “Harapannya mudah-mudahan bisa diterima di masyarakat luas, semakin banyak yg bisa mengenal & hapal lagu dangdut yg ada kombinasi lirik Jawa,” tutup Sarah.

Selain meluncurkan video lirik ‘Ending Sayang’, pada tanggal 5 April ini, lagu tersebut sudah bisa kamu dengarkan dan download di semua digital platform, seperti Joox, Spotify, Langit Musik, Apple Music, Itunes, dan Deezer./ JOURNEY OF INDONESIA

Kehebatan ratu bulutangkis Indonesia, Susi Susanti melahirkan sejarah tersendiri ketika mampu mempersembahkan emas Olimpiade pertama untuk Indonesia. Susi pada saat itu berhasil menumbangkan atlet asal Korea Selatan, Bang Soo-hyun. Ini merupakan momentum bagi bangsa Indonesia yang erat bersatu memiliki doa dan harapan yang satu yaitu kemenangan Susi. Karena sejak berpartisipasi pada Olimpiade Helsinki 1952, baru pertama kali Indonesia merenggut medali emas.

Nah, Barcelona 1992 adalah sejarah bagi Indonesia, sejak itu atlet Indonesia makin termotivasi untuk membawa pulang medali. Perjuangan Susi dalam menggapai impiannya yang bertujuan untuk kebaikan Indonesia akan muncul di film “Susi Susanti - Love All” yang dijadwalkan tayang pada tahun 2019 ini.

Film ini juga mendapat dukungan penuh dari Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia sebagai prestasi yang membanggakan bagi Indonesia dan perlu diingat oleh generasi muda saat ini. Film ini disutradarai oleh Sim F, sutradara yang sudah lama malang melintang di iklan televisi dan video musik. Penayangan teaser film “Susi Susanti – Love All” mengingatkan akan apa yang bisa kita raih ketika kita semua dekat dalam persatuan tanpa mengenal perbedaan namun tetap sama- sama berjuang untuk Indonesia.

Video teaser yang rilis di masa tenang kampanye Pilpres 2019 ini sengaja ditayangkan untuk mengingatkan kembali ketika kita semua dekat saat meraih kejayaan Indonesia bersama Susi Susanti di Olimpiade Barcelona 1992. Cerita kepahlawanan Susi Susanti yang layak disebarkan untuk generasi muda saat ini. Video yang menampilkan Laura Basuki yang diberikan peran sebagai Susi Susanti sedang menahan air mata dan terharu di atas podium dengan bendera merah putih yang dikibarkan sambil diiringi lagu “Indonesia Raya” pada saat Indonesia berhasil mendapatkan medali emas di Olimpiade Barcelona 1992.

Film ini sendiri dipersembahkan oleh Time International Films dan diproduksi oleh Damn I Love Indonesia Movies bersama Oreima Films, East West Synergy, dan Melon Indonesia.

Susi Susanti Love All 1Fira Basuki sebagai Susi Susanti (Ist)

Susi hingga kini pun masih menjadi panutan para atlet muda Indonesia. Di Asian Games 2018 kemarin Susi merupakan manajer timnas Indonesia dan mampu menyalakan api untuk Indonesia dari usia yang masih muda dan masih tetap setia berbakti kepada negara melalui bulu tangkis yang sampai kini merupakan idola yang patut dibanggakan.

Diharapkan, melalui film ini semangat, pengorbanan dan cinta Susi terhadap keluarga, passion yang dimilikinya, pasangan hidupnya dan Indonesia akan diteruskan ke generasi milenial. Nantikan segera film “Susi Susanti - Love All” di bioskop kesayangan anda./ JOURNEY OF INDONESIA

 

Pujian membanjiri media social film ‘Gundala’ yang akan tayang Agustus 2019 ini. Film hasil olah kebersamaan Bumilangit Studios, Screenplay Films dengan Legacy Pictures ini resmi meluncurkan teaser trailer Gundala baru-baru ini pada 12 April 2019. Video berdurasi satu menit tersebut berhasil menjadi pembicaraan netizen sejak pertama kali dilepas.

Adisatria kebanggaan Indonesia ini kembali ke layar lebar dengan Joko Anwar sebagai penulis skenario dan sutradara. Abimana Aryasatya menjadi Sancaka dewasa dan Gundala sedangkan Muzakki Ramdhan berperan sebagai Sancaka muda. Selain keduanya, ada juga Tara Basro yang berperan sebagai Wulan dan Bront Palarae sebagai Pengkor. Meramaikan pula Rio Dewanto dan Marissa Anita yang mengemban peran sebagai Bapak dan Ibu Sancaka.

Hasilnya adalah berupa ribuan komen membanjiri kolom YouTube video Gundala Official Teaser yang diunggah di kanal YouTube Screenplay Films. Rata-rata merupakan pujian positif. Misalnya akun Andi YangManaLagi menulis, “Semoga Gundala membangkitkan kembali para pahlawan super negeri ini.”, lalu akun Mufid Ansory menulis, “Kelas film Hollywood sih ini. Gila. Buat penonton Indonesia tolong apresiasi datang ke bioskop Agustus nanti.”

Media sosial lainnya pun tak kalah dibanjiri komentar baik dari penggemar film tersebut seperti di twitter ataupun instagram seperti yang dicuitkan akun rickymaartino yang memberikan pujian di kolom komentar instagram Joko Anwar, “Salah satu sutradara yang lebih mementingkan kualitas ketimbang kuantitas.” Tak ketinggalan juga pujian yang sama yang dilontarkan Vino G. Bastian dan Dian Sastrowardoyo.

Secara mengejutkan, Gundala Official Teaser juga mendapatkan banyak komentar dari mancanegara yang ikut memuji dan jadi ingin menonton. Salah seorang YouTuber asal Malaysia Pure Pixels membuat video reaction beberapa jam setelah video teaser tayang. “I was not expecting the ending”, katanya bersorak setelah melihat Gundala di bagian akhir video teaser. Video tersebut lalu mendapat banyak komentar bagus. Akun foureyes menanggapi, “Sumpah cinematography dalam trailer nie nampak cantik, Goodluck Indonesia!”.

Bukan hanya pujian, fans lama komik 'Gundala’ juga menghargai banyaknya ‘kode’ yang terlihat di Gundala Official Teaser. Paling banyak dibicarakan adalah kemunculan Awang (yang dikenal sebagai Godam), lalu lagu Skeeter Davis 'The End of The World' yang khusus dinyanyikan dan diaransemen ulang The Spouse (Tony Setiaji dan Aimee Saras).

Pada dasarnya semua orang menjadi penasaran, berbagai spekulasi pun muncul di berbagai cuitan netizen. Kesemuanya karena tak sabar menanti perilisan film ‘Gundala’ sang jagoan Indonesia ciptaan Hasmi yang dicintai banyak penggemarnya sejak terbit tahun 1969 dalam bentuk komik.

Mari kita sabar menunggu kehadirannya di layar lebar pada Agustus 2019 mendatang./ JOURNEY OF INDONESIA

Kalau kita flashback keberberapa waktu lalu, pasti kita cukup mengenal sosok Ha Sung Woon yang melejit di kalangan pecinta K-Pop saat mengikuti Produce 101, yakni ajang pencarian idol yang sukses menuai perhatian tak hanya masyarakat Korea Selatan namun juga penggemar K-Pop di seluruh dunia. 

Kiprahnya semakin dikenal setelah ia terpilih sebagai salah satu anggota Wanna One yang merupakan grup musik yang berisikan finalis terbaik Produce 101. Namun setelah usai menjalani karirnya sebagai main vocalist di Wanna One selama dua tahun, di tahun 2019 ini, Ha Sung Woon memutuskan untuk meneruskan karirnya sebagai penyanyi solo.

Penyanyi berusia 25 tahun ini tak hanya dikenal memiliki kemampuan menyanyinya yang mumpuni, namun ia juga dikenal pandai menari. Sebuah bukti atas keterampilannya menari tatkala seorang fans me-retweet sebuah postingan dari Ha Sung Woon menari dengan lagu dari Charlie Puth ‘We Don’t Talk Anymore’ yang membuat Charlie Puth sendiri kagum dan memberikan komentar pada postingan tersebut.

Nah, atas ketenaran Ha Sung Woon, CK Star Entertainment, promotor pertunjukan musik sekaligus perusahaan yang bergerak di bidang hiburan dan gaya hidup, mengumumkan Ha Sung Woon, atau yang akrab dipanggil Cloud, akan mengadakan Fan Meeting pertamanya sebagai solois di Indonesia di The Kasablanka, Kota Kasablanka Jakarta, pada 22 Juni 2019. 

“Saya sangat ingin berkumpul dan bertemu secara langsung dengan penggemar di Indonesia yang selama ini telah begitu tulus dalam mendukung saya. Karenanya, sebagai bentuk apresiasi terhadap dukungan mereka, saya berjanji akan bersungguh-sungguh dalam menampilkan pertunjukan yang terbaik saat fan meeting nanti, sehingga kita bisa bersama-sama mengukir kenangan manis yang tak terlupakan” tutur Ha Sung Woon yang baru saja merilis lagu barunya yang berjudul ‘Bird’. 

CK Star Entertainment yang memiliki tag line “We bringing the stars to you!” ini mengumumkan bahwa untuk acara fan meeting kali ini, panitia telah menyediakan tiket yang bisa didapatkan dengan harga yang bervariasi, yaitu: Zone 1 Rp. 2.150.000,- (numbered seating), Zone 2 Rp. 1.650.000,- (numbered seating), Zone 3 1.250.000,- (numbered seating), Zone 4- Rp. 800.000,- (free seating). Harga tidak termasuk pajak 15% dan biaya admin.

Ha Sung Woon sendiri sebenarnya pernah menyapa penggemarnya di Indonesia secara langsung, tepatnya saat Wanna One mengadakan konser tahun 2018 silam. Bagi penggemar Ha Sung Woon yang ingin menyaksikan idolanya tersebut, segera saja dapatkan tiketnya secara online di www.loket.com, mulai tanggal 10 April 2019./ JOURNEY OF INDONESIA

 

 

Page 1 of 44